Rabu, 04 Februari 2026

Pabrik Senjata Pertama Indonesia - ACW

Pabrik senjata pertama di Indonesia yang menjadi cikal bakal industri pertahanan modern adalah ๐‘จ๐’“๐’•๐’Š๐’๐’๐’†๐’“๐’Š๐’† ๐‘ช๐’๐’๐’”๐’•๐’“๐’–๐’„๐’•๐’Š๐’† ๐‘พ๐’Š๐’๐’Œ๐’†๐’ (๐‘จ๐‘ช๐‘พ), yang kini dikenal sebagai ๐‘ท๐‘ป ๐‘ท๐’Š๐’๐’…๐’‚๐’… (๐‘ท๐’†๐’“๐’”๐’†๐’“๐’).


Berikut adalah rincian sejarah singkatnya:

๐‘ƒ๐‘’๐‘›๐‘‘๐‘–๐‘Ÿ๐‘–๐‘Ž๐‘› (1808): Didirikan oleh Gubernur Jenderal Belanda, Herman Willem Daendels, di Surabaya dengan nama Constructie Winkel (CW). Awalnya, tempat ini berfungsi sebagai bengkel pengadaan, pemeliharaan, dan perbaikan sarana senjata.


๐‘ƒ๐‘’๐‘Ÿ๐‘˜๐‘’๐‘š๐‘๐‘Ž๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘› ๐‘๐‘Ž๐‘š๐‘Ž: Pada tahun 1850, namanya berubah menjadi Artillerie Constructie Winkel (ACW) setelah digabungkan dengan bengkel amunisi (Proyektil Fabriek) dan laboratorium kimia.
๐‘…๐‘’๐‘™๐‘œ๐‘˜๐‘Ž๐‘ ๐‘– ๐‘˜๐‘’ ๐ต๐‘Ž๐‘›๐‘‘๐‘ข๐‘›๐‘” (1918-1920): Akibat pecahnya Perang Dunia I, pabrik ini dipindahkan dari Surabaya ke Bandung (Kiaracondong) karena lokasinya yang lebih strategis dan terlindungi secara geografis.



๐ธ๐‘Ÿ๐‘Ž ๐พ๐‘’๐‘š๐‘’๐‘Ÿ๐‘‘๐‘’๐‘˜๐‘Ž๐‘Ž๐‘›: Setelah kedaulatan Indonesia diakui, pabrik ini diserahkan kepada Pemerintah RI pada tahun 1950 dan berubah nama menjadi Pabrik Senjata dan Mesiu (PSM) di bawah pengelolaan TNI AD.

๐‘€๐‘’๐‘›๐‘—๐‘Ž๐‘‘๐‘– ๐ต๐‘ˆ๐‘€๐‘ (1983): Melalui Keputusan Presiden No. 11 Tahun 1983, statusnya resmi berubah menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan nama PT Pindad (Persero).

๐น๐‘Ž๐‘˜๐‘ก๐‘Ž ๐‘€๐‘’๐‘›๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘–๐‘˜: Sebelum era kolonial, kerajaan-kerajaan di Nusantara seperti Majapahit sudah memiliki kemampuan memproduksi senjata api tradisional berupa meriam kecil yang disebut Cetbang sejak abad ke-14.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar