Status perkembangan Senapan 𝐬𝐞𝐫𝐛𝐮 𝐈𝐅𝐀𝐑-𝟐𝟐 (𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚𝐧 𝐅𝐮𝐭𝐮𝐫𝐞 𝐀𝐬𝐬𝐚𝐮𝐥𝐭 𝐑𝐢𝐟𝐥𝐞) saat ini

 Proyek senapan 𝐬𝐞𝐫𝐛𝐮 𝐈𝐅𝐀𝐑-𝟐𝟐 (𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚𝐧 𝐅𝐮𝐭𝐮𝐫𝐞 𝐀𝐬𝐬𝐚𝐮𝐥𝐭 𝐑𝐢𝐟𝐥𝐞) saat ini masih dalam tahap pengembangan dan pengujian intensif oleh pihak swasta nasional, PT Republik Armamen Industri (anak perusahaan Republikorp), bekerja sama dengan pemerintah.


Berikut poin-poin perkembangannya:
𝑼𝒋𝒊 𝑭𝒖𝒏𝒈𝒔𝒊 𝑷𝒓𝒐𝒕𝒐𝒌𝒐𝒍: Pada Maret 2023, Balitbang Kemhan RI telah melaksanakan uji fungsi terhadap prototipe IFAR-22 di Laboratorium Litbang Angkatan Darat, Batujajar. Pengujian ini mencakup verifikasi mekanisme kerja senjata agar sesuai dengan spesifikasi militer yang ditetapkan.

𝑺𝒕𝒂𝒕𝒖𝒔 𝑷𝒓𝒐𝒅𝒖𝒌𝒔𝒊: Hingga awal 2026, senjata ini masih berstatus sebagai prototipe yang terus disempurnakan. Belum ada pengumuman resmi mengenai adopsi massal oleh TNI sebagai senjata standar, mengingat SS2 buatan PT Pindad masih menjadi alutsista utama saat ini.

𝑲𝒆𝒖𝒏𝒈𝒈𝒖𝒍𝒂𝒏 𝑫𝒆𝒔𝒂𝒊𝒏: IFAR-22 tetap dipromosikan sebagai senapan serbu sistem bullpup pertama buatan swasta nasional dengan fitur ambidextrous (bisa digunakan tangan kanan/kiri) dan sistem gas piston.


𝑻𝒖𝒋𝒖𝒂𝒏 𝑺𝒕𝒓𝒂𝒕𝒆𝒈𝒊𝒔: Proyek ini merupakan bagian dari upaya kemandirian industri pertahanan Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada impor alutsista.

Jika kamu ingin memantau perkembangannya secara berkala, kamu bisa mengecek situs resmi Kementerian Pertahanan RI atau kabar terbaru dari Republikorp.

Komentar