Tampilkan postingan dengan label navy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label navy. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Mei 2026

CMS (Combat Management Systerm) Mandhala Mk2

CMS (Combat Management Systerm) Mandhala Mk2 adalah sistem manajemen pertempuran  maritim mutakhir buatan dalam negeri, PT Len Industri (Persero), yang berfungsi sebagai pusat kendali atau "otak" bagi kapal perang TNI Angkatan Laut. Sistem cerdas ini mengintegrasikan seluruh instrumen penting kapal untuk menyajikan informasi taktis secara real-time guna mempercepat pengambilan keputusan di medan operasi tempur.


Arsitektur Middleware Standar Internasional: Menggunakan teknologi middleware berbasis standar OMG-DDS (Object Management Group - Data Distribution Service). Protokol ini menjamin mekanisme komunikasi data yang kritis (mission-critical) secara real-time dan berkecepatan tinggi.

Software-Based Radar Scan Conversion: Fitur ini memberikan fleksibilitas tinggi dalam integrasi radar. Sistem mampu menghubungkan dan memproses data baik dari radar lama (legacy radar) maupun sistem radar modern.



Algoritma Radar Tracking Mutakhir: Dilengkapi dengan algoritma pelacakan target yang jauh lebih presisi dibandingkan generasi pertama. Fitur ini mengoptimalkan proses identifikasi, klasifikasi, serta penjejakan potensi ancaman secara simultan.Kompatibilitas Peta Elektronik Global: Mampu menampilkan peta navigasi elektronik taktis yang memenuhi standar hidrografi internasional IHO S-57 dan IHO S-63.



Protokol Komunikasi Multiguna: Mendukung interkoneksi perangkat kapal laut standar seperti Serial Interface (RS-232, RS-422, RS-485), NMEA, Synchro/Resolver Interface, hingga TCP/IP. Sistem ini juga adaptif terhadap protokol khusus (proprietary) dari produsen senjata global.


Kompatibilitas Multi-Platform: Memiliki desain arsitektur modular yang modular sehingga dapat diimplementasikan ke berbagai jenis dan kelas kapal perang TNI AL.

Selasa, 21 April 2026

𝐒𝐭𝐫𝐮𝐤𝐭𝐮𝐫 𝐨𝐫𝐠𝐚𝐧𝐢𝐬𝐚𝐬𝐢 𝐚𝐫𝐦𝐚𝐝𝐚 𝐤𝐚𝐩𝐚𝐥 𝐩𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐓𝐍𝐈 𝐀𝐋

 𝐒𝐭𝐫𝐮𝐤𝐭𝐮𝐫 𝐨𝐫𝐠𝐚𝐧𝐢𝐬𝐚𝐬𝐢 𝐚𝐫𝐦𝐚𝐝𝐚 𝐤𝐚𝐩𝐚𝐥 𝐩𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐓𝐍𝐈 𝐀𝐋 terpusat di bawah Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI), yang membawahi tiga komando utama operasional (Koarmada I, II, dan III). Struktur ini terbagi berdasarkan wilayah geografis untuk mengelola satuan operasional seperti gugus tempur (Guspurla) dan gugus keamanan laut (Guskamla).

KRI Brawijaya (Fregat)
Berikut adalah penjabaran struktur organisasi armada TNI AL:

𝟏. 𝐊𝐨𝐦𝐚𝐧𝐝𝐨 𝐓𝐞𝐫𝐭𝐢𝐧𝐠𝐠𝐢 𝐎𝐩𝐞𝐫𝐚𝐬𝐢𝐨𝐧𝐚𝐥
𝑲𝒐𝒂𝒓𝒎𝒂𝒅𝒂 𝑹𝑰: Pusat komando yang mengoordinasikan seluruh Armada. Membawahi tiga komando utama operasional (Koarmada I, II, dan III).
𝑲𝒐𝒂𝒓𝒎𝒂𝒅𝒂 𝑰 (𝑻𝒂𝒏𝒋𝒖𝒏𝒈 𝑷𝒊𝒏𝒂𝒏𝒈): Bertanggung jawab atas wilayah laut bagian barat.
𝑲𝒐𝒂𝒓𝒎𝒂𝒅𝒂 𝑰𝑰 (𝑺𝒖𝒓𝒂𝒃𝒂𝒚𝒂): Bertanggung jawab atas wilayah laut bagian tengah.
𝑲𝒐𝒂𝒓𝒎𝒂𝒅𝒂 𝑰𝑰𝑰 (𝑺𝒐𝒓𝒐𝒏𝒈): Bertanggung jawab atas wilayah laut bagian timur.
KRI Diponegoro (Korvet)

𝟐. 𝐒𝐚𝐭𝐮𝐚𝐧 𝐎𝐩𝐞𝐫𝐚𝐬𝐢𝐨𝐧𝐚𝐥 𝐀𝐫𝐦𝐚𝐝𝐚 (𝐆𝐮𝐠𝐮𝐬 𝐓𝐮𝐠𝐚𝐬)
Di bawah setiap Koarmada, terdapat satuan operasional yang berfokus pada fungsi tempur dan keamanan:
𝑮𝒖𝒔𝒑𝒖𝒓𝒍𝒂 (𝑮𝒖𝒈𝒖𝒔 𝑻𝒆𝒎𝒑𝒖𝒓 𝑳𝒂𝒖𝒕): Satuan khusus untuk operasi tempur laut, mencakup kapal-kapal kombatan seperti fregat, korvet, dan kapal cepat rudal.
KRI Singa (Kapal Cepat Torpedo)

𝑮𝒖𝒔𝒌𝒂𝒎𝒍𝒂 (𝑮𝒖𝒈𝒖𝒔 𝑲𝒆𝒂𝒎𝒂𝒏𝒂𝒏 𝑳𝒂𝒖𝒕): Satuan yang bertugas mengamankan wilayah perairan tertentu dari ancaman, patroli keamanan, dan penegakan hukum di laut.
KRI Tombak (KCR)



𝟑. 𝐒𝐚𝐭𝐮𝐚𝐧 𝐊𝐚𝐩𝐚𝐥 (𝐒𝐚𝐭𝐤𝐚𝐭)
Kapal perang TNI AL (KRI) dikelompokkan berdasarkan jenis dan fungsinya:
𝑺𝒂𝒕𝒖𝒂𝒏 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑬𝒔𝒌𝒐𝒓𝒕𝒂 (𝑺𝒂𝒕𝒌𝒐𝒓): Terdiri dari kapal fregat dan korvet untuk pengawalan dan tempur.
𝑺𝒂𝒕𝒖𝒂𝒏 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑺𝒆𝒍𝒂𝒎 (𝑺𝒂𝒕𝒔𝒆𝒍): Terdiri dari kapal selam.
KRI Cakra
𝑺𝒂𝒕𝒖𝒂𝒏 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑪𝒆𝒑𝒂𝒕 (𝑺𝒂𝒕𝒌𝒂𝒕): Terdiri dari kapal cepat rudal dan kapal cepat torpedo.
𝑺𝒂𝒕𝒖𝒂𝒏 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑹𝒂𝒏𝒋𝒂𝒖 (𝑺𝒂𝒕𝒓𝒂𝒏): Khusus untuk operasi penyapuan ranjau.
KRI Pulau Fani (Penyapu Ranjau)

𝑺𝒂𝒕𝒖𝒂𝒏 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑨𝒎𝒇𝒊𝒃𝒊 (𝑺𝒂𝒕𝒇𝒊𝒃): Kapal pengangkut pasukan pendarat dan tank.
𝑺𝒂𝒕𝒖𝒂𝒏 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑩𝒂𝒏𝒕𝒖 (𝑺𝒂𝒕𝒃𝒂𝒏): Kapal tanker, kapal tunda, dan kapal rumah sakit.
KRI Tarakan (Tanker)


𝟒. 𝐊𝐨𝐦𝐚𝐧𝐝𝐨 𝐋𝐢𝐧𝐭𝐚𝐬 𝐋𝐚𝐮𝐭 𝐌𝐢𝐥𝐢𝐭𝐞𝐫 (𝐊𝐨𝐥𝐢𝐧𝐥𝐚𝐦𝐢𝐥)
Selain Koarmada, terdapat Kolinlamil yang berfokus pada pergeseran pasukan, materiil, dan dukungan logistik antar pulau menggunakan kapal angkut (seperti LPD atau LST).
KRI Banda Aceh (Pendarat)
Struktur ini dirancang untuk pembinaan kekuatan (Koarmada RI) sekaligus kesiapan operasional tempur yang dinamis di seluruh perairan Indonesia.

Senin, 20 April 2026

Rencana operasional Kapal Induk Giuseppe Garibaldi di Indonesia

Rencana operasional ITS Giuseppe Garibaldi di Indonesia akan berfokus pada transformasi kapal tersebut menjadi pangkalan drone tempur (UCAV) dan helikopter, mengingat terbatasnya opsi pesawat jet tempur Fixed Wing yang kompatibel saat ini. Berikut adalah rincian rencana persenjataan udara untuk kapal ini: Armada Pesawat Tanpa Awak (Drone) Fokus utama TNI AL adalah menjadikan Giuseppe Garibaldi sebagai kapal induk drone (drone carrier) untuk memperkuat pengawasan di wilayah strategis seperti Laut Natuna Utara. 



Bayraktar TB3: Indonesia dilaporkan berencana menempatkan drone Bayraktar TB3 asal Turki di kapal ini. Drone ini dipilih karena memiliki sayap lipat dan dirancang khusus untuk lepas landas serta mendarat di kapal dengan landasan pendek. 


Jumlah Armada: Terdapat rencana pengadaan sekitar 60 unit drone TB3 yang sebagian akan diproduksi secara lokal melalui kerja sama dengan Baykar. Misi: Drone ini akan digunakan untuk misi pengintaian (surveillance) dan serangan presisi dengan kemampuan terbang hingga 24-50 jam. 



Helikopter Operasional Kapal ini akan membawa kombinasi helikopter untuk berbagai kebutuhan misi: 
Helikopter Anti-Kapal Selam (ASW): Misalnya AS565 MBe Panther TNI-AL, Untuk mendeteksi ancaman bawah laut. 


Helikopter Angkut & Utilitas: Digunakan untuk mobilisasi logistik dan bantuan kemanusiaan dalam misi Operasi Militer Selain Perang (OMSP). 
Kapasitas: Dek kapal mampu menampung hingga 18 helikopter dalam konfigurasi penuh. 

Pesawat Tempur (Fixed Wing)
Penggunaan jet tempur di Giuseppe Garibaldi menghadapi tantangan teknis karena kapal ini memerlukan pesawat berkemampuan STOVL (Short Take-Off and Vertical Landing). 


AV-8B Harrier II: Secara teknis, kapal ini dirancang untuk pesawat Harrier. Namun, pengadaan pesawat ini sulit karena statusnya yang mulai usang di tingkat global. 
Rafale : Meskipun Indonesia mengakuisisi Dassault Rafale, jet ini membutuhkan landasan pacu yang jauh lebih panjang atau sistem ketapel (catapult) yang tidak dimiliki Garibaldi. 
F-35B : Saat ini, belum ada rencana resmi untuk menempatkan jet tempur siluman seperti F-35B di kapal ini. 🥲 
Langkah Selanjutnya: Pemerintah Indonesia sedang mematangkan proses retrofit di dalam negeri untuk menyesuaikan dek dan sistem kontrol kapal agar optimal mengoperasikan drone TB3 sebelum kedatangannya di akhir 2026. 

sumber : Tempo.co Indo Pacific Strategic Intelligence #tnial #navy #carrier #kapalinduk #angkatanlaut

Rabu, 18 Februari 2026

𝐓𝐞𝐧𝐠𝐠𝐞𝐥𝐚𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐇𝐌𝐒 𝐒𝐡𝐞𝐟𝐟𝐢𝐞𝐥𝐝 (𝐃𝟖𝟎)

 𝐓𝐞𝐧𝐠𝐠𝐞𝐥𝐚𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐇𝐌𝐒 𝐒𝐡𝐞𝐟𝐟𝐢𝐞𝐥𝐝 (𝐃𝟖𝟎) pada 4 Mei 1982 adalah salah satu momen paling mengejutkan dalam 𝑷𝒆𝒓𝒂𝒏𝒈 𝑴𝒂𝒍𝒗𝒊𝒏𝒂𝒔, karena menandai pertama kalinya sebuah kapal perang Inggris tenggelam akibat serangan musuh sejak Perang Dunia II.


Pada pagi hari 4 Mei, dua jet tempur Super Étendard milik Argentina mendeteksi gugus tugas Inggris. Mereka terbang rendah untuk menghindari radar dan melepaskan dua rudal anti-kapal AM39 Exocet dari jarak sekitar 20 mil.


Salah satu rudal menghantam bagian tengah HMS Sheffield tepat di atas garis air. Ledakan rudal (atau sisa bahan bakarnya) menciptakan lubang besar dan memicu kebakaran hebat yang dengan cepat menyebar ke seluruh dek.

Pukulan tersebut merusak saluran utama air, membuat kru tidak bisa memadamkan api secara efektif. Asap hitam yang pekat menyelimuti kapal, memaksa kapten James "Sam" Salt memberikan perintah untuk meninggalkan kapal setelah empat jam berjuang melawan api.
Sebanyak 20 awak kapal tewas dalam serangan awal tersebut, sebagian besar berada di area dapur dan ruang komputer, sementara 26 lainnya mengalami luka-luka.
Rudal Exocet pada pesawat Super Étendard


Saat sedang menunggu dievakuasi oleh kapal HMS Arrow, para awak kapal yang selamat secara legendaris menyanyikan lagu "Always Look on the Bright Side of Life" dari film Monty Python untuk menjaga moral mereka.

Meskipun sempat bertahan selama beberapa hari, HMS Sheffield akhirnya tenggelam pada 10 Mei 1982 di tengah badai saat sedang ditarik oleh kapal HMS Yarmouth menuju Georgia Selatan.


Kehilangan ini memaksa Inggris untuk mengubah taktik pertahanan udaranya dan menyadari ancaman serius dari rudal Exocet buatan Prancis yang dimiliki Argentina.

Rudal ini juga telah menenggelamkan kapal Logistik Inggris Atlantic Conveyor 25 Mei 1982 pada perang malvinas.

Senin, 09 Februari 2026

𝐊𝐚𝐩𝐚𝐥 𝐢𝐧𝐝𝐮𝐤 𝐩𝐞𝐫𝐭𝐚𝐦𝐚 𝐝𝐢 𝐝𝐮𝐧𝐢𝐚

 𝐊𝐚𝐩𝐚𝐥 𝐢𝐧𝐝𝐮𝐤 𝐩𝐞𝐫𝐭𝐚𝐦𝐚 𝐝𝐢 𝐝𝐮𝐧𝐢𝐚 dapat dikategorikan berdasarkan fungsinya yang terus berkembang, mulai dari hasil modifikasi kapal lain hingga kapal yang memang sejak awal dirancang khusus untuk membawa pesawat.

Berikut adalah beberapa tonggak sejarah kapal induk pertama di dunia:
𝑯𝒐̄𝒔𝒉𝒐̄ (𝑱𝒆𝒑𝒂𝒏𝒈): Kapal pertama di dunia yang dirancang dan dibangun khusus sejak awal sebagai kapal induk (bukan hasil modifikasi) yang berhasil mulai bertugas (commissioned) pada Desember 1922. Meskipun Inggris mulai membangun kapal sejenis lebih dulu, Jepang berhasil menyelesaikannya lebih cepat.


𝑯𝑴𝑺 𝑨𝒓𝒈𝒖𝒔 (𝑰𝒏𝒈𝒈𝒓𝒊𝒔): Kapal induk pertama yang memiliki dek penerbangan datar penuh (full-length flat deck) yang memungkinkan pesawat lepas landas dan mendarat dengan bebas. Kapal ini mulai bertugas pada September 1918, namun merupakan hasil modifikasi dari kapal dagang yang belum selesai.


𝑯𝑴𝑺 𝑯𝒆𝒓𝒎𝒆𝒔 (𝑰𝒏𝒈𝒈𝒓𝒊𝒔): Kapal pertama yang dirancang secara khusus sebagai kapal induk dari nol (peletakan lunas dilakukan pada 1918), namun karena berbagai pengujian dan kendala anggaran, kapal ini baru resmi bertugas pada 1924 setelah Hōshō.


𝑼𝑺𝑺 𝑳𝒂𝒏𝒈𝒍𝒆𝒚 (𝑨𝒎𝒆𝒓𝒊𝒌𝒂 𝑺𝒆𝒓𝒊𝒌𝒂𝒕): Kapal induk pertama milik Angkatan Laut AS yang mulai bertugas pada Maret 1922. Kapal ini merupakan hasil konversi dari kapal pengangkut batu bara bernama USS Jupiter.


Akhir kapal induk ini tenggelam di laut sekitar Cilacap, Jawa Tengah oleh bomber Jepang, 27 Febuary 1942.

Rabu, 04 Februari 2026

𝐊𝐚𝐩𝐚𝐥 𝐏𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐤 Siluman - 𝐊𝐞𝐥𝐚𝐬 𝐙𝐮𝐦𝐰𝐚𝐥𝐭 (US Navy)

 𝐊𝐚𝐩𝐚𝐥 𝐏𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐤 (𝐃𝐞𝐬𝐭𝐫𝐨𝐲𝐞𝐫) 𝐊𝐞𝐥𝐚𝐬 𝐙𝐮𝐦𝐰𝐚𝐥𝐭 adalah kapal perang tercanggih dan termahal yang pernah dibuat oleh Amerika Serikat untuk kategori kapal perusak.

USS Zumwalt (DDG-1000)

𝐷𝑒𝑠𝑎𝑖𝑛 𝑆𝑖𝑙𝑢𝑚𝑎𝑛 (𝑆𝑡𝑒𝑎𝑙𝑡ℎ): Kapal ini memiliki bentuk unik dengan sudut-sudut tajam dan lambung tumblehome (mengecil ke atas) yang dirancang untuk memantulkan radar. Di radar musuh, kapal raksasa ini hanya tampak sekecil kapal penangkap ikan.

𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑗𝑎𝑡𝑎𝑎𝑛 𝑀𝑢𝑡𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟: Saat ini, kapal kelas Zumwalt sedang menjalani modernisasi besar-besaran untuk dipasangi sistem peluncur rudal hipersonik (rudal yang melaju 5x kecepatan suara) setelah sistem meriam aslinya dianggap terlalu mahal untuk dioperasikan.
𝐻𝑎𝑛𝑦𝑎 𝐴𝑑𝑎 3 𝑈𝑛𝑖𝑡: Karena biayanya yang membengkak hingga sekitar $8-$9 miliar per unit, Angkatan Laut AS memangkas jumlah produksi dari rencana awal 32 unit menjadi hanya 3 unit saja.
Ketiga kapal dalam kelas ini adalah:
USS Zumwalt (DDG-1000)
USS Michael Monsoor (DDG-1001)
USS Lyndon B. Johnson (DDG-1002)
USS Lyndon B. Johnson (DDG-1002)

𝐷𝑖𝑚𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑅𝑎𝑘𝑠𝑎𝑠𝑎: Meskipun disebut kapal perusak, ukurannya jauh lebih besar daripada kapal perusak standar kelas Arleigh Burke, dengan panjang mencapai 185 meter.
𝑻𝒂𝒉𝒂𝒑 𝒑𝒆𝒏𝒈𝒆𝒎𝒃𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒏 𝒑𝒓𝒐𝒅𝒖𝒌𝒔𝒊𝒏𝒚𝒂:
1. 𝑇𝑎ℎ𝑎𝑝 𝑃𝑒𝑛𝑔𝑒𝑚𝑏𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 (1990-an – 2000-an)
Awal Konsep (1990-an): Dimulai sebagai program SC-21 (Surface Combatant for the 21st Century), yang kemudian berkembang menjadi proyek DD(X) untuk menciptakan kapal perusak generasi baru dengan fokus pada serangan darat dan teknologi siluman.
Persetujuan Anggaran (2005): Program DD(X) menerima persetujuan pendanaan untuk masuk ke fase konstruksi.
Penamaan Resmi (2006): Angkatan Laut AS secara resmi menamai kelas kapal ini sebagai Zumwalt (DDG-1000).
USS Michael Monsoor (DDG-1001)

2. 𝑇𝑎ℎ𝑎𝑝 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖 𝑑𝑎𝑛 𝐾𝑜𝑛𝑠𝑡𝑟𝑢𝑘𝑠𝑖
Produksi dilakukan di galangan kapal Bath Iron Works milik General Dynamics di Maine:
USS Zumwalt (DDG-1000): Mulai dibangun (peletakan lunas) pada Februari 2009, diluncurkan pada Oktober 2013, dan diresmikan (commissioned) pada 15 Oktober 2016.
USS Michael Monsoor (DDG-1001): Mulai dibangun pada September 2009, diluncurkan pada Mei 2014, dan diresmikan pada Januari 2019.
USS Lyndon B. Johnson (DDG-1002): Mulai dibangun pada April 2012 dan selesai diproduksi pada November 2021.
3. 𝐹𝑎𝑠𝑒 𝑀𝑜𝑑𝑒𝑟𝑛𝑖𝑠𝑎𝑠𝑖 (𝑆𝑒𝑘𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔)
Meskipun sudah diproduksi, kapal-kapal ini terus mengalami perubahan fungsi. Sejak 2023, Angkatan Laut AS mulai membongkar sistem meriam lama untuk digantikan dengan tabung peluncur rudal hipersonik yang dijadwalkan mulai diuji coba di laut pada tahun 2027 atau 2028.

Rabu, 24 Desember 2025

Fregat TNI-AL saat ini....

 Indonesia TNI-AL saat ini memiliki beberapa fregat, yaitu KRI Brawijaya-320 (fregat terbesar di Asia Tenggara yang baru tiba) dan fregat kelas Martadinata (KRI Raden Eddy Martadinata-331 dan KRI I Gusti Ngurah Rai-332). Selain itu, ada juga KRI Ahmad Yani-351 (dan beberapa kapal lain di kelasnya), serta fregat "Merah Putih" yang sedang dibangun dan akan segera bergabung dengan armada pada tahun 2025

𝐅𝐫𝐞𝐠𝐚𝐭 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐝𝐚 𝐬𝐚𝐚𝐭 𝐢𝐧𝐢 :
𝑭𝒓𝒆𝒈𝒂𝒕 𝑲𝒆𝒍𝒂𝒔 𝑴𝒂𝒓𝒕𝒂𝒅𝒊𝒏𝒂𝒕𝒂: 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝒑𝒆𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒄𝒂𝒏𝒈𝒈𝒊𝒉 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒕𝒆𝒌𝒏𝒐𝒍𝒐𝒈𝒊 𝑺𝑰𝑮𝑴𝑨.
- KRI Raden Eddy Martadinata-331


- KRI I Gusti Ngurah Rai-332


𝑲𝑹𝑰 𝑩𝒓𝒂𝒘𝒊𝒋𝒂𝒚𝒂-320: 𝑭𝒓𝒆𝒈𝒂𝒕 𝒕𝒆𝒓𝒃𝒆𝒔𝒂𝒓 𝒅𝒊 𝑨𝒔𝒊𝒂 𝑻𝒆𝒏𝒈𝒈𝒂𝒓𝒂, 𝒃𝒖𝒂𝒕𝒂𝒏 𝑰𝒕𝒂𝒍𝒊𝒂, 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒂𝒓𝒖 𝒕𝒊𝒃𝒂 𝒑𝒂𝒅𝒂 𝑺𝒆𝒑𝒕𝒆𝒎𝒃𝒆𝒓 2025.


𝑭𝒓𝒆𝒈𝒂𝒕 𝑲𝒆𝒍𝒂𝒔 𝑨𝒉𝒎𝒂𝒅 𝒀𝒂𝒏𝒊:
- KRI Ahmad Yani-351


- KRI Yos Sudarso-353


- KRI Oswald Siahaan-354
- KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355
- KRI Karel Satsuitubun-356
𝐅𝐫𝐞𝐠𝐚𝐭 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐝𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐛𝐚𝐧𝐠𝐮𝐧
- Fregat "Merah Putih": KRI Balaputradewa-322 Kapal fregat buatan dalam negeri yang barusaja diluncurkan (Desember 2025)


- KRI Prabu Siliwangi-321: Kapal jenis fregat serupa dengan KRI Brawijaya-320 yang akan bergabung pada Januari 2026. Yang berasal dari Italia. #navy #TNIAL

𝑲𝙚𝒌𝙪𝒂𝙩𝒂𝙣 𝙖𝒏𝙜𝒌𝙖𝒕𝙖𝒏 𝒍𝙖𝒖𝙩 𝙄𝒏𝙙𝒐𝙣𝒆𝙨𝒊𝙖 𝙩𝒆𝙧𝒌𝙪𝒂𝙩 𝙙𝒊 𝑲𝙖𝒘𝙖𝒔𝙖𝒏..

 𝑲𝙚𝒌𝙪𝒂𝙩𝒂𝙣 𝙖𝒏𝙜𝒌𝙖𝒕𝙖𝒏 𝒍𝙖𝒖𝙩 𝙄𝒏𝙙𝒐𝙣𝒆𝙨𝒊𝙖 𝙩𝒆𝙧𝒌𝙪𝒂𝙩 𝙙𝒊 𝑲𝙖𝒘𝙖𝒔𝙖𝒏..

Pada masa Orde Lama (khususnya periode 1959–1965), kekuatan laut Indonesia (ALRI) mencapai puncaknya melalui pengadaan alutsista besar-besaran dari Uni Soviet untuk mendukung Operasi Trikora.
Berikut adalah daftar kapal perang utama, perkiraan jumlahnya, dan masa operasinya:
1. 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑷𝒆𝒏𝒋𝒆𝒍𝒂𝒋𝒂𝒉 (𝑪𝒓𝒖𝒊𝒔𝒆𝒓)
𝐾𝑅𝐼 𝐼𝑟𝑖𝑎𝑛 (201): 1 Unit.
Tipe: Kapal penjelajah kelas Sverdlov.
Masa Operasi: Tiba di Indonesia pada tahun 1962 dan resmi diserahterimakan pada tahun 1963. Kapal ini menjadi kapal perang terbesar yang pernah dimiliki Indonesia.

2. 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑺𝒆𝒍𝒂𝒎

𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑊ℎ𝑖𝑠𝑘𝑒𝑦: 12 Unit.
Tipe: Kapal selam kelas Whiskey (Proyek 613).
Masa Operasi: Mulai beroperasi secara bertahap sejak 1959–1962 untuk memperkuat armada dalam kampanye Irian Barat. Salah satunya adalah KRI Pasopati (410).

3. 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑷𝒆𝒓𝒖𝒔𝒂𝒌 (𝑫𝒆𝒔𝒕𝒓𝒐𝒚𝒆𝒓)

𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑆𝑘𝑜𝑟𝑦𝑦: 8 Unit.
Daftar Kapal: KRI Siliwangi, KRI Singamangaradja, KRI Sandjaja, KRI Sawunggaling, KRI Sultan Iskandar Muda, KRI Diponegoro, KRI Brawidjaja, dan KRI Saradjuta.
Masa Operasi: Diakuisisi dari Uni Soviet sekitar tahun 1959–1962.

4. 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑭𝒓𝒆𝒈𝒂𝒕 (𝑭𝒓𝒊𝒈𝒂𝒕𝒆)

𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑅𝑖𝑔𝑎: 8 Unit.
Daftar Kapal: Di antaranya KRI Jos Sudarso, KRI Slamet Rijadi, dan KRI Ngurah Rai.
Masa Operasi: Mulai memperkuat jajaran armada pada tahun 1962–1964.

5. 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑪𝒆𝒑𝒂𝒕 𝑹𝒖𝒅𝒂𝒍 𝒅𝒂𝒏 𝑻𝒐𝒓𝒑𝒆𝒅𝒐

𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝐾𝑜𝑚𝑎𝑟 (𝐾𝐶𝑅): 12 Unit.
Masa Operasi: Mulai tahun 1961. Indonesia adalah pengguna pertama rudal anti-kapal (SS-N-2 Styx) di belahan bumi selatan.

𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝐽𝑎𝑔𝑢𝑎𝑟 (𝐾𝐶𝑇): 8 Unit.
Masa Operasi: Mulai awal 1960-an untuk misi infiltrasi dan serangan cepat.

6. 𝑨𝒓𝒎𝒂𝒅𝒂 𝑷𝒆𝒏𝒅𝒖𝒌𝒖𝒏𝒈 𝑳𝒂𝒊𝒏𝒏𝒚𝒂

𝐾𝑎𝑝𝑎𝑙 𝑃𝑒𝑛𝑦𝑎𝑝𝑢 𝑅𝑎𝑛𝑗𝑎𝑢 (𝑃𝑒𝑛𝑦𝑎𝑝𝑢 𝑅𝑎𝑛𝑗𝑎𝑢): Terdiri dari kelas T-43 (6 unit) dan kelas Kondor (mulai dipesan pada masa itu).

𝐾𝑎𝑝𝑎𝑙 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑎𝑟𝑎𝑡 (𝐿𝑆𝑇): Kapal kelas Teluk Langsa yang diakuisisi dari Amerika Serikat serta kapal-kapal pendukung logistik dari Blok Timur.

Secara keseluruhan, pada tahun 1962, ALRI memiliki lebih dari 100 unit kapal perang yang menjadikannya angkatan laut terkuat di Asia Tenggara pada masa itu. Mayoritas kapal-kapal ini mulai dipensiunkan secara bertahap pada awal era Orde Baru (setelah 1966) karena kendala suku cadang dan perubahan arah politik luar negeri.

𝐏𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐀𝐫𝐚𝐛-𝐈𝐬𝐫ae𝐥 𝐏𝐞𝐫𝐭𝐚𝐦𝐚 - 15 Mei 1948

  Hari ini, 78 tahun lalu. Awal 𝐏𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐀𝐫𝐚𝐛-𝐈𝐬𝐫43𝐥 𝐏𝐞𝐫𝐭𝐚𝐦𝐚 meletus secara resmi pada tanggal 𝟏𝟓 𝐌𝐞𝐢 𝟏𝟗𝟒𝟖, tepa...