Tampilkan postingan dengan label marinir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label marinir. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Februari 2026

Alutsista TNI AL pada awal ORDE Baru

 𝐏𝐚𝐝𝐚 𝐚𝐰𝐚𝐥 𝐎𝐑𝐃𝐄 𝐁𝐚𝐫𝐮, periode akhir 1960-an hingga akhir 1970-an, 𝐓𝐍𝐈 𝐀𝐋 melakukan pergeseran besar dengan mempensiunkan kapal-kapal besar buatan Uni Soviet (seperti Penjelajah KRI Irian) yang sulit dirawat karena hambatan suku cadang. Fokus pengadaan beralih ke kapal-kapal Barat yang lebih efisien dan modern.

Berikut adalah alutsista utama yang dibeli untuk TNI AL pada periode tersebut:
1. 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑭𝒓𝒆𝒈𝒂𝒕 & 𝑲𝒐𝒓𝒗𝒆𝒕 (Satuan Kapal Eskorta)
𝐹𝑟𝑒𝑔𝑎𝑡 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝐶𝑙𝑎𝑢𝑑 𝐽𝑜𝑛𝑒𝑠 (𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑆𝑎𝑚𝑎𝑑𝑖𝑘𝑢𝑛): Dibeli bekas dari Amerika Serikat pada tahun 1973-1974. Kapal-kapal ini menjadi tulang punggung baru setelah era Soviet berakhir. Contohnya: KRI Samadikun (341), KRI Martadinata (342), KRI Monginsidi (343), dan KRI Ngurah Rai (344).
KRI Martadinata 342

KRI Samadikun 341
𝐹𝑟𝑒𝑔𝑎𝑡 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑇𝑟𝑖𝑏𝑎𝑙: Dibeli dari Inggris pada akhir 1970-an (efektif masuk awal 80-an) untuk meningkatkan kemampuan tempur laut.
Tribal Class KRI Hasanudin 333


2. 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑺𝒆𝒍𝒂𝒎

𝐾𝑎𝑝𝑎𝑙 𝑆𝑒𝑙𝑎𝑚 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑇𝑦𝑝𝑒 209 (𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝐶𝑎𝑘𝑟𝑎): Kontrak pembelian dilakukan pada tahun 1977 dengan Jerman Barat untuk dua unit, yaitu KRI Cakra (401) dan KRI Nanggala (402). Ini adalah langkah modernisasi radikal untuk menggantikan armada kapal selam kelas Whiskey buatan Soviet yang sudah tua.
KRI Nanggala 402


3. 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑪𝒆𝒑𝒂𝒕 𝑹𝒖𝒅𝒂𝒍 (𝑲𝑪𝑹) & 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑷𝒂𝒕𝒓𝒐𝒍𝒊

𝐾𝐶𝑅 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑃𝑆𝑀𝑀 𝑀𝑘5 (𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑀𝑎𝑛𝑑𝑎𝑢): Dibeli dari Korea Selatan (lisensi Tacoma, AS) pada akhir 1970-an. Kapal ini dilengkapi dengan rudal Exocet MM38 buatan Prancis, yang menandai dimulainya era rudal modern di TNI AL.
KRI Mandau 621


𝐾𝑎𝑝𝑎𝑙 𝑃𝑎𝑡𝑟𝑜𝑙𝑖 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝐴𝑡𝑡𝑎𝑐𝑘: Merupakan hibah dari Australia pada tahun 1973-1974 untuk memperkuat pengawasan wilayah perairan dan pantai.
Attack Class KRI Siada 862


4. 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑨𝒎𝒇𝒊𝒃𝒊 & 𝑳𝒐𝒈𝒊𝒔𝒕𝒊𝒌 (𝑺𝒂𝒕𝒖𝒂𝒏 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑨𝒎𝒇𝒊𝒃𝒊)

𝐿𝑆𝑇 (𝐿𝑎𝑛𝑑𝑖𝑛𝑔 𝑆ℎ𝑖𝑝 𝑇𝑎𝑛𝑘) 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑇𝑒𝑙𝑢𝑘 𝑆𝑒𝑚𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎: Indonesia mulai memesan kapal angkut tank baru dari Korea Selatan pada akhir 1970-an untuk memperkuat mobilitas Marinir dan pasukan darat.
KRI Teluk Semangka 512


5. 𝑷𝒆𝒔𝒂𝒘𝒂𝒕 𝑼𝒅𝒂𝒓𝒂 𝑨𝒏𝒈𝒌𝒂𝒕𝒂𝒏 𝑳𝒂𝒖𝒕 (𝑷𝒆𝒏𝒆𝒓𝒃𝒂𝒍)

𝑃𝑒𝑠𝑎𝑤𝑎𝑡 𝑁𝑜𝑚𝑎𝑑 𝑁22/𝑁24: Dibeli dari Australia mulai tahun 1975 untuk tugas pengintaian maritim dan patroli wilayah.
Nomad N22


𝐻𝑒𝑙𝑖𝑘𝑜𝑝𝑡𝑒𝑟 𝑊𝑒𝑠𝑡𝑙𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑎𝑠𝑝: Didatangkan dari Inggris untuk melengkapi fregat-fregat baru (seperti kelas Tribal) guna keperluan anti-kapal selam (AKS).
Westland Wasp Helicopter



6. 𝑲𝒆𝒏𝒅𝒂𝒓𝒂𝒂𝒏 𝑻𝒆𝒎𝒑𝒖𝒓 𝑴𝒂𝒓𝒊𝒏𝒊𝒓

AMX-10 pac 90 : Kendaraan pendarat amfibi dari Prancis yang mulai memperkuat Korps Marinir pada awal 1980-an.



AMX-10 PAC 90

Kamis, 05 Februari 2026

RM-70 Vampire, MLRS andalan Marinir TNI-AL

 𝐑𝐌-𝟕𝟎 𝐕𝐚𝐦𝐩𝐢𝐫𝐞 adalah sistem peluncur roket multilaras (Multiple Launch Rocket System - MLRS) modern yang menjadi andalan 𝑲𝒐𝒓𝒑𝒔 𝑴𝒂𝒓𝒊𝒏𝒊𝒓 𝑻𝑵𝑰 𝑨𝑳 untuk memberikan bantuan tembakan darat-ke-darat maupun pantai-ke-darat dalam operasi amfibi.


Sistem ini merupakan pengembangan mutakhir dari RM-70 Grad buatan Cekoslowakia. Di Indonesia, unit ini dioperasikan oleh Batalyon Roket 1 Marinir dan telah terlibat dalam berbagai latihan besar seperti Super Garuda Shield 2025.
𝑺𝒑𝒆𝒔𝒊𝒇𝒊𝒌𝒂𝒔𝒊 𝑼𝒕𝒂𝒎𝒂:
𝑃𝑙𝑎𝑡𝑓𝑜𝑟𝑚 𝐾𝑒𝑛𝑑𝑎𝑟𝑎𝑎𝑛: Menggunakan sasis truk berat Tatra T815-7 8x8 yang memiliki mobilitas tinggi di medan berat.


𝐾𝑎𝑝𝑎𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑆𝑒𝑛𝑗𝑎𝑡𝑎: Memiliki 40 tabung peluncur untuk roket kaliber 122mm, ditambah 40 roket cadangan yang dapat diisi ulang secara otomatis dalam waktu kurang dari 2 menit.

𝐽𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎𝑢𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑚𝑏𝑎𝑘: Standardnya mencapai 20 km, namun dengan penggunaan roket modern seperti JROF 122 mm, jangkauannya bisa mencapai 40 km.


RM-70 Vampire bekerja dengan mengintegrasikan sistem mekanik peluncuran dan teknologi digital untuk akurasi tinggi:
𝑺𝒊𝒔𝒕𝒆𝒎 𝑲𝒆𝒏𝒅𝒂𝒍𝒊 𝑻𝒆𝒎𝒃𝒂𝒌 𝑫𝒊𝒈𝒊𝒕𝒂𝒍: Dilengkapi dengan komputer balistik canggih, navigasi inersia, dan GPS untuk menentukan posisi serta kalkulasi target secara presisi.
𝑶𝒑𝒆𝒓𝒂𝒔𝒊 𝑺𝒆𝒎𝒊-𝑶𝒕𝒐𝒎𝒂𝒕𝒊𝒔: Penembakan dapat dikontrol secara elektronik dari dalam kabin kru yang terlindungi (lapis baja) atau menggunakan remote control dari tempat perlindungan luar kendaraan.

𝑺𝒊𝒌𝒍𝒖𝒔 𝑻𝒆𝒎𝒃𝒂𝒌 𝑪𝒆𝒑𝒂𝒕: Setelah menembakkan 40 roket pertama, sistem pengisian ulang otomatis memindahkan 40 roket cadangan ke rak peluncur, memungkinkan serangan gelombang kedua dalam waktu sangat singkat sebelum musuh sempat membalas (shoot and scoot).

𝑫𝒖𝒌𝒖𝒏𝒈𝒂𝒏 𝑨𝒎𝒖𝒏𝒊𝒔𝒊 𝑳𝒐𝒌𝒂𝒍: Selain roket impor, sistem ini juga kompatibel dengan roket R-Han 122B buatan dalam negeri.

Rabu, 24 Desember 2025

Penembak Jitu yang menembak tepat sasaran diatas perahu yang bergoyang

 Adelbert "Bert" Waldron III adalah seorang penembak Jitu (Marksman & sniper) Angkatan Darat Amerika Serikat yang legendaris selama Perang Vietnam. Ia memegang rekor sebagai penembak runduk dengan jumlah target terkonfirmasi terbanyak dalam sejarah militer AS untuk waktu yang lama, dengan 109 target yang dikonfirmasi hanya dalam 8 bulan. (hingga terpecahkan oleh Criss Kyle, 160 terkonfirmasi, 2011, perang Irak).

Adelbert Waldron

Waldron bertugas di Divisi Infanteri ke-9 Angkatan Darat AS. Waldron sering menggunakan senapan semi-otomatis M-21 (versi M-14 yang dimodifikasi dengan teleskop). Penggunaan senapan semi-otomatis ini memungkinkannya untuk melakukan tembakan susulan dengan lebih cepat jika diperlukan.
Dengan senapan M-21


Namun momen paling terkenal Adelbert Waldron sebagai penembak jitu terjadi pada 26 Februari 1969. Kemudian, saat berpatroli di Sungai Mekong dengan perahu Tango (Patrol Boat, River/PBR), Waldron dan rekan-rekan prajuritnya tiba-tiba menghadapi tembakan penembak jitu dari pantai. Sebagaimana yang diingat oleh komandannya, Mayor Jenderal Julian Ewell:
“Sementara semua orang di kapal berusaha keras untuk menemukan musuh, yang menembak dari garis pantai lebih dari 900 meter jauhnya, Sersan Waldron mengambil senapan runduknya dan menembak Viet Cong dari atas pohon kelapa dengan satu tembakan”
Meskipun kondisi perahu tidak stabil, Waldron berhasil mengenai targetnya dengan tembakan tunggal yang akurat. Akurasi ini sangat mencengangkan mengingat kondisi pertempuran yang sulit dan perahu yang bergoyang, menunjukkan tingkat penguasaan keterampilan menembak yang luar biasa.
Perahu Tango / Patrol Boat / PBR


Meskipun kehebatannya di medan perang, Waldron dikenal karena kerendahan hatinya dan tidak mencari ketenaran. Faktanya, rekornya baru diketahui publik bertahun-tahun setelah perang berakhir, sebagian karena sifat misi penembak runduk yang rahasia dan fakta bahwa dia tidak mempublikasikan prestasinya sendiri.
Waldron saat menjadi Instruktur


𝐏𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐀𝐫𝐚𝐛-𝐈𝐬𝐫ae𝐥 𝐏𝐞𝐫𝐭𝐚𝐦𝐚 - 15 Mei 1948

  Hari ini, 78 tahun lalu. Awal 𝐏𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐀𝐫𝐚𝐛-𝐈𝐬𝐫43𝐥 𝐏𝐞𝐫𝐭𝐚𝐦𝐚 meletus secara resmi pada tanggal 𝟏𝟓 𝐌𝐞𝐢 𝟏𝟗𝟒𝟖, tepa...