Tampilkan postingan dengan label kapal selam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kapal selam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Juni 2026

๐Š๐š๐ฉ๐š๐ฅ ๐ฌ๐ž๐ฅ๐š๐ฆ ๐ค๐ž๐ฅ๐š๐ฌ ๐’๐œ๐จ๐ซ๐ฉ๐ž̀๐ง๐ž - ๐๐ซ๐จ๐ฒ๐ž๐ค ๐ˆ๐ง๐๐จ๐ง๐ž๐ฌ๐ข๐š (๐’๐œ๐จ๐ซ๐ฉ๐ž̀๐ง๐ž ๐„๐ฏ๐จ๐ฅ๐ฏ๐ž๐)

 ๐Š๐š๐ฉ๐š๐ฅ ๐ฌ๐ž๐ฅ๐š๐ฆ ๐ค๐ž๐ฅ๐š๐ฌ ๐’๐œ๐จ๐ซ๐ฉ๐ž̀๐ง๐ž adalah kelas kapal selam serang bertenaga diesel-elektrik (diesel-electric attack submarine) modern yang dikembangkan bersama oleh Naval Group Prancis (sebelumnya DCNS) dan perusahaan galangan kapal Navantia Spanyol.Kapal selam siluman ini dirancang multi-peran untuk menjalankan berbagai misi, mulai dari peperangan anti-kapal permukaan, peperangan anti-kapal selam, operasi khusus, hingga pengumpulan intelijen.


๐๐ซ๐จ๐ฒ๐ž๐ค ๐ˆ๐ง๐๐จ๐ง๐ž๐ฌ๐ข๐š (๐’๐œ๐จ๐ซ๐ฉ๐ž̀๐ง๐ž ๐„๐ฏ๐จ๐ฅ๐ฏ๐ž๐)
Indonesia melalui Kementerian Pertahanan telah resmi mengaktifkan kontrak pengadaan dua unit kapal selam varian terbaru, yaitu Scorpรจne Evolved. Melalui sistem transfer of technology (ToT), kapal selam ini ๐‘‘๐‘–๐‘๐‘Ž๐‘›๐‘”๐‘ข๐‘› ๐‘ ๐‘’๐‘๐‘’๐‘›๐‘ขโ„Ž๐‘›๐‘ฆ๐‘Ž ๐‘‘๐‘– ๐‘‘๐‘Ž๐‘™๐‘Ž๐‘š ๐‘›๐‘’๐‘”๐‘’๐‘Ÿ๐‘– ๐‘œ๐‘™๐‘’โ„Ž ๐‘ƒ๐‘‡ ๐‘ƒ๐ด๐ฟ ๐ผ๐‘›๐‘‘๐‘œ๐‘›๐‘’๐‘ ๐‘–๐‘Ž di Surabaya yang bekerja sama dengan Naval Group.
Proyek ini telah memasuki fase awal kualifikasi pemotongan baja (steel cutting) dan ditargetkan memulai konstruksi fisik penuh pada pertengahan tahun ini.
๐’๐ฉ๐ž๐ฌ๐ข๐Ÿ๐ข๐ค๐š๐ฌ๐ข ๐”๐ญ๐š๐ฆ๐š & ๐Š๐ž๐ฎ๐ง๐ ๐ ๐ฎ๐ฅ๐š๐ง ๐’๐œ๐จ๐ซ๐ฉ๐ž̀๐ง๐ž ๐„๐ฏ๐จ๐ฅ๐ฏ๐ž๐
Dimensi & Bobot: Memiliki panjang sekitar 71 hingga 72 meter dengan bobot berkisar antara 1.600 hingga 2.000 ton.
Teknologi Baterai: Varian Scorpรจne Evolved Indonesia menggunakan teknologi Baterai Litium-Ion (LiB) mutakhir. Teknologi ini memberikan efisiensi daya tinggi dan memungkinkan operasional bawah air hingga 80 hari.



Kemampuan Selam & Kecepatan: Mampu menyelam hingga kedalaman lebih dari 300–350 meter dengan kecepatan maksimal mencapai lebih dari 20 knot saat menyelam.
Persenjataan: Dilengkapi dengan 6 tabung peluncur yang dapat membawa hingga 18 senjata berat, termasuk kombinasi torpedo, rudal anti-kapal, dan ranjau laut.
Sistem Manajemen Tempur: Mengintegrasikan sistem taktis otomatis SUBTICS yang memadukan data komando, kontrol senjata, dan sensor akustik, sehingga kapal hanya membutuhkan sekitar 31 hingga 32 awak kapal.

๐๐ž๐ง๐ ๐ ๐ฎ๐ง๐š ๐†๐ฅ๐จ๐›๐š๐ฅ
Selain Indonesia yang sedang memproses pembangunannya, kapal selam kelas Scorpรจne telah sukses beroperasi dan dibangun oleh beberapa negara maritim lain:
India: Membangun 6 unit kapal selam di bawah Proyek P-75 (unit terakhir, INS Vaghsheer, diserahkan pada awal tahun 2025).
Brasil: Mengoperasikan Scorpรจne kelas Riachuelo yang berukuran lebih besar.
Malaysia: Mengoperasikan 2 unit kapal selam kelas Scorpรจne yang diterima tahun 2009 dan 2010.
Cile: Menjadi negara pertama yang memesan dan mengoperasikan kelas ini.
#kapalselam #navy #angkatanlaut #tnial

Selasa, 28 April 2026

๐Š๐š๐ฉ๐š๐ฅ ๐’๐ž๐ฅ๐š๐ฆ ๐Ž๐ญ๐จ๐ง๐จ๐ฆ (๐Š๐’๐Ž๐“) - TNI AL

๐“๐๐ˆ ๐€๐ง๐ ๐ค๐š๐ญ๐š๐ง ๐‹๐š๐ฎ๐ญ ๐ค๐ข๐ง๐ข ๐ฆ๐ฎ๐ฅ๐š๐ข ๐ฆ๐ž๐ง๐ ๐จ๐ฉ๐ž๐ซ๐š๐ฌ๐ข๐ค๐š๐ง ๐Š๐š๐ฉ๐š๐ฅ ๐’๐ž๐ฅ๐š๐ฆ ๐Ž๐ญ๐จ๐ง๐จ๐ฆ (๐Š๐’๐Ž๐“) atau Autonomous Submarine sebagai bagian dari modernisasi pertahanan bawah laut. Indonesia tercatat sebagai negara keempat di dunia yang mampu memproduksi teknologi ini secara mandiri setelah Amerika Serikat, Rusia, dan Cina.

1. ๐‘ด๐’๐’…๐’†๐’ ๐‘ผ๐’•๐’‚๐’Ž๐’‚: ๐‘ฒ๐‘บ๐‘ถ๐‘ป-008
Prototipe ini dikembangkan sepenuhnya oleh PT PAL Indonesia dan pertama kali diperkenalkan secara luas pada peringatan HUT ke-80 TNI, 5 Oktober 2025.
Produksi: Dirancang dan dibangun 100% oleh insinyur dalam negeri sejak tahap desain hingga perangkat lunaknya.
Mulai Beroperasi: Telah menjalani serangkaian uji coba teknis, termasuk keberhasilan uji tembak torpedo di perairan Surabaya pada akhir 2025.
Target Produksi Massal: Kementerian Pertahanan menargetkan kepemilikan 30 unit KSOT pada tahun 2026 untuk memperkuat titik-titik strategis (choke points) di perairan Indonesia.




2. ๐‘ฒ๐’†๐’–๐’๐’ˆ๐’ˆ๐’–๐’๐’‚๐’ & ๐‘ป๐’†๐’Œ๐’๐’๐’๐’๐’ˆ๐’Š
KSOT dirancang sebagai "pengganda kekuatan" (force multiplier) yang dapat bekerja secara mandiri atau mendampingi kapal selam berawak.
Kecerdasan Buatan (AI): Didukung teknologi AI untuk beroperasi mandiri, mengambil keputusan di bawah laut tanpa sinyal komunikasi, dan melakukan misi pengintaian (surveillance).



Persenjataan: Dilengkapi dengan sistem peluncuran torpedo ringan Piranha (kaliber 324 mm) atau varian rudal torpedo lainnya untuk misi ofensif.
Kendali Jarak Jauh: Dapat dikendalikan dari jarak jauh hingga lebih dari 320 km melalui Pusat Komando Kapal Selam Otonom (Autonomous Submarine Command Center).




3. ๐‘บ๐’‘๐’†๐’”๐’Š๐’‡๐’Š๐’Œ๐’‚๐’”๐’Š ๐‘ป๐’†๐’Œ๐’๐’Š๐’” ๐‘ฒ๐‘บ๐‘ถ๐‘ป-008
Dimensi : Panjang 15 meter, Lebar 2,2 meter
Bobot : Sekitar 37,28 ton
Kecepatan : Maksimal 20 knot
Daya Tahan : Mampu menyelam/beroperasi hingga 72 jam
Jangkauan : Hingga 200 mil laut (sekitar 370 km)



Penggunaan KSOT ini bertujuan untuk efisiensi operasional, terutama dalam patroli laut rutin demi menghemat bahan bakar dan meminimalkan risiko terhadap personel di wilayah rawan.

Selasa, 24 Februari 2026

Alutsista TNI AL pada awal ORDE Baru

 ๐๐š๐๐š ๐š๐ฐ๐š๐ฅ ๐Ž๐‘๐ƒ๐„ ๐๐š๐ซ๐ฎ, periode akhir 1960-an hingga akhir 1970-an, ๐“๐๐ˆ ๐€๐‹ melakukan pergeseran besar dengan mempensiunkan kapal-kapal besar buatan Uni Soviet (seperti Penjelajah KRI Irian) yang sulit dirawat karena hambatan suku cadang. Fokus pengadaan beralih ke kapal-kapal Barat yang lebih efisien dan modern.

Berikut adalah alutsista utama yang dibeli untuk TNI AL pada periode tersebut:
1. ๐‘ฒ๐’‚๐’‘๐’‚๐’ ๐‘ญ๐’“๐’†๐’ˆ๐’‚๐’• & ๐‘ฒ๐’๐’“๐’—๐’†๐’• (Satuan Kapal Eskorta)
๐น๐‘Ÿ๐‘’๐‘”๐‘Ž๐‘ก ๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐ถ๐‘™๐‘Ž๐‘ข๐‘‘ ๐ฝ๐‘œ๐‘›๐‘’๐‘  (๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐‘†๐‘Ž๐‘š๐‘Ž๐‘‘๐‘–๐‘˜๐‘ข๐‘›): Dibeli bekas dari Amerika Serikat pada tahun 1973-1974. Kapal-kapal ini menjadi tulang punggung baru setelah era Soviet berakhir. Contohnya: KRI Samadikun (341), KRI Martadinata (342), KRI Monginsidi (343), dan KRI Ngurah Rai (344).
KRI Martadinata 342

KRI Samadikun 341
๐น๐‘Ÿ๐‘’๐‘”๐‘Ž๐‘ก ๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐‘‡๐‘Ÿ๐‘–๐‘๐‘Ž๐‘™: Dibeli dari Inggris pada akhir 1970-an (efektif masuk awal 80-an) untuk meningkatkan kemampuan tempur laut.
Tribal Class KRI Hasanudin 333


2. ๐‘ฒ๐’‚๐’‘๐’‚๐’ ๐‘บ๐’†๐’๐’‚๐’Ž

๐พ๐‘Ž๐‘๐‘Ž๐‘™ ๐‘†๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘š ๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐‘‡๐‘ฆ๐‘๐‘’ 209 (๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐ถ๐‘Ž๐‘˜๐‘Ÿ๐‘Ž): Kontrak pembelian dilakukan pada tahun 1977 dengan Jerman Barat untuk dua unit, yaitu KRI Cakra (401) dan KRI Nanggala (402). Ini adalah langkah modernisasi radikal untuk menggantikan armada kapal selam kelas Whiskey buatan Soviet yang sudah tua.
KRI Nanggala 402


3. ๐‘ฒ๐’‚๐’‘๐’‚๐’ ๐‘ช๐’†๐’‘๐’‚๐’• ๐‘น๐’–๐’…๐’‚๐’ (๐‘ฒ๐‘ช๐‘น) & ๐‘ฒ๐’‚๐’‘๐’‚๐’ ๐‘ท๐’‚๐’•๐’“๐’๐’๐’Š

๐พ๐ถ๐‘… ๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐‘ƒ๐‘†๐‘€๐‘€ ๐‘€๐‘˜5 (๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐‘€๐‘Ž๐‘›๐‘‘๐‘Ž๐‘ข): Dibeli dari Korea Selatan (lisensi Tacoma, AS) pada akhir 1970-an. Kapal ini dilengkapi dengan rudal Exocet MM38 buatan Prancis, yang menandai dimulainya era rudal modern di TNI AL.
KRI Mandau 621


๐พ๐‘Ž๐‘๐‘Ž๐‘™ ๐‘ƒ๐‘Ž๐‘ก๐‘Ÿ๐‘œ๐‘™๐‘– ๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐ด๐‘ก๐‘ก๐‘Ž๐‘๐‘˜: Merupakan hibah dari Australia pada tahun 1973-1974 untuk memperkuat pengawasan wilayah perairan dan pantai.
Attack Class KRI Siada 862


4. ๐‘ฒ๐’‚๐’‘๐’‚๐’ ๐‘จ๐’Ž๐’‡๐’Š๐’ƒ๐’Š & ๐‘ณ๐’๐’ˆ๐’Š๐’”๐’•๐’Š๐’Œ (๐‘บ๐’‚๐’•๐’–๐’‚๐’ ๐‘ฒ๐’‚๐’‘๐’‚๐’ ๐‘จ๐’Ž๐’‡๐’Š๐’ƒ๐’Š)

๐ฟ๐‘†๐‘‡ (๐ฟ๐‘Ž๐‘›๐‘‘๐‘–๐‘›๐‘” ๐‘†โ„Ž๐‘–๐‘ ๐‘‡๐‘Ž๐‘›๐‘˜) ๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐‘‡๐‘’๐‘™๐‘ข๐‘˜ ๐‘†๐‘’๐‘š๐‘Ž๐‘›๐‘”๐‘˜๐‘Ž: Indonesia mulai memesan kapal angkut tank baru dari Korea Selatan pada akhir 1970-an untuk memperkuat mobilitas Marinir dan pasukan darat.
KRI Teluk Semangka 512


5. ๐‘ท๐’†๐’”๐’‚๐’˜๐’‚๐’• ๐‘ผ๐’…๐’‚๐’“๐’‚ ๐‘จ๐’๐’ˆ๐’Œ๐’‚๐’•๐’‚๐’ ๐‘ณ๐’‚๐’–๐’• (๐‘ท๐’†๐’๐’†๐’“๐’ƒ๐’‚๐’)

๐‘ƒ๐‘’๐‘ ๐‘Ž๐‘ค๐‘Ž๐‘ก ๐‘๐‘œ๐‘š๐‘Ž๐‘‘ ๐‘22/๐‘24: Dibeli dari Australia mulai tahun 1975 untuk tugas pengintaian maritim dan patroli wilayah.
Nomad N22


๐ป๐‘’๐‘™๐‘–๐‘˜๐‘œ๐‘๐‘ก๐‘’๐‘Ÿ ๐‘Š๐‘’๐‘ ๐‘ก๐‘™๐‘Ž๐‘›๐‘‘ ๐‘Š๐‘Ž๐‘ ๐‘: Didatangkan dari Inggris untuk melengkapi fregat-fregat baru (seperti kelas Tribal) guna keperluan anti-kapal selam (AKS).
Westland Wasp Helicopter



6. ๐‘ฒ๐’†๐’๐’…๐’‚๐’“๐’‚๐’‚๐’ ๐‘ป๐’†๐’Ž๐’‘๐’–๐’“ ๐‘ด๐’‚๐’“๐’Š๐’๐’Š๐’“

AMX-10 pac 90 : Kendaraan pendarat amfibi dari Prancis yang mulai memperkuat Korps Marinir pada awal 1980-an.



AMX-10 PAC 90

Rabu, 24 Desember 2025

๐‘ฒ๐™š๐’Œ๐™ช๐’‚๐™ฉ๐’‚๐™ฃ ๐™–๐’๐™œ๐’Œ๐™–๐’•๐™–๐’ ๐’๐™–๐’–๐™ฉ ๐™„๐’๐™™๐’๐™ฃ๐’†๐™จ๐’Š๐™– ๐™ฉ๐’†๐™ง๐’Œ๐™ช๐’‚๐™ฉ ๐™™๐’Š ๐‘ฒ๐™–๐’˜๐™–๐’”๐™–๐’..

 ๐‘ฒ๐™š๐’Œ๐™ช๐’‚๐™ฉ๐’‚๐™ฃ ๐™–๐’๐™œ๐’Œ๐™–๐’•๐™–๐’ ๐’๐™–๐’–๐™ฉ ๐™„๐’๐™™๐’๐™ฃ๐’†๐™จ๐’Š๐™– ๐™ฉ๐’†๐™ง๐’Œ๐™ช๐’‚๐™ฉ ๐™™๐’Š ๐‘ฒ๐™–๐’˜๐™–๐’”๐™–๐’..

Pada masa Orde Lama (khususnya periode 1959–1965), kekuatan laut Indonesia (ALRI) mencapai puncaknya melalui pengadaan alutsista besar-besaran dari Uni Soviet untuk mendukung Operasi Trikora.
Berikut adalah daftar kapal perang utama, perkiraan jumlahnya, dan masa operasinya:
1. ๐‘ฒ๐’‚๐’‘๐’‚๐’ ๐‘ท๐’†๐’๐’‹๐’†๐’๐’‚๐’‹๐’‚๐’‰ (๐‘ช๐’“๐’–๐’Š๐’”๐’†๐’“)
๐พ๐‘…๐ผ ๐ผ๐‘Ÿ๐‘–๐‘Ž๐‘› (201): 1 Unit.
Tipe: Kapal penjelajah kelas Sverdlov.
Masa Operasi: Tiba di Indonesia pada tahun 1962 dan resmi diserahterimakan pada tahun 1963. Kapal ini menjadi kapal perang terbesar yang pernah dimiliki Indonesia.

2. ๐‘ฒ๐’‚๐’‘๐’‚๐’ ๐‘บ๐’†๐’๐’‚๐’Ž

๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐‘Šโ„Ž๐‘–๐‘ ๐‘˜๐‘’๐‘ฆ: 12 Unit.
Tipe: Kapal selam kelas Whiskey (Proyek 613).
Masa Operasi: Mulai beroperasi secara bertahap sejak 1959–1962 untuk memperkuat armada dalam kampanye Irian Barat. Salah satunya adalah KRI Pasopati (410).

3. ๐‘ฒ๐’‚๐’‘๐’‚๐’ ๐‘ท๐’†๐’“๐’–๐’”๐’‚๐’Œ (๐‘ซ๐’†๐’”๐’•๐’“๐’๐’š๐’†๐’“)

๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐‘†๐‘˜๐‘œ๐‘Ÿ๐‘ฆ๐‘ฆ: 8 Unit.
Daftar Kapal: KRI Siliwangi, KRI Singamangaradja, KRI Sandjaja, KRI Sawunggaling, KRI Sultan Iskandar Muda, KRI Diponegoro, KRI Brawidjaja, dan KRI Saradjuta.
Masa Operasi: Diakuisisi dari Uni Soviet sekitar tahun 1959–1962.

4. ๐‘ฒ๐’‚๐’‘๐’‚๐’ ๐‘ญ๐’“๐’†๐’ˆ๐’‚๐’• (๐‘ญ๐’“๐’Š๐’ˆ๐’‚๐’•๐’†)

๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐‘…๐‘–๐‘”๐‘Ž: 8 Unit.
Daftar Kapal: Di antaranya KRI Jos Sudarso, KRI Slamet Rijadi, dan KRI Ngurah Rai.
Masa Operasi: Mulai memperkuat jajaran armada pada tahun 1962–1964.

5. ๐‘ฒ๐’‚๐’‘๐’‚๐’ ๐‘ช๐’†๐’‘๐’‚๐’• ๐‘น๐’–๐’…๐’‚๐’ ๐’…๐’‚๐’ ๐‘ป๐’๐’“๐’‘๐’†๐’…๐’

๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐พ๐‘œ๐‘š๐‘Ž๐‘Ÿ (๐พ๐ถ๐‘…): 12 Unit.
Masa Operasi: Mulai tahun 1961. Indonesia adalah pengguna pertama rudal anti-kapal (SS-N-2 Styx) di belahan bumi selatan.

๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐ฝ๐‘Ž๐‘”๐‘ข๐‘Ž๐‘Ÿ (๐พ๐ถ๐‘‡): 8 Unit.
Masa Operasi: Mulai awal 1960-an untuk misi infiltrasi dan serangan cepat.

6. ๐‘จ๐’“๐’Ž๐’‚๐’…๐’‚ ๐‘ท๐’†๐’๐’…๐’–๐’Œ๐’–๐’๐’ˆ ๐‘ณ๐’‚๐’Š๐’๐’๐’š๐’‚

๐พ๐‘Ž๐‘๐‘Ž๐‘™ ๐‘ƒ๐‘’๐‘›๐‘ฆ๐‘Ž๐‘๐‘ข ๐‘…๐‘Ž๐‘›๐‘—๐‘Ž๐‘ข (๐‘ƒ๐‘’๐‘›๐‘ฆ๐‘Ž๐‘๐‘ข ๐‘…๐‘Ž๐‘›๐‘—๐‘Ž๐‘ข): Terdiri dari kelas T-43 (6 unit) dan kelas Kondor (mulai dipesan pada masa itu).

๐พ๐‘Ž๐‘๐‘Ž๐‘™ ๐‘ƒ๐‘’๐‘›๐‘‘๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘ก (๐ฟ๐‘†๐‘‡): Kapal kelas Teluk Langsa yang diakuisisi dari Amerika Serikat serta kapal-kapal pendukung logistik dari Blok Timur.

Secara keseluruhan, pada tahun 1962, ALRI memiliki lebih dari 100 unit kapal perang yang menjadikannya angkatan laut terkuat di Asia Tenggara pada masa itu. Mayoritas kapal-kapal ini mulai dipensiunkan secara bertahap pada awal era Orde Baru (setelah 1966) karena kendala suku cadang dan perubahan arah politik luar negeri.