𝐏𝐞𝐬𝐚𝐰𝐚𝐭 𝐓𝐞𝐦𝐩𝐮𝐫 𝐤𝐞𝐥𝐮𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐅𝐥𝐚𝐧𝐤𝐞𝐫 𝐑𝐮𝐬𝐢𝐚/𝐓𝐢𝐨𝐧𝐠𝐤𝐨𝐤 : 𝐒𝐔-𝟐𝟕, 𝐉-𝟏𝟏, 𝐒𝐔-𝟑𝟎, 𝐉-𝟏𝟔
Secara garis besar, semua pesawat ini berasal dari silsilah desain yang sama (keluarga Sukhoi Su-27 Flanker), tetapi mereka mewakili generasi, fungsi, dan negara pembuat yang berbeda.Perbedaan utamanya terletak pada pembagian peran (superioritas udara vs multiperan), teknologi avionik/radar, serta komponen dalam negeri Tiongkok yang menggantikan suku cadang Rusia.1. 𝑺𝒖𝒌𝒉𝒐𝒊 𝑺𝒖-27 (𝑹𝒖𝒔𝒊𝒂) – "𝑺𝒂𝒏𝒈 𝑪𝒆𝒕𝒂𝒌 𝑩𝒊𝒓𝒖 𝑨𝒔𝒍𝒊"
Konteks: Ini adalah platform dasar orisinal yang dirancang oleh Uni Soviet pada tahun 1980-an untuk menandingi jet tempur F-15 milik Amerika Serikat.
Karakteristik: Difokuskan murni untuk pertempuran udara-ke-udara (Air Superiority). Pesawat ini sangat lincah dalam bermanuver (dogfight), tetapi memiliki sistem avionik analog tua dan tidak punya kemampuan optimal untuk menjatuhkan bom pintar ke darat.
2. 𝑺𝒉𝒆𝒏𝒚𝒂𝒏𝒈 𝑱-11 (𝑻𝒊𝒐𝒏𝒈𝒌𝒐𝒌) – "𝑺𝒖-27 𝑽𝒆𝒓𝒔𝒊 𝑫𝒐𝒎𝒆𝒔𝒕𝒊𝒌 𝑻𝒊𝒐𝒏𝒈𝒌𝒐𝒌"
Konteks: Tiongkok awalnya membeli Su-27 dari Rusia, lalu mendapatkan lisensi untuk merakitnya sendiri di dalam negeri dengan nama J-11A.
Perkembangan (J-11B): Tiongkok kemudian melanggar komitmen lisensi dan mulai memproduksi varian J-11B. Bentuk fisiknya sama persis dengan Su-27, tetapi struktur materialnya diperingan menggunakan serat karbon, mesinnya diganti ke WS-10 buatan Tiongkok, dan radar/sistem kokpitnya diganti dengan teknologi elektronik Tiongkok. Perannya tetap dominan untuk superioritas udara.
3. 𝑺𝒖𝒌𝒉𝒐𝒊 𝑺𝒖-30 (𝑹𝒖𝒔𝒊𝒂) – "𝑽𝒂𝒓𝒊𝒂𝒏 𝑺𝒆𝒓𝒂𝒏𝒈 𝑫𝒖𝒂 𝑲𝒖𝒓𝒔𝒊 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝑹𝒖𝒔𝒊𝒂"
Konteks: Dikembangkan oleh Rusia yang menyadari bahwa Su-27 butuh kemampuan serang darat dan laut (multi-role).
Karakteristik: Pesawat ini wajib memiliki 2 kursi (pilot di depan, operator senjata di belakang) agar pembagian tugas saat menyerang target darat menjadi lebih mudah. Tiongkok sempat mengimpor varian Su-30MKK dari Rusia pada awal tahun 2000-an sebelum mereka bisa membuat jet multiperan sendiri.
4. 𝑺𝒉𝒆𝒏𝒚𝒂𝒏𝒈 𝑱-16 (𝑻𝒊𝒐𝒏𝒈𝒌𝒐𝒌) – "𝑯𝒂𝒔𝒊𝒍 𝑬𝒗𝒐𝒍𝒖𝒔𝒊 𝑻𝒆𝒓𝒕𝒊𝒏𝒈𝒈𝒊"
Konteks: J-16 adalah hasil perkawinan silang antara ilmu struktur fisik Su-30MKK (desain bodi kokpit ganda dan roda pendaratan ganda yang kokoh) dengan teknologi avionik generasi baru milik Tiongkok.
Mengapa J-16 Lebih Unggul?:
J-16 melompati teknologi Su-30 Rusia karena telah mengintegrasikan radar AESA (kemampuan lacak deteksi jauh lebih presisi dan tahan pengacauan sinyal) serta lapisan bodi radar-absorbent (menyerap gelombang radar agar lebih sulit dideteksi). Senjatanya pun menggunakan rudal mutakhir Tiongkok seperti PL-15 yang jarak jangkauannya melebihi rudal bawaan Su-30 Rusia.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar