𝐑𝐨𝐜𝐤𝐰𝐞𝐥𝐥 𝐗𝐅𝐕-𝟏𝟐 - pesawat tempur supersonik eksperimental yang gagal

 𝐑𝐨𝐜𝐤𝐰𝐞𝐥𝐥 𝐗𝐅𝐕-𝟏𝟐 adalah prototipe pesawat tempur supersonik eksperimental yang dikembangkan untuk Angkatan Laut Amerika Serikat pada tahun 1970-an. Pesawat ini dirancang untuk memiliki
kemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal (VTOL) serta kecepatan mencapai Mach 2.



𝑫𝒆𝒔𝒂𝒊𝒏 𝒅𝒂𝒏 𝑻𝒆𝒌𝒏𝒐𝒍𝒐𝒈𝒊
Pesawat ini memiliki desain yang sangat unik untuk mendukung operasional dari kapal induk kecil yang disebut Sea Control Ship.
Thrust Augmented Wing (TAW): Menggunakan konsep sayap penambah daya dorong, di mana lubang-lubang pada sayap yang mirip "tirai Venesia" akan terbuka untuk mengarahkan semburan mesin ke bawah demi mendapatkan daya angkat vertikal.
Konfigurasi Sayap: Memiliki sayap utama di bagian belakang dan canard (sayap kecil) di bagian depan yang ukurannya hampir 50% dari luas sayap utama.
Suku Cadang Gabungan: Untuk menekan biaya, prototipe ini menggunakan bagian hidung dari Douglas A-4 Skyhawk dan saluran udara (intakes) dari McDonnell Douglas F-4 Phantom II.



𝑺𝒑𝒆𝒔𝒊𝒇𝒊𝒌𝒂𝒔𝒊 𝑻𝒆𝒌𝒏𝒊𝒔 (𝑻𝒂𝒓𝒈𝒆𝒕 𝑫𝒆𝒔𝒂𝒊𝒏)
Berdasarkan data dari Wikipedia dan Aviastar.org, target performa pesawat ini meliputi:
Kecepatan Maksimum: Mach 2.2 hingga 2.4 (sekitar 2.560 km/jam).
Mesin: 1 unit Pratt & Whitney F401-PW-400 afterburning turbofan.
Persenj4t44n: Direncanakan membawa satu meriam internal M61A1 Vulcan 20mm, dua rudal AIM-7 Sparrow, serta rel di ujung sayap untuk rudal AIM-9 Sidewinder.
Dimensi: Panjang sekitar 13,39 meter dengan rentang sayap 8,69 meter.

𝑲𝒆𝒈𝒂𝒈𝒂𝒍𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒏 𝑷𝒆𝒎𝒃𝒂𝒕𝒂𝒍𝒂𝒏
Meskipun teknologinya dianggap inovatif, program ini akhirnya dihentikan pada tahun 1981 karena alasan berikut:
Daya Angkat Kurang: Uji coba menunjukkan bahwa sistem sayap hanya mampu menghasilkan daya angkat sebesar 70-75% dari berat total pesawat, sehingga ia tidak pernah bisa lepas landas secara vertikal tanpa bantuan tali penarik (untethered).
Masalah Teknis: Saluran udara yang rumit menyebabkan penurunan daya dorong yang signifikan dibandingkan estimasi awal.
Perubahan Strategi: Angkatan Laut AS akhirnya lebih memilih pesawat tempur konvensional seperti F/A-18 Hornet dan mengadopsi pesawat VTOL AV-8B Harrier II yang lebih terbukti.

Komentar