Tampilkan postingan dengan label kapal perang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kapal perang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Mei 2026

CMS (Combat Management Systerm) Mandhala Mk2

CMS (Combat Management Systerm) Mandhala Mk2 adalah sistem manajemen pertempuran  maritim mutakhir buatan dalam negeri, PT Len Industri (Persero), yang berfungsi sebagai pusat kendali atau "otak" bagi kapal perang TNI Angkatan Laut. Sistem cerdas ini mengintegrasikan seluruh instrumen penting kapal untuk menyajikan informasi taktis secara real-time guna mempercepat pengambilan keputusan di medan operasi tempur.


Arsitektur Middleware Standar Internasional: Menggunakan teknologi middleware berbasis standar OMG-DDS (Object Management Group - Data Distribution Service). Protokol ini menjamin mekanisme komunikasi data yang kritis (mission-critical) secara real-time dan berkecepatan tinggi.

Software-Based Radar Scan Conversion: Fitur ini memberikan fleksibilitas tinggi dalam integrasi radar. Sistem mampu menghubungkan dan memproses data baik dari radar lama (legacy radar) maupun sistem radar modern.



Algoritma Radar Tracking Mutakhir: Dilengkapi dengan algoritma pelacakan target yang jauh lebih presisi dibandingkan generasi pertama. Fitur ini mengoptimalkan proses identifikasi, klasifikasi, serta penjejakan potensi ancaman secara simultan.Kompatibilitas Peta Elektronik Global: Mampu menampilkan peta navigasi elektronik taktis yang memenuhi standar hidrografi internasional IHO S-57 dan IHO S-63.



Protokol Komunikasi Multiguna: Mendukung interkoneksi perangkat kapal laut standar seperti Serial Interface (RS-232, RS-422, RS-485), NMEA, Synchro/Resolver Interface, hingga TCP/IP. Sistem ini juga adaptif terhadap protokol khusus (proprietary) dari produsen senjata global.


Kompatibilitas Multi-Platform: Memiliki desain arsitektur modular yang modular sehingga dapat diimplementasikan ke berbagai jenis dan kelas kapal perang TNI AL.

Selasa, 24 Februari 2026

Alutsista TNI AL pada awal ORDE Baru

 ๐๐š๐๐š ๐š๐ฐ๐š๐ฅ ๐Ž๐‘๐ƒ๐„ ๐๐š๐ซ๐ฎ, periode akhir 1960-an hingga akhir 1970-an, ๐“๐๐ˆ ๐€๐‹ melakukan pergeseran besar dengan mempensiunkan kapal-kapal besar buatan Uni Soviet (seperti Penjelajah KRI Irian) yang sulit dirawat karena hambatan suku cadang. Fokus pengadaan beralih ke kapal-kapal Barat yang lebih efisien dan modern.

Berikut adalah alutsista utama yang dibeli untuk TNI AL pada periode tersebut:
1. ๐‘ฒ๐’‚๐’‘๐’‚๐’ ๐‘ญ๐’“๐’†๐’ˆ๐’‚๐’• & ๐‘ฒ๐’๐’“๐’—๐’†๐’• (Satuan Kapal Eskorta)
๐น๐‘Ÿ๐‘’๐‘”๐‘Ž๐‘ก ๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐ถ๐‘™๐‘Ž๐‘ข๐‘‘ ๐ฝ๐‘œ๐‘›๐‘’๐‘  (๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐‘†๐‘Ž๐‘š๐‘Ž๐‘‘๐‘–๐‘˜๐‘ข๐‘›): Dibeli bekas dari Amerika Serikat pada tahun 1973-1974. Kapal-kapal ini menjadi tulang punggung baru setelah era Soviet berakhir. Contohnya: KRI Samadikun (341), KRI Martadinata (342), KRI Monginsidi (343), dan KRI Ngurah Rai (344).
KRI Martadinata 342

KRI Samadikun 341
๐น๐‘Ÿ๐‘’๐‘”๐‘Ž๐‘ก ๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐‘‡๐‘Ÿ๐‘–๐‘๐‘Ž๐‘™: Dibeli dari Inggris pada akhir 1970-an (efektif masuk awal 80-an) untuk meningkatkan kemampuan tempur laut.
Tribal Class KRI Hasanudin 333


2. ๐‘ฒ๐’‚๐’‘๐’‚๐’ ๐‘บ๐’†๐’๐’‚๐’Ž

๐พ๐‘Ž๐‘๐‘Ž๐‘™ ๐‘†๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘š ๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐‘‡๐‘ฆ๐‘๐‘’ 209 (๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐ถ๐‘Ž๐‘˜๐‘Ÿ๐‘Ž): Kontrak pembelian dilakukan pada tahun 1977 dengan Jerman Barat untuk dua unit, yaitu KRI Cakra (401) dan KRI Nanggala (402). Ini adalah langkah modernisasi radikal untuk menggantikan armada kapal selam kelas Whiskey buatan Soviet yang sudah tua.
KRI Nanggala 402


3. ๐‘ฒ๐’‚๐’‘๐’‚๐’ ๐‘ช๐’†๐’‘๐’‚๐’• ๐‘น๐’–๐’…๐’‚๐’ (๐‘ฒ๐‘ช๐‘น) & ๐‘ฒ๐’‚๐’‘๐’‚๐’ ๐‘ท๐’‚๐’•๐’“๐’๐’๐’Š

๐พ๐ถ๐‘… ๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐‘ƒ๐‘†๐‘€๐‘€ ๐‘€๐‘˜5 (๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐‘€๐‘Ž๐‘›๐‘‘๐‘Ž๐‘ข): Dibeli dari Korea Selatan (lisensi Tacoma, AS) pada akhir 1970-an. Kapal ini dilengkapi dengan rudal Exocet MM38 buatan Prancis, yang menandai dimulainya era rudal modern di TNI AL.
KRI Mandau 621


๐พ๐‘Ž๐‘๐‘Ž๐‘™ ๐‘ƒ๐‘Ž๐‘ก๐‘Ÿ๐‘œ๐‘™๐‘– ๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐ด๐‘ก๐‘ก๐‘Ž๐‘๐‘˜: Merupakan hibah dari Australia pada tahun 1973-1974 untuk memperkuat pengawasan wilayah perairan dan pantai.
Attack Class KRI Siada 862


4. ๐‘ฒ๐’‚๐’‘๐’‚๐’ ๐‘จ๐’Ž๐’‡๐’Š๐’ƒ๐’Š & ๐‘ณ๐’๐’ˆ๐’Š๐’”๐’•๐’Š๐’Œ (๐‘บ๐’‚๐’•๐’–๐’‚๐’ ๐‘ฒ๐’‚๐’‘๐’‚๐’ ๐‘จ๐’Ž๐’‡๐’Š๐’ƒ๐’Š)

๐ฟ๐‘†๐‘‡ (๐ฟ๐‘Ž๐‘›๐‘‘๐‘–๐‘›๐‘” ๐‘†โ„Ž๐‘–๐‘ ๐‘‡๐‘Ž๐‘›๐‘˜) ๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐‘‡๐‘’๐‘™๐‘ข๐‘˜ ๐‘†๐‘’๐‘š๐‘Ž๐‘›๐‘”๐‘˜๐‘Ž: Indonesia mulai memesan kapal angkut tank baru dari Korea Selatan pada akhir 1970-an untuk memperkuat mobilitas Marinir dan pasukan darat.
KRI Teluk Semangka 512


5. ๐‘ท๐’†๐’”๐’‚๐’˜๐’‚๐’• ๐‘ผ๐’…๐’‚๐’“๐’‚ ๐‘จ๐’๐’ˆ๐’Œ๐’‚๐’•๐’‚๐’ ๐‘ณ๐’‚๐’–๐’• (๐‘ท๐’†๐’๐’†๐’“๐’ƒ๐’‚๐’)

๐‘ƒ๐‘’๐‘ ๐‘Ž๐‘ค๐‘Ž๐‘ก ๐‘๐‘œ๐‘š๐‘Ž๐‘‘ ๐‘22/๐‘24: Dibeli dari Australia mulai tahun 1975 untuk tugas pengintaian maritim dan patroli wilayah.
Nomad N22


๐ป๐‘’๐‘™๐‘–๐‘˜๐‘œ๐‘๐‘ก๐‘’๐‘Ÿ ๐‘Š๐‘’๐‘ ๐‘ก๐‘™๐‘Ž๐‘›๐‘‘ ๐‘Š๐‘Ž๐‘ ๐‘: Didatangkan dari Inggris untuk melengkapi fregat-fregat baru (seperti kelas Tribal) guna keperluan anti-kapal selam (AKS).
Westland Wasp Helicopter



6. ๐‘ฒ๐’†๐’๐’…๐’‚๐’“๐’‚๐’‚๐’ ๐‘ป๐’†๐’Ž๐’‘๐’–๐’“ ๐‘ด๐’‚๐’“๐’Š๐’๐’Š๐’“

AMX-10 pac 90 : Kendaraan pendarat amfibi dari Prancis yang mulai memperkuat Korps Marinir pada awal 1980-an.



AMX-10 PAC 90

Rabu, 18 Februari 2026

๐“๐ž๐ง๐ ๐ ๐ž๐ฅ๐š๐ฆ๐ง๐ฒ๐š ๐‡๐Œ๐’ ๐’๐ก๐ž๐Ÿ๐Ÿ๐ข๐ž๐ฅ๐ (๐ƒ๐Ÿ–๐ŸŽ)

 ๐“๐ž๐ง๐ ๐ ๐ž๐ฅ๐š๐ฆ๐ง๐ฒ๐š ๐‡๐Œ๐’ ๐’๐ก๐ž๐Ÿ๐Ÿ๐ข๐ž๐ฅ๐ (๐ƒ๐Ÿ–๐ŸŽ) pada 4 Mei 1982 adalah salah satu momen paling mengejutkan dalam ๐‘ท๐’†๐’“๐’‚๐’๐’ˆ ๐‘ด๐’‚๐’๐’—๐’Š๐’๐’‚๐’”, karena menandai pertama kalinya sebuah kapal perang Inggris tenggelam akibat serangan musuh sejak Perang Dunia II.


Pada pagi hari 4 Mei, dua jet tempur Super ร‰tendard milik Argentina mendeteksi gugus tugas Inggris. Mereka terbang rendah untuk menghindari radar dan melepaskan dua rudal anti-kapal AM39 Exocet dari jarak sekitar 20 mil.


Salah satu rudal menghantam bagian tengah HMS Sheffield tepat di atas garis air. Ledakan rudal (atau sisa bahan bakarnya) menciptakan lubang besar dan memicu kebakaran hebat yang dengan cepat menyebar ke seluruh dek.

Pukulan tersebut merusak saluran utama air, membuat kru tidak bisa memadamkan api secara efektif. Asap hitam yang pekat menyelimuti kapal, memaksa kapten James "Sam" Salt memberikan perintah untuk meninggalkan kapal setelah empat jam berjuang melawan api.
Sebanyak 20 awak kapal tewas dalam serangan awal tersebut, sebagian besar berada di area dapur dan ruang komputer, sementara 26 lainnya mengalami luka-luka.
Rudal Exocet pada pesawat Super ร‰tendard


Saat sedang menunggu dievakuasi oleh kapal HMS Arrow, para awak kapal yang selamat secara legendaris menyanyikan lagu "Always Look on the Bright Side of Life" dari film Monty Python untuk menjaga moral mereka.

Meskipun sempat bertahan selama beberapa hari, HMS Sheffield akhirnya tenggelam pada 10 Mei 1982 di tengah badai saat sedang ditarik oleh kapal HMS Yarmouth menuju Georgia Selatan.


Kehilangan ini memaksa Inggris untuk mengubah taktik pertahanan udaranya dan menyadari ancaman serius dari rudal Exocet buatan Prancis yang dimiliki Argentina.

Rudal ini juga telah menenggelamkan kapal Logistik Inggris Atlantic Conveyor 25 Mei 1982 pada perang malvinas.

Senin, 16 Februari 2026

๐“๐ž๐ง๐ ๐ ๐ž๐ฅ๐š๐ฆ๐ง๐ฒ๐š ๐‡๐Œ๐’ ๐‚๐จ๐ฏ๐ž๐ง๐ญ๐ซ๐ฒ (๐ƒ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ–) dalam Perang Malvinas

๐“๐ž๐ง๐ ๐ ๐ž๐ฅ๐š๐ฆ๐ง๐ฒ๐š ๐‡๐Œ๐’ ๐‚๐จ๐ฏ๐ž๐ง๐ญ๐ซ๐ฒ (๐ƒ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ–) pada 25 Mei 1982 merupakan salah satu peristiwa paling dramatis dalam Perang Malvinas. Kapal Destroyer/perusak tipe 42 ini karam hanya dalam waktu sekitar 20 menit setelah diserang oleh pesawat tempur A-4 Skyhawk Argentina.



๐ต๐‘’๐‘Ÿ๐‘–๐‘˜๐‘ข๐‘ก ๐‘Ž๐‘‘๐‘Ž๐‘™๐‘Žโ„Ž ๐‘˜๐‘Ÿ๐‘œ๐‘›๐‘œ๐‘™๐‘œ๐‘”๐‘– ๐‘‘๐‘Ž๐‘› ๐‘‘๐‘’๐‘ก๐‘Ž๐‘–๐‘™ ๐‘˜๐‘’๐‘—๐‘Ž๐‘‘๐‘–๐‘Ž๐‘›๐‘›๐‘ฆ๐‘Ž:

HMS Coventry ditempatkan di utara Falkland Sound bersama fregat HMS Broadsword untuk bertindak sebagai deteksi dini dan umpan guna menarik pesawat Argentina menjauh dari armada utama di Teluk San Carlos.
Pada sore hari tanggal 25 Mei—hari nasional Argentina—dua gelombang pesawat jet A-4 Skyhawk menyerang dari arah daratan.

A-4 Skyhawk Argentina


Karena terbang sangat rendah di atas tanah, radar kapal kesulitan mengunci target dengan rudal Sea Dart-nya.

ilustrasi


Pada gelombang pertama, A-4 Argentina berhasil menjatuhkan B0m, tetapi luput dari sasaran.

Saat gelombang kedua menyerang, HMS Broadsword sebenarnya sempat mengunci target dengan sistem Sea Wolf, namun HMS Coventry yang bermanuver tiba-tiba berada langsung di jalur tembak, sehingga sistem Broadsword kehilangan kunci target.



Tiga b0m seberat 1.000 pon menghantam sisi kiri (port side) kapal. Dua b0m meledak, menghancurkan ruang operasi dan ruang mesin depan, yang menyebabkan banjir besar yang tidak terkendali.

Akibat kerusakan fatal tersebut, kapal segera miring dan terbalik. Sebanyak 19 awak kapal t3was (beberapa sumber menyebut 20-21) dan 30 lainnya luka-luka.



Sekitar 280 awak berhasil diselamatkan oleh HMS Broadsword dan helikopter di tengah kondisi air Atlantik Selatan yang membeku.



Kehilangan HMS Coventry terjadi pada hari yang sama dengan hancurnya kapal angkut Atlantic Conveyor, yang dikenal sebagai "๐‘ฉ๐’๐’‚๐’„๐’Œ ๐‘ป๐’–๐’†๐’”๐’…๐’‚๐’š" bagi Angkatan Laut Kerajaan Inggris.

Rabu, 24 Desember 2025

Fregat TNI-AL saat ini....

 Indonesia TNI-AL saat ini memiliki beberapa fregat, yaitu KRI Brawijaya-320 (fregat terbesar di Asia Tenggara yang baru tiba) dan fregat kelas Martadinata (KRI Raden Eddy Martadinata-331 dan KRI I Gusti Ngurah Rai-332). Selain itu, ada juga KRI Ahmad Yani-351 (dan beberapa kapal lain di kelasnya), serta fregat "Merah Putih" yang sedang dibangun dan akan segera bergabung dengan armada pada tahun 2025

๐…๐ซ๐ž๐ ๐š๐ญ ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐š๐๐š ๐ฌ๐š๐š๐ญ ๐ข๐ง๐ข :
๐‘ญ๐’“๐’†๐’ˆ๐’‚๐’• ๐‘ฒ๐’†๐’๐’‚๐’” ๐‘ด๐’‚๐’“๐’•๐’‚๐’…๐’Š๐’๐’‚๐’•๐’‚: ๐‘ฒ๐’‚๐’‘๐’‚๐’ ๐’‘๐’†๐’“๐’‚๐’๐’ˆ ๐’„๐’‚๐’๐’ˆ๐’ˆ๐’Š๐’‰ ๐’…๐’†๐’๐’ˆ๐’‚๐’ ๐’•๐’†๐’Œ๐’๐’๐’๐’๐’ˆ๐’Š ๐‘บ๐‘ฐ๐‘ฎ๐‘ด๐‘จ.
- KRI Raden Eddy Martadinata-331


- KRI I Gusti Ngurah Rai-332


๐‘ฒ๐‘น๐‘ฐ ๐‘ฉ๐’“๐’‚๐’˜๐’Š๐’‹๐’‚๐’š๐’‚-320: ๐‘ญ๐’“๐’†๐’ˆ๐’‚๐’• ๐’•๐’†๐’“๐’ƒ๐’†๐’”๐’‚๐’“ ๐’…๐’Š ๐‘จ๐’”๐’Š๐’‚ ๐‘ป๐’†๐’๐’ˆ๐’ˆ๐’‚๐’“๐’‚, ๐’ƒ๐’–๐’‚๐’•๐’‚๐’ ๐‘ฐ๐’•๐’‚๐’๐’Š๐’‚, ๐’š๐’‚๐’๐’ˆ ๐’ƒ๐’‚๐’“๐’– ๐’•๐’Š๐’ƒ๐’‚ ๐’‘๐’‚๐’…๐’‚ ๐‘บ๐’†๐’‘๐’•๐’†๐’Ž๐’ƒ๐’†๐’“ 2025.


๐‘ญ๐’“๐’†๐’ˆ๐’‚๐’• ๐‘ฒ๐’†๐’๐’‚๐’” ๐‘จ๐’‰๐’Ž๐’‚๐’… ๐’€๐’‚๐’๐’Š:
- KRI Ahmad Yani-351


- KRI Yos Sudarso-353


- KRI Oswald Siahaan-354
- KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355
- KRI Karel Satsuitubun-356
๐…๐ซ๐ž๐ ๐š๐ญ ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐ฌ๐ž๐๐š๐ง๐  ๐๐ข๐›๐š๐ง๐ ๐ฎ๐ง
- Fregat "Merah Putih": KRI Balaputradewa-322 Kapal fregat buatan dalam negeri yang barusaja diluncurkan (Desember 2025)


- KRI Prabu Siliwangi-321: Kapal jenis fregat serupa dengan KRI Brawijaya-320 yang akan bergabung pada Januari 2026. Yang berasal dari Italia. #navy #TNIAL

๐‘ฒ๐™š๐’Œ๐™ช๐’‚๐™ฉ๐’‚๐™ฃ ๐™–๐’๐™œ๐’Œ๐™–๐’•๐™–๐’ ๐’๐™–๐’–๐™ฉ ๐™„๐’๐™™๐’๐™ฃ๐’†๐™จ๐’Š๐™– ๐™ฉ๐’†๐™ง๐’Œ๐™ช๐’‚๐™ฉ ๐™™๐’Š ๐‘ฒ๐™–๐’˜๐™–๐’”๐™–๐’..

 ๐‘ฒ๐™š๐’Œ๐™ช๐’‚๐™ฉ๐’‚๐™ฃ ๐™–๐’๐™œ๐’Œ๐™–๐’•๐™–๐’ ๐’๐™–๐’–๐™ฉ ๐™„๐’๐™™๐’๐™ฃ๐’†๐™จ๐’Š๐™– ๐™ฉ๐’†๐™ง๐’Œ๐™ช๐’‚๐™ฉ ๐™™๐’Š ๐‘ฒ๐™–๐’˜๐™–๐’”๐™–๐’..

Pada masa Orde Lama (khususnya periode 1959–1965), kekuatan laut Indonesia (ALRI) mencapai puncaknya melalui pengadaan alutsista besar-besaran dari Uni Soviet untuk mendukung Operasi Trikora.
Berikut adalah daftar kapal perang utama, perkiraan jumlahnya, dan masa operasinya:
1. ๐‘ฒ๐’‚๐’‘๐’‚๐’ ๐‘ท๐’†๐’๐’‹๐’†๐’๐’‚๐’‹๐’‚๐’‰ (๐‘ช๐’“๐’–๐’Š๐’”๐’†๐’“)
๐พ๐‘…๐ผ ๐ผ๐‘Ÿ๐‘–๐‘Ž๐‘› (201): 1 Unit.
Tipe: Kapal penjelajah kelas Sverdlov.
Masa Operasi: Tiba di Indonesia pada tahun 1962 dan resmi diserahterimakan pada tahun 1963. Kapal ini menjadi kapal perang terbesar yang pernah dimiliki Indonesia.

2. ๐‘ฒ๐’‚๐’‘๐’‚๐’ ๐‘บ๐’†๐’๐’‚๐’Ž

๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐‘Šโ„Ž๐‘–๐‘ ๐‘˜๐‘’๐‘ฆ: 12 Unit.
Tipe: Kapal selam kelas Whiskey (Proyek 613).
Masa Operasi: Mulai beroperasi secara bertahap sejak 1959–1962 untuk memperkuat armada dalam kampanye Irian Barat. Salah satunya adalah KRI Pasopati (410).

3. ๐‘ฒ๐’‚๐’‘๐’‚๐’ ๐‘ท๐’†๐’“๐’–๐’”๐’‚๐’Œ (๐‘ซ๐’†๐’”๐’•๐’“๐’๐’š๐’†๐’“)

๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐‘†๐‘˜๐‘œ๐‘Ÿ๐‘ฆ๐‘ฆ: 8 Unit.
Daftar Kapal: KRI Siliwangi, KRI Singamangaradja, KRI Sandjaja, KRI Sawunggaling, KRI Sultan Iskandar Muda, KRI Diponegoro, KRI Brawidjaja, dan KRI Saradjuta.
Masa Operasi: Diakuisisi dari Uni Soviet sekitar tahun 1959–1962.

4. ๐‘ฒ๐’‚๐’‘๐’‚๐’ ๐‘ญ๐’“๐’†๐’ˆ๐’‚๐’• (๐‘ญ๐’“๐’Š๐’ˆ๐’‚๐’•๐’†)

๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐‘…๐‘–๐‘”๐‘Ž: 8 Unit.
Daftar Kapal: Di antaranya KRI Jos Sudarso, KRI Slamet Rijadi, dan KRI Ngurah Rai.
Masa Operasi: Mulai memperkuat jajaran armada pada tahun 1962–1964.

5. ๐‘ฒ๐’‚๐’‘๐’‚๐’ ๐‘ช๐’†๐’‘๐’‚๐’• ๐‘น๐’–๐’…๐’‚๐’ ๐’…๐’‚๐’ ๐‘ป๐’๐’“๐’‘๐’†๐’…๐’

๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐พ๐‘œ๐‘š๐‘Ž๐‘Ÿ (๐พ๐ถ๐‘…): 12 Unit.
Masa Operasi: Mulai tahun 1961. Indonesia adalah pengguna pertama rudal anti-kapal (SS-N-2 Styx) di belahan bumi selatan.

๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐ฝ๐‘Ž๐‘”๐‘ข๐‘Ž๐‘Ÿ (๐พ๐ถ๐‘‡): 8 Unit.
Masa Operasi: Mulai awal 1960-an untuk misi infiltrasi dan serangan cepat.

6. ๐‘จ๐’“๐’Ž๐’‚๐’…๐’‚ ๐‘ท๐’†๐’๐’…๐’–๐’Œ๐’–๐’๐’ˆ ๐‘ณ๐’‚๐’Š๐’๐’๐’š๐’‚

๐พ๐‘Ž๐‘๐‘Ž๐‘™ ๐‘ƒ๐‘’๐‘›๐‘ฆ๐‘Ž๐‘๐‘ข ๐‘…๐‘Ž๐‘›๐‘—๐‘Ž๐‘ข (๐‘ƒ๐‘’๐‘›๐‘ฆ๐‘Ž๐‘๐‘ข ๐‘…๐‘Ž๐‘›๐‘—๐‘Ž๐‘ข): Terdiri dari kelas T-43 (6 unit) dan kelas Kondor (mulai dipesan pada masa itu).

๐พ๐‘Ž๐‘๐‘Ž๐‘™ ๐‘ƒ๐‘’๐‘›๐‘‘๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘ก (๐ฟ๐‘†๐‘‡): Kapal kelas Teluk Langsa yang diakuisisi dari Amerika Serikat serta kapal-kapal pendukung logistik dari Blok Timur.

Secara keseluruhan, pada tahun 1962, ALRI memiliki lebih dari 100 unit kapal perang yang menjadikannya angkatan laut terkuat di Asia Tenggara pada masa itu. Mayoritas kapal-kapal ini mulai dipensiunkan secara bertahap pada awal era Orde Baru (setelah 1966) karena kendala suku cadang dan perubahan arah politik luar negeri.

Senin, 15 Desember 2025

Fregat Merah Putih - kapal perang modern produksi dalam negeri.

 Fregat Merah Putih menggunakan desain dasar dari fregat Arrowhead 140 (AH140) yang dirancang oleh perusahaan pertahanan asal Inggris, Babcock International. Desain ini juga menjadi basis untuk program fregat Tipe 31 Angkatan Laut Kerajaan Inggris.

PT PAL Indonesia memperoleh lisensi dari Babcock untuk memproduksi fregat dengan desain ini di galangan kapal mereka di Surabaya, yang memungkinkan transfer teknologi dan peningkatan kemampuan industri pertahanan dalam negeri.


Proyek pembangunan Fregat Merah Putih oleh PT PAL Indonesia terus berjalan, dengan target dua unit kapal beroperasi penuh pada tahun 2026.
Fregat baru ini dirancang untuk menggantikan operasional fregat kelas Van Speijk atau Ahmad Yani yang sudah menua.

Spesifikasi: Fregat Merah Putih akan menjadi kapal perang terbesar dan tercanggih yang dimiliki Indonesia, dengan tonase 6.626 ton dan panjang 140 meter.
Persenjataan: Kapal ini akan dilengkapi dengan 64 sel peluncur vertikal (VLS) Universal Midass, yang jauh lebih banyak dibandingkan fregat kelas Martadinata yang ada saat ini.

Proyek ini menjadi bagian dari upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan pengembangan kemampuan industri pertahanan dalam negeri. #tnial

Rabu, 10 Desember 2025

Sistem Persenjataan KRI Brawijaya-320

 KRI Brawijaya-320 adalah fregat multifungsi Terbaru TNI AL, dengan persenjataan canggih empat dimensi, meliputi rudal pertahanan udara (SAM) Aster 15/30 melalui VLS, rudal antigalangan (SSM) Teseo Mk-2E, meriam 127mm (Leonardo 127/64 LW), meriam 76mm (Oto Melara 76/62 Sovraponte), meriam ringan 25mm, dan sistem torpedo untuk anti-kapal selam (A244S Mod.3 Eurotorp). Kapal ini juga dilengkapi sistem peperangan elektronika (EW) dan dirancang untuk misi intelijen serta dukungan pasukan khusus.



Detail Persenjataan KRI Brawijaya-320:

๐€๐ง๐ญ๐ข-๐”๐๐š๐ซ๐š (๐’๐€๐Œ):
Sylver Vertical Launching System (VLS) dengan rudal Aster 15 dan 30.


๐€๐ง๐ญ๐ข-๐๐ž๐ซ๐ฆ๐ฎ๐ค๐š๐š๐ง (๐’๐’๐Œ):
Rudal Otomat Teseo Mk-2E.


๐Œ๐ž๐ซ๐ข๐š๐ฆ:
Meriam Utama: Leonardo 127/64 LW (Kaliber 127mm).
Meriam Medium: Oto Melara 76/62 Sovraponte (Kaliber 76mm).
Meriam Ringan: 25mm KBA (dengan sistem kontrol tembak Dardo).






๐€๐ง๐ญ๐ข-๐Š๐š๐ฉ๐š๐ฅ ๐’๐ž๐ฅ๐š๐ฆ (๐€๐’๐–):
Sistem Peluncur Torpedo B515 untuk menembakkan 6 torpedo Eurotorp A244S Mod.3 secara bersamaan.


๐๐ž๐ฉ๐ž๐ซ๐š๐ง๐ ๐š๐ง ๐„๐ฅ๐ž๐ค๐ญ๐ซ๐จ๐ง๐ข๐ค๐š (๐„๐–):
Sistem RECM, RESM, dan CESM.
๐’๐ข๐ฌ๐ญ๐ž๐ฆ ๐‹๐š๐ข๐ง:
Sistem Kendali Tembak Dardo untuk meriam 25mm.
Multifunction Radar Leonardo Kronos.
Tactical Data Link (TDL).

๐๐ž๐ซ๐š๐ง๐  ๐€๐ซ๐š๐›-๐ˆ๐ฌ๐ซae๐ฅ ๐๐ž๐ซ๐ญ๐š๐ฆ๐š - 15 Mei 1948

  Hari ini, 78 tahun lalu. Awal ๐๐ž๐ซ๐š๐ง๐  ๐€๐ซ๐š๐›-๐ˆ๐ฌ๐ซ43๐ฅ ๐๐ž๐ซ๐ญ๐š๐ฆ๐š meletus secara resmi pada tanggal ๐Ÿ๐Ÿ“ ๐Œ๐ž๐ข ๐Ÿ๐Ÿ—๐Ÿ’๐Ÿ–, tepa...