Tampilkan postingan dengan label artileri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artileri. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Juni 2026

𝐃𝐎𝐍𝐀𝐑 𝟏𝟎𝐱𝟏𝟎 𝒔𝒊𝒔𝒕𝒆𝒎 𝒂𝒓𝒕𝒊𝒍𝒆𝒓𝒊 𝒎𝒆𝒅𝒂𝒏 𝒔𝒘𝒂𝒈𝒆𝒓𝒂𝒌 MODERN

 𝐃𝐎𝐍𝐀𝐑 𝟏𝟎𝐱𝟏𝟎 adalah 𝒔𝒊𝒔𝒕𝒆𝒎 𝒂𝒓𝒕𝒊𝒍𝒆𝒓𝒊 𝒎𝒆𝒅𝒂𝒏 𝒔𝒘𝒂𝒈𝒆𝒓𝒂𝒌 (𝒔𝒆𝒍𝒇-𝒑𝒓𝒐𝒑𝒆𝒍𝒍𝒆𝒅 𝒉𝒐𝒘𝒊𝒕𝒛𝒆𝒓 𝒂𝒕𝒂𝒖 𝑺𝑷𝑯) beroda ban generasi terbaru berkaliber 155 mm. Sistem senjata ini merupakan hasil integrasi antara Artillery Gun Module (AGM) buatan produsen pertahanan Jerman KNDS dengan sasis kendaraan lapis baja Piranha IV 10x10 Heavy Mission Carrier buatan General Dynamics European Land Systems (GDELS).


Karakteristik & Fitur UtamaSistem artileri canggih ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan medan tempur modern dengan mengedepankan beberapa 𝐤𝐞𝐮𝐧𝐠𝐠𝐮𝐥𝐚𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐢𝐤𝐮𝐭:
𝑶𝒕𝒐𝒎𝒂𝒕𝒊𝒔𝒂𝒔𝒊 𝑷𝒆𝒏𝒖𝒉: Turet AGM bekerja secara mandiri dan otomatis, mulai dari perhitungan sasaran hingga pengisian amunisi.
𝑲𝒓𝒖 𝑴𝒊𝒏𝒊𝒎𝒂𝒍: Berkat teknologi otomatis, kendaraan tempur ini hanya membutuhkan dua orang kru saja untuk beroperasi.
𝑻𝒆𝒎𝒃𝒂𝒌𝒂𝒏 𝑺𝒂𝒎𝒃𝒊𝒍 𝑩𝒆𝒓𝒈𝒆𝒓𝒂𝒌: DONAR 10x10 merupakan salah satu dari sedikit sistem artileri di dunia yang mampu mengeksekusi misi tembakan saat kendaraan sedang berjalan (firing on the move).
𝑭𝒊𝒕𝒖𝒓 𝑴𝑹𝑺𝑰: Memiliki kemampuan Multiple Round Simultaneous Impact (MRSI), yaitu menembakkan beberapa proyektil dengan lintasan berbeda agar jatuh di target secara bersamaan.

𝑴𝒆𝒕𝒐𝒅𝒆 𝑺𝒉𝒐𝒐𝒕-𝒂𝒏𝒅-𝑺𝒄𝒐𝒐𝒕: Mampu menggelar tembakan secara presisi, lalu langsung berpindah tempat dalam hitungan detik demi menghindari serangan balasan (counter-battery) musuh.
𝑫𝒂𝒚𝒂 𝑱𝒂𝒏𝒈𝒌𝒂𝒖 𝑳𝒖𝒂𝒔: Menggunakan meriam standar NATO L52 kaliber 155 mm yang mampu menjangkau target hingga lebih dari 40 kilometer tergantung jenis amunisi yang digunakan.
𝑴𝒐𝒃𝒊𝒍𝒊𝒕𝒂𝒔 𝑻𝒊𝒏𝒈𝒈𝒊: Penggunaan sasis roda ban 10x10 memberikan stabilitas tinggi di medan berat serta kecepatan redeploi yang jauh lebih cepat dibanding artileri berbasis rantai (tracked).
Pengguna Pertama di DuniaSistem ini resmi menjadi sorotan global setelah Angkatan Darat Swiss mengumumkan pembelian 32 unit DONAR 10x10. Kontrak pengadaan tersebut ditandatangani untuk memodernisasi armada militer Swiss dan menggantikan tank artileri lawas mereka, M109, yang sudah berusia hampir 50 tahun.

𝐒𝐞𝐣𝐚𝐫𝐚𝐡 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧
2004: Krauss-Maffei Wegmann (kini KNDS) mulai mengembangkan teknologi turet mandiri bernama Artillery Gun Module (AGM).
2008: Prototipe awal sistem DONAR pertama kali diperkenalkan ke publik, namun saat itu masih menggunakan sasis rantai tempur tank ASCOD.
2022: Pemerintah Swiss meluncurkan kompetisi formal untuk mencari pengganti tank artileri M109 mereka. KNDS kemudian bermitra dengan GDELS-Mowag untuk mengawinkan turet AGM dengan sasis roda ban Piranha IV 10x10 Heavy Mission Carrier.
November 2024: Setelah serangkaian uji coba mobilitas dan penembakan, desain integrasi Piranha IV + AGM (DONAR 10x10) resmi dipilih oleh Angkatan Darat Swiss.

𝐏𝐞𝐧𝐚𝐧𝐝𝐚𝐭𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐊𝐨𝐧𝐭𝐫𝐚𝐤 & 𝐅𝐚𝐬𝐞 𝐏𝐫𝐨𝐝𝐮𝐤𝐬𝐢 (𝟐𝟎𝟐𝟔 – 𝟐𝟎𝟑𝟏+)
Juni 2026: Lembaga pengadaan pertahanan Swiss, armasuisse, resmi menandatangani kontrak pembelian penuh senilai jutaan Euro untuk 32 unit sistem DONAR 10x10.
2027: Pabrikan ditargetkan menyelesaikan satu unit prototipe dengan konfigurasi final sesuai spesifikasi militer Swiss.
2028: Prototipe tersebut akan memasuki fase uji kualifikasi penuh dan pelatihan intensif pasukan.
2031: Produksi massal dan pengiriman pertama sistem DONAR 10x10 dijadwalkan resmi dimulai untuk memperkuat lini pertahanan udara-ke-darat Swiss.
#alutsista #artileri #army

Rabu, 10 Juni 2026

𝐌𝟏𝟎𝟗𝐀𝟒𝐁𝐄 𝟏𝟓𝟓 𝐦𝐦 𝒔𝒆𝒍𝒇-𝒑𝒓𝒐𝒑𝒆𝒍𝒍𝒆𝒅 𝒉𝒐𝒘𝒊𝒕𝒛𝒆𝒓 TNI AD

 𝐌𝟏𝟎𝟗𝐀𝟒𝐁𝐄 𝟏𝟓𝟓 𝐦𝐦 adalah sebuah sistem artileri medan swagerak (𝒔𝒆𝒍𝒇-𝒑𝒓𝒐𝒑𝒆𝒍𝒍𝒆𝒅 𝒉𝒐𝒘𝒊𝒕𝒛𝒆𝒓) beroda rantai kaliber 155 mm buatan Amerika Serikat yang telah dimodifikasi dan ditingkatkan kemampuannya oleh negara Belgia. Kode "BE" pada nama tersebut merujuk pada standar spesifikasi Angkatan Darat Belgia (Belgium).


𝐅𝐢𝐭𝐮𝐫 𝐔𝐭𝐚𝐦𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐧𝐢𝐧𝐠𝐤𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐓𝐞𝐤𝐧𝐢𝐬
M109A4BE merupakan hasil peremajaan (upgrade) dari basis varian terdahulu seperti M109A2/A3
. Dilengkapi penarik mekanis yang meningkatkan kecepatan tembak hingga 3 peluru dalam 20 detik pertama. Perlindungan
NBC: Proteksi kru yang terintegrasi terhadap ancaman Nuklir, Biologi, dan Kimia.
(APU) sebesar 1,2 Kw.


𝐒𝐩𝐞𝐬𝐢𝐟𝐢𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐓𝐞𝐤𝐧𝐢𝐬 Kaliber
Laras: 155 mm / 39 caliber (Laras M185).
18,5 km untuk amunisi konvensional dan bisa mencapai hingga 30 km jika menggunakan amunisi berbantuan roket (Rocket Assisted Projectile / RAP). Mobilitas :
Digerakkan oleh mesin Detroit Diesel Turbo dengan kecepatan jalan raya maksimum mencapai 64 km/jam.
oleh 6 Personel (Komandan, pengemudi, penembak , asisten penembak, dan 2 kru pemuat amunisi).


𝐒𝐞𝐣𝐚𝐫𝐚𝐡 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 (𝐀𝐬𝐚𝐥-𝐮𝐬𝐮𝐥 𝐒𝐢𝐥𝐬𝐢𝐥𝐚𝐡)
Pengembangan alutsista ini melewati tiga fase penting dari Amerika Serikat hingga ke Belgia:
Awal Mula di Amerika Serikat: Basis utama kendaraan ini adalah M109, artileri swagerak beroda rantai yang pertama kali dikembangkan oleh Amerika Serikat
pada awal dekade 1960-an untuk menggantikan varian M44. Program Modernisasi Belgia (2007–2008): Memasuki pertengahan dekade 2000-an, militer Belgia melakukan modernisasi waktu 1984–1985, Pemerintah Belgia membeli sejumlah unit meriam standar M109A2/A3 dari
besar-besaran terhadap armada M109 miliknya. Hasil peremajaan ini melahirkan varian khusus berkode M109A4BE. semi-otomatis guna mempercepat laju tembakan.

𝐏𝐞𝐧𝐠𝐚𝐝𝐚𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐚𝐚𝐧 𝐨𝐥𝐞𝐡 Peluang
ini diambil oleh Indonesia untuk memodernisasi Korps Artileri Medan (Armed).
Pemerintah Indonesia (2016) secara resmi menyepakati pembelian alutsista bekas layak pakai (surplus) milik Angkatan Darat Belgia. Total pengadaan mencakup 36 unit meriam M109A4BE, lengkap dengan beberapa unit kendaraan pos komando (Command Post) serta kendaraan derek pemulihan (Armored Recovery Vehicle / ARV )
.
(Juli 2017): Tiba sebanyak 18 unit meriam.
Gelombang II (Juli 2018): Tiba sebanyak 18
unit meriam tambahan beserta kendaraan pendukungnya. didistribusikan untuk memperkuat satuan pemukul taktis pertahanan, di antaranya ditempatkan di bawah Batalyon Artileri Medan 7/Biring Galih (Yonarmed 7/155 SPH) yang berada di bawah komando Kodam Jaya, serta Batalyon Artileri Medan 10/Bradjamusti (Yonarmed 10/155 SPH) di bawah Divisi Infanteri 1/Kostrad.
#meriam #howitzer #artileri #tni