Tampilkan postingan dengan label unifil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label unifil. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 April 2026

Alutsista 𝐊𝐨𝐧𝐭𝐢𝐧𝐠𝐞𝐧 𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚 (𝐒𝐚𝐭𝐠𝐚𝐬 𝐆𝐚𝐫𝐮𝐝𝐚) 𝐝𝐢 𝐔𝐍𝐈𝐅𝐈𝐋

 𝐊𝐨𝐧𝐭𝐢𝐧𝐠𝐞𝐧 𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚 (𝐒𝐚𝐭𝐠𝐚𝐬 𝐆𝐚𝐫𝐮𝐝𝐚) 𝐝𝐢 𝐔𝐍𝐈𝐅𝐈𝐋, Lebanon, menggunakan berbagai Alat Utama Sistem Senj4t4 (Alutsista) yang mencakup kendaraan tempur berlapis baja hingga persenj4t44n infanteri untuk menjalankan misi penjaga perdamaian.

Hingga April 2026, berikut adalah alutsista utama yang digunakan:
𝟏. 𝐊𝐞𝐧𝐝𝐚𝐫𝐚𝐚𝐧 𝐓𝐞𝐦𝐩𝐮𝐫 (𝐑𝐚𝐧𝐩𝐮𝐫)
TNI mengerahkan berbagai kendaraan lapis baja untuk mendukung mobilitas dan perlindungan personel di daerah operasi yang berisiko tinggi:
𝑷𝒂𝒏𝒅𝒖𝒓 𝑰𝑰 8𝒙8: Sebanyak 18 unit kendaraan tempur ini dikirim untuk memperkuat daya gerak pasukan.


𝑨𝒏𝒐𝒂 6𝒙6: Kendaraan angkut personel (APC) buatan PT Pindad ini menjadi tulang punggung mobilitas dengan 12 unit tambahan yang dikirim pada 2025.


𝑯𝑴𝑳𝑻𝑽 (𝑯𝒊𝒈𝒉 𝑴𝒐𝒃𝒊𝒍𝒊𝒕𝒚 𝑳𝒊𝒈𝒉𝒕 𝑻𝒂𝒄𝒕𝒊𝒄𝒂𝒍 𝑽𝒆𝒉𝒊𝒄𝒍𝒆): Sebanyak 11 unit kendaraan taktis ringan baru dikerahkan untuk memperkuat Satgas Yonmek XXIII-S pada Juli 2025 guna meningkatkan wibawa dan mobilitas di Lebanon Selatan.


𝑩𝑻𝑹-80𝑨: Kendaraan amfibi milik Korps Marinir yang telah bertugas sejak 2009. Sebagian unit dilaporkan telah kembali ke Indonesia pada akhir 2025 setelah masa tugas panjang.


𝟐. 𝐏𝐞𝐫𝐬𝐞𝐧𝐣𝟒𝐭𝟒𝟒𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 & 𝐁𝐚𝐧𝐭𝐮𝐚𝐧
Prajurit dibekali senj4t4 untuk pertahanan diri dan penegakan mandat PBB, di antaranya:
𝑷𝒆𝒍𝒐𝒏𝒕𝒂𝒓 𝑮𝒓4𝒏4𝒕: Seri SPG1-V4, SPG1-V3, dan SPG1-V2 kaliber 40 MM Pindad.


𝑺𝒆𝒏𝒋4𝒕4 𝑷𝒆𝒏𝒅𝒆𝒌: Pelontar SAR-2 kaliber 38 MM Pindad
Peluncur non-mem4tik4n untuk penggunaan penegak hukum yang dirancang untuk menemb4kk4n berbagai katrid termasuk gas air mata, asap, dan bola karet.


𝑺𝒆𝒏𝒋4𝒕4 𝑶𝒓𝒈𝒂𝒏𝒊𝒌: Sen4p4n serbu standar TNI (seperti seri SS-2 buatan Pindad) tetap menjadi perlengkapan dasar setiap prajurit.
Keamanan alutsista ini menjadi perhatian serius menyusul insiden pada akhir Maret dan April 2026, di mana kendaraan UNIFIL dilaporkan terkena led4k4n dan ser4ng4n tank di wilayah Lebanon Selatan.