Tampilkan postingan dengan label meriam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label meriam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Juni 2026

𝐏𝐞𝐥𝐮𝐫𝐮 𝐚𝐫𝐭𝐢𝐥𝐞𝐫𝐢 𝐛𝐞𝐫𝐩𝐞𝐦𝐚𝐧𝐝𝐮 (𝐠𝐮𝐢𝐝𝐞𝐝 𝐚𝐫𝐭𝐢𝐥𝐥𝐞𝐫𝐲 𝐬𝐡𝐞𝐥𝐥𝐬/𝐦𝐮𝐧𝐢𝐭𝐢𝐨𝐧𝐬) - 𝙈982 𝙀𝙭𝙘𝙖𝙡𝙞𝙗𝙪𝙧, 2𝙆25 𝙆𝙧𝙖𝙨𝙣𝙤𝙥𝙤𝙡, 𝙇𝙚𝙤𝙣𝙖𝙧𝙙𝙤 𝙑𝙪𝙡𝙘𝙖𝙣𝙤

 𝐏𝐞𝐥𝐮𝐫𝐮 𝐚𝐫𝐭𝐢𝐥𝐞𝐫𝐢 𝐛𝐞𝐫𝐩𝐞𝐦𝐚𝐧𝐝𝐮 (𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐠𝐮𝐢𝐝𝐞𝐝 𝐚𝐫𝐭𝐢𝐥𝐥𝐞𝐫𝐲 𝐬𝐡𝐞𝐥𝐥𝐬/𝐦𝐮𝐧𝐢𝐭𝐢𝐨𝐧𝐬) adalah proyektil artileri modern yang dilengkapi dengan sistem pemandu internal untuk mengubah arah terbangnya di udara demi menghantam target dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Berbeda dengan peluru artileri konvensional yang mengandalkan kalkulasi sudut tembakan dan rentan meleset akibat faktor angin atau cuaca, munisi pintar ini mampu mengoreksi jalurnya sendiri setelah ditembakkan dari laras meriam.


𝑱𝒆𝒏𝒊𝒔 𝑺𝒊𝒔𝒕𝒆𝒎 𝑷𝒆𝒎𝒂𝒏𝒅𝒖
Sistem Satelit (GPS/INS): Menggunakan koordinat posisi global untuk mengarahkan proyektil langsung ke target diam yang sudah ditentukan sebelumnya.
Pemandu Laser (Semi-Active Laser): Memerlukan operator di darat atau drone untuk "menyorot" target menggunakan sinar laser. Sensor pada peluru akan mengejar pantulan laser tersebut, sangat efektif untuk target bergerak.
Pemandu Sensor Mandiri (Inframerah/Radar): Dilengkapi pencari (seeker) mandiri untuk mendeteksi tanda panas (inframerah) atau radar dari kendaraan lapis baja musuh secara otomatis.

𝑪𝒐𝒏𝒕𝒐𝒉 𝑷𝒆𝒍𝒖𝒓𝒖 𝑨𝒓𝒕𝒊𝒍𝒆𝒓𝒊 𝑩𝒆𝒓𝒑𝒆𝒎𝒂𝒏𝒅𝒖 𝑷𝒐𝒑𝒖𝒍𝒆𝒓
Beberapa munisi artileri berpemandu yang paling terkenal dan digunakan dalam pertempuran modern meliputi:

𝙈982 𝙀𝙭𝙘𝙖𝙡𝙞𝙗𝙪𝙧

𝙈982 𝙀𝙭𝙘𝙖𝙡𝙞𝙗𝙪𝙧 (𝘼𝙢𝙚𝙧𝙞𝙠𝙖 𝙎𝙚𝙧𝙞𝙠𝙖𝙩/𝙎𝙬𝙚𝙙𝙞𝙖)
Kaliber: 155mm.
Sistem Pemandu: GPS dan Inertial Guidance.
Kelebihan: Kompatibel dengan sistem howitzer modern seperti M777 dan CAESAR, memiliki akurasi ekstrem dengan radius kesalahan kurang dari 2 meter.

2𝙆25 𝙆𝙧𝙖𝙨𝙣𝙤𝙥𝙤𝙡

2𝙆25 𝙆𝙧𝙖𝙨𝙣𝙤𝙥𝙤𝙡 (𝙍𝙪𝙨𝙞𝙖)
Kaliber: 152mm atau 155mm.
Sistem Pemandu: Laser semi-otomatis.
Kelebihan: Sangat mematikan terhadap kendaraan bergerak seperti tank karena peluru akan langsung meluncur ke titik sorotan laser pendeteksi target.

𝙇𝙚𝙤𝙣𝙖𝙧𝙙𝙤 𝙑𝙪𝙡𝙘𝙖𝙣𝙤

𝙇𝙚𝙤𝙣𝙖𝙧𝙙𝙤 𝙑𝙪𝙡𝙘𝙖𝙣𝙤 (𝙄𝙩𝙖𝙡𝙞𝙖)
Kaliber: 127mm (angkatan laut) dan 155mm (artileri darat).
Sistem Pemandu: GPS/INS dikombinasikan dengan pemandu laser opsional.
Kelebihan: Menggunakan desain sub-kaliber bersabot yang membuatnya mampu mencapai jarak tembak yang sangat jauh (hingga lebih dari 70 km).

𝑲𝒆𝒖𝒏𝒕𝒖𝒏𝒈𝒂𝒏 𝑼𝒕𝒂𝒎𝒂 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎 𝑷𝒆𝒓𝒕𝒆𝒎𝒑𝒖𝒓𝒂𝒏
Efisiensi Logistik: Mengurangi jumlah peluru yang harus ditembakkan secara drastis; satu peluru pintar seringkali cukup untuk menggantikan puluhan peluru konvensional.
Mengurangi Kerusakan Kolateral: Akurasi tinggi memastikan target militer hancur tanpa merusak area sipil di sekitarnya secara berlebihan.
Efek Kejutan: Mampu menghancurkan target bernilai tinggi milik musuh (seperti pos komando atau radar) pada tembakan pertama.
#meriam #artillery #howitzer #artilerimedan

Kamis, 18 Juni 2026

𝐃𝐎𝐍𝐀𝐑 𝟏𝟎𝐱𝟏𝟎 𝒔𝒊𝒔𝒕𝒆𝒎 𝒂𝒓𝒕𝒊𝒍𝒆𝒓𝒊 𝒎𝒆𝒅𝒂𝒏 𝒔𝒘𝒂𝒈𝒆𝒓𝒂𝒌 MODERN

 𝐃𝐎𝐍𝐀𝐑 𝟏𝟎𝐱𝟏𝟎 adalah 𝒔𝒊𝒔𝒕𝒆𝒎 𝒂𝒓𝒕𝒊𝒍𝒆𝒓𝒊 𝒎𝒆𝒅𝒂𝒏 𝒔𝒘𝒂𝒈𝒆𝒓𝒂𝒌 (𝒔𝒆𝒍𝒇-𝒑𝒓𝒐𝒑𝒆𝒍𝒍𝒆𝒅 𝒉𝒐𝒘𝒊𝒕𝒛𝒆𝒓 𝒂𝒕𝒂𝒖 𝑺𝑷𝑯) beroda ban generasi terbaru berkaliber 155 mm. Sistem senjata ini merupakan hasil integrasi antara Artillery Gun Module (AGM) buatan produsen pertahanan Jerman KNDS dengan sasis kendaraan lapis baja Piranha IV 10x10 Heavy Mission Carrier buatan General Dynamics European Land Systems (GDELS).


Karakteristik & Fitur UtamaSistem artileri canggih ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan medan tempur modern dengan mengedepankan beberapa 𝐤𝐞𝐮𝐧𝐠𝐠𝐮𝐥𝐚𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐢𝐤𝐮𝐭:
𝑶𝒕𝒐𝒎𝒂𝒕𝒊𝒔𝒂𝒔𝒊 𝑷𝒆𝒏𝒖𝒉: Turet AGM bekerja secara mandiri dan otomatis, mulai dari perhitungan sasaran hingga pengisian amunisi.
𝑲𝒓𝒖 𝑴𝒊𝒏𝒊𝒎𝒂𝒍: Berkat teknologi otomatis, kendaraan tempur ini hanya membutuhkan dua orang kru saja untuk beroperasi.
𝑻𝒆𝒎𝒃𝒂𝒌𝒂𝒏 𝑺𝒂𝒎𝒃𝒊𝒍 𝑩𝒆𝒓𝒈𝒆𝒓𝒂𝒌: DONAR 10x10 merupakan salah satu dari sedikit sistem artileri di dunia yang mampu mengeksekusi misi tembakan saat kendaraan sedang berjalan (firing on the move).
𝑭𝒊𝒕𝒖𝒓 𝑴𝑹𝑺𝑰: Memiliki kemampuan Multiple Round Simultaneous Impact (MRSI), yaitu menembakkan beberapa proyektil dengan lintasan berbeda agar jatuh di target secara bersamaan.

𝑴𝒆𝒕𝒐𝒅𝒆 𝑺𝒉𝒐𝒐𝒕-𝒂𝒏𝒅-𝑺𝒄𝒐𝒐𝒕: Mampu menggelar tembakan secara presisi, lalu langsung berpindah tempat dalam hitungan detik demi menghindari serangan balasan (counter-battery) musuh.
𝑫𝒂𝒚𝒂 𝑱𝒂𝒏𝒈𝒌𝒂𝒖 𝑳𝒖𝒂𝒔: Menggunakan meriam standar NATO L52 kaliber 155 mm yang mampu menjangkau target hingga lebih dari 40 kilometer tergantung jenis amunisi yang digunakan.
𝑴𝒐𝒃𝒊𝒍𝒊𝒕𝒂𝒔 𝑻𝒊𝒏𝒈𝒈𝒊: Penggunaan sasis roda ban 10x10 memberikan stabilitas tinggi di medan berat serta kecepatan redeploi yang jauh lebih cepat dibanding artileri berbasis rantai (tracked).
Pengguna Pertama di DuniaSistem ini resmi menjadi sorotan global setelah Angkatan Darat Swiss mengumumkan pembelian 32 unit DONAR 10x10. Kontrak pengadaan tersebut ditandatangani untuk memodernisasi armada militer Swiss dan menggantikan tank artileri lawas mereka, M109, yang sudah berusia hampir 50 tahun.

𝐒𝐞𝐣𝐚𝐫𝐚𝐡 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧
2004: Krauss-Maffei Wegmann (kini KNDS) mulai mengembangkan teknologi turet mandiri bernama Artillery Gun Module (AGM).
2008: Prototipe awal sistem DONAR pertama kali diperkenalkan ke publik, namun saat itu masih menggunakan sasis rantai tempur tank ASCOD.
2022: Pemerintah Swiss meluncurkan kompetisi formal untuk mencari pengganti tank artileri M109 mereka. KNDS kemudian bermitra dengan GDELS-Mowag untuk mengawinkan turet AGM dengan sasis roda ban Piranha IV 10x10 Heavy Mission Carrier.
November 2024: Setelah serangkaian uji coba mobilitas dan penembakan, desain integrasi Piranha IV + AGM (DONAR 10x10) resmi dipilih oleh Angkatan Darat Swiss.

𝐏𝐞𝐧𝐚𝐧𝐝𝐚𝐭𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐊𝐨𝐧𝐭𝐫𝐚𝐤 & 𝐅𝐚𝐬𝐞 𝐏𝐫𝐨𝐝𝐮𝐤𝐬𝐢 (𝟐𝟎𝟐𝟔 – 𝟐𝟎𝟑𝟏+)
Juni 2026: Lembaga pengadaan pertahanan Swiss, armasuisse, resmi menandatangani kontrak pembelian penuh senilai jutaan Euro untuk 32 unit sistem DONAR 10x10.
2027: Pabrikan ditargetkan menyelesaikan satu unit prototipe dengan konfigurasi final sesuai spesifikasi militer Swiss.
2028: Prototipe tersebut akan memasuki fase uji kualifikasi penuh dan pelatihan intensif pasukan.
2031: Produksi massal dan pengiriman pertama sistem DONAR 10x10 dijadwalkan resmi dimulai untuk memperkuat lini pertahanan udara-ke-darat Swiss.
#alutsista #artileri #army

Rabu, 10 Juni 2026

𝐌𝟏𝟎𝟗𝐀𝟒𝐁𝐄 𝟏𝟓𝟓 𝐦𝐦 𝒔𝒆𝒍𝒇-𝒑𝒓𝒐𝒑𝒆𝒍𝒍𝒆𝒅 𝒉𝒐𝒘𝒊𝒕𝒛𝒆𝒓 TNI AD

 𝐌𝟏𝟎𝟗𝐀𝟒𝐁𝐄 𝟏𝟓𝟓 𝐦𝐦 adalah sebuah sistem artileri medan swagerak (𝒔𝒆𝒍𝒇-𝒑𝒓𝒐𝒑𝒆𝒍𝒍𝒆𝒅 𝒉𝒐𝒘𝒊𝒕𝒛𝒆𝒓) beroda rantai kaliber 155 mm buatan Amerika Serikat yang telah dimodifikasi dan ditingkatkan kemampuannya oleh negara Belgia. Kode "BE" pada nama tersebut merujuk pada standar spesifikasi Angkatan Darat Belgia (Belgium).


𝐅𝐢𝐭𝐮𝐫 𝐔𝐭𝐚𝐦𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐧𝐢𝐧𝐠𝐤𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐓𝐞𝐤𝐧𝐢𝐬
M109A4BE merupakan hasil peremajaan (upgrade) dari basis varian terdahulu seperti M109A2/A3
. Dilengkapi penarik mekanis yang meningkatkan kecepatan tembak hingga 3 peluru dalam 20 detik pertama. Perlindungan
NBC: Proteksi kru yang terintegrasi terhadap ancaman Nuklir, Biologi, dan Kimia.
(APU) sebesar 1,2 Kw.


𝐒𝐩𝐞𝐬𝐢𝐟𝐢𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐓𝐞𝐤𝐧𝐢𝐬 Kaliber
Laras: 155 mm / 39 caliber (Laras M185).
18,5 km untuk amunisi konvensional dan bisa mencapai hingga 30 km jika menggunakan amunisi berbantuan roket (Rocket Assisted Projectile / RAP). Mobilitas :
Digerakkan oleh mesin Detroit Diesel Turbo dengan kecepatan jalan raya maksimum mencapai 64 km/jam.
oleh 6 Personel (Komandan, pengemudi, penembak , asisten penembak, dan 2 kru pemuat amunisi).


𝐒𝐞𝐣𝐚𝐫𝐚𝐡 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 (𝐀𝐬𝐚𝐥-𝐮𝐬𝐮𝐥 𝐒𝐢𝐥𝐬𝐢𝐥𝐚𝐡)
Pengembangan alutsista ini melewati tiga fase penting dari Amerika Serikat hingga ke Belgia:
Awal Mula di Amerika Serikat: Basis utama kendaraan ini adalah M109, artileri swagerak beroda rantai yang pertama kali dikembangkan oleh Amerika Serikat
pada awal dekade 1960-an untuk menggantikan varian M44. Program Modernisasi Belgia (2007–2008): Memasuki pertengahan dekade 2000-an, militer Belgia melakukan modernisasi waktu 1984–1985, Pemerintah Belgia membeli sejumlah unit meriam standar M109A2/A3 dari
besar-besaran terhadap armada M109 miliknya. Hasil peremajaan ini melahirkan varian khusus berkode M109A4BE. semi-otomatis guna mempercepat laju tembakan.

𝐏𝐞𝐧𝐠𝐚𝐝𝐚𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐚𝐚𝐧 𝐨𝐥𝐞𝐡 Peluang
ini diambil oleh Indonesia untuk memodernisasi Korps Artileri Medan (Armed).
Pemerintah Indonesia (2016) secara resmi menyepakati pembelian alutsista bekas layak pakai (surplus) milik Angkatan Darat Belgia. Total pengadaan mencakup 36 unit meriam M109A4BE, lengkap dengan beberapa unit kendaraan pos komando (Command Post) serta kendaraan derek pemulihan (Armored Recovery Vehicle / ARV )
.
(Juli 2017): Tiba sebanyak 18 unit meriam.
Gelombang II (Juli 2018): Tiba sebanyak 18
unit meriam tambahan beserta kendaraan pendukungnya. didistribusikan untuk memperkuat satuan pemukul taktis pertahanan, di antaranya ditempatkan di bawah Batalyon Artileri Medan 7/Biring Galih (Yonarmed 7/155 SPH) yang berada di bawah komando Kodam Jaya, serta Batalyon Artileri Medan 10/Bradjamusti (Yonarmed 10/155 SPH) di bawah Divisi Infanteri 1/Kostrad.
#meriam #howitzer #artileri #tni



Senin, 25 Mei 2026

𝐂𝐞𝐧𝐭𝐚𝐮𝐫𝐨 𝐈𝐈 𝐬𝐢 𝐩𝐞𝐦𝐛𝐮𝐫𝐮 𝐓𝐚𝐧𝐤

 Centauro II merupakan kendaraan tempur lapis baja yang diproduksi oleh IDV (Iveco Defence Vehicles) melalui sebuah konsorsium bersama dengan perusahaan pertahanan Leonardo, yang dikenal sebagai Consorzio Iveco - Oto Melara (CIO).


𝑺𝒑𝒆𝒔𝒊𝒇𝒊𝒌𝒂𝒔𝒊
Peran IDV (Iveco Defence Vehicles) bertanggung jawab penuh atas pengembangan sasis, mesin (powerpack), sistem transmisi, serta lambung kendaraan lapis baja ini.
Kendaraan ini ditenagai oleh mesin buatan IDV yang mampu menghasilkan tenaga lebih dari 720 HP. Dengan kecepatan 105km/jam, dan daya jelajah sampi 800km.
IDV memasok platform penggerak roda 8x8, sedangkan mitra konsorsiumnya (Leonardo/Oto Melara) menyediakan sistem persenjataan dan kubah meriam (turret).
Menggunakan sistem penggerak 8x8 wheel yang memberikan mobilitas tinggi di berbagai medan.
Persenjataan Utama: Dilengkapi dengan meriam kaliber 120 mm / 45 mm generasi ketiga yang memiliki daya hancur setara dengan meriam tank tempur utama (Main Battle Tank).
Fungsi Tempur: Beroperasi sebagai kendaraan pemburu tank (tank destroyer) dan pengintai bersenjata berat.

Pengguna Utama: Kendaraan ini digunakan secara resmi oleh Angkatan Darat Italia dan juga telah terpilih dalam program modernisasi Angkatan Darat Brasil untuk menggantikan armada EE-9 Cascavel mereka.
Centauro II merupakan evolusi modern dari ranpur pengancam tank beroda pertama di dunia. Kendaraan ini memadukan mobilitas tinggi platform roda 8x8 dengan daya gempur meriam kaliber berat setingkat tank tempur utama (Main Battle Tank / MBT).

𝑺𝒆𝒋𝒂𝒓𝒂𝒉 𝑷𝒆𝒓𝒌𝒆𝒎𝒃𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏
Pendahulu ranpur ini, Centauro B1 (Centauro I), dirancang pada akhir tahun 1980-an untuk Angkatan Darat Italia. Tujuannya adalah menciptakan kendaraan yang memiliki mobilitas tinggi untuk mempertahankan wilayah pesisir dan daratan Italia dari potensi serbuan Pakta Warsawa, dengan persenjataan meriam 105 mm.

Kebutuhan Modernisasi (2010): Memasuki era modern, ancaman di medan perang berubah dengan maraknya penggunaan IED (bom rakitan), ranjau darat canggih, dan armor tank modern yang lebih tebal. Pada tahun 2010, Konsorsium Iveco - Oto Melara (CIO) mulai mengembangkan penerusnya.
Peluncuran Perdana (2016): Prototipe Centauro II resmi diperkenalkan kepada publik pada Juni 2016 dalam pameran pertahanan internasional Eurosatory di Paris, Prancis.
Produksi Massal: Pada tahun 2018, Kementerian Pertahanan Italia menandatangani kontrak awal untuk pengadaan unit Centauro II guna menggantikan armada Centauro B1 lama secara bertahap. Hingga saat ini, Angkatan Darat Italia memesan hingga 150 unit. Pada akhir 2022, Brasil juga memilih Centauro II untuk memodernisasi kavaleri mereka.
#tank #destroyer #hunter #army

Rabu, 21 Januari 2026

Tank T-54/55 - baja abadi uni soviet

Tank seri T-54/55 memegang rekor sebagai tank yang paling banyak diproduksi dalam sejarah otomotif militer, dengan estimasi mencapai 96.500 hingga 100.000 unit. Tank ini dirancang sebagai senjata yang sederhana, murah, dan sangat mematikan pada masanya. 
1. Sejarah Singkat
T-54 dikembangkan oleh Uni Soviet segera setelah Perang Dunia II berakhir (prototipe pertama muncul Maret 1945) untuk menggantikan T-34. 
  • T-54 (1947): Varian awal yang memperkenalkan desain turret (kubah) bulat seperti telur.
  • T-55 (1958): Merupakan penyempurnaan dari T-54 dengan tambahan perlindungan nuklir, biologi, dan kimia (NBC) serta mesin yang lebih bertenaga.
  • Warisan: Karena desainnya yang sangat mudah dirawat, tank ini masih aktif digunakan oleh lebih dari 50 negara hingga tahun 2026, termasuk dalam konflik modern di Ukraina sebagai artileri gerak. 

2. Desain dan Filosofi
Filosofi desain T-54/55 adalah minimalisme yang efektif.

  • Profil Sangat Rendah: Dengan tinggi hanya 2,4 meter, tank ini jauh lebih pendek dibanding pesaing Baratnya seperti M48 Patton, sehingga sulit dideteksi dan ditembak di medan perang.
  • Turret Bulat: Desain kubah yang melengkung tajam dirancang untuk memantulkan peluru meriam musuh.
  • Kemudahan Produksi: Dirancang agar bisa diproduksi secara massal oleh pabrik dengan peralatan standar, tanpa memerlukan teknologi yang terlalu rumit.


3. Spesifikasi Teknis (Varian T-55)
Data teknis standar yang menjadikannya legenda di medan tempur: 
Berat : 36 ton
Jumlah Kru : 4 orang
Senjata Utama : Meriam 100mm D-10T rifled gun
Ketebalan armor : Hingga 205 mm (bagian depan turret)
Mesin : V-12 Diesel, 580 tenaga kuda (HP)
Kecapatan Max : ±50 km/jam (jalan raya)
Jangkauan : 500 - 600 km (dengan tangki eksternal)
Senjata sekunder : Senapan mesin 7.62mm (koaksial) & 12.7mm (anti-pesawat)

4. Perbedaan Utama T-54 dan T-55
Meskipun terlihat identik, keduanya memiliki perbedaan fisik kecil:
  • T-54: Memiliki ventilasi berbentuk jamur/kubah di atas kanan menara dan senapan mesin yang dipasang di bagian depan lambung.
  • T-55: Menghilangkan ventilasi jamur tersebut untuk meningkatkan perlindungan NBC dan memiliki mesin yang lebih bertenaga (580 HP vs 520 HP pada T-54). 
Hingga tahun 2026, banyak unit T-55 yang telah menerima modernisasi "deep upgrade" seperti varian M-55S milik Ukraina yang menggunakan meriam NATO 105mm dan sistem kontrol tembakan digital, membuktikan bahwa desain dasar era 1950-an ini masih memiliki kegunaan di medan perang modern. 

Rabu, 10 Desember 2025

Sistem Persenjataan KRI Brawijaya-320

 KRI Brawijaya-320 adalah fregat multifungsi Terbaru TNI AL, dengan persenjataan canggih empat dimensi, meliputi rudal pertahanan udara (SAM) Aster 15/30 melalui VLS, rudal antigalangan (SSM) Teseo Mk-2E, meriam 127mm (Leonardo 127/64 LW), meriam 76mm (Oto Melara 76/62 Sovraponte), meriam ringan 25mm, dan sistem torpedo untuk anti-kapal selam (A244S Mod.3 Eurotorp). Kapal ini juga dilengkapi sistem peperangan elektronika (EW) dan dirancang untuk misi intelijen serta dukungan pasukan khusus.



Detail Persenjataan KRI Brawijaya-320:

𝐀𝐧𝐭𝐢-𝐔𝐝𝐚𝐫𝐚 (𝐒𝐀𝐌):
Sylver Vertical Launching System (VLS) dengan rudal Aster 15 dan 30.


𝐀𝐧𝐭𝐢-𝐏𝐞𝐫𝐦𝐮𝐤𝐚𝐚𝐧 (𝐒𝐒𝐌):
Rudal Otomat Teseo Mk-2E.


𝐌𝐞𝐫𝐢𝐚𝐦:
Meriam Utama: Leonardo 127/64 LW (Kaliber 127mm).
Meriam Medium: Oto Melara 76/62 Sovraponte (Kaliber 76mm).
Meriam Ringan: 25mm KBA (dengan sistem kontrol tembak Dardo).






𝐀𝐧𝐭𝐢-𝐊𝐚𝐩𝐚𝐥 𝐒𝐞𝐥𝐚𝐦 (𝐀𝐒𝐖):
Sistem Peluncur Torpedo B515 untuk menembakkan 6 torpedo Eurotorp A244S Mod.3 secara bersamaan.


𝐏𝐞𝐩𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐄𝐥𝐞𝐤𝐭𝐫𝐨𝐧𝐢𝐤𝐚 (𝐄𝐖):
Sistem RECM, RESM, dan CESM.
𝐒𝐢𝐬𝐭𝐞𝐦 𝐋𝐚𝐢𝐧:
Sistem Kendali Tembak Dardo untuk meriam 25mm.
Multifunction Radar Leonardo Kronos.
Tactical Data Link (TDL).