Tampilkan postingan dengan label torpedo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label torpedo. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Desember 2025

Fregat TNI-AL saat ini....

 Indonesia TNI-AL saat ini memiliki beberapa fregat, yaitu KRI Brawijaya-320 (fregat terbesar di Asia Tenggara yang baru tiba) dan fregat kelas Martadinata (KRI Raden Eddy Martadinata-331 dan KRI I Gusti Ngurah Rai-332). Selain itu, ada juga KRI Ahmad Yani-351 (dan beberapa kapal lain di kelasnya), serta fregat "Merah Putih" yang sedang dibangun dan akan segera bergabung dengan armada pada tahun 2025

𝐅𝐫𝐞𝐠𝐚𝐭 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐝𝐚 𝐬𝐚𝐚𝐭 𝐢𝐧𝐢 :
𝑭𝒓𝒆𝒈𝒂𝒕 𝑲𝒆𝒍𝒂𝒔 𝑴𝒂𝒓𝒕𝒂𝒅𝒊𝒏𝒂𝒕𝒂: 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝒑𝒆𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒄𝒂𝒏𝒈𝒈𝒊𝒉 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒕𝒆𝒌𝒏𝒐𝒍𝒐𝒈𝒊 𝑺𝑰𝑮𝑴𝑨.
- KRI Raden Eddy Martadinata-331


- KRI I Gusti Ngurah Rai-332


𝑲𝑹𝑰 𝑩𝒓𝒂𝒘𝒊𝒋𝒂𝒚𝒂-320: 𝑭𝒓𝒆𝒈𝒂𝒕 𝒕𝒆𝒓𝒃𝒆𝒔𝒂𝒓 𝒅𝒊 𝑨𝒔𝒊𝒂 𝑻𝒆𝒏𝒈𝒈𝒂𝒓𝒂, 𝒃𝒖𝒂𝒕𝒂𝒏 𝑰𝒕𝒂𝒍𝒊𝒂, 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒂𝒓𝒖 𝒕𝒊𝒃𝒂 𝒑𝒂𝒅𝒂 𝑺𝒆𝒑𝒕𝒆𝒎𝒃𝒆𝒓 2025.


𝑭𝒓𝒆𝒈𝒂𝒕 𝑲𝒆𝒍𝒂𝒔 𝑨𝒉𝒎𝒂𝒅 𝒀𝒂𝒏𝒊:
- KRI Ahmad Yani-351


- KRI Yos Sudarso-353


- KRI Oswald Siahaan-354
- KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355
- KRI Karel Satsuitubun-356
𝐅𝐫𝐞𝐠𝐚𝐭 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐝𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐛𝐚𝐧𝐠𝐮𝐧
- Fregat "Merah Putih": KRI Balaputradewa-322 Kapal fregat buatan dalam negeri yang barusaja diluncurkan (Desember 2025)


- KRI Prabu Siliwangi-321: Kapal jenis fregat serupa dengan KRI Brawijaya-320 yang akan bergabung pada Januari 2026. Yang berasal dari Italia. #navy #TNIAL

𝑲𝙚𝒌𝙪𝒂𝙩𝒂𝙣 𝙖𝒏𝙜𝒌𝙖𝒕𝙖𝒏 𝒍𝙖𝒖𝙩 𝙄𝒏𝙙𝒐𝙣𝒆𝙨𝒊𝙖 𝙩𝒆𝙧𝒌𝙪𝒂𝙩 𝙙𝒊 𝑲𝙖𝒘𝙖𝒔𝙖𝒏..

 𝑲𝙚𝒌𝙪𝒂𝙩𝒂𝙣 𝙖𝒏𝙜𝒌𝙖𝒕𝙖𝒏 𝒍𝙖𝒖𝙩 𝙄𝒏𝙙𝒐𝙣𝒆𝙨𝒊𝙖 𝙩𝒆𝙧𝒌𝙪𝒂𝙩 𝙙𝒊 𝑲𝙖𝒘𝙖𝒔𝙖𝒏..

Pada masa Orde Lama (khususnya periode 1959–1965), kekuatan laut Indonesia (ALRI) mencapai puncaknya melalui pengadaan alutsista besar-besaran dari Uni Soviet untuk mendukung Operasi Trikora.
Berikut adalah daftar kapal perang utama, perkiraan jumlahnya, dan masa operasinya:
1. 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑷𝒆𝒏𝒋𝒆𝒍𝒂𝒋𝒂𝒉 (𝑪𝒓𝒖𝒊𝒔𝒆𝒓)
𝐾𝑅𝐼 𝐼𝑟𝑖𝑎𝑛 (201): 1 Unit.
Tipe: Kapal penjelajah kelas Sverdlov.
Masa Operasi: Tiba di Indonesia pada tahun 1962 dan resmi diserahterimakan pada tahun 1963. Kapal ini menjadi kapal perang terbesar yang pernah dimiliki Indonesia.

2. 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑺𝒆𝒍𝒂𝒎

𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑊ℎ𝑖𝑠𝑘𝑒𝑦: 12 Unit.
Tipe: Kapal selam kelas Whiskey (Proyek 613).
Masa Operasi: Mulai beroperasi secara bertahap sejak 1959–1962 untuk memperkuat armada dalam kampanye Irian Barat. Salah satunya adalah KRI Pasopati (410).

3. 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑷𝒆𝒓𝒖𝒔𝒂𝒌 (𝑫𝒆𝒔𝒕𝒓𝒐𝒚𝒆𝒓)

𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑆𝑘𝑜𝑟𝑦𝑦: 8 Unit.
Daftar Kapal: KRI Siliwangi, KRI Singamangaradja, KRI Sandjaja, KRI Sawunggaling, KRI Sultan Iskandar Muda, KRI Diponegoro, KRI Brawidjaja, dan KRI Saradjuta.
Masa Operasi: Diakuisisi dari Uni Soviet sekitar tahun 1959–1962.

4. 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑭𝒓𝒆𝒈𝒂𝒕 (𝑭𝒓𝒊𝒈𝒂𝒕𝒆)

𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑅𝑖𝑔𝑎: 8 Unit.
Daftar Kapal: Di antaranya KRI Jos Sudarso, KRI Slamet Rijadi, dan KRI Ngurah Rai.
Masa Operasi: Mulai memperkuat jajaran armada pada tahun 1962–1964.

5. 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑪𝒆𝒑𝒂𝒕 𝑹𝒖𝒅𝒂𝒍 𝒅𝒂𝒏 𝑻𝒐𝒓𝒑𝒆𝒅𝒐

𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝐾𝑜𝑚𝑎𝑟 (𝐾𝐶𝑅): 12 Unit.
Masa Operasi: Mulai tahun 1961. Indonesia adalah pengguna pertama rudal anti-kapal (SS-N-2 Styx) di belahan bumi selatan.

𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝐽𝑎𝑔𝑢𝑎𝑟 (𝐾𝐶𝑇): 8 Unit.
Masa Operasi: Mulai awal 1960-an untuk misi infiltrasi dan serangan cepat.

6. 𝑨𝒓𝒎𝒂𝒅𝒂 𝑷𝒆𝒏𝒅𝒖𝒌𝒖𝒏𝒈 𝑳𝒂𝒊𝒏𝒏𝒚𝒂

𝐾𝑎𝑝𝑎𝑙 𝑃𝑒𝑛𝑦𝑎𝑝𝑢 𝑅𝑎𝑛𝑗𝑎𝑢 (𝑃𝑒𝑛𝑦𝑎𝑝𝑢 𝑅𝑎𝑛𝑗𝑎𝑢): Terdiri dari kelas T-43 (6 unit) dan kelas Kondor (mulai dipesan pada masa itu).

𝐾𝑎𝑝𝑎𝑙 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑎𝑟𝑎𝑡 (𝐿𝑆𝑇): Kapal kelas Teluk Langsa yang diakuisisi dari Amerika Serikat serta kapal-kapal pendukung logistik dari Blok Timur.

Secara keseluruhan, pada tahun 1962, ALRI memiliki lebih dari 100 unit kapal perang yang menjadikannya angkatan laut terkuat di Asia Tenggara pada masa itu. Mayoritas kapal-kapal ini mulai dipensiunkan secara bertahap pada awal era Orde Baru (setelah 1966) karena kendala suku cadang dan perubahan arah politik luar negeri.

Rabu, 10 Desember 2025

Sistem Persenjataan KRI Brawijaya-320

 KRI Brawijaya-320 adalah fregat multifungsi Terbaru TNI AL, dengan persenjataan canggih empat dimensi, meliputi rudal pertahanan udara (SAM) Aster 15/30 melalui VLS, rudal antigalangan (SSM) Teseo Mk-2E, meriam 127mm (Leonardo 127/64 LW), meriam 76mm (Oto Melara 76/62 Sovraponte), meriam ringan 25mm, dan sistem torpedo untuk anti-kapal selam (A244S Mod.3 Eurotorp). Kapal ini juga dilengkapi sistem peperangan elektronika (EW) dan dirancang untuk misi intelijen serta dukungan pasukan khusus.



Detail Persenjataan KRI Brawijaya-320:

𝐀𝐧𝐭𝐢-𝐔𝐝𝐚𝐫𝐚 (𝐒𝐀𝐌):
Sylver Vertical Launching System (VLS) dengan rudal Aster 15 dan 30.


𝐀𝐧𝐭𝐢-𝐏𝐞𝐫𝐦𝐮𝐤𝐚𝐚𝐧 (𝐒𝐒𝐌):
Rudal Otomat Teseo Mk-2E.


𝐌𝐞𝐫𝐢𝐚𝐦:
Meriam Utama: Leonardo 127/64 LW (Kaliber 127mm).
Meriam Medium: Oto Melara 76/62 Sovraponte (Kaliber 76mm).
Meriam Ringan: 25mm KBA (dengan sistem kontrol tembak Dardo).






𝐀𝐧𝐭𝐢-𝐊𝐚𝐩𝐚𝐥 𝐒𝐞𝐥𝐚𝐦 (𝐀𝐒𝐖):
Sistem Peluncur Torpedo B515 untuk menembakkan 6 torpedo Eurotorp A244S Mod.3 secara bersamaan.


𝐏𝐞𝐩𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐄𝐥𝐞𝐤𝐭𝐫𝐨𝐧𝐢𝐤𝐚 (𝐄𝐖):
Sistem RECM, RESM, dan CESM.
𝐒𝐢𝐬𝐭𝐞𝐦 𝐋𝐚𝐢𝐧:
Sistem Kendali Tembak Dardo untuk meriam 25mm.
Multifunction Radar Leonardo Kronos.
Tactical Data Link (TDL).

𝐏𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐀𝐫𝐚𝐛-𝐈𝐬𝐫ae𝐥 𝐏𝐞𝐫𝐭𝐚𝐦𝐚 - 15 Mei 1948

  Hari ini, 78 tahun lalu. Awal 𝐏𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐀𝐫𝐚𝐛-𝐈𝐬𝐫43𝐥 𝐏𝐞𝐫𝐭𝐚𝐦𝐚 meletus secara resmi pada tanggal 𝟏𝟓 𝐌𝐞𝐢 𝟏𝟗𝟒𝟖, tepa...