Senin, 14 September 2026

๐€๐ง๐ ๐ค๐š๐ญ๐š๐ง ๐‘๐จ๐ค๐ž๐ญ ๐‚๐ก๐ข๐ง๐š (๐๐‹๐€๐‘๐…)

Angkatan bersenjata China membentuk Angkatan Roket (Rocket Force) sebagai bagian dari reformasi dan perombakan struktur militernya. Detail Satuan Baru Angkatan Roket: Menggantikan Korps Artileri Kedua yang mengelola persenjataan nuklir dan konvensional jarak jauh China.
๐€๐ง๐ ๐ค๐š๐ญ๐š๐ง ๐‘๐จ๐ค๐ž๐ญ ๐‚๐ก๐ข๐ง๐š (๐๐‹๐€๐‘๐…) secara resmi dibentuk pada tanggal 31 Desember 2015 (efektif berjalan per 1 Januari 2016). Pembentukan ini diumumkan langsung oleh Presiden Xi Jinping sebagai bagian dari reformasi besar-besaran untuk memodernisasi militer China.



Satuan ini memiliki sejarah operasional yang panjang:
1 ๐ฝ๐‘ข๐‘™๐‘– 1966 (๐ถ๐‘–๐‘˜๐‘Ž๐‘™ ๐ต๐‘Ž๐‘˜๐‘Ž๐‘™): Satuan ini pertama kali dibentuk dengan nama Korps Artileri Kedua (Second Artillery Corps) atas instruksi Perdana Menteri Zhou Enlai untuk mengelola senjata nuklir rahasia China.
31 ๐ท๐‘’๐‘ ๐‘’๐‘š๐‘๐‘’๐‘Ÿ 2015 (๐‘‡๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘›๐‘ ๐‘“๐‘œ๐‘Ÿ๐‘š๐‘Ž๐‘ ๐‘–): Statusnya ditingkatkan dari yang semula hanya sebuah "korps/cabang khusus" di bawah Staf Umum menjadi angkatan militer mandiri setingkat dengan Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara China.




PLARF merupakan elemen paling vital dalam modernisasi militer Beijing. Satuan ini mengendalikan gudang senjata rudal berbasis darat terbesar di dunia, baik yang bersenjata nuklir maupun konvensional.
๐Š๐ž๐ค๐ฎ๐š๐ญ๐š๐ง ๐ฉ๐ž๐ซ๐ฌ๐ž๐ง๐ฃ๐š๐ญ๐š๐š๐ง ๐๐š๐ง ๐ญ๐ฎ๐ฃ๐ฎ๐š๐ง ๐ฌ๐ญ๐ซ๐š๐ญ๐ž๐ ๐ข๐ฌ :
๐‘ฒ๐’†๐’Œ๐’–๐’‚๐’•๐’‚๐’ & ๐‘ฒ๐’‚๐’‘๐’‚๐’ƒ๐’Š๐’๐’Š๐’•๐’‚๐’” ๐‘ท๐’†๐’“๐’”๐’†๐’๐’‹๐’‚๐’•๐’‚๐’‚๐’
PLARF mengoperasikan berbagai jenis rudal canggih dengan jangkauan global dan akurasi tinggi.
๐‘…๐‘ข๐‘‘๐‘Ž๐‘™ ๐ด๐‘›๐‘ก๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘๐‘’๐‘›๐‘ข๐‘Ž (๐ผ๐ถ๐ต๐‘€): Memiliki rudal seperti DF-41 dan DF-5C yang mampu membawa hulu ledak nuklir ganda dengan jangkauan lebih dari 12.000 hingga 20.000 kilometer, sanggup menjangkau daratan Amerika Serikat maupun Eropa.
๐‘…๐‘ข๐‘‘๐‘Ž๐‘™ ๐ป๐‘–๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘ ๐‘œ๐‘›๐‘–๐‘˜: Mengoperasikan DF-17, rudal berkecepatan hipersonik yang dirancang khusus untuk menembus sistem pertahanan udara modern milik Barat.



๐‘…๐‘ข๐‘‘๐‘Ž๐‘™ ๐พ๐‘œ๐‘›๐‘ฃ๐‘’๐‘›๐‘ ๐‘–๐‘œ๐‘›๐‘Ž๐‘™ & ๐ฝ๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘˜ ๐‘€๐‘’๐‘›๐‘’๐‘›๐‘”๐‘Žโ„Ž: Memiliki ribuan rudal balistik jarak pendek (SRBM), menengah (MRBM), serta rudal jelajah berbasis darat yang sangat akurat. Termasuk di antaranya adalah DF-21D dan DF-26, yang dijuluki sebagai "Carrier Killer" karena kemampuannya menyasar kapal induk yang bergerak di lautan.
๐ป๐‘ข๐‘™๐‘ข ๐ฟ๐‘’๐‘‘๐‘Ž๐‘˜ ๐‘๐‘ข๐‘˜๐‘™๐‘–๐‘Ÿ: Diperkirakan memiliki sekitar 600 hulu ledak nuklir operasional, dengan target peningkatan pesat melampaui 1.000 hulu ledak guna memperkuat pertahanan strategisnya.



๐‘ป๐’–๐’‹๐’–๐’‚๐’ ๐‘บ๐’•๐’“๐’‚๐’•๐’†๐’ˆ๐’Š๐’”
Secara garis besar, PLARF mengusung misi ganda, yaitu pencegahan perang (deterrence) dan penyerangan taktis (warfighting)
1. Pencegahan Nuklir & Serangan Balik: Menjamin kemampuan China untuk melakukan serangan balik nuklir yang kredibel jika negara mereka diserang terlebih dahulu. China mempertahankan doktrin No First Use (tidak menggunakan nuklir pertama kali).
2. Strategi Anti-Access/Area Denial (A2/AD): Memblokir atau membatasi pergerakan militer asing (terutama Amerika Serikat dan sekutunya) di wilayah Pasifik Barat. Rudal-rudal ini ditempatkan untuk mengamankan wilayah sensitif seperti Selat Taiwan dan Laut China Selatan.


3. Serangan Presisi Jarak Jauh: Melumpuhkan target bernilai tinggi milik musuh sejak awal konflik, seperti pangkalan militer, sistem radar, pusat komando, dan logistik, guna membuka jalan bagi operasi angkatan darat, laut, dan udara China.
#rudal #roket #angkatanbersenjata #tiongkok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar