Tampilkan postingan dengan label pesawat terbang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pesawat terbang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 April 2026

๐‡๐จ๐ซ๐ญ๐ž๐ง ๐‡๐จ ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ— - cikal bakal pesawat siluman

๐‡๐จ๐ซ๐ญ๐ž๐ง ๐‡๐จ ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ— (juga dikenal sebagai Gotha Go 229) ๐‘๐‘–๐‘˜๐‘Ž๐‘™ ๐‘๐‘Ž๐‘˜๐‘Ž๐‘™ ๐‘๐‘’๐‘ ๐‘Ž๐‘ค๐‘Ž๐‘ก ๐‘ ๐‘–๐‘™๐‘ข๐‘š๐‘Ž๐‘›, adalah pesawat tempur/pembom purwarupa asal Jerman pada akhir Perang Dunia II yang merupakan pesawat sayap terbang (flying wing) pertama di dunia yang ditenagai oleh mesin jet.


Pesawat revolusioner ini dirancang oleh Horten bersaudara (Walter dan Reimar Horten) untuk memenuhi ambisi "3x1000" Hermann Gรถring: membawa bom seberat 1.000 kg sejauh 1.000 km dengan kecepatan 1.000 km/jam.
Pesawat ini tidak memiliki badan panjang maupun ekor (vertikal atau horizontal), sehingga seluruh permukaannya berfungsi sebagai sayap. Desain ini sangat mirip dengan pesawat pembom siluman modern seperti B-2 Spirit.


Ditenagai oleh dua mesin turbojet Junkers Jumo 004B yang ditanam di dalam struktur sayap.
Klaim Kemampuan Siluman, Meski sering disebut sebagai cikal bakal atau ada juga yang menyebut pesawat siluman pertama karena bentuknya yang unik dan penggunaan campuran lem kayu dengan arang kayu (charcoal) pada hidung untuk menyerap radar, para ahli di Smithsonian National Air and Space Museum menyatakan bahwa fitur ini kemungkinan besar bukan tujuan desain utamanya.


Pesawat ini tidak pernah terlibat dalam pertempuran karena perang berakhir sebelum produksi massal dimulai. Hanya ada beberapa purwarupa yang berhasil dibuat dan diuji terbang.


Purwarupa ketiga (Ho 229 V3) yang belum selesai ditangkap oleh pasukan AS melalui Operasi Paperclip dan saat ini disimpan serta dipamerkan di National Air and Space Museum.

Senin, 23 Februari 2026

Alutsista TNI-AU pada awal ORDE BARU

 ๐๐š๐๐š ๐€๐ฐ๐š๐ฅ ๐Ž๐‘๐ƒ๐„ ๐๐š๐ซ๐ฎ, periode akhir 1960-an hingga akhir 1970-an, ๐‘ป๐‘ต๐‘ฐ ๐‘จ๐‘ผ mengalami transisi besar dari ketergantungan pada teknologi Uni Soviet ke pesawat buatan Barat (Amerika Serikat, Australia, dan Eropa). Hal ini disebabkan oleh embargo suku cadang dari Uni Soviet pasca-1965 yang melumpuhkan sebagian besar armada lama.

Berikut adalah alutsista utama yang dibeli atau diterima TNI AU pada periode tersebut:
1. ๐‘ท๐’†๐’”๐’‚๐’˜๐’‚๐’• ๐‘ป๐’†๐’Ž๐’‘๐’–๐’“ & ๐‘บ๐’†๐’“4๐’๐’ˆ
๐น-86 ๐ด๐‘ฃ๐‘œ๐‘› ๐‘†๐‘Ž๐‘๐‘Ÿ๐‘’: Diterima sebagai hibah dari Australia (RAAF) pada tahun 1973 sebanyak 16 unit untuk mengisi kekosongan pertahanan udara.

๐ด-4 ๐‘†๐‘˜๐‘ฆโ„Ž๐‘Ž๐‘ค๐‘˜: Pengadaan paling fenomenal melalui operasi rahasia bernama Operasi Alpha pada tahun 1979. Indonesia membeli total 32 unit pesawat A-4 Skyhawk dari Isr43l untuk memperkuat armada tempur taktis.

๐น-5๐ธ/๐น ๐‘‡๐‘–๐‘”๐‘’๐‘Ÿ ๐ผ๐ผ: Kontrak pembelian pesawat tempur supersonik modern ini dimulai pada akhir 1970-an (masuk secara fisik pada 1980) untuk menggantikan posisi pesawat-pesawat lama.


๐‘‚๐‘‰-10 ๐ต๐‘Ÿ๐‘œ๐‘›๐‘๐‘œ: Pesawat serang ringan kontra-insurjensi buatan AS yang dibeli di pertengahan 1970-an untuk mendukung operasi dalam negeri seperti di Timor Timur.


2. ๐‘ท๐’†๐’”๐’‚๐’˜๐’‚๐’• ๐‘ณ๐’‚๐’•๐’Š๐’‰ (๐‘ป๐’“๐’‚๐’Š๐’๐’†๐’“)

๐‘‡-33 ๐ต๐‘–๐‘Ÿ๐‘‘: Pesawat latih jet dari Amerika Serikat yang didatangkan pada awal 1970-an (sekitar 1973) untuk menjaga kualifikasi terbang para pilot TNI AU.


๐‘‡-34๐ถ ๐‘‡๐‘ข๐‘Ÿ๐‘๐‘œ ๐‘€๐‘’๐‘›๐‘ก๐‘œ๐‘Ÿ: Pesawat latih bermesin turboprop yang dibeli pada akhir 1970-an sebagai pengganti pesawat latih lama.


3. ๐‘ท๐’†๐’”๐’‚๐’˜๐’‚๐’• ๐‘จ๐’๐’ˆ๐’Œ๐’–๐’• & ๐‘ฏ๐’†๐’๐’Š๐’Œ๐’๐’‘๐’•๐’†๐’“

๐ถ-130 ๐ป๐‘’๐‘Ÿ๐‘๐‘ข๐‘™๐‘’๐‘ : Penambahan armada Lockheed C-130 Hercules tipe B dan H terus dilakukan untuk mendukung mobilitas pasukan.


๐น๐‘œ๐‘˜๐‘˜๐‘’๐‘Ÿ ๐น27 ๐น๐‘Ÿ๐‘–๐‘’๐‘›๐‘‘๐‘ โ„Ž๐‘–๐‘: Pesawat angkut sedang buatan Belanda yang dibeli untuk mendukung logistik dan transportasi VIP/VVIP.


๐‘†๐‘–๐‘˜๐‘œ๐‘Ÿ๐‘ ๐‘˜๐‘ฆ ๐‘†-58๐‘‡: Helikopter angkut yang mulai memperkuat skadron helikopter TNI AU pada pertengahan 1970-an.


๐ต๐‘‚-105: Mulai digunakan setelah PTDI (dahulu IPTN) didirikan pada 1976 dan memproduksi helikopter ini di bawah lisensi Jerman.


4. ๐‘†๐‘–๐‘ ๐‘ก๐‘’๐‘š ๐‘ƒ๐‘’๐‘Ÿ๐‘ก๐‘Žโ„Ž๐‘Ž๐‘›๐‘Ž๐‘› ๐‘ˆ๐‘‘๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘Ž

๐‘…๐‘ข๐‘‘๐‘Ž๐‘™ ๐‘…๐‘Ž๐‘๐‘–๐‘’๐‘Ÿ: Indonesia mulai memesan sistem rudal antipesawat jarak pendek dari Inggris pada akhir 1970-an untuk melindungi pangkalan udara utama.


๐๐ž๐ซ๐š๐ง๐  ๐€๐ซ๐š๐›-๐ˆ๐ฌ๐ซae๐ฅ ๐๐ž๐ซ๐ญ๐š๐ฆ๐š - 15 Mei 1948

  Hari ini, 78 tahun lalu. Awal ๐๐ž๐ซ๐š๐ง๐  ๐€๐ซ๐š๐›-๐ˆ๐ฌ๐ซ43๐ฅ ๐๐ž๐ซ๐ญ๐š๐ฆ๐š meletus secara resmi pada tanggal ๐Ÿ๐Ÿ“ ๐Œ๐ž๐ข ๐Ÿ๐Ÿ—๐Ÿ’๐Ÿ–, tepa...