Rabu, 04 Maret 2026

NASAMS2- ๐’๐ข๐ฌ๐ญ๐ž๐ฆ ๐ฉ๐ž๐ซ๐ญ๐š๐ก๐š๐ง๐š๐ง ๐ฎ๐๐š๐ซ๐š (๐๐š๐ซ๐š๐ญ ๐ค๐ž ๐ฎ๐๐š๐ซ๐š) ๐ˆ๐ง๐๐จ๐ง๐ž๐ฌ๐ข๐š sejak 2020

 ๐’๐ข๐ฌ๐ญ๐ž๐ฆ ๐ฉ๐ž๐ซ๐ญ๐š๐ก๐š๐ง๐š๐ง ๐ฎ๐๐š๐ซ๐š (๐๐š๐ซ๐š๐ญ ๐ค๐ž ๐ฎ๐๐š๐ซ๐š) ๐ˆ๐ง๐๐จ๐ง๐ž๐ฌ๐ข๐š ๐ฌ๐š๐š๐ญ ๐ข๐ง๐ข ๐ฆ๐ž๐ง๐ ๐ ๐ฎ๐ง๐š๐ค๐š๐ง ๐ฌ๐ข๐ฌ๐ญ๐ž๐ฆ ๐๐€๐’๐€๐Œ๐’ ๐Ÿ.

NASAMS 2 (Norwegian Advanced Surface-to-Air Missile System 2) adalah versi pemutakhiran dari sistem pertahanan udara jarak menengah NASAMS yang dikembangkan oleh Kongsberg Defence & Aerospace (Norwegia) dan Raytheon (AS). Sistem ini dirancang untuk mendeteksi, melacak, dan menghancurkan berbagai ancaman udara seperti pesawat terbang, helikopter, rudal jelajah, dan drone (UAV).


Di Indonesia, NASAMS 2 telah dioperasikan oleh TNI Angkatan Udara sejak tahun 2020 untuk melindungi aset strategis dan objek vital, termasuk wilayah ibu kota.

๐‘ญ๐’Š๐’•๐’–๐’“ ๐’…๐’‚๐’ ๐‘ฒ๐’†๐’–๐’๐’ˆ๐’ˆ๐’–๐’๐’‚๐’ ๐‘ผ๐’•๐’‚๐’Ž๐’‚
๐‘…๐‘Ž๐‘‘๐‘Ž๐‘Ÿ ๐ถ๐‘Ž๐‘›๐‘”๐‘”๐‘–โ„Ž: Menggunakan radar AN/MPQ-64 Sentinel yang dapat melakukan pemindaian 360 derajat untuk identifikasi target yang lebih cepat.
๐‘‡๐‘’๐‘˜๐‘›๐‘œ๐‘™๐‘œ๐‘”๐‘– ๐ต๐‘’๐‘Ÿ๐‘—๐‘’๐‘—๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘–๐‘›๐‘”: Memiliki arsitektur net-centric yang memungkinkan unit radar dan peluncur tersebar di area luas namun tetap terhubung ke satu pusat kendali (Fire Control Center).


๐‘€๐‘ข๐‘™๐‘ก๐‘–-๐‘‡๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘”๐‘’๐‘ก: Mampu melacak dan menyerang hingga 72 target secara bersamaan dalam mode aktif maupun pasif.

๐‘…๐‘ข๐‘‘๐‘Ž๐‘™ ๐น๐‘™๐‘’๐‘˜๐‘ ๐‘–๐‘๐‘’๐‘™: Menggunakan rudal AIM-120 AMRAAM sebagai standar, namun juga kompatibel dengan AIM-9X Sidewinder dan AMRAAM-ER (Extended Range).
๐‘บ๐’‘๐’†๐’”๐’Š๐’‡๐’Š๐’Œ๐’‚๐’”๐’Š ๐‘ป๐’†๐’Œ๐’๐’Š๐’”
๐ฝ๐‘Ž๐‘›๐‘”๐‘˜๐‘Ž๐‘ข๐‘Ž๐‘› ๐‘‡๐‘’๐‘š๐‘๐‘Ž๐‘˜: Standar sekitar 25–40 km, namun dapat mencapai 70 km jika menggunakan varian rudal AMRAAM-ER.


๐พ๐‘’๐‘ก๐‘–๐‘›๐‘”๐‘”๐‘–๐‘Ž๐‘› ๐‘€๐‘Ž๐‘˜๐‘ ๐‘–๐‘š๐‘ข๐‘š: Mampu menjangkau target hingga ketinggian 15–20 km.

๐‘€๐‘œ๐‘๐‘–๐‘™๐‘–๐‘ก๐‘Ž๐‘ : Unit peluncur biasanya dipasang pada truk (seperti Mercedes-Benz Unimog atau truk taktis lainnya) untuk memudahkan perpindahan posisi.

Senin, 02 Maret 2026

๐๐ž๐ซ๐ฌ๐ž๐ง๐ฃ๐š๐ญ๐š๐š๐ง ๐ซ๐ฎ๐๐š๐ฅ ๐ˆ๐ซ๐š๐ง- 2026

 ๐๐ž๐ซ๐ฌ๐ž๐ง๐ฃ๐š๐ญ๐š๐š๐ง ๐ซ๐ฎ๐๐š๐ฅ ๐ˆ๐ซ๐š๐ง saat ini merupakan yang terbesar dan paling beragam di Timur Tengah, dengan estimasi inventaris mencapai lebih dari 3.000 rudal balistik.

Berikut adalah klasifikasi utama rudal Iran berdasarkan teknologi terbarunya hingga awal 2026:
1. ๐‘น๐’–๐’…๐’‚๐’ ๐‘ฏ๐’Š๐’‘๐’†๐’“๐’”๐’๐’๐’Š๐’Œ
Iran telah melompat ke teknologi hipersonik yang dirancang untuk menembus sistem pertahanan udara berlapis seperti Iron Dome.
๐น๐‘Ž๐‘ก๐‘ก๐‘Žโ„Ž-1: Rudal hipersonik pertama Iran dengan kecepatan terminal mencapai Mach 13–15 dan kemampuan manuver tinggi.
๐น๐‘Ž๐‘ก๐‘ก๐‘Žโ„Ž-2: Varian terbaru yang menggunakan teknologi Hypersonic Glide Vehicle (HGV), memungkinkan proyektil meluncur dan bermanuver setelah peluncuran awal untuk menghindari intersepsi.


2. ๐‘น๐’–๐’…๐’‚๐’ ๐‘ฉ๐’‚๐’๐’Š๐’”๐’•๐’Š๐’Œ (๐‘ฑ๐’‚๐’“๐’‚๐’Œ ๐‘ด๐’†๐’๐’†๐’๐’ˆ๐’‚๐’‰ & ๐‘ฑ๐’‚๐’–๐’‰)

Fokus utama Iran adalah meningkatkan akurasi dan daya hancur pada jarak hingga 2.000 km.
๐พโ„Ž๐‘œ๐‘Ÿ๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘š๐‘ โ„Ž๐‘Žโ„Ž๐‘Ÿ-4 (๐พโ„Ž๐‘’๐‘–๐‘๐‘Ž๐‘Ÿ): Rudal paling mematikan saat ini dengan jangkauan 2.000 km dan hulu ledak berat seberat 1.500 kg.


๐‘†๐‘’๐‘—๐‘–๐‘™: Rudal berbahan bakar padat dua tahap dengan jangkauan 2.500 km dan kecepatan sangat tinggi (di atas 17.000 km/jam).


๐‘†โ„Ž๐‘Žโ„Ž๐‘Ž๐‘-3, ๐บโ„Ž๐‘Ž๐‘‘๐‘Ÿ, & ๐ธ๐‘š๐‘Ž๐‘‘: Tulang punggung serangan jarak menengah dengan jangkauan antara 1.300 km hingga 1.800 km.


๐ป๐‘Ž๐‘— ๐‘„๐‘Ž๐‘ ๐‘ ๐‘’๐‘š & ๐‘„๐‘Ž๐‘ ๐‘ ๐‘’๐‘š ๐ต๐‘Ž๐‘ ๐‘–๐‘Ÿ: Rudal balistik taktis dengan jangkauan sekitar 1.200–1.400 km.


3. ๐‘น๐’–๐’…๐’‚๐’ ๐‘ฑ๐’†๐’๐’‚๐’‹๐’‚๐’‰ (๐‘ช๐’“๐’–๐’Š๐’”๐’† ๐‘ด๐’Š๐’”๐’”๐’Š๐’๐’†๐’”)

Berbeda dengan balistik, rudal jelajah Iran terbang rendah untuk menghindari deteksi radar.
๐ด๐‘๐‘ข ๐‘€๐‘Žโ„Ž๐‘‘๐‘–: Rudal jelajah anti-kapal jarak jauh (1.000+ km) yang menggunakan navigasi kecerdasan buatan untuk menyerang target maritim.


๐‘ƒ๐‘Ž๐‘ฃ๐‘’โ„Ž: Rudal jelajah darat terbaru dengan jangkauan 1.650 km yang mampu menyerang dari berbagai arah.


๐ป๐‘œ๐‘ฃ๐‘’๐‘ฆ๐‘ง๐‘’โ„Ž & ๐‘†๐‘œ๐‘ข๐‘š๐‘Ž๐‘Ÿ: Rudal jelajah strategis yang dirancang untuk serangan presisi permukaan-ke-permukaan di segala cuaca.
๐ป๐‘œ๐‘ฃ๐‘’๐‘ฆ๐‘ง๐‘’โ„Ž

๐‘†๐‘œ๐‘ข๐‘š๐‘Ž๐‘Ÿ

Meskipun telah menghabiskan ratusan rudal dalam konflik baru-baru ini, Iran dilaporkan terus melakukan regenerasi stok melalui fasilitas produksi bawah tanah yang dikenal sebagai "kota rudal".

Kamis, 26 Februari 2026

๐‘๐จ๐œ๐ค๐ฐ๐ž๐ฅ๐ฅ ๐—๐…๐•-๐Ÿ๐Ÿ - pesawat tempur supersonik eksperimental yang gagal

 ๐‘๐จ๐œ๐ค๐ฐ๐ž๐ฅ๐ฅ ๐—๐…๐•-๐Ÿ๐Ÿ adalah prototipe pesawat tempur supersonik eksperimental yang dikembangkan untuk Angkatan Laut Amerika Serikat pada tahun 1970-an. Pesawat ini dirancang untuk memiliki
kemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal (VTOL) serta kecepatan mencapai Mach 2.



๐‘ซ๐’†๐’”๐’‚๐’Š๐’ ๐’…๐’‚๐’ ๐‘ป๐’†๐’Œ๐’๐’๐’๐’๐’ˆ๐’Š
Pesawat ini memiliki desain yang sangat unik untuk mendukung operasional dari kapal induk kecil yang disebut Sea Control Ship.
Thrust Augmented Wing (TAW): Menggunakan konsep sayap penambah daya dorong, di mana lubang-lubang pada sayap yang mirip "tirai Venesia" akan terbuka untuk mengarahkan semburan mesin ke bawah demi mendapatkan daya angkat vertikal.
Konfigurasi Sayap: Memiliki sayap utama di bagian belakang dan canard (sayap kecil) di bagian depan yang ukurannya hampir 50% dari luas sayap utama.
Suku Cadang Gabungan: Untuk menekan biaya, prototipe ini menggunakan bagian hidung dari Douglas A-4 Skyhawk dan saluran udara (intakes) dari McDonnell Douglas F-4 Phantom II.



๐‘บ๐’‘๐’†๐’”๐’Š๐’‡๐’Š๐’Œ๐’‚๐’”๐’Š ๐‘ป๐’†๐’Œ๐’๐’Š๐’” (๐‘ป๐’‚๐’“๐’ˆ๐’†๐’• ๐‘ซ๐’†๐’”๐’‚๐’Š๐’)
Berdasarkan data dari Wikipedia dan Aviastar.org, target performa pesawat ini meliputi:
Kecepatan Maksimum: Mach 2.2 hingga 2.4 (sekitar 2.560 km/jam).
Mesin: 1 unit Pratt & Whitney F401-PW-400 afterburning turbofan.
Persenj4t44n: Direncanakan membawa satu meriam internal M61A1 Vulcan 20mm, dua rudal AIM-7 Sparrow, serta rel di ujung sayap untuk rudal AIM-9 Sidewinder.
Dimensi: Panjang sekitar 13,39 meter dengan rentang sayap 8,69 meter.

๐‘ฒ๐’†๐’ˆ๐’‚๐’ˆ๐’‚๐’๐’‚๐’ ๐’…๐’‚๐’ ๐‘ท๐’†๐’Ž๐’ƒ๐’‚๐’•๐’‚๐’๐’‚๐’
Meskipun teknologinya dianggap inovatif, program ini akhirnya dihentikan pada tahun 1981 karena alasan berikut:
Daya Angkat Kurang: Uji coba menunjukkan bahwa sistem sayap hanya mampu menghasilkan daya angkat sebesar 70-75% dari berat total pesawat, sehingga ia tidak pernah bisa lepas landas secara vertikal tanpa bantuan tali penarik (untethered).
Masalah Teknis: Saluran udara yang rumit menyebabkan penurunan daya dorong yang signifikan dibandingkan estimasi awal.
Perubahan Strategi: Angkatan Laut AS akhirnya lebih memilih pesawat tempur konvensional seperti F/A-18 Hornet dan mengadopsi pesawat VTOL AV-8B Harrier II yang lebih terbukti.

Selasa, 24 Februari 2026

Alutsista TNI AL pada awal ORDE Baru

 ๐๐š๐๐š ๐š๐ฐ๐š๐ฅ ๐Ž๐‘๐ƒ๐„ ๐๐š๐ซ๐ฎ, periode akhir 1960-an hingga akhir 1970-an, ๐“๐๐ˆ ๐€๐‹ melakukan pergeseran besar dengan mempensiunkan kapal-kapal besar buatan Uni Soviet (seperti Penjelajah KRI Irian) yang sulit dirawat karena hambatan suku cadang. Fokus pengadaan beralih ke kapal-kapal Barat yang lebih efisien dan modern.

Berikut adalah alutsista utama yang dibeli untuk TNI AL pada periode tersebut:
1. ๐‘ฒ๐’‚๐’‘๐’‚๐’ ๐‘ญ๐’“๐’†๐’ˆ๐’‚๐’• & ๐‘ฒ๐’๐’“๐’—๐’†๐’• (Satuan Kapal Eskorta)
๐น๐‘Ÿ๐‘’๐‘”๐‘Ž๐‘ก ๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐ถ๐‘™๐‘Ž๐‘ข๐‘‘ ๐ฝ๐‘œ๐‘›๐‘’๐‘  (๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐‘†๐‘Ž๐‘š๐‘Ž๐‘‘๐‘–๐‘˜๐‘ข๐‘›): Dibeli bekas dari Amerika Serikat pada tahun 1973-1974. Kapal-kapal ini menjadi tulang punggung baru setelah era Soviet berakhir. Contohnya: KRI Samadikun (341), KRI Martadinata (342), KRI Monginsidi (343), dan KRI Ngurah Rai (344).
KRI Martadinata 342

KRI Samadikun 341
๐น๐‘Ÿ๐‘’๐‘”๐‘Ž๐‘ก ๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐‘‡๐‘Ÿ๐‘–๐‘๐‘Ž๐‘™: Dibeli dari Inggris pada akhir 1970-an (efektif masuk awal 80-an) untuk meningkatkan kemampuan tempur laut.
Tribal Class KRI Hasanudin 333


2. ๐‘ฒ๐’‚๐’‘๐’‚๐’ ๐‘บ๐’†๐’๐’‚๐’Ž

๐พ๐‘Ž๐‘๐‘Ž๐‘™ ๐‘†๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘š ๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐‘‡๐‘ฆ๐‘๐‘’ 209 (๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐ถ๐‘Ž๐‘˜๐‘Ÿ๐‘Ž): Kontrak pembelian dilakukan pada tahun 1977 dengan Jerman Barat untuk dua unit, yaitu KRI Cakra (401) dan KRI Nanggala (402). Ini adalah langkah modernisasi radikal untuk menggantikan armada kapal selam kelas Whiskey buatan Soviet yang sudah tua.
KRI Nanggala 402


3. ๐‘ฒ๐’‚๐’‘๐’‚๐’ ๐‘ช๐’†๐’‘๐’‚๐’• ๐‘น๐’–๐’…๐’‚๐’ (๐‘ฒ๐‘ช๐‘น) & ๐‘ฒ๐’‚๐’‘๐’‚๐’ ๐‘ท๐’‚๐’•๐’“๐’๐’๐’Š

๐พ๐ถ๐‘… ๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐‘ƒ๐‘†๐‘€๐‘€ ๐‘€๐‘˜5 (๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐‘€๐‘Ž๐‘›๐‘‘๐‘Ž๐‘ข): Dibeli dari Korea Selatan (lisensi Tacoma, AS) pada akhir 1970-an. Kapal ini dilengkapi dengan rudal Exocet MM38 buatan Prancis, yang menandai dimulainya era rudal modern di TNI AL.
KRI Mandau 621


๐พ๐‘Ž๐‘๐‘Ž๐‘™ ๐‘ƒ๐‘Ž๐‘ก๐‘Ÿ๐‘œ๐‘™๐‘– ๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐ด๐‘ก๐‘ก๐‘Ž๐‘๐‘˜: Merupakan hibah dari Australia pada tahun 1973-1974 untuk memperkuat pengawasan wilayah perairan dan pantai.
Attack Class KRI Siada 862


4. ๐‘ฒ๐’‚๐’‘๐’‚๐’ ๐‘จ๐’Ž๐’‡๐’Š๐’ƒ๐’Š & ๐‘ณ๐’๐’ˆ๐’Š๐’”๐’•๐’Š๐’Œ (๐‘บ๐’‚๐’•๐’–๐’‚๐’ ๐‘ฒ๐’‚๐’‘๐’‚๐’ ๐‘จ๐’Ž๐’‡๐’Š๐’ƒ๐’Š)

๐ฟ๐‘†๐‘‡ (๐ฟ๐‘Ž๐‘›๐‘‘๐‘–๐‘›๐‘” ๐‘†โ„Ž๐‘–๐‘ ๐‘‡๐‘Ž๐‘›๐‘˜) ๐พ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘  ๐‘‡๐‘’๐‘™๐‘ข๐‘˜ ๐‘†๐‘’๐‘š๐‘Ž๐‘›๐‘”๐‘˜๐‘Ž: Indonesia mulai memesan kapal angkut tank baru dari Korea Selatan pada akhir 1970-an untuk memperkuat mobilitas Marinir dan pasukan darat.
KRI Teluk Semangka 512


5. ๐‘ท๐’†๐’”๐’‚๐’˜๐’‚๐’• ๐‘ผ๐’…๐’‚๐’“๐’‚ ๐‘จ๐’๐’ˆ๐’Œ๐’‚๐’•๐’‚๐’ ๐‘ณ๐’‚๐’–๐’• (๐‘ท๐’†๐’๐’†๐’“๐’ƒ๐’‚๐’)

๐‘ƒ๐‘’๐‘ ๐‘Ž๐‘ค๐‘Ž๐‘ก ๐‘๐‘œ๐‘š๐‘Ž๐‘‘ ๐‘22/๐‘24: Dibeli dari Australia mulai tahun 1975 untuk tugas pengintaian maritim dan patroli wilayah.
Nomad N22


๐ป๐‘’๐‘™๐‘–๐‘˜๐‘œ๐‘๐‘ก๐‘’๐‘Ÿ ๐‘Š๐‘’๐‘ ๐‘ก๐‘™๐‘Ž๐‘›๐‘‘ ๐‘Š๐‘Ž๐‘ ๐‘: Didatangkan dari Inggris untuk melengkapi fregat-fregat baru (seperti kelas Tribal) guna keperluan anti-kapal selam (AKS).
Westland Wasp Helicopter



6. ๐‘ฒ๐’†๐’๐’…๐’‚๐’“๐’‚๐’‚๐’ ๐‘ป๐’†๐’Ž๐’‘๐’–๐’“ ๐‘ด๐’‚๐’“๐’Š๐’๐’Š๐’“

AMX-10 pac 90 : Kendaraan pendarat amfibi dari Prancis yang mulai memperkuat Korps Marinir pada awal 1980-an.



AMX-10 PAC 90