๐๐๐ฌ๐๐ฐ๐๐ญ ๐ญ๐๐ฆ๐ฉ๐ฎ๐ซ ๐๐๐ ๐๐๐ฐ๐ค ๐๐๐/๐๐๐ adalah pesawat jet buatan Britania Raya yang digunakan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) sebagai pesawat latih lanjut sekaligus jet tempur taktis ringan.
๐๐๐ซ๐๐ค๐ญ๐๐ซ๐ข๐ฌ๐ญ๐ข๐ค ๐๐๐ง ๐
๐ฎ๐ง๐ ๐ฌ๐ข
๐ป๐๐ค๐ 109: Varian dua kursi (tandem seat) yang berfungsi sebagai pesawat latih lanjut (advanced trainer) sekaligus memiliki kemampuan serang darat.
๐ป๐๐ค๐ 209: Varian satu kursi (single seat) yang dirancang untuk misi perebutan keunggulan udara (air superiority) dan serangan darat (ground attack).
๐พ๐๐๐๐๐๐ข๐๐: Dilengkapi dengan mesin Rolls-Royce Adour, radar modern APG-66 (pada varian 209), serta rudal AIM-9 Sidewinder.
๐๐๐ฃ๐๐ซ๐๐ก ๐ฉ๐๐ฌ๐๐ฐ๐๐ญ jet tempur BAE Hawk 109/209 di Indonesia merupakan perjalanan panjang yang penuh dengan nilai strategis. Jet tempur ini dibeli sebagai bagian dari modernisasi kekuatan udara nasional untuk menggantikan armada jet tempur lawas seperti A-4 Skyhawk.
Berikut adalah linimasa sejarah pengadaan hingga operasionalnya:
1. ๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐
๐๐ ๐ฒ๐๐
๐ ๐ผ๐๐๐ "9" (๐จ๐๐๐ 1993)
Kontrak Pembelian: Pemerintah Indonesia menandatangani kontrak pengadaan dengan perusahaan kedirgantaraan asal Britania Raya, British Aerospace (sekarang BAE Systems) pada tahun 1993.
Arti Kode 109/209: Varian dasar pesawat ini sebenarnya bernama Hawk 100 (kursi ganda) dan Hawk 200 (kursi tunggal). Kode angka "9" di bagian akhir diberikan secara khusus oleh pabrikan untuk menandai unit yang diekspor khusus ke Indonesia.
Kedatangan: Armada ini tiba secara bertahap menggunakan metode penerbangan jarak jauh (ferry flight) langsung dari Inggris dan resmi memperkuat TNI AU antara tahun 1996 hingga 1997.
2. ๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐ถ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐ฉ๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Meski dikategorikan sebagai jet tempur taktis ringan, Hawk 109/209 memiliki catatan keterlibatan aktif dalam berbagai operasi militer penting Indonesia:
Krisis Timor Timur (1999): Saat ketegangan meningkat pasca-referendum Timor Timur, armada Hawk 109/209 disiagakan di Bandara El Tari, Kupang. Dalam catatan sejarah, jet Hawk TNI AU sempat dikerahkan untuk melakukan intersepsi (pencegatan) terhadap pesawat tempur F/A-18 Hornet milik Angkatan Udara Australia (RAAF) yang kedapatan melanggar wilayah udara Indonesia.
Operasi Militer di Aceh (2003): Dalam operasi penumpasan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), empat unit Hawk 209 (dengan sandi Sriti Flight) bertindak sebagai Air Escort (pengawal udara). Mereka mengawal penerjunan pasukan Linud Kostrad yang dibawa oleh pesawat C-130 Hercules untuk mengambil alih Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh.
3. ๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐บ๐๐๐๐๐
Selama puluhan tahun mengabdi, puluhan unit jet tempur ini dibagi ke dalam dua pangkalan utama pertahanan udara Indonesia:
Skadron Udara 1 di Lanud Supadio, Pontianak (Kalimantan Barat).
Skadron Udara 12 di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru (Riau).
4. ๐ฌ๐๐๐๐๐๐ ๐ท๐๐๐๐๐๐
๐๐๐ ๐ป๐๐๐๐๐๐๐ (๐ฑ๐๐๐๐๐๐ 2026)
Setelah hampir 30 tahun menjaga langit Indonesia Barat di Riau, pada tanggal 7 Januari 2026, TNI AU secara resmi menggelar upacara pelepasan untuk memindahkan seluruh sisa armada Hawk 109/209 dari Skadron Udara 12 Pekanbaru ke Skadron Udara 1 Pontianak. Langkah relokasi ini merupakan keputusan strategis karena pangkalan di Pekanbaru dikosongkan untuk diguna jet tempur generasi terbaru Prancis, Dassault Rafale, yang mulai datang di akhir Januari 2026. Di Lanud Supadio Pontianak, Hawk 109/209 akan menghabiskan masa baktinya hingga nanti digantikan sepenuhnya oleh alutsista yang baru.

.jpg)

.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar