Pada masa Orde Lama (1945–1967), Indonesia membangun kekuatan udara yang sangat signifikan, terutama melalui bantuan militer dari Uni Soviet untuk mendukung Operasi Trikora dan Dwikora.
Berikut adalah daftar pesawat tempur Indonesia pada masa tersebut beserta perkiraan jumlah unit dan tahun digunakannya:
𝟏. 𝐏𝐞𝐬𝐚𝐰𝐚𝐭 𝐓𝐞𝐦𝐩𝐮𝐫 𝐉𝐞𝐭 (𝐅𝐢𝐠𝐡𝐭𝐞𝐫)
𝑴𝒊𝒌𝒐𝒚𝒂𝒏-𝑮𝒖𝒓𝒆𝒗𝒊𝒄𝒉 𝑴𝒊𝑮-21 (𝑭𝒊𝒔𝒉𝒃𝒆𝒅): Pesawat pencegat supersonik tercanggih AURI saat itu.
Jumlah: 20 unit (varian F-13).
Tahun: Mulai tiba tahun 1962 dan aktif hingga akhir 1960-an.
𝑴𝒊𝒌𝒐𝒚𝒂𝒏-𝑮𝒖𝒓𝒆𝒗𝒊𝒄𝒉 𝑴𝒊𝑮-19 (𝑭𝒂𝒓𝒎𝒆𝒓): Jet tempur supersonik untuk peran buru sergap.
Jumlah: 10 unit.
Tahun: Digunakan sekitar awal 1961.
𝑴𝒊𝒌𝒐𝒚𝒂𝒏-𝑮𝒖𝒓𝒆𝒗𝒊𝒄𝒉 𝑴𝒊𝑮-17 (𝑭𝒓𝒆𝒔𝒄𝒐): Tulang punggung kekuatan udara Indonesia.
Jumlah: 49 unit (varian F dan PF).
Tahun: Mulai tiba pada 1958-1959 dan aktif selama masa Trikora.
𝑴𝒊𝒌𝒐𝒚𝒂𝒏-𝑮𝒖𝒓𝒆𝒗𝒊𝒄𝒉 𝑴𝒊𝑮-15 𝑼𝑻𝑰: Digunakan sebagai pesawat latih tempur jet.
Jumlah: 30 unit.
Tahun: Digunakan sejak akhir 1950-an.
𝟐. 𝐏𝐞𝐬𝐚𝐰𝐚𝐭 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐞𝐛𝐨𝐦 (𝐁𝐨𝐦𝐛𝐞𝐫)
𝑻𝒖𝒑𝒐𝒍𝒆𝒗 𝑻𝒖-16 (𝑩𝒂𝒅𝒈𝒆𝒓): Pesawat pengebom strategis jarak jauh.
Jumlah: 26 unit (terdiri dari 14 unit Tu-16 varian B/standar dan 12 unit Tu-16KS yang membawa rudal anti-kapal).
Tahun: Tiba mulai 1961 dan aktif hingga 1970.
𝑰𝒍𝒚𝒖𝒔𝒉𝒊𝒏 𝑰𝒍-28 (𝑩𝒆𝒂𝒈𝒍𝒆): Pesawat pengebom taktis bermesin jet.
Jumlah: 22 unit.
Tahun: Digunakan sejak 1958 hingga 1970.
𝑵𝒐𝒓𝒕𝒉 𝑨𝒎𝒆𝒓𝒊𝒄𝒂𝒏 𝑩-25 𝑴𝒊𝒕𝒄𝒉𝒆𝒍𝒍: Pesawat pengebom menengah peninggalan pasca-PD II.
Jumlah: Sekitar 18 unit awal (hasil penyerahan kedaulatan Belanda).
Tahun: Digunakan sejak 1950 hingga akhir 1960-an.
𝟑. 𝐏𝐞𝐬𝐚𝐰𝐚𝐭 𝐓𝐞𝐦𝐩𝐮𝐫 𝐁𝐚𝐥𝐢𝐧𝐠-𝐁𝐚𝐥𝐢𝐧𝐠 (𝐏𝐫𝐨𝐩𝐞𝐥𝐥𝐞𝐫)
𝑵𝒐𝒓𝒕𝒉 𝑨𝒎𝒆𝒓𝒊𝒄𝒂𝒏 𝑷-51 𝑴𝒖𝒔𝒕𝒂𝒏𝒈: Pesawat tempur legendaris yang menjadi andalan awal AURI.
Jumlah: Sekitar 26–30 unit.
Tahun: Digunakan sejak 1950 (penyerahan kedaulatan) hingga awal 1970-an.
𝑫𝒐𝒖𝒈𝒍𝒂𝒔 𝑩-26 𝑰𝒏𝒗𝒂𝒅𝒆𝒓: Pesawat pengebom ringan/serang darat.
Jumlah: Sekitar 6 unit (awal penyerahan Belanda).
Tahun: Digunakan sejak 1950 untuk penumpasan berbagai pemberontakan (seperti PRRI/Permesta).
𝑳𝒂𝒗𝒐𝒄𝒉𝒌𝒊𝒏 𝑳𝒂-11: Pesawat tempur buatan Uni Soviet.
Jumlah: Sekitar 14 unit.
Tahun: Digunakan singkat pada pertengahan 1950-an.
𝟒. 𝐏𝐞𝐬𝐚𝐰𝐚𝐭 𝐋𝐚𝐭𝐢𝐡 𝐓𝐞𝐦𝐩𝐮𝐫
𝑨𝒆𝒓𝒐 𝑳-29 𝑫𝒆𝒍𝒇𝒊𝒏: Jet latih buatan Cekoslowakia.
Jumlah: Sekitar 18–20 unit.
Tahun: Mulai digunakan tahun 1965.
Kekuatan ini menjadikan Indonesia memiliki angkatan udara terkuat di Belahan Bumi Selatan pada masa itu, khususnya selama periode 1961–1965.










