๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐ฆ๐ฆ adalah sebuah sistem artileri medan swagerak (๐๐๐๐-๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐) beroda rantai kaliber 155 mm buatan Amerika Serikat yang telah dimodifikasi dan ditingkatkan kemampuannya oleh negara Belgia. Kode "BE" pada nama tersebut merujuk pada standar spesifikasi Angkatan Darat Belgia (Belgium).
๐ ๐ข๐ญ๐ฎ๐ซ ๐๐ญ๐๐ฆ๐ ๐๐๐ง ๐๐๐ง๐ข๐ง๐ ๐ค๐๐ญ๐๐ง ๐๐๐ค๐ง๐ข๐ฌ
M109A4BE merupakan hasil peremajaan (upgrade) dari basis varian terdahulu seperti M109A2/A3
. Dilengkapi penarik mekanis yang meningkatkan kecepatan tembak hingga 3 peluru dalam 20 detik pertama. Perlindungan
NBC: Proteksi kru yang terintegrasi terhadap ancaman Nuklir, Biologi, dan Kimia.
(APU) sebesar 1,2 Kw.
๐๐ฉ๐๐ฌ๐ข๐๐ข๐ค๐๐ฌ๐ข ๐๐๐ค๐ง๐ข๐ฌ Kaliber
Laras: 155 mm / 39 caliber (Laras M185).
18,5 km untuk amunisi konvensional dan bisa mencapai hingga 30 km jika menggunakan amunisi berbantuan roket (Rocket Assisted Projectile / RAP). Mobilitas :
Digerakkan oleh mesin Detroit Diesel Turbo dengan kecepatan jalan raya maksimum mencapai 64 km/jam.
oleh 6 Personel (Komandan, pengemudi, penembak , asisten penembak, dan 2 kru pemuat amunisi).
๐๐๐ฃ๐๐ซ๐๐ก ๐๐๐ง๐ ๐๐ฆ๐๐๐ง๐ ๐๐ง (๐๐ฌ๐๐ฅ-๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฅ ๐๐ข๐ฅ๐ฌ๐ข๐ฅ๐๐ก)
Pengembangan alutsista ini melewati tiga fase penting dari Amerika Serikat hingga ke Belgia:
Awal Mula di Amerika Serikat: Basis utama kendaraan ini adalah M109, artileri swagerak beroda rantai yang pertama kali dikembangkan oleh Amerika Serikat
pada awal dekade 1960-an untuk menggantikan varian M44. Program Modernisasi Belgia (2007–2008): Memasuki pertengahan dekade 2000-an, militer Belgia melakukan modernisasi waktu 1984–1985, Pemerintah Belgia membeli sejumlah unit meriam standar M109A2/A3 dari
besar-besaran terhadap armada M109 miliknya. Hasil peremajaan ini melahirkan varian khusus berkode M109A4BE. semi-otomatis guna mempercepat laju tembakan.
๐๐๐ง๐ ๐๐๐๐๐ง ๐๐๐ง ๐๐๐ง๐ ๐ ๐ฎ๐ง๐๐๐ง ๐จ๐ฅ๐๐ก Peluang
ini diambil oleh Indonesia untuk memodernisasi Korps Artileri Medan (Armed).
Pemerintah Indonesia (2016) secara resmi menyepakati pembelian alutsista bekas layak pakai (surplus) milik Angkatan Darat Belgia. Total pengadaan mencakup 36 unit meriam M109A4BE, lengkap dengan beberapa unit kendaraan pos komando (Command Post) serta kendaraan derek pemulihan (Armored Recovery Vehicle / ARV )
.
(Juli 2017): Tiba sebanyak 18 unit meriam.
Gelombang II (Juli 2018): Tiba sebanyak 18
unit meriam tambahan beserta kendaraan pendukungnya. didistribusikan untuk memperkuat satuan pemukul taktis pertahanan, di antaranya ditempatkan di bawah Batalyon Artileri Medan 7/Biring Galih (Yonarmed 7/155 SPH) yang berada di bawah komando Kodam Jaya, serta Batalyon Artileri Medan 10/Bradjamusti (Yonarmed 10/155 SPH) di bawah Divisi Infanteri 1/Kostrad.
#meriam #howitzer #artileri #tni


.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar