Jumat, 04 September 2026

K๐š๐ฉ๐š๐ฅ ๐Ÿ๐ซ๐ž๐ ๐š๐ญ ๐ค๐ž๐ฅ๐š๐ฌ ๐ˆ๐’๐“๐ˆ๐… - TNI AL

Indonesia berencana membeli dua unit ๐ค๐š๐ฉ๐š๐ฅ ๐Ÿ๐ซ๐ž๐ ๐š๐ญ ๐ค๐ž๐ฅ๐š๐ฌ ๐ˆ๐’๐“๐ˆ๐… dari Turki melalui kerja sama pendanaan dan kemitraan dengan perusahaan asal Qatar, Barzan Holdings.



Berikut adalah rincian rencana pembelian fregat tersebut:
Nilai Kontrak dan Pembiayaan
- Kontrak awal: Disepakati pada pameran pertahanan IDEF 2025 di Istanbul, Turki, pada Juli 2025.
- Nilai kerja sama: Mencapai sekitar US$1 miliar hingga US$1,1 miliar untuk dua unit kapal (sekitar Rp16,9 triliun hingga Rp17,8 triliun), dengan estimasi harga per unit sekitar US$500 juta–US$550 juta.
- Skema Qatar: Melibatkan [Barzan Holdings] (perusahaan investasi pertahanan Qatar) dan konsorsium galangan kapal Turki, TAIS Shipyards, guna membantu pembinaan risiko dan pembiayaan program.

Dua unit fregat kelas ISTIF pesanan Indonesia dipastikan siap dikirim dan mulai datang ke Indonesia pada rentang tahun 2027 hingga 2028.



๐๐ž๐ซ๐›๐š๐ง๐๐ข๐ง๐ ๐š๐ง ๐๐ž๐ง๐ ๐š๐ง ๐…๐ซ๐ž๐ ๐š๐ญ ๐Œ๐ž๐ซ๐ก ๐๐ฎ๐ญ๐ข๐ก :
Fregat Merah Putih (berbasis desain Arrowhead 140 Inggris) memiliki ukuran, tonase, dan kapasitas persenjataan yang jauh lebih besar (heavy frigate) dibandingkan dengan Fregat Kelas ISTIF buatan Turki yang masuk dalam kategori fregat ringan-menengah.
๐‘ฒ๐’‚๐’•๐’†๐’ˆ๐’๐’“๐’Š ๐‘ฒ๐’†๐’๐’‚๐’” : Fregat Ringan / Menengah, bobot : ± 3.100 - 3.150 ton (Fregat Merah putih : Fregat Berat / Heavy Frigate, Bobot : ± 6.000 - 6.626 ton (2x lipat lebih berat))
๐‘ท๐’‚๐’๐’‹๐’‚๐’๐’ˆ ๐‘ณ๐’‚๐’Ž๐’ƒ๐’–๐’๐’ˆ : 113 meter (Fregat Merah Putih : 140 meter)
Peluncur Vertikal (VLS) : 16 sel VLS (MฤฐDLAS), (Fregat Merah Putih : 64 sel VLS (Universal MIDLAS))
๐‘น๐’‚๐’…๐’‚๐’“ ๐‘ผ๐’•๐’‚๐’Ž๐’‚ : CENK-S AESA Radar 3D (Fregat Merah Putih : Radar Surveilans 3D / Multifungsi )
๐‘ฒ๐’†๐’„๐’†๐’‘๐’‚๐’•๐’‚๐’ ๐‘ด๐’‚๐’Œ๐’”๐’Š๐’Ž๐’‚๐’ : ± 26–29 knot (Fregat Merah Putih : ± 28 knot
๐‘ฑ๐’‚๐’๐’ˆ๐’Œ๐’‚๐’–๐’‚๐’ ๐‘ณ๐’‚๐’š๐’‚๐’“ : 5.700 Nautical Miles (NM) , (Fregat Merah putih : 9.000 Nautical Miles (NM))
๐‘ฌ๐’”๐’•๐’Š๐’Ž๐’‚๐’”๐’Š ๐‘ฏ๐’‚๐’“๐’ˆ๐’‚ ๐’‘๐’†๐’“ ๐‘ผ๐’๐’Š๐’• : ± US$500 juta – US$550 juta, (Fregat Merah Putih : ± US$400 juta – US$600 juta)

Fregat Kelas ISTIF

Fregat Merah Putih (KRI Prabu Siliwangi 321)

Fregat Merah Putih dirancang sebagai kombatan utama dengan payung udara masif berkat 64 sel VLS miliknya, mendekati kemampuan kapal Destroyer. Sementara Kelas ISTIF mengusung konfigurasi standar 16 sel VLS yang lebih dioptimalkan untuk pertahanan diri taktis dan peperangan anti-kapal permukaan (ASuW).

Dengan jangkauan mencapai 9.000 NM, Fregat Merah Putih (KRI Balaputradewa /KRI Prabu Siliwangi) diproyeksikan untuk menjaga kedaulatan zona laut dalam (blue water navy) dalam waktu lama. Sebaliknya, Kelas ISTIF lebih ideal untuk patroli jarak menengah dengan jangkauan 5.700 NM.

Pembelian Kelas ISTIF dari Turki dilakukan Kementerian Pertahanan RI untuk mempercepat penambahan armada siap tempur (fully equipped) di tengah masa tunggu pembangunan Fregat Merah Putih di PT PAL yang memerlukan waktu integrasi senjata komprehensif hingga beberapa tahun ke depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar