Tampilkan postingan dengan label altileri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label altileri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 September 2026

๐‘๐‚๐‡ ๐Ÿ๐Ÿ“๐Ÿ“ (๐‘๐ž๐ฆ๐จ๐ญ๐ž-๐‚๐จ๐ง๐ญ๐ซ๐จ๐ฅ๐ฅ๐ž๐ ๐‡๐จ๐ฐ๐ข๐ญ๐ณ๐ž๐ซ ๐Ÿ๐Ÿ“๐Ÿ“ ๐ฆ๐ฆ)

๐‘๐‚๐‡ ๐Ÿ๐Ÿ“๐Ÿ“ (๐‘๐ž๐ฆ๐จ๐ญ๐ž-๐‚๐จ๐ง๐ญ๐ซ๐จ๐ฅ๐ฅ๐ž๐ ๐‡๐จ๐ฐ๐ข๐ญ๐ณ๐ž๐ซ ๐Ÿ๐Ÿ“๐Ÿ“ ๐ฆ๐ฆ) adalah meriam artileri swagerak atau howitzer roda ban modern buatan KNDS Germany (sebelumnya Krauss-Maffei Wegmann) dari Jerman.๐‘ƒ๐‘’๐‘›๐‘”๐‘’๐‘š๐‘๐‘Ž๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘› ๐‘…๐ถ๐ป 155 (Remote Controlled Howitzer) dimulai oleh perusahaan pertahanan Jerman, Krauss-Maffei Wegmann (kini KNDS Germany), pada rentang tahun 2014 hingga 2024.



Sebelum RCH 155 lahir, pabrikan Jerman tersebut telah mengembangkan sistem turet artileri otomatis mandiri bernama Artillery Gun Module (AGM). Basis senjata AGM ini mengadopsi laras meriam kaliber 155mm L52 milik howitzer roda rantai legendaris Jerman, PzH 2000. Pada tahun 2014, KMW memutuskan untuk mengintegrasikan modul AGM nirkru tersebut ke atas sasis kendaraan tempur roda ban GTK Boxer 8×8. Penggabungan ini bertujuan menciptakan artileri yang memiliki daya hancur dahsyat sekelas PzH 2000, namun memiliki mobilitas strategis dan kecepatan operasional yang jauh lebih tinggi di jalan raya. Purwarupa RCH 155 pertama kali dipamerkan kepada publik dunia dalam ajang pameran pertahanan internasional Eurosatory 2016 di Paris. Setelah bertahun-tahun melalui fase uji coba penembakan dan penyempurnaan sistem komputerisasi, sistem ini secara resmi masuk ke jalur produksi massal sejak tahun 2022.



๐๐ž๐ซ๐ข๐ค๐ฎ๐ญ ๐š๐๐š๐ฅ๐š๐ก ๐›๐ž๐›๐ž๐ซ๐š๐ฉ๐š ๐ฌ๐ฉ๐ž๐ฌ๐ข๐Ÿ๐ข๐ค๐š๐ฌ๐ข ๐๐š๐ง ๐ค๐ž๐ฎ๐ง๐ ๐ ๐ฎ๐ฅ๐š๐ง ๐ฎ๐ญ๐š๐ฆ๐š ๐๐š๐ซ๐ข ๐‘๐‚๐‡ ๐Ÿ๐Ÿ“๐Ÿ“:
Kemampuan Menembak Sambil Bergerak (Shoot on the Move): Ini adalah keunggulan paling revolusioner, di mana meriam ini mampu membidik dan menembakkan peluru secara akurat saat kendaraan sedang berjalan.
Otomatisasi Penuh: Sistem pengisian peluru sudah menggunakan autoloader penuh sehingga meriam di dalam turet dapat dikendalikan dari jarak jauh oleh kru yang duduk di kabin aman.
Awak Minim: Hanya membutuhkan 2 orang kru (komandan dan pengemudi) untuk mengoperasikan seluruh sistem persenjataan ini.
Daya Tembak dan Jangkauan: Menggunakan laras 155 mm L52 dengan jangkauan tembak sekitar 40 km menggunakan amunisi standar, dan bisa mencapai lebih dari 54 km hingga 76 km dengan amunisi canggih berpandu (seperti Excalibur atau Volcano) serta memiliki kecepatan tembak hingga 9 peluru per menit.
Tanpa Kaki Penyangga: Turetnya mampu berputar dan menembak 360 derajat ke segala arah tanpa memerlukan kaki stabilisator tambahan sebelum menembak.



๐Š๐ž๐ฅ๐ž๐ฆ๐š๐ก๐š๐ง ๐๐š๐ง ๐ค๐ž๐ค๐ฎ๐ซ๐š๐ง๐ ๐š๐ง yang menjadi bahan pertimbangan para pakar militer:
Bobot yang Sangat Berat: Modul meriam otomatis (AGM) yang dipasang di atas sasis Boxer membuat bobot total RCH 155 mencapai sekitar 39 ton. Angka ini jauh lebih berat dibandingkan howitzer roda ban kompetitornya seperti CAESAR (Prancis) yang hanya ~18–32 ton.
Keterbatasan Mobilitas Udara: Karena ukurannya yang besar dan bobotnya yang hampir menyentuh 40 ton, RCH 155 tidak bisa diangkut menggunakan pesawat angkut taktis standar NATO seperti C-130 Hercules. Kendaraan ini memerlukan pesawat angkut strategis yang jauh lebih besar seperti Airbus A400M atau Boeing C-17 Globemaster III untuk mobilisasi udara.
Harga yang Sangat Mahal: Mengingat teknologi otomatisasi mutakhir, sistem penstabil tembakan, dan sasis Boxer yang kompleks, biaya per unit RCH 155 jauh lebih mahal dibandingkan artileri swagerak konvensional lainnya.
Ketergantungan Tinggi pada Sistem Elektronik: Seluruh proses pengisian amunisi, pembidikan, hingga penembakan dikendalikan secara digital dan otomatis penuh (remote-controlled). Jika terjadi kegagalan sistem elektronik, kerusakan komputer akibat serangan siber, atau hantaman EMP (Electromagnetic Pulse), sistem meriam ini berisiko mengalami kelumpuhan total karena sulit dioperasikan secara manual oleh kru yang berada di kabin terpisah.
Kapasitas Amunisi Terbatas: Turet otomatis AGM hanya mampu membawa 30 butir peluru siap tembak di dalam magasinnya. Untuk pertempuran intensitas tinggi yang berkepanjangan, RCH 155 akan sangat bergantung pada kendaraan logistik penyuplai amunisi di dekatnya.
Profil Kendaraan yang Tinggi: Desain turet nirkru yang besar membuat tinggi kendaraan ini mencapai hampir 4 meter. Profil yang tinggi ini membuatnya lebih mudah dideteksi oleh radar musuh atau drone pengintai di medan terbuka dibandingkan artileri yang berprofil lebih rendah.



๐๐ž๐ ๐š๐ซ๐š ๐๐ž๐ง๐ ๐ ๐ฎ๐ง๐š ๐๐š๐ง ๐๐ž๐ฆ๐ž๐ฌ๐š๐ง, Hingga saat ini, ratusan unit RCH 155 telah dipesan oleh beberapa negara untuk memodernisasi armada artileri medan mereka:
- Ukraina, Menjadi negara pertama yang mengoperasikan sistem ini. Ukraina memesan total 54 unit yang didanai melalui bantuan militer dari Jerman. Unit pertamanya dikabarkan telah tiba dan mulai diuji coba langsung di medan pertempuran (combat-proven).
- Jerman, Bundeswehr (Angkatan Darat Jerman) melakukan pengujian intensif dan berkomitmen memesan sistem ini bersamaan dengan Inggris sebagai bagian dari penguatan aliansi NATO.
- Ingris, Pada Mei 2026, Pemerintah Inggris menyepakati kontrak senilai hampir £1 miliar untuk membeli 72 unit RCH 155.
- Swiss, Pada Juni 2026, Angkatan Darat Swiss resmi memilih RCH 155 dan memesan 32 unit
- Qatar mengonfirmasi pembelian RCH 155 dari Jerman.
#howitzer #meriam #artillery

Jumat, 26 Juni 2026

๐๐ž๐ฅ๐ฎ๐ซ๐ฎ ๐š๐ซ๐ญ๐ข๐ฅ๐ž๐ซ๐ข ๐›๐ž๐ซ๐ฉ๐ž๐ฆ๐š๐ง๐๐ฎ (๐ ๐ฎ๐ข๐๐ž๐ ๐š๐ซ๐ญ๐ข๐ฅ๐ฅ๐ž๐ซ๐ฒ ๐ฌ๐ก๐ž๐ฅ๐ฅ๐ฌ/๐ฆ๐ฎ๐ง๐ข๐ญ๐ข๐จ๐ง๐ฌ) - ๐™ˆ982 ๐™€๐™ญ๐™˜๐™–๐™ก๐™ž๐™—๐™ช๐™ง, 2๐™†25 ๐™†๐™ง๐™–๐™จ๐™ฃ๐™ค๐™ฅ๐™ค๐™ก, ๐™‡๐™š๐™ค๐™ฃ๐™–๐™ง๐™™๐™ค ๐™‘๐™ช๐™ก๐™˜๐™–๐™ฃ๐™ค

 ๐๐ž๐ฅ๐ฎ๐ซ๐ฎ ๐š๐ซ๐ญ๐ข๐ฅ๐ž๐ซ๐ข ๐›๐ž๐ซ๐ฉ๐ž๐ฆ๐š๐ง๐๐ฎ (๐š๐ญ๐š๐ฎ ๐ ๐ฎ๐ข๐๐ž๐ ๐š๐ซ๐ญ๐ข๐ฅ๐ฅ๐ž๐ซ๐ฒ ๐ฌ๐ก๐ž๐ฅ๐ฅ๐ฌ/๐ฆ๐ฎ๐ง๐ข๐ญ๐ข๐จ๐ง๐ฌ) adalah proyektil artileri modern yang dilengkapi dengan sistem pemandu internal untuk mengubah arah terbangnya di udara demi menghantam target dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Berbeda dengan peluru artileri konvensional yang mengandalkan kalkulasi sudut tembakan dan rentan meleset akibat faktor angin atau cuaca, munisi pintar ini mampu mengoreksi jalurnya sendiri setelah ditembakkan dari laras meriam.


๐‘ฑ๐’†๐’๐’Š๐’” ๐‘บ๐’Š๐’”๐’•๐’†๐’Ž ๐‘ท๐’†๐’Ž๐’‚๐’๐’…๐’–
Sistem Satelit (GPS/INS): Menggunakan koordinat posisi global untuk mengarahkan proyektil langsung ke target diam yang sudah ditentukan sebelumnya.
Pemandu Laser (Semi-Active Laser): Memerlukan operator di darat atau drone untuk "menyorot" target menggunakan sinar laser. Sensor pada peluru akan mengejar pantulan laser tersebut, sangat efektif untuk target bergerak.
Pemandu Sensor Mandiri (Inframerah/Radar): Dilengkapi pencari (seeker) mandiri untuk mendeteksi tanda panas (inframerah) atau radar dari kendaraan lapis baja musuh secara otomatis.

๐‘ช๐’๐’๐’•๐’๐’‰ ๐‘ท๐’†๐’๐’–๐’“๐’– ๐‘จ๐’“๐’•๐’Š๐’๐’†๐’“๐’Š ๐‘ฉ๐’†๐’“๐’‘๐’†๐’Ž๐’‚๐’๐’…๐’– ๐‘ท๐’๐’‘๐’–๐’๐’†๐’“
Beberapa munisi artileri berpemandu yang paling terkenal dan digunakan dalam pertempuran modern meliputi:

๐™ˆ982 ๐™€๐™ญ๐™˜๐™–๐™ก๐™ž๐™—๐™ช๐™ง

๐™ˆ982 ๐™€๐™ญ๐™˜๐™–๐™ก๐™ž๐™—๐™ช๐™ง (๐˜ผ๐™ข๐™š๐™ง๐™ž๐™ ๐™– ๐™Ž๐™š๐™ง๐™ž๐™ ๐™–๐™ฉ/๐™Ž๐™ฌ๐™š๐™™๐™ž๐™–)
Kaliber: 155mm.
Sistem Pemandu: GPS dan Inertial Guidance.
Kelebihan: Kompatibel dengan sistem howitzer modern seperti M777 dan CAESAR, memiliki akurasi ekstrem dengan radius kesalahan kurang dari 2 meter.

2๐™†25 ๐™†๐™ง๐™–๐™จ๐™ฃ๐™ค๐™ฅ๐™ค๐™ก

2๐™†25 ๐™†๐™ง๐™–๐™จ๐™ฃ๐™ค๐™ฅ๐™ค๐™ก (๐™๐™ช๐™จ๐™ž๐™–)
Kaliber: 152mm atau 155mm.
Sistem Pemandu: Laser semi-otomatis.
Kelebihan: Sangat mematikan terhadap kendaraan bergerak seperti tank karena peluru akan langsung meluncur ke titik sorotan laser pendeteksi target.

๐™‡๐™š๐™ค๐™ฃ๐™–๐™ง๐™™๐™ค ๐™‘๐™ช๐™ก๐™˜๐™–๐™ฃ๐™ค

๐™‡๐™š๐™ค๐™ฃ๐™–๐™ง๐™™๐™ค ๐™‘๐™ช๐™ก๐™˜๐™–๐™ฃ๐™ค (๐™„๐™ฉ๐™–๐™ก๐™ž๐™–)
Kaliber: 127mm (angkatan laut) dan 155mm (artileri darat).
Sistem Pemandu: GPS/INS dikombinasikan dengan pemandu laser opsional.
Kelebihan: Menggunakan desain sub-kaliber bersabot yang membuatnya mampu mencapai jarak tembak yang sangat jauh (hingga lebih dari 70 km).

๐‘ฒ๐’†๐’–๐’๐’•๐’–๐’๐’ˆ๐’‚๐’ ๐‘ผ๐’•๐’‚๐’Ž๐’‚ ๐’…๐’‚๐’๐’‚๐’Ž ๐‘ท๐’†๐’“๐’•๐’†๐’Ž๐’‘๐’–๐’“๐’‚๐’
Efisiensi Logistik: Mengurangi jumlah peluru yang harus ditembakkan secara drastis; satu peluru pintar seringkali cukup untuk menggantikan puluhan peluru konvensional.
Mengurangi Kerusakan Kolateral: Akurasi tinggi memastikan target militer hancur tanpa merusak area sipil di sekitarnya secara berlebihan.
Efek Kejutan: Mampu menghancurkan target bernilai tinggi milik musuh (seperti pos komando atau radar) pada tembakan pertama.
#meriam #artillery #howitzer #artilerimedan

Rabu, 24 Desember 2025

Tank-Tank TNI

 Militer Indonesia, khususnya Angkatan Darat (TNI AD), saat ini mengoperasikan berbagai jenis tank, yang dapat dikategorikan menjadi tank tempur utama (MBT) dan tank medium/ringan.

Berikut adalah tank utama yang digunakan:
MBT (Main Battle Tank)
Leopard 2 (varian A4 dan RI) Tank tempur utama (MBT) asal Jerman ini merupakan yang tercanggih dan terkuat di inventaris TNI AD saat ini, dengan lebih dari 100 unit tersedia.
Leopard 2A4

Varian Leopard 2 RI (Republic of Indonesia) adalah versi yang ditingkatkan dengan kemampuan operasional yang lebih spesifik untuk kebutuhan dalam negeri.
MEDIUM TANK
Leopard 2RI


Harimau (Medium Tank) Dikenal juga sebagai Kaplan MT, tank medium hasil kerja sama industri pertahanan Indonesia (PT Pindad) dan Turki (FNSS) ini dirancang untuk pertempuran jarak dekat dan medan yang tidak dapat dijangkau MBT berat. Produksi massal sedang berlangsung, dengan beberapa unit telah beroperasi.
Pindad Harimau


AMX-13 Tank ringan tua asal Prancis ini telah lama digunakan oleh TNI AD. Meskipun sudah berumur, sekitar 275 unit AMX-13 masih dalam pelayanan aktif pada tahun 2024, tetapi dijadwalkan untuk digantikan secara bertahap oleh Medium Tank Harimau.
AMX-13


FV101 Scorpion Tank ringan asal Inggris ini juga termasuk dalam inventaris TNI AD.
FV101 Scorpion


Rabu, 10 Desember 2025

Alutsista mutahir yang dimiliki Korps Altileri Pertahanan udara TNI AD

 Alutsista mutakhir yang digunakan oleh TNI AD untuk pertahanan udara terutama berfokus pada sistem pertahanan udara jarak pendek dan menengah, yang dioperasikan oleh Korps Artileri Pertahanan Udara (Arhanud). Alutsista ini dirancang untuk melindungi titik-titik vital dan pasukan darat dari ancaman udara.

Berikut adalah beberapa alutsista pertahanan udara mutakhir di jajaran TNI AD:
๐’๐ข๐ฌ๐ญ๐ž๐ฆ ๐‘๐ฎ๐๐š๐ฅ ๐๐ž๐ซ๐ฆ๐ฎ๐ค๐š๐š๐ง-๐ค๐ž-๐”๐๐š๐ซ๐š (๐’๐€๐Œ)
- ๐‘…๐‘ข๐‘‘๐‘Ž๐‘™ ๐‘†๐‘ก๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘†๐‘ก๐‘Ÿ๐‘’๐‘Ž๐‘˜ ๐ป๐‘‰๐‘€ (๐ป๐‘–๐‘”โ„Ž ๐‘‰๐‘’๐‘™๐‘œ๐‘๐‘–๐‘ก๐‘ฆ ๐‘€๐‘–๐‘ ๐‘ ๐‘–๐‘™๐‘’): Ini adalah salah satu sistem paling canggih TNI AD, berasal dari Inggris (Thales Air Defence).
Fitur Mutakhir: Rudal ini memiliki kecepatan sangat tinggi (lebih dari Mach 3.0), menjadikannya sulit dicegat. Keunggulan utamanya adalah sistem pemandu laser semi-otomatis (SACLOS) yang membuatnya sangat tahan terhadap gangguan (countermeasures) inframerah atau radar.
Platform: Rudal ini dapat diluncurkan dari berbagai platform, termasuk kendaraan dan MANPADS (Man-Portable Air-Defense System).


- ๐‘…๐‘ข๐‘‘๐‘Ž๐‘™ ๐‘€๐‘–๐‘ ๐‘ก๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘™ ๐‘Ž๐‘ก๐‘™๐‘Ž๐‘  : Rudal jarak pendek buatan Prancis (MBDA Missile Systems) ini juga menjadi tulang punggung Arhanud TNI AD dan telah digunakan secara luas.
Fitur Mutakhir: Dikenal karena kemudahan operasional dan efektivitasnya melawan berbagai ancaman udara konvensional seperti pesawat sayap tetap dan helikopter.





๐’๐ข๐ฌ๐ญ๐ž๐ฆ ๐Œ๐ž๐ซ๐ข๐š๐ฆ ๐€๐ง๐ญ๐ข-๐๐ž๐ฌ๐š๐ฐ๐š๐ญ
- ๐‘€๐‘’๐‘Ÿ๐‘–๐‘Ž๐‘š ๐ต๐‘œ๐‘“๐‘œ๐‘Ÿ๐‘  40 ๐‘š๐‘š ๐ฟ/70 : Meskipun meriam bukanlah teknologi baru, TNI AD memodernisasi dan mengoperasikan varian yang sangat canggih.
Rencana pembelian Meriam bofors ๐‘‡๐‘Ÿ๐‘–๐‘‘๐‘œ๐‘› ๐‘€๐‘˜2/๐‘†๐‘ข๐‘๐‘’๐‘Ÿ ๐‘…๐‘Ž๐‘๐‘–๐‘‘
Fitur Mutakhir: Sistem Tridon Mk2 telah terintegrasi dengan sistem komputerisasi kendali tembak modern, menjadikannya efektif melawan berbagai target udara, termasuk pesawat tak berawak (drone).


Secara keseluruhan, alutsista mutakhir TNI AD difokuskan pada pertahanan jarak dekat yang responsif dan tahan terhadap peperangan elektronika, melengkapi peran TNI AU dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional.