Angkatan bersenjata China membentuk Angkatan Roket (Rocket Force) sebagai bagian dari reformasi dan perombakan struktur militernya. Detail Satuan Baru Angkatan Roket: Menggantikan Korps Artileri Kedua yang mengelola persenjataan nuklir dan konvensional jarak jauh China.
๐๐ง๐ ๐ค๐๐ญ๐๐ง ๐๐จ๐ค๐๐ญ ๐๐ก๐ข๐ง๐ (๐๐๐๐๐
) secara resmi dibentuk pada tanggal 31 Desember 2015 (efektif berjalan per 1 Januari 2016). Pembentukan ini diumumkan langsung oleh Presiden Xi Jinping sebagai bagian dari reformasi besar-besaran untuk memodernisasi militer China.
Satuan ini memiliki sejarah operasional yang panjang:
1 ๐ฝ๐ข๐๐ 1966 (๐ถ๐๐๐๐ ๐ต๐๐๐๐): Satuan ini pertama kali dibentuk dengan nama Korps Artileri Kedua (Second Artillery Corps) atas instruksi Perdana Menteri Zhou Enlai untuk mengelola senjata nuklir rahasia China.
31 ๐ท๐๐ ๐๐๐๐๐ 2015 (๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐): Statusnya ditingkatkan dari yang semula hanya sebuah "korps/cabang khusus" di bawah Staf Umum menjadi angkatan militer mandiri setingkat dengan Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara China.
PLARF merupakan elemen paling vital dalam modernisasi militer Beijing. Satuan ini mengendalikan gudang senjata rudal berbasis darat terbesar di dunia, baik yang bersenjata nuklir maupun konvensional.
๐๐๐ค๐ฎ๐๐ญ๐๐ง ๐ฉ๐๐ซ๐ฌ๐๐ง๐ฃ๐๐ญ๐๐๐ง ๐๐๐ง ๐ญ๐ฎ๐ฃ๐ฎ๐๐ง ๐ฌ๐ญ๐ซ๐๐ญ๐๐ ๐ข๐ฌ :
๐ฒ๐๐๐๐๐๐๐ & ๐ฒ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
PLARF mengoperasikan berbagai jenis rudal canggih dengan jangkauan global dan akurasi tinggi.
๐
๐ข๐๐๐ ๐ด๐๐ก๐๐๐๐๐๐ข๐ (๐ผ๐ถ๐ต๐): Memiliki rudal seperti DF-41 dan DF-5C yang mampu membawa hulu ledak nuklir ganda dengan jangkauan lebih dari 12.000 hingga 20.000 kilometer, sanggup menjangkau daratan Amerika Serikat maupun Eropa.
๐
๐ข๐๐๐ ๐ป๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐: Mengoperasikan DF-17, rudal berkecepatan hipersonik yang dirancang khusus untuk menembus sistem pertahanan udara modern milik Barat.
๐
๐ข๐๐๐ ๐พ๐๐๐ฃ๐๐๐ ๐๐๐๐๐ & ๐ฝ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐โ: Memiliki ribuan rudal balistik jarak pendek (SRBM), menengah (MRBM), serta rudal jelajah berbasis darat yang sangat akurat. Termasuk di antaranya adalah DF-21D dan DF-26, yang dijuluki sebagai "Carrier Killer" karena kemampuannya menyasar kapal induk yang bergerak di lautan.
๐ป๐ข๐๐ข ๐ฟ๐๐๐๐ ๐๐ข๐๐๐๐: Diperkirakan memiliki sekitar 600 hulu ledak nuklir operasional, dengan target peningkatan pesat melampaui 1.000 hulu ledak guna memperkuat pertahanan strategisnya.
๐ป๐๐๐๐๐ ๐บ๐๐๐๐๐๐๐๐
Secara garis besar, PLARF mengusung misi ganda, yaitu pencegahan perang (deterrence) dan penyerangan taktis (warfighting)
1. Pencegahan Nuklir & Serangan Balik: Menjamin kemampuan China untuk melakukan serangan balik nuklir yang kredibel jika negara mereka diserang terlebih dahulu. China mempertahankan doktrin No First Use (tidak menggunakan nuklir pertama kali).
2. Strategi Anti-Access/Area Denial (A2/AD): Memblokir atau membatasi pergerakan militer asing (terutama Amerika Serikat dan sekutunya) di wilayah Pasifik Barat. Rudal-rudal ini ditempatkan untuk mengamankan wilayah sensitif seperti Selat Taiwan dan Laut China Selatan.
3. Serangan Presisi Jarak Jauh: Melumpuhkan target bernilai tinggi milik musuh sejak awal konflik, seperti pangkalan militer, sistem radar, pusat komando, dan logistik, guna membuka jalan bagi operasi angkatan darat, laut, dan udara China.
#rudal #roket #angkatanbersenjata #tiongkok
.jpg)

.jpg)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar