NASAMS2- 𝐒𝐢𝐬𝐭𝐞𝐦 𝐩𝐞𝐫𝐭𝐚𝐡𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐮𝐝𝐚𝐫𝐚 (𝐝𝐚𝐫𝐚𝐭 𝐤𝐞 𝐮𝐝𝐚𝐫𝐚) 𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚 sejak 2020

 𝐒𝐢𝐬𝐭𝐞𝐦 𝐩𝐞𝐫𝐭𝐚𝐡𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐮𝐝𝐚𝐫𝐚 (𝐝𝐚𝐫𝐚𝐭 𝐤𝐞 𝐮𝐝𝐚𝐫𝐚) 𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚 𝐬𝐚𝐚𝐭 𝐢𝐧𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐢𝐬𝐭𝐞𝐦 𝐍𝐀𝐒𝐀𝐌𝐒 𝟐.

NASAMS 2 (Norwegian Advanced Surface-to-Air Missile System 2) adalah versi pemutakhiran dari sistem pertahanan udara jarak menengah NASAMS yang dikembangkan oleh Kongsberg Defence & Aerospace (Norwegia) dan Raytheon (AS). Sistem ini dirancang untuk mendeteksi, melacak, dan menghancurkan berbagai ancaman udara seperti pesawat terbang, helikopter, rudal jelajah, dan drone (UAV).


Di Indonesia, NASAMS 2 telah dioperasikan oleh TNI Angkatan Udara sejak tahun 2020 untuk melindungi aset strategis dan objek vital, termasuk wilayah ibu kota.

𝑭𝒊𝒕𝒖𝒓 𝒅𝒂𝒏 𝑲𝒆𝒖𝒏𝒈𝒈𝒖𝒍𝒂𝒏 𝑼𝒕𝒂𝒎𝒂
𝑅𝑎𝑑𝑎𝑟 𝐶𝑎𝑛𝑔𝑔𝑖ℎ: Menggunakan radar AN/MPQ-64 Sentinel yang dapat melakukan pemindaian 360 derajat untuk identifikasi target yang lebih cepat.
𝑇𝑒𝑘𝑛𝑜𝑙𝑜𝑔𝑖 𝐵𝑒𝑟𝑗𝑒𝑗𝑎𝑟𝑖𝑛𝑔: Memiliki arsitektur net-centric yang memungkinkan unit radar dan peluncur tersebar di area luas namun tetap terhubung ke satu pusat kendali (Fire Control Center).


𝑀𝑢𝑙𝑡𝑖-𝑇𝑎𝑟𝑔𝑒𝑡: Mampu melacak dan menyerang hingga 72 target secara bersamaan dalam mode aktif maupun pasif.

𝑅𝑢𝑑𝑎𝑙 𝐹𝑙𝑒𝑘𝑠𝑖𝑏𝑒𝑙: Menggunakan rudal AIM-120 AMRAAM sebagai standar, namun juga kompatibel dengan AIM-9X Sidewinder dan AMRAAM-ER (Extended Range).
𝑺𝒑𝒆𝒔𝒊𝒇𝒊𝒌𝒂𝒔𝒊 𝑻𝒆𝒌𝒏𝒊𝒔
𝐽𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎𝑢𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑚𝑏𝑎𝑘: Standar sekitar 25–40 km, namun dapat mencapai 70 km jika menggunakan varian rudal AMRAAM-ER.


𝐾𝑒𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖𝑎𝑛 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚: Mampu menjangkau target hingga ketinggian 15–20 km.

𝑀𝑜𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑎𝑠: Unit peluncur biasanya dipasang pada truk (seperti Mercedes-Benz Unimog atau truk taktis lainnya) untuk memudahkan perpindahan posisi.

Komentar