Jumat, 12 Desember 2025

๐™„๐’๐™ž๐’๐™–๐’‰ ๐’‘๐™š๐’”๐™–๐’Š๐™ฃ๐’ˆ ๐‘จ๐™ƒ-64 ๐‘จ๐™ฅ๐’‚๐™˜๐’‰๐™š..!

 ๐™„๐’๐™ž๐’๐™–๐’‰ ๐’‘๐™š๐’”๐™–๐’Š๐™ฃ๐’ˆ ๐‘จ๐™ƒ-64 ๐‘จ๐™ฅ๐’‚๐™˜๐’‰๐™š..!


Z-10 adalah helikopter serang (attack helicopter) multiperan buatan China, helikopter serang murni pertama dari China, yang dikembangkan oleh Changhe Aircraft Industries Corporation (CAIC) untuk Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China.
Helikopter ini diproduksi sejak 2003, tetapi mulai digunakan militer Tiongkok pada 2009/20210.
Helikopter ini dirancang untuk misi tempur darat, mampu membawa rudal anti-tank, roket, dan kanon, serta memiliki kemampuan tempur siang dan malam. Varian ekspor terbaru, Z-10ME, dilengkapi peningkatan seperti sistem peredam inframerah dan pelindung tambahan untuk meningkatkan kemampuan bertahan dari serangan rudal, juga telah dipesan dan dioperasikan oleh Angkatan Darat Pakistan.

Helikopter ini memiliki konfigurasi helikopter serang konvensional dengan badan pesawat sempit dan kokpit tandem bertingkat, di mana penembak berada di depan dan pilot di belakang.
Z-10 dilengkapi dengan berbagai persenjataan yang dipasang pada empat cantelan di sayap rintisan dan menara meriam yang dipasang di dagu.


๐๐ž๐ซ๐ฌ๐ž๐ง๐ฃ๐š๐ญ๐š๐š๐ง ๐”๐ญ๐š๐ฆ๐š
๐‘€๐‘’๐‘Ÿ๐‘–๐‘Ž๐‘š (๐ถโ„Ž๐‘–๐‘›-๐‘€๐‘œ๐‘ข๐‘›๐‘ก๐‘’๐‘‘ ๐ถ๐‘Ž๐‘›๐‘›๐‘œ๐‘›):
Sebuah menara meriam (turret) yang dipasang di dagu dapat dipersenjatai dengan meriam otomatis 23mm PX-10A atau 30mm.
๐‘…๐‘ข๐‘‘๐‘Ž๐‘™ ๐ด๐‘›๐‘ก๐‘–-๐‘‡๐‘Ž๐‘›๐‘˜ (๐ด๐‘‡๐บ๐‘€):
Rudal HJ-10 (Hong Jian-10), yang sebanding dengan rudal AGM-114 Hellfire milik AS. Varian ekspor menggunakan nama seperti AKD-10, CM-502KG, atau CM-501GA.
Rudal HJ-8 atau HJ-9 yang dipandu laser.
๐‘…๐‘ข๐‘‘๐‘Ž๐‘™ ๐‘ˆ๐‘‘๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘Ž-๐‘˜๐‘’-๐‘ˆ๐‘‘๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘Ž (๐ด๐ด๐‘€):
Rudal ringan TY-90 (Tian Yan-90) untuk pertahanan diri terhadap ancaman udara seperti helikopter lain atau drone.
๐‘…๐‘œ๐‘˜๐‘’๐‘ก:
Pod roket terarah atau tidak terarah kaliber 57mm, 70mm, atau 90mm untuk dukungan udara jarak dekat.


๐‘๐š๐๐š๐ซ ๐๐š๐ง ๐’๐ž๐ง๐ฌ๐จ๐ซ
Z-10 mengandalkan kombinasi sensor elektro-optik dan, pada varian yang lebih baru, sistem radar canggih:
๐‘…๐‘Ž๐‘‘๐‘Ž๐‘Ÿ ๐‘ƒ๐‘’๐‘›๐‘”๐‘’๐‘›๐‘‘๐‘Ž๐‘™๐‘– ๐‘‡๐‘’๐‘š๐‘๐‘Ž๐‘˜๐‘Ž๐‘›:
Varian domestik awal tidak memiliki radar tiang (mast-mounted) yang terlihat, tetapi varian ekspor Z-10ME dan beberapa unit PLA yang ditingkatkan dapat dilengkapi dengan radar gelombang milimeter (mmWave) YH yang dipasang di atas rotor utama, mirip dengan AH-64 Apache. Radar ini menyediakan kemampuan penargetan segala cuaca dan deteksi target yang efektif di medan pertempuran yang kompleks.
๐‘†๐‘–๐‘ ๐‘ก๐‘’๐‘š ๐ธ๐‘™๐‘’๐‘˜๐‘ก๐‘Ÿ๐‘œ-๐‘‚๐‘๐‘ก๐‘–๐‘˜ (๐ธ๐‘‚/๐ผ๐‘…):
Sebuah turret sensor elektro-optik yang dipasang di hidung (nose) helikopter (WXG1006) mengintegrasikan:
Forward-Looking Infrared (FLIR) untuk operasi malam hari dan kondisi visibilitas rendah.
Sistem televisi cahaya rendah (Low-Light TV/LLTV).
Pengintai dan penanda target laser (laser rangefinder/designator) untuk memandu rudal berpemandu laser.

๐’๐ข๐ฌ๐ญ๐ž๐ฆ ๐€๐ฏ๐ข๐จ๐ง๐ข๐ค ๐๐š๐ง ๐๐ž๐ซ๐ญ๐š๐ก๐š๐ง๐š๐ง ๐ƒ๐ข๐ซ๐ข:
๐ป๐‘’๐‘™๐‘š๐‘’๐‘ก-๐‘€๐‘œ๐‘ข๐‘›๐‘ก๐‘’๐‘‘ ๐‘†๐‘–๐‘”โ„Ž๐‘ก (๐ป๐‘€๐‘†): Pilot dan penembak memiliki sistem tampilan yang dipasang di helm dengan kacamata night vision terintegrasi, memungkinkan mereka mengarahkan senjata hanya dengan menggerakkan kepala.
๐‘ƒ๐‘’๐‘›๐‘’๐‘Ÿ๐‘–๐‘š๐‘Ž ๐‘ƒ๐‘’๐‘Ÿ๐‘–๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘ก๐‘Ž๐‘›: Z-10 dilengkapi dengan sistem peringatan dini, termasuk:
Radar Warning Receiver (RWR).
Laser Warning Receiver (LWR).
Missile Approach Warning System (MAWS).
๐‘ƒ๐‘’๐‘›๐‘Ž๐‘›๐‘”๐‘”๐‘ข๐‘™๐‘Ž๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘› ๐ธ๐‘™๐‘’๐‘˜๐‘ก๐‘Ÿ๐‘œ๐‘›๐‘–๐‘˜ (๐ธ๐ถ๐‘€): Helikopter ini memiliki chaff/flare dispenser (penyebar suar/sekam) untuk mengelabui rudal yang masuk, serta infrared jammer.
๐‘ƒ๐‘œ๐‘‘ ๐ธ๐‘˜๐‘ ๐‘ก๐‘’๐‘Ÿ๐‘›๐‘Ž๐‘™: Dapat membawa pod jamming perlindungan diri BM/KG300G atau pod navigasi "Blue Sky".

Kamis, 11 Desember 2025

๐‘ซ๐’“๐’๐’๐’† ๐’•๐’†๐’Ž๐’‘๐’–๐’“ ๐‘จ๐‘ต๐‘ฒ๐‘จ (๐‘ผ๐‘จ๐‘ฝ) ๐‘ฐ๐‘ต๐‘ซ๐‘ถ๐‘ต๐‘ฌ๐‘บ๐‘ฐ๐‘จ

 Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pertahanan, telah menandatangani kontrak untuk pengadaan 12 unit drone tempur ANKA (UAV) dari Turkish Aerospace Industries (TAI) senilai sekitar US$300 juta (sekitar Rp 4,53 triliun).


Drone ANKA-S adalah jenis kendaraan udara nirawak ketinggian sedang, daya tahan panjang (Medium Altitude Long Endurance/MALE), yang mampu terbang hingga 30 jam pada ketinggian 9.100 meter dan memiliki jangkauan sekitar 250 kilometer. Pesawat ini akan digunakan untuk misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR), serta kemampuan serangan presisi.
Kontrak pembelian ditandatangani pada tanggal 3 Februari 2023, dan diumumkan secara resmi pada Juli-Agustus 2023.

Jumlah dan Distribusi: Total 12 unit drone dibeli untuk memperkuat ketiga matra TNI:
TNI Angkatan Udara (AU): 6 unit.
TNI Angkatan Darat (AD): 3 unit.
TNI Angkatan Laut (AL): 3 unit.
Skema Produksi dan Transfer Teknologi (ToT) :
6 unit pertama akan diproduksi dan dikirim langsung dari Turki.
6 unit sisanya akan dirakit di Indonesia oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sebagai bagian dari program transfer teknologi. Program ini juga mencakup pembangunan fasilitas perakitan akhir (Final Assembly Line) dan kemampuan pemeliharaan, perbaikan, serta pengoperasian di PTDI.

Pengiriman seluruh 12 unit akan dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu 32 bulan.
Unit pertama dari drone ANKA-S dilaporkan telah tiba di Indonesia, terlihat di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, pada September-Oktober 2025.

๐˜ฝ๐’‚๐™œ๐’‚๐™ž๐’Ž๐™–๐’๐™– ๐™ฉ๐’‚๐™๐’‚๐™ฅ๐’‚๐™ฃ ๐™จ๐’†๐™ก๐’†๐™ ๐’”๐™ž ๐™ช๐’๐™ฉ๐’–๐™  ๐™ข๐’†๐™ฃ๐’‹๐™–๐’…๐™ž ๐™‹๐’“๐™–๐’‹๐™ช๐’“๐™ž๐’• ๐‘ฒ๐™Š๐‘ท๐˜ผ๐‘บ๐™Ž๐‘ผ๐™Ž..?

 Seleksi untuk menjadi prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dikenal sangat ketat dan menantang, dirancang untuk memilih personel TNI AD terbaik yang mampu menangani misi-misi khusus. Prosesnya melibatkan beberapa tahapan seleksi, baik fisik maupun mental, yang sangat berat.


1. ๐๐ž๐ซ๐ฌ๐ฒ๐š๐ซ๐š๐ญ๐š๐ง ๐€๐ฐ๐š๐ฅ
Calon prajurit harus memenuhi persyaratan administratif dan kesehatan umum yang ketat sesuai standar TNI AD, termasuk usia, status kewarganegaraan, dan riwayat kesehatan yang prima
2. ๐’๐ž๐ฅ๐ž๐ค๐ฌ๐ข ๐“๐š๐ก๐š๐ฉ ๐ˆ (๐’๐ž๐ฅ๐ž๐ค๐ฌ๐ข ๐”๐ฆ๐ฎ๐ฆ)
Ini adalah tahap awal di mana calon diuji bersama dengan calon prajurit TNI AD lainnya. Ujian meliputi:
Administrasi: Pemeriksaan dokumen dan kelengkapan administrasi.
Kesehatan: Pemeriksaan kesehatan menyeluruh, dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Jasmani (Kesemaptaan A & B): Meliputi lari, pull-up, sit-up, push-up, dan shuttle run.
Postur: Penilaian bentuk dan proporsi tubuh.
3. ๐’๐ž๐ฅ๐ž๐ค๐ฌ๐ข ๐“๐š๐ก๐š๐ฉ ๐ˆ๐ˆ (๐’๐ž๐ฅ๐ž๐ค๐ฌ๐ข ๐Š๐ก๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฌ ๐Š๐จ๐ฉ๐š๐ฌ๐ฌ๐ฎ๐ฌ)
Bagi yang lolos tahap I, proses menjadi lebih intensif dan spesifik untuk kebutuhan Kopassus. mencakup:
Tes Psikologi: Penilaian mendalam terhadap aspek psikologis, kepribadian, mental, dan ketahanan stres.
Tes Kesehatan Jiwa: Untuk memastikan stabilitas mental.
Tes Fisik Lanjutan: Ujian fisik yang lebih berat dan spesifik, termasuk renang militer dan kemampuan navigasi darat (orientasi medan).
Wawancara Mendalam: Untuk menggali motivasi, komitmen, dan kepribadian calon prajurit.
4. ๐๐ž๐ง๐๐ข๐๐ข๐ค๐š๐ง ๐Š๐จ๐ฆ๐š๐ง๐๐จ (๐ƒ๐ข๐ค๐ค๐จ)
Mereka yang berhasil melewati semua tahapan seleksi administrasi, kesehatan, dan fisik akan melanjutkan ke Pendidikan Komando (Dikko), yang merupakan inti dari pembentukan prajurit Kopassus. Dikko berlangsung selama kurang lebih 7 bulan dan terbagi dalam tiga tahap:
๐‘‡๐‘Žโ„Ž๐‘Ž๐‘ ๐ผ (๐ต๐‘Ž๐‘ ๐‘–๐‘ ): Fokus pada kemampuan dasar prajurit komando di pusat pelatihan.
๐‘‡๐‘Žโ„Ž๐‘Ž๐‘ ๐ผ๐ผ (๐ป๐‘ข๐‘ก๐‘Ž๐‘› ๐‘‘๐‘Ž๐‘› ๐บ๐‘ข๐‘›๐‘ข๐‘›๐‘”): Latihan di medan alam, fokus pada kemampuan bertahan hidup (survival), navigasi, dan taktik pertempuran di hutan/gunung.
๐‘‡๐‘Žโ„Ž๐‘Ž๐‘ ๐ผ๐ผ๐ผ (๐‘…๐‘Ž๐‘ค๐‘Ž ๐ฟ๐‘Ž๐‘ข๐‘ก): Latihan di medan air (rawa dan laut), fokus pada pertempuran di air, penyelaman, dan infiltrasi pantai.
Seleksi ini dirancang untuk mengeliminasi mereka yang tidak memenuhi standar tinggi yang dibutuhkan oleh pasukan elit, menghasilkan prajurit dengan fisik prima, mental baja, dan keterampilan tempur yang mumpuni.

sangat wajar dan memang sering terjadi bahwa ada peserta didik yang gagal atau mengundurkan diri selama masa Pendidikan Komando (Dikko) Kopassus. Tingkat kelulusan pendidikan ini relatif rendah (hanya sekitar 20-25% dari total peserta) karena standarnya yang sangat tinggi.
๐ค๐ž๐ ๐š๐ ๐š๐ฅ๐š๐ง ๐๐š๐ฉ๐š๐ญ ๐ญ๐ž๐ซ๐ฃ๐š๐๐ข ๐ค๐š๐ซ๐ž๐ง๐š ๐›๐ž๐ซ๐›๐š๐ ๐š๐ข ๐Ÿ๐š๐ค๐ญ๐จ๐ซ:
๐‘‡๐‘–๐‘‘๐‘Ž๐‘˜ ๐พ๐‘ข๐‘Ž๐‘ก ๐น๐‘–๐‘ ๐‘–๐‘˜: Beban latihan fisik selama 7 bulan sangat ekstrem dan terus-menerus. Banyak yang gugur karena cedera serius atau kelelahan fisik yang tidak dapat ditoleransi lagi.
๐‘‡๐‘–๐‘‘๐‘Ž๐‘˜ ๐พ๐‘ข๐‘Ž๐‘ก ๐‘€๐‘’๐‘›๐‘ก๐‘Ž๐‘™/๐‘ƒ๐‘ ๐‘–๐‘˜๐‘–๐‘ : Tekanan mental selama pendidikan sangat tinggi. Peserta dihadapkan pada situasi penuh stres, kurang tidur, dan kondisi sulit untuk menguji ketahanan mental mereka. Bagi yang tidak tahan tekanan, mereka bisa mengundurkan diri atau didrop oleh instruktur.

๐‘ƒ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘›๐‘”๐‘”๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘› ๐ท๐‘–๐‘ ๐‘–๐‘๐‘™๐‘–๐‘›: Aturan dalam pendidikan komando sangat ketat. Pelanggaran berat terhadap disiplin militer dapat mengakibatkan pengeluaran dari pendidikan.
๐‘‡๐‘–๐‘‘๐‘Ž๐‘˜ ๐‘€๐‘’๐‘š๐‘’๐‘›๐‘ขโ„Ž๐‘– ๐‘†๐‘ก๐‘Ž๐‘›๐‘‘๐‘Ž๐‘Ÿ ๐พ๐‘’๐‘š๐‘Ž๐‘š๐‘๐‘ข๐‘Ž๐‘›: Meskipun sudah lolos seleksi awal, selama pendidikan peserta harus mencapai standar kemampuan tertentu (misalnya dalam navigasi, menembak, atau survival). Jika tidak mencapai standar yang ditetapkan, mereka dinyatakan gagal.


๐‘ฉ๐’๐’Ž ๐’„๐’–๐’“๐’‚๐’‰, ๐’‚๐’•๐’‚๐’– ๐’ƒ๐’๐’Ž ๐’Œ๐’๐’‚๐’”๐’•๐’†๐’“ (bahasa Inggris: cluster munition),

 ๐‘ฉ๐’๐’Ž ๐’„๐’–๐’“๐’‚๐’‰, ๐’‚๐’•๐’‚๐’– ๐’ƒ๐’๐’Ž ๐’Œ๐’๐’‚๐’”๐’•๐’†๐’“ (bahasa Inggris: cluster munition), adalah senjata yang dijatuhkan dari udara atau ditembakkan dari darat, yang melepaskan atau mengeluarkan sejumlah besar submunisi (amunisi kecil) peledak, masing-masing dirancang untuk meledak sendiri setelah mencapai target.


๐Š๐š๐ซ๐š๐ค๐ญ๐ž๐ซ๐ข๐ฌ๐ญ๐ข๐ค ๐ฎ๐ญ๐š๐ฆ๐š ๐›๐จ๐ฆ ๐ค๐ฅ๐š๐ฌ๐ญ๐ž๐ซ ๐š๐๐š๐ฅ๐š๐ก:
๐‘ƒ๐‘’๐‘›๐‘ฆ๐‘’๐‘๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘› ๐ฟ๐‘ข๐‘Ž๐‘ : Bom ini dirancang untuk menyebarkan submunisi di area yang luas, menjadikannya efektif terhadap target area yang tersebar seperti kolom kendaraan militer atau landasan udara.


๐‘…๐‘–๐‘ ๐‘–๐‘˜๐‘œ ๐‘๐‘Ž๐‘”๐‘– ๐‘Š๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘”๐‘Ž ๐‘†๐‘–๐‘๐‘–๐‘™: Banyak submunisi gagal meledak saat benturan pertama. Submunisi yang tidak meledak ini berfungsi sebagai ranjau darat yang efektif, menimbulkan bahaya serius dan mematikan bagi warga sipil—terutama anak-anak—selama bertahun-tahun setelah konflik berakhir.
๐พ๐‘œ๐‘›๐‘ก๐‘Ÿ๐‘œ๐‘ฃ๐‘’๐‘Ÿ๐‘ ๐‘– ๐ผ๐‘›๐‘ก๐‘’๐‘Ÿ๐‘›๐‘Ž๐‘ ๐‘–๐‘œ๐‘›๐‘Ž๐‘™: Karena risiko jangka panjang terhadap warga sipil, bom klaster sangat kontroversial. Penggunaannya telah dilarang oleh banyak negara di bawah Konvensi tentang Amunisi Klaster (CCM), sebuah perjanjian internasional yang melarang penggunaan, produksi, penimbunan, dan transfer senjata semacam itu. Namun, beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, Rusia, dan Tiongkok, belum meratifikasi perjanjian ini.

๐๐ข๐ก๐š๐ค-๐ฉ๐ข๐ก๐š๐ค ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐๐ข๐ค๐ž๐ญ๐š๐ก๐ฎ๐ข ๐ฉ๐ž๐ซ๐ง๐š๐ก ๐ฆ๐ž๐ง๐ ๐ ๐ฎ๐ง๐š๐ค๐š๐ง ๐›๐จ๐ฆ ๐ค๐ฅ๐š๐ฌ๐ญ๐ž๐ซ ๐ฆ๐ž๐ฅ๐ข๐ฉ๐ฎ๐ญ๐ข:
๐ฝ๐‘’๐‘Ÿ๐‘š๐‘Ž๐‘›: Pihak pertama yang menggunakan bom klaster secara operasional selama Perang Dunia II dengan jenis bom SD-2.
SD-2 bom

๐ด๐‘š๐‘’๐‘Ÿ๐‘–๐‘˜๐‘Ž ๐‘†๐‘’๐‘Ÿ๐‘–๐‘˜๐‘Ž๐‘ก:Menggunakan bom ini dalam Perang Dunia II, Perang Vietnam di Kamboja, Perang Irak tahun 2003, dan memasoknya ke Ukraina dalam konflik terkini.
๐‘…๐‘ข๐‘ ๐‘–๐‘Ž/๐‘ˆ๐‘›๐‘– ๐‘†๐‘œ๐‘ฃ๐‘–๐‘’๐‘ก: Menggunakannya dalam berbagai konflik, termasuk di Afghanistan, Chechnya, Georgia (2008), Suriah, dan secara luas dalam invasi ke Ukraina saat ini.
๐ผ๐‘ ๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘’๐‘™: Menggunakan bom klaster dalam Perang Yom Kippur (1973), invasi Lebanon tahun 1978, dan kembali menggunakannya dalam perang Lebanon tahun 2006 melawan Hizbullah.
๐ผ๐‘›๐‘”๐‘”๐‘Ÿ๐‘–๐‘ : Menggunakan amunisi ini bersama AS selama invasi Irak tahun 2003.
๐‘Œ๐‘ข๐‘”๐‘œ๐‘ ๐‘™๐‘Ž๐‘ฃ๐‘–๐‘Ž (๐‘ ๐‘’๐‘๐‘’๐‘™๐‘ข๐‘š๐‘›๐‘ฆ๐‘Ž): Menggunakannya selama Perang Bosnia tahun 1992-1995.
๐‘‡โ„Ž๐‘Ž๐‘–๐‘™๐‘Ž๐‘›๐‘‘: Mengakui penggunaan bom curah saat konflik perbatasan dengan Kamboja pada tahun 2011.
Suriah: Terbukti menggunakan bom klaster dalam konflik bersenjata internal.
Pesawat Tornado Jerman menjatuhkan Bom klaster

๐‘ˆ๐‘˜๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘–๐‘›๐‘Ž: Juga menggunakan bom klaster dalam konflik yang sedang berlangsung dengan Rusia.
Penggunaan bom klaster dalam konflik terkini, terutama oleh Rusia dan Ukraina, menuai kecaman keras dari organisasi hak asasi manusia karena risiko besar terhadap warga sipil, mengingat banyak submunisi yang gagal meledak dan menjadi ranjau darat setelah konflik usai.