Kamis, 20 Agustus 2026

𝐓𝐚𝐧𝐤 𝐒𝐜𝐨𝐫𝐩𝐢𝐨𝐧 - 𝐏𝐞𝐫𝐧𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐚𝐧𝐝𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐊𝐚𝐯𝐚𝐥𝐞𝐫𝐢 𝐓𝐍𝐈-𝐀𝐃

𝐓𝐚𝐧𝐤 𝐒𝐜𝐨𝐫𝐩𝐢𝐨𝐧 adalah tank ringan (light tank) buatan perusahaan Inggris, Alvis Vehicles, yang dibeli oleh Indonesia pada era 1990-an. Indonesia memiliki sekitar 100 unit Tank Scorpion (khususnya varian Scorpion-90) yang dioperasikan oleh Korps Kavaleri TNI Angkatan Darat.


𝑺𝒑𝒆𝒔𝒊𝒇𝒊𝒌𝒂𝒔𝒊 𝑼𝒕𝒂𝒎𝒂 (𝑺𝒄𝒐𝒓𝒑𝒊𝒐𝒏-90)
Persenjataan: Menggunakan meriam (kanon) Cockerill Mk III M-A1 berkaliber 90mm, berbeda dengan versi standar Inggris yang hanya memakai meriam 76mm.
Bobot & Dimensi: Sangat ringan untuk ukuran kendaraan lapis baja, yaitu hanya sekitar 8,07 ton, dengan panjang 4,9 meter dan lebar 2,2 meter.
Kecepatan: Mampu bergerak lincah hingga kecepatan 76–80 km/jam.
Kru: Dioperasikan oleh 3 orang awak (Komandan, Penembak/Gunner, dan Pengemudi).
Material: Lambung tank terbuat dari paduan aluminium khusus sehingga tahan karat dan sangat ringan.
𝑲𝒆𝒖𝒏𝒈𝒈𝒖𝒍𝒂𝒏 & 𝑴𝒐𝒃𝒊𝒍𝒊𝒕𝒂𝒔
Desainnya yang kompak membuat tank ini sangat cocok dengan geografis Indonesia. Tank Scorpion bisa melewati jembatan-jembatan kecil, bermanuver di jalanan sempit, serta dapat diangkut menggunakan pesawat udara (airportable) untuk mobilisasi cepat antar pulau.



𝑺𝒆𝒋𝒂𝒓𝒂𝒉 𝒑𝒆𝒏𝒈𝒂𝒅𝒂𝒂𝒏 𝑻𝒂𝒏𝒌 𝑺𝒄𝒐𝒓𝒑𝒊𝒐𝒏 oleh TNI AD bermula pada era Orde Baru di pertengahan tahun 1990-an sebagai bagian dari rencana peremajaan dan modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) Korps Kavaleri TNI AD.
Presiden Soeharto secara resmi menyetujui proyek pembelian ini pada tanggal 20 September 1994. Pembelian tank ringan buatan Alvis Vehicles (Inggris) ini dilakukan dalam dua tahap utama
𝑇𝑎ℎ𝑎𝑝 𝐼 (𝐾𝑜𝑛𝑡𝑟𝑎𝑘 1995): Kontrak pertama ditandatangani pada 13 Januari 1995 antara TNI AD (atas nama Departemen Pertahanan RI) dan Alvis Vehicles Limited, Inggris, dengan nilai kontrak £78,93 juta. Pengiriman tank tahap pertama ini tiba secara bergelombang mulai Juli 1995 hingga September 1996.
𝑇𝑎ℎ𝑎𝑝 𝐼𝐼 (𝐾𝑜𝑛𝑡𝑟𝑎𝑘 1996): Indonesia melanjutkan pengadaan tahap kedua untuk tahun anggaran 1996–1997 menggunakan fasilitas Kredit Ekspor (KE) senilai USD 125 juta. Unit tank pada tahap kedua ini dikirim ke tanah air dalam rentang waktu Januari 1998 hingga Februari 1999.


𝑲𝒐𝒏𝒕𝒓𝒐𝒗𝒆𝒓𝒔𝒊 𝑰𝒏𝒕𝒆𝒓𝒏𝒂𝒔𝒊𝒐𝒏𝒂𝒍 𝒅𝒂𝒏 𝑺𝒌𝒂𝒏𝒅𝒂𝒍 𝑫𝒐𝒎𝒆𝒔𝒕𝒊𝒌
Larangan Penggunaan (Embargo): Pemerintah Inggris menjual tank ini dengan syarat tertulis bahwa tank Scorpion tidak boleh digunakan untuk operasi keamanan dalam negeri atau menekan gerakan separatis domestik. Ketika TNI AD mengerahkan tank Scorpion ke Aceh dalam Operasi Militer tahun 2003 untuk menghadapi GAM, Inggris melayangkan protes keras yang sempat mengganggu hubungan diplomatik kedua negara.
Isu Penggelembungan Harga (Markup): Pasca-jatuhnya rezim Orde Baru, pengadaan ini sempat disorot oleh media internasional (seperti harian The Guardian) dan diselidiki di Indonesia. Muncul dugaan skandal suap dan penggelembungan harga alutsista senilai jutaan poundsterling yang menyeret keterlibatan keluarga Cendana selaku agen perantara pembelian saat itu.
Meskipun diwarnai kontroversi politik dan diplomasi, tank Scorpion-90 tetap menjadi salah satu pemukul utama kavaleri TNI AD yang andal sejak akhir tahun 1990-an sebelum era kedatangan tank yang lebih modern.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar