𝐒𝐮𝐤𝐡𝐨𝐢 𝐒𝐮-𝟑𝟎𝐌𝐊𝟐 adalah salah satu jenis pesawat tempur multi-peran yang aktif dioperasikan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU). Berkedudukan di Skadron Udara 11 Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Makassar.
Sukhoi Su-30MK2 merupakan jet tempur multi-peran (multi-role) kursi ganda jarak jauh yang dirancang untuk keunggulan udara sekaligus serangan darat dan maritim. Pesawat buatan Rusia ini dilengkapi dengan teknologi avionik mutakhir dan kapasitas angkut senjata yang sangat besar.
𝐒𝐩𝐞𝐬𝐢𝐟𝐢𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐓𝐞𝐤𝐧𝐢𝐬 𝐔𝐭𝐚𝐦𝐚
Kru: 2 orang (Pilot dan Weapon Systems Officer).
Dimensi: Panjang 21,9 meter, rentang sayap 14,7 meter, dan tinggi 6,36 meter.
Mesin: 2 × Saturn Lyulka AL-31F turbofan.
Kecepatan Maksimum: Mach 2 (sekitar 2.120 km/jam) di ketinggian.
Jangkauan Terbang: 3.000 km tanpa pengisian bahan bakar di udara.
Kapasitas Muatan: Mampu membawa beban senjata hingga 8.000 kg.
Sistem Radar: Menggunakan radar N001VEP yang dioptimalkan untuk memindai target udara sekaligus memandu rudal anti-kapal.
𝐒𝐢𝐬𝐭𝐞𝐦 𝐏𝐞𝐫𝐬𝐞𝐧𝐣𝐚𝐭𝐚𝐚𝐧
Su-30MK2 memiliki 12 titik hardpoints senjata eksterior untuk membawa kombinasi rudal, roket, dan bom.
𝑲𝒂𝒏𝒐𝒏 𝑰𝒏𝒕𝒆𝒓𝒏𝒂𝒍: 1 × meriam otomatis GSh-30-1 kaliber 30 mm (membawa 150 peluru).
𝑹𝒖𝒅𝒂𝒍 𝑼𝒅𝒂𝒓𝒂-𝒌𝒆-𝑼𝒅𝒂𝒓𝒂 (𝑨𝒊𝒓-𝒕𝒐-𝑨𝒊𝒓):
R-73 (AA-11 Archer): Rudal pelacak inframerah jarak pendek untuk pertempuran jarak dekat (dogfight).
R-27 (AA-10 Alamo): Rudal jarak menengah berpandu radar semi-aktif atau inframerah.
RVV-AE / R-77 (AA-12 Adder): Rudal jarak jauh berpandu radar aktif (fire-and-forget).
𝑹𝒖𝒅𝒂𝒍 𝑺𝒆𝒓𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝑫𝒂𝒓𝒂𝒕 & 𝑨𝒏𝒕𝒊-𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 (𝑨𝒊𝒓-𝒕𝒐-𝑺𝒖𝒓𝒇𝒂𝒄𝒆):
Kh-31A: Rudal supersonik khusus untuk menghantam kapal permukaan.
![]() |
| Kh-31A |
Kh-31P: Rudal anti-radiasi untuk menghancurkan radar pertahanan udara musuh.
Kh-29T dan Kh-59ME: Rudal berpemandu TV/laser untuk serangan presisi ke target darat.
𝑩𝒐𝒎 & 𝑹𝒐𝒌𝒆𝒕:
Berbagai jenis bom konvensional (seri FAB), bom pintar berpemandu laser (KAB-500/1500), serta peluncur roket terarah (S-8, S-13, S-25).
Berbagai jenis bom konvensional (seri FAB), bom pintar berpemandu laser (KAB-500/1500), serta peluncur roket terarah (S-8, S-13, S-25).
![]() |
| KAB-1500 BOM |
𝐤𝐫𝐨𝐧𝐨𝐥𝐨𝐠𝐢 𝐬𝐢𝐧𝐠𝐤𝐚𝐭 𝐩𝐞𝐧𝐠𝐚𝐝𝐚𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐥𝐮𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐛𝐞𝐬𝐚𝐫 𝐒𝐮𝐤𝐡𝐨𝐢 (𝐭𝐞𝐫𝐦𝐚𝐬𝐮𝐤 𝐯𝐚𝐫𝐢𝐚𝐧 𝐒𝐮-𝟑𝟎𝐌𝐊𝟐) 𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤 𝐓𝐍𝐈 𝐀𝐔:
1. Inisiasi dan Era Awal (Tahun 2003)
Rencana awal membeli 12 unit Su-30KI pada era Presiden Soeharto (1996) batal akibat krisis moneter. Di era Presiden Megawati Soekarnoputri, kontrak baru disepakati langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Indonesia membeli 4 unit pertama yang terdiri dari 2 unit Su-27SK dan 2 unit Su-30MK senilai USD 192 juta. Pesawat ini tiba pada pertengahan 2003 tanpa paket senjata.
2. Penambahan Varian Modern (Tahun 2007–2010)
Di bawah pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Indonesia menambah armada jet tempur ini. Pada tahun 2007, ditekan kontrak senilai USD 300 juta untuk membeli 6 unit jet tempur tambahan, yaitu 3 unit Su-27SKM dan 3 unit varian maritime strike Su-30MK2. Seluruh pesawat ini dikirim bertahap dan rampung pada tahun 2010.
3. Pemenuhan Satu Skuadron Penuh (Tahun 2011–2013)
Guna melengkapi jumlah ideal armada, Kementerian Pertahanan menandatangani kontrak lanjutan senilai USD 470 juta untuk mendatangkan 6 unit tambahan khusus varian Su-30MK2.
Keenam pesawat tersebut tiba bertahap sepanjang tahun 2013. Dengan kedatangan gelombang terakhir ini, TNI AU resmi memiliki total 16 unit jet tempur keluarga Sukhoi (komposisi campuran Su-27 dan Su-30) yang membentuk satu skuadron penuh di Skuadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin.
#tniau #angkatanudara #pesawattempur #sukhoi

.jpg)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar