Tampilkan postingan dengan label us army. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label us army. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Agustus 2026

"𝐌𝟏𝟎 𝐁𝐨𝐨𝐤𝐞𝐫: 𝐊𝐞𝐭𝐢𝐤𝐚 𝐌𝐢𝐥𝐢𝐚𝐫𝐚𝐧 𝐃𝐨𝐥𝐚𝐫 𝐁𝐞𝐫𝐚𝐤𝐡𝐢𝐫 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐊𝐞𝐠𝐚𝐠𝐚𝐥𝐚𝐧"

𝐌𝟏𝟎 𝐁𝐨𝐨𝐤𝐞𝐫 adalah kendaraan tempur lapis baja atau meriam serbu (assault gun) terbaru yang dikembangkan oleh General Dynamics Land Systems (GDLS) untuk Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army). Meski secara visual dan fisik sangat mirip dengan tank ringan (light tank), US Army secara resmi mengategorikannya sebagai kendaraan Mobile Protected Firepower (MPF), bukan sebagai Main Battle Tank (MBT).



𝐅𝐮𝐧𝐠𝐬𝐢 𝐔𝐭𝐚𝐦𝐚
𝑫𝒖𝒌𝒖𝒏𝒈𝒂𝒏 𝑰𝒏𝒇𝒂𝒏𝒕𝒆𝒓𝒊: Dirancang khusus untuk mendukung Tim Tempur Brigade Infanteri (Infantry Brigade Combat Teams).
Penghancur Hambatan: Bertugas menekan dan menghancurkan benteng pertahanan, bunker, parit, serta sistem persenjataan musuh.
𝑷𝒓𝒐𝒕𝒆𝒌𝒔𝒊 𝑻𝒂𝒎𝒃𝒂𝒉𝒂𝒏: Memberikan perlindungan sekunder bagi pasukan infanteri dari ancaman kendaraan lapis baja ringan musuh.

𝐒𝐩𝐞𝐬𝐢𝐟𝐢𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐓𝐞𝐤𝐧𝐢𝐬 𝐔𝐭𝐚𝐦𝐚
𝑷𝒆𝒓𝒔𝒆𝒏𝒋𝒂𝒕𝒂𝒂𝒏: Dilengkapi dengan meriam utama kaliber 105 mm (menggunakan model M35) serta senapan mesin koaksial 7,62 mm.
𝑺𝒊𝒔𝒕𝒆𝒎 𝑲𝒆𝒏𝒅𝒂𝒍𝒊 𝑻𝒆𝒎𝒃𝒂𝒌: Menggunakan sistem canggih yang serupa dengan tank M1A2 Abrams, memberikan akurasi tinggi dan kemampuan pandangan termal malam hari.
𝑩𝒐𝒃𝒐𝒕 & 𝑴𝒐𝒃𝒊𝒍𝒊𝒕𝒂𝒔: Memiliki berat sekitar 38 hingga 42 ton. Bobot ini jauh lebih ringan dari Abrams, sehingga dua unit M10 Booker dapat diangkut sekaligus menggunakan satu pesawat kargo C-17 Globemaster III.
𝑲𝒆𝒄𝒆𝒑𝒂𝒕𝒂𝒏: Mampu melaju hingga kecepatan 60 km/jam dengan jangkauan operasional sekitar 560 km.


𝐒𝐞𝐣𝐚𝐫𝐚𝐡 𝐝𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐧𝐠𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧.
M10 Booker berakar dari kebutuhan Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) untuk mengisi celah kemampuan tempur infanterinya pasca-Perang Dingin, namun program ini mengalami dinamika besar hingga pembatalannya yang mengejutkan.
Berikut adalah linimasa kronologis pengembangan kendaraan tempur tersebut:
1. 𝑳𝒂𝒕𝒂𝒓 𝑩𝒆𝒍𝒂𝒌𝒂𝒏𝒈 (2013–2015)
Kesenjangan Tembakan: Sejak mempensiunkan tank ringan M551 Sheridan pada tahun 1996, pasukan infanteri ringan dan lintas udara AS tidak lagi memiliki kendaraan lapis baja dengan meriam besar yang lincah.
Strategi Baru: Pada September 2015, US Army merilis dokumen strategi modernisasi kendaraan tempur. Mereka mengidentifikasi bahwa Tim Tempur Brigade Infanteri (Infantry Brigade Combat Teams/IBCT) kekurangan dukungan tembakan langsung yang terlindungi untuk menembus benteng dan bunker musuh.


2. 𝑷𝒓𝒐𝒈𝒓𝒂𝒎 𝑴𝒐𝒃𝒊𝒍𝒆 𝑷𝒓𝒐𝒕𝒆𝒄𝒕𝒆𝒅 𝑭𝒊𝒓𝒆𝒑𝒐𝒘𝒆𝒓 / 𝑴𝑷𝑭 (2016–2017)
Peluncuran Program: Untuk mengatasi masalah tersebut, US Army meluncurkan program kompetisi yang dinamakan Mobile Protected Firepower (MPF).
Spesifikasi Awal: Kriteria utama awalnya mencakup mobilitas udara yang tinggi (bisa diangkut pesawat kargo), memiliki proteksi mumpuni terhadap artileri, dan membawa senjata kaliber besar untuk melubangi pertahanan musuh.
3. 𝑷𝒆𝒓𝒔𝒂𝒊𝒏𝒈𝒂𝒏 𝑲𝒆𝒕𝒂𝒕 𝑫𝒖𝒂 𝑹𝒂𝒌𝒔𝒂𝒔𝒂 (2018–2022)
Kandidat Terpilih: Pada akhir 2018, US Army memilih dua perusahaan pertahanan raksasa untuk membuat prototipe, yaitu BAE Systems dan General Dynamics Land Systems (GDLS).
Uji Coba Lapangan: Mulai tahun 2020, prototipe dari kedua vendor diuji langsung oleh para prajurit untuk dievaluasi kinerjanya.
Pemenang Kontrak: Pada Juni 2022, proposal dari GDLS yang berbasis pada platform kendaraan tempur Griffin II resmi dinyatakan sebagai pemenang kontrak. US Army memesan batch pertama sebanyak 96 unit kendaraan.


4. 𝑷𝒆𝒓𝒆𝒔𝒎𝒊𝒂𝒏 𝑵𝒂𝒎𝒂 𝒅𝒂𝒏 𝑷𝒓𝒐𝒅𝒖𝒌𝒔𝒊 𝑨𝒘𝒂𝒍 (2023–2024)
Pada tanggal 9 Juni 2023, bersamaan dengan hari jadi US Army, kendaraan MPF ini resmi diberi nama M10 Booker.
Asal-usul NamaNama "Booker" diambil sebagai bentuk penghormatan kepada dua prajurit Angkatan Darat AS yang gugur di medan perang:Prajurit Robert D. Booker: Gugur dalam Perang Dunia II (tahun 1943) dan menerima penghargaan Medal of Honor.Sersan Staf Stevon A. Booker: Gugur dalam Perang Irak (tahun 2003) saat operasi Thunder Run di Baghdad dan menerima penghargaan Distinguished Service Cross
Pengiriman Pertama: Unit produksi awal (Low-Rate Initial Production/LRIP) mulai dikirimkan ke militer AS untuk pengujian operasional lanjutan pada Februari 2024.
5. 𝑴𝒂𝒔𝒂𝒍𝒂𝒉 𝑻𝒆𝒌𝒏𝒊𝒔 𝒅𝒂𝒏 𝑷𝒆𝒎𝒃𝒂𝒕𝒂𝒍𝒂𝒏 𝑷𝒓𝒐𝒈𝒓𝒂𝒎 (2025)
Kendala Operasional: Selama masa uji coba, muncul beberapa masalah krusial. Hal ini meliputi kebocoran gas beracun dari meriam ke dalam kubah setelah penembakan, serta masalah mesin yang cepat panas dalam kondisi kinerja tinggi.
Melenceng dari Konsep: Kendala terbesar berpusat pada bobot kendaraan. M10 Booker yang awalnya diimpikan sebagai "tank ringan" yang lincah dan bisa diterjunkan dari udara (airdropable), justru membengkak menjadi kendaraan berbobot hampir 42 ton (mendekati tank berat).
Penghentian Resmi: Pada Mei 2025, Menteri Pertahanan AS mengambil langkah tegas dengan membatalkan secara resmi proyek M10 Booker melalui memorandum reformasi pengadaan senjata. Proyek senilai miliaran dolar ini dihentikan karena dianggap tidak efisien, terlalu berat, dan tugasnya terlalu tumpang tindih dengan tank utama Abrams. sekitar 80 unit kendaraan yang terlanjur diproduksi akhirnya direklasifikasi statusnya.
#usarmy #tank #army