𝐓𝐞𝐧𝐠𝐠𝐞𝐥𝐚𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐇𝐌𝐒 𝐂𝐨𝐯𝐞𝐧𝐭𝐫𝐲 (𝐃𝟏𝟏𝟖) dalam Perang Malvinas

𝐓𝐞𝐧𝐠𝐠𝐞𝐥𝐚𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐇𝐌𝐒 𝐂𝐨𝐯𝐞𝐧𝐭𝐫𝐲 (𝐃𝟏𝟏𝟖) pada 25 Mei 1982 merupakan salah satu peristiwa paling dramatis dalam Perang Malvinas. Kapal Destroyer/perusak tipe 42 ini karam hanya dalam waktu sekitar 20 menit setelah diserang oleh pesawat tempur A-4 Skyhawk Argentina.



𝐵𝑒𝑟𝑖𝑘𝑢𝑡 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑟𝑜𝑛𝑜𝑙𝑜𝑔𝑖 𝑑𝑎𝑛 𝑑𝑒𝑡𝑎𝑖𝑙 𝑘𝑒𝑗𝑎𝑑𝑖𝑎𝑛𝑛𝑦𝑎:

HMS Coventry ditempatkan di utara Falkland Sound bersama fregat HMS Broadsword untuk bertindak sebagai deteksi dini dan umpan guna menarik pesawat Argentina menjauh dari armada utama di Teluk San Carlos.
Pada sore hari tanggal 25 Mei—hari nasional Argentina—dua gelombang pesawat jet A-4 Skyhawk menyerang dari arah daratan.

A-4 Skyhawk Argentina


Karena terbang sangat rendah di atas tanah, radar kapal kesulitan mengunci target dengan rudal Sea Dart-nya.

ilustrasi


Pada gelombang pertama, A-4 Argentina berhasil menjatuhkan B0m, tetapi luput dari sasaran.

Saat gelombang kedua menyerang, HMS Broadsword sebenarnya sempat mengunci target dengan sistem Sea Wolf, namun HMS Coventry yang bermanuver tiba-tiba berada langsung di jalur tembak, sehingga sistem Broadsword kehilangan kunci target.



Tiga b0m seberat 1.000 pon menghantam sisi kiri (port side) kapal. Dua b0m meledak, menghancurkan ruang operasi dan ruang mesin depan, yang menyebabkan banjir besar yang tidak terkendali.

Akibat kerusakan fatal tersebut, kapal segera miring dan terbalik. Sebanyak 19 awak kapal t3was (beberapa sumber menyebut 20-21) dan 30 lainnya luka-luka.



Sekitar 280 awak berhasil diselamatkan oleh HMS Broadsword dan helikopter di tengah kondisi air Atlantik Selatan yang membeku.



Kehilangan HMS Coventry terjadi pada hari yang sama dengan hancurnya kapal angkut Atlantic Conveyor, yang dikenal sebagai "𝑩𝒍𝒂𝒄𝒌 𝑻𝒖𝒆𝒔𝒅𝒂𝒚" bagi Angkatan Laut Kerajaan Inggris.

Komentar