Senin, 03 Agustus 2026

𝐏𝐫𝐨𝐬𝐞𝐬 𝐩𝐞𝐫𝐞𝐦𝐚𝐣𝐚𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐫𝐞𝐭𝐫𝐨𝐟𝐢𝐭 𝐤𝐚𝐩𝐚𝐥 𝐢𝐧𝐝𝐮𝐤 𝐛𝐞𝐤𝐚𝐬 𝐈𝐓𝐒 𝐆𝐢𝐮𝐬𝐞𝐩𝐩𝐞 𝐆𝐚𝐫𝐢𝐛𝐚𝐥𝐝𝐢

𝐏𝐫𝐨𝐬𝐞𝐬 𝐩𝐞𝐫𝐞𝐦𝐚𝐣𝐚𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐫𝐞𝐭𝐫𝐨𝐟𝐢𝐭 𝐤𝐚𝐩𝐚𝐥 𝐢𝐧𝐝𝐮𝐤 𝐛𝐞𝐤𝐚𝐬 𝐈𝐓𝐒 𝐆𝐢𝐮𝐬𝐞𝐩𝐩𝐞 𝐆𝐚𝐫𝐢𝐛𝐚𝐥𝐝𝐢 oleh Kementerian Pertahanan RI dan PT PAL Indonesia difokuskan pada tiga aspek utama: perpanjangan usia pakai, adaptasi operasional, dan integrasi doktrin TNI AL. Karena kapal ini sudah berumur di atas 40 tahun, perbaikan menyeluruh sangat diperlukan agar dapat dioperasikan secara optimal hingga tahun 2040.



Berikut adalah poin-poin utama yang akan dikerjakan dalam proses peremajaan tersebut:
𝟏. 𝐌𝐨𝐝𝐞𝐫𝐧𝐢𝐬𝐚𝐬𝐢 𝐒𝐢𝐬𝐭𝐞𝐦 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐠𝐞𝐫𝐚𝐤 𝐝𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐥𝐢𝐬𝐭𝐫𝐢𝐤𝐚𝐧
Penggantian Generator Utama: Komponen vital seperti diesel generator tua akan diganti baru demi menjamin pasokan daya listrik yang stabil ke seluruh sistem kapal.
Overhaul Sistem Turbin: Pemeliharaan menyeluruh (overhaul) pada 4 unit turbin gas Fiat guna memastikan kapal tetap mampu mencapai kecepatan operasional yang aman di perairan Indonesia.
𝟐. 𝐎𝐯𝐞𝐫𝐡𝐚𝐮𝐥 𝐋𝐚𝐦𝐛𝐮𝐧𝐠 𝐝𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐞𝐦𝐚𝐣𝐚𝐚𝐧 𝐈𝐧𝐭𝐞𝐫𝐢𝐨𝐫 (𝐑𝐞𝐟𝐮𝐫𝐛𝐢𝐬𝐡𝐦𝐞𝐧𝐭)
Perbaikan Struktur Lambung: Pengecekan korosi, penguatan pelat baja, serta pengecatan ulang lambung kapal (hull) menggunakan pelapis khusus anti-biota laut.
Standarisasi Keselamatan: Peremajaan sistem pencegah kebakaran, pembaruan fasilitas penyelamatan, serta adaptasi ruang akomodasi awak agar sesuai standar kenyamanan dan keselamatan regulasi TNI AL.
𝟑. 𝐈𝐧𝐭𝐞𝐠𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐒𝐢𝐬𝐭𝐞𝐦 𝐌𝐚𝐧𝐚𝐣𝐞𝐦𝐞𝐧 𝐓𝐞𝐦𝐩𝐮𝐫 (𝐂𝐌𝐒) & 𝐒𝐞𝐧𝐣𝐚𝐭𝐚
Instalasi Sistem Komunikasi TNI: Pemasangan perangkat komunikasi taktis terintegrasi agar kapal induk ini bisa terhubung langsung dengan jejaring data Network Centric Warfare milik TNI.
Pemasangan Senjata Baru: Integrasi sistem persenjataan perlindungan jarak dekat (Close-In Weapon System / CIWS) serta peluncur rudal pertahanan udara yang selaras dengan inventaris amunisi komando TNI AL.
Pembaruan Sensor dan Radar: Penggantian atau peningkatan fungsi radar pencari udara/permukaan serta sistem sonar agar mampu mendeteksi ancaman modern.


𝟒. 𝐌𝐨𝐝𝐢𝐟𝐢𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐅𝐮𝐧𝐠𝐬𝐢 𝐃𝐞𝐤 𝐏𝐞𝐧𝐞𝐫𝐛𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 (𝐅𝐥𝐢𝐠𝐡𝐭 𝐃𝐞𝐜𝐤)
Konversi Menjadi Kapal Induk Helikopter/Drone: Karena Indonesia tidak memiliki jet tempur berkemampuan lepas landas vertikal (STOVL) seperti AV-8B Harrier atau F-35B, fungsi dek akan dimodifikasi khusus untuk mengoperasikan rotorcraft (helikopter AKS/angkut) serta pesawat nirawak taktis (drone bertenaga besar).
Peremajaan Sistem Navigasi Udara: Pemasangan alat pemandu pendaratan helikopter (helicopter landing visual aids) dan sistem pengisian bahan bakar udara di dek.
Biaya retrofit (perbaikan dan modernisasi) kapal induk ringan ITS Giuseppe Garibaldi yang dihibahkan oleh Italia kepada Indonesia diperkirakan berkisar antara Rp7,2 triliun hingga Rp16,8 triliun ($450 juta AS).Kementerian Pertahanan RI awalnya menetapkan pagu perkiraan awal sebesar Rp7,2 triliun hingga Rp7,5 triliun. Namun, dalam pembahasan bersama Komisi I DPR RI, angka tersebut berpotensi membengkak hingga Rp16,8 triliun tergantung pada spesifikasi akhir, penyesuaian teknologi, dan instalasi sistem persenjataan yang diminta oleh TNI AL.
#tnial #angkatanlaut #kapalinduk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar