Tampilkan postingan dengan label attack. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label attack. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Januari 2026

A-12 Avenger II, Proyek paling Abisius yang gagal.

 𝐀-𝟏𝟐 𝐀𝐯𝐞𝐧𝐠𝐞𝐫 𝐈𝐈 adalah program pesawat serang siluman (stealth) jarak jauh milik Angkatan Laut Amerika Serikat yang dikembangkan oleh McDonnell Douglas dan General Dynamics pada akhir 1980-an.


Pesawat ini dijuluki sebagai "Flying Dorito" (Dorito Terbang) karena bentuk sayap segitiga murni yang sangat unik dan radikal. Meskipun sempat menjadi salah satu proyek paling ambisius dalam sejarah penerbangan militer, program ini akhirnya dibatalkan pada 7 Januari 1991 oleh Menteri Pertahanan AS saat itu, Dick Cheney, sebelum ada satu pun prototipe yang sempat terbang.
𝑲𝒂𝒓𝒂𝒌𝒕𝒆𝒓𝒊𝒔𝒕𝒊𝒌 𝒅𝒂𝒏 𝑺𝒑𝒆𝒔𝒊𝒇𝒊𝒌𝒂𝒔𝒊 𝑼𝒕𝒂𝒎𝒂
Pesawat ini dirancang untuk menggantikan pesawat pembom legendaris A-6 Intruder di kapal induk.
Desain: Sayap terbang (flying wing) berbentuk segitiga sama kaki tanpa ekor vertikal untuk meminimalkan pantulan radar.

Awak: 2 orang (pilot dan operator sistem senjata).

Mesin: Dua mesin turbofan General Electric F412-GE-D5F2.
Kecepatan: Subsonik, dengan kecepatan maksimum sekitar 930 km/jam (580 mph).
Senjata: Disimpan di dalam kompartemen internal (internal weapons bay) untuk menjaga kemampuan siluman, termasuk rudal AIM-120 AMRAAM, AGM-88 HARM, dan bom presisi.
Kemampuan: Memiliki jarak tempuh tempur sekitar 1.500 km (920 mil), yang secara signifikan lebih jauh dibanding pesawat serang pada masanya.

𝑷𝒆𝒏𝒚𝒆𝒃𝒂𝒃 𝑲𝒆𝒈𝒂𝒈𝒂𝒍𝒂𝒏 𝑷𝒓𝒐𝒈𝒓𝒂𝒎

Proyek A-12 Avenger II dianggap sebagai salah satu kegagalan pengadaan militer terbesar di Amerika Serikat karena beberapa faktor utama:
Masalah Berat Pesawat: Penggunaan material komposit yang rumit menyebabkan berat pesawat membengkak jauh di atas target desain awal, yang mengancam kinerjanya saat dioperasikan dari kapal induk.
Pembengkakan Biaya: Anggaran yang awalnya direncanakan sekitar US$4,8 miliar melonjak drastis, dengan estimasi harga per unit mencapai US$165 juta.
Keterlambatan Teknis: Pengembangan teknologi siluman yang terlalu kompleks menyebabkan jadwal penerbangan perdana terus ditunda.
Kerahasiaan Berlebihan: Statusnya sebagai "proyek hitam" (black program) membatasi pengawasan yang efektif, sehingga masalah teknis baru diketahui secara luas setelah situasi kritis.
𝑾𝒂𝒓𝒊𝒔𝒂𝒏 𝑺𝒂𝒂𝒕 𝑰𝒏𝒊 (2026)
Hingga tahun 2026, status pesawat ini tetap menjadi proyek yang batal secara total.
Mokap Fisik: Satu-satunya peninggalan fisik skala penuh yang tersisa adalah sebuah mokap (model) luar ruangan yang disimpan di Fort Worth Aviation Museum, Texas.
A-12 Mokap di Fort Worth Aviation Museum, Texas

Pengganti: Setelah pembatalan A-12, Angkatan Laut AS beralih ke pengembangan F/A-18E/F Super Hornet yang jauh lebih konvensional namun teruji.

Dampak Hukum: Kasus hukum antara pemerintah AS dengan kontraktor (Boeing/McDonnell Douglas dan General Dynamics) berlangsung selama puluhan tahun dan baru diselesaikan pada tahun 2014 dengan kesepakatan pembayaran ganti rugi sebesar US$400 juta kepada pemerintah.

Rabu, 14 Januari 2026

𝐑𝐀𝐇-𝟔𝟔 𝐂𝐨𝐦𝐚𝐧𝐜𝐡𝐞 - Helikopter siluman yang gagal

 𝐑𝐀𝐇-𝟔𝟔 𝐂𝐨𝐦𝐚𝐧𝐜𝐡𝐞 adalah helikopter serang siluman canggih yang dikembangkan oleh Boing-Sikorsky untuk Angkatan Darat AS, punya desain futuristik, teknologi siluman untuk hindari radar, dan kemampuan manuver tinggi untuk misi serang/intai, tapi programnya dibatalkan 2004 karena biaya tinggi & munculnya drone, walau dua prototipenya kini di museum.


𝑹𝑨𝑯-66 𝑪𝒐𝒎𝒂𝒏𝒄𝒉𝒆 𝒅𝒆𝒔𝒊𝒈𝒏, 𝒔𝒆𝒏𝒔𝒐𝒓 𝒅𝒂𝒏 𝒑𝒆𝒓𝒔𝒆𝒏𝒋𝒂𝒕𝒂𝒂𝒏
𝐻𝑒𝑙𝑖𝑘𝑜𝑝𝑡𝑒𝑟 𝑆𝑖𝑙𝑢𝑚𝑎𝑛: Dirancang untuk mengurangi jejak radar dan suara, membuatnya sulit dideteksi musuh.
𝐹𝑙𝑒𝑘𝑠𝑖𝑏𝑒𝑙: Mampu menjalankan misi serangan (menghancurkan target) dan pengintaian (mencari dan menunjuk sasaran untuk AH-64 Apache).
𝐶𝑎𝑛𝑔𝑔𝑖ℎ: Menggabungkan teknologi pesawat siluman yang belum pernah ada sebelumnya, seperti bentuk menyudut dan bilah baling-baling khusus untuk mengurangi kebisingan.
𝐵𝑒𝑛𝑡𝑢𝑘 & 𝑀𝑎𝑡𝑒𝑟𝑖𝑎𝑙: Bentuk bodi yang menyudut dan material khusus untuk memantulkan radar seminimal mungkin.


𝐵𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔-𝑏𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔: Punya banyak bilah baling-baling (rotor) dengan penutup khusus untuk meredam suara "whop-whop" khas helikopter.
𝑆𝑒𝑛𝑠𝑜𝑟 𝐶𝑎𝑛𝑔𝑔𝑖ℎ: Dilengkapi sensor canggih untuk mengintai dan mengidentifikasi target.
𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑗𝑎𝑡𝑎𝑎𝑛: Dirancang untuk membawa misil dan roket untuk menghancurkan kendaraan lapis baja.

𝑴𝒆𝒏𝒈𝒂𝒑𝒂 𝑷𝒓𝒐𝒈𝒓𝒂𝒎𝒏𝒚𝒂 𝑫𝒊𝒃𝒂𝒕𝒂𝒍?
𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑇𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖: Program ini menghabiskan miliaran dolar sebelum produksi massal dimulai.
𝑃𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝐾𝑒𝑏𝑢𝑡𝑢ℎ𝑎𝑛 𝑀𝑖𝑙𝑖𝑡𝑒𝑟: Angkatan Darat AS mengalihkan fokus ke perbaikan helikopter yang sudah ada dan pengembangan drone.
Teknologi drone yang berkembang dianggap bisa memenuhi beberapa peran Comanche dengan lebih efisien dan murah.


Program RAH-66 resmi dihentikan pada tahun 2004.
Dua unit prototipe yang berhasil dibuat kini menjadi pajangan di museum militer.

Jumat, 09 Januari 2026

𝑰𝒏𝒊𝒍𝒂𝒉 𝒄𝒊𝒌𝒂𝒍 𝒃𝒂𝒌𝒂𝒍 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝑯𝒆𝒍𝒊𝒌𝒐𝒑𝒕𝒆𝒓 𝒔𝒆𝒓𝒂𝒏𝒈 𝑨𝑷𝑨𝑪𝑯𝑬....

𝐋𝐨𝐜𝐤𝐡𝐞𝐞𝐝 𝐀𝐇-𝟓𝟔 𝐂𝐡𝐞𝐲𝐞𝐧𝐧𝐞 adalah helikopter serang eksperimental yang dikembangkan oleh Lockheed untuk Angkatan Darat Amerika Serikat pada akhir 1960-an. Pesawat ini dirancang sebagai helikopter tempur futuristik yang menggabungkan kecepatan pesawat jet dengan kemampuan manuver helikopter melalui sistem "compound helicopter".

𝐷𝑒𝑠𝑖𝑔𝑛 : Memiliki sayap kecil (stub wings), rotor kaku (rigid rotor), dan baling-baling pendorong (pusher propeller) di bagian ekor yang memungkinkannya mencapai kecepatan sangat tinggi hingga lebih dari 400 km/jam.
𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑗𝑎𝑡𝑎𝑎𝑛 : Dilengkapi dengan kanon 30mm di bawah hidung yang bisa berputar 360 derajat, peluncur granat 40mm atau senapan mesin 7,62mm, serta mampu membawa rudal anti-tank TOW.

𝑇𝑒𝑘𝑛𝑜𝑙𝑜𝑔𝑖 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑎ℎ𝑢𝑙𝑢𝑖 𝑍𝑎𝑚𝑎𝑛: Cheyenne sudah memiliki sistem kontrol tembakan digital, laser rangefinder, dan sensor termal, yang sangat inovatif untuk era 1960-an.
𝑃𝑒𝑚𝑏𝑎𝑡𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑃𝑟𝑜𝑔𝑟𝑎𝑚: Meskipun teknologinya sangat maju, program ini dibatalkan pada tahun 1972 karena berbagai masalah teknis (termasuk kecelakaan fatal saat uji coba yang mengakibatkan tewasnya pilot uji Lockheed, David A. Beil,), biaya yang membengkak, dan politik anggaran antara Angkatan Darat dan Angkatan Udara AS.

Kegagalan Cheyenne membuka jalan bagi pengembangan AH-64 Apache, yang mengambil banyak pelajaran dari desain dan sistem senjata yang pernah diuji pada Cheyenne.
Baru-baru ini pada akhir 2025, AH-56 Cheyenne kembali mendapat perhatian karena ditambahkan sebagai kendaraan skuadron dalam permainan simulasi militer populer, War Thunder.


Senin, 02 September 2024

skala 1:64 Attack Helicopter AH-64 Apache metal diecast

Diecast Attack Helikopter AH-64 Apache adalah produk yang cocok untuk kolektor diecast Army. Produk ini terbuat dari bahan diecast metal alloy yang tahan lama dan kokoh. Dengan skala 1/64, produk ini memiliki dimensi 27 cm x 7 cm x 5,2 cm yang cukup besar sehingga detailnya terlihat jelas.


Produk ini memiliki detail dan decal yang halus sehingga terlihat realistis. Baling-baling pada produk ini bisa berputar, memberikan efek realistis pada produk. Produk ini juga dilengkapi dengan stand yang memudahkan untuk menempatkan produk pada meja atau rak.
Selain itu, produk ini sudah termasuk suara dan lampu LED yang membuat produk terlihat lebih menarik dan realistis. Baterai untuk suara dan lampu LED sudah termasuk dalam paket pembelian sehingga Anda tidak perlu membeli baterai tambahan.
Dengan semua fitur yang dimilikinya, Diecast Attack Helikopter AH-64 Apache adalah produk yang sangat cocok untuk dikoleksi oleh kolektor diecast Army. Produk ini memiliki kualitas yang baik dan detail yang halus sehingga terlihat seperti helikopter asli. Jadi, jika Anda mencari produk yang cocok untuk dikoleksi, Diecast Attack Helikopter AH-64 Apache adalah pilihan yang tepat.

𝐏𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐀𝐫𝐚𝐛-𝐈𝐬𝐫ae𝐥 𝐏𝐞𝐫𝐭𝐚𝐦𝐚 - 15 Mei 1948

  Hari ini, 78 tahun lalu. Awal 𝐏𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐀𝐫𝐚𝐛-𝐈𝐬𝐫43𝐥 𝐏𝐞𝐫𝐭𝐚𝐦𝐚 meletus secara resmi pada tanggal 𝟏𝟓 𝐌𝐞𝐢 𝟏𝟗𝟒𝟖, tepa...