s𝒊𝒔𝒕𝒆𝒎 𝒓𝒖𝒅𝒂𝒍 𝒑𝒆𝒓𝒕𝒂𝒉𝒂𝒏𝒂𝒏 𝒖𝒅𝒂𝒓𝒂 𝒖𝒕𝒂𝒎𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒈𝒖𝒏𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝑻𝑵𝑰 𝑨𝑼 𝒉𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂 𝒕𝒂𝒉𝒖𝒏 𝟐𝟎𝟐𝟔

 𝐓𝐍𝐈 𝐀𝐧𝐠𝐤𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐔𝐝𝐚𝐫𝐚 (𝐓𝐍𝐈 𝐀𝐔) mengoperasikan sistem rudal pertahanan udara yang terintegrasi di bawah 𝑲𝒐𝒎𝒂𝒏𝒅𝒐 𝑶𝒑𝒆𝒓𝒂𝒔𝒊 𝑼𝒅𝒂𝒓𝒂 𝑵𝒂𝒔𝒊𝒐𝒏𝒂𝒍 (𝑲𝒐𝒐𝒑𝒔𝒖𝒅𝒏𝒂𝒔), khususnya oleh satuan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat). Berbeda dengan TNI AD yang lebih fokus pada perlindungan pasukan di darat, sistem di TNI AU dirancang untuk melindungi pangkalan udara, objek vital nasional, dan wilayah udara kedaulatan.

𝑩𝒆𝒓𝒊𝒌𝒖𝒕 𝒂𝒅𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒅𝒂𝒇𝒕𝒂𝒓 𝒔𝒊𝒔𝒕𝒆𝒎 𝒓𝒖𝒅𝒂𝒍 𝒑𝒆𝒓𝒕𝒂𝒉𝒂𝒏𝒂𝒏 𝒖𝒅𝒂𝒓𝒂 𝒖𝒕𝒂𝒎𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒈𝒖𝒏𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝑻𝑵𝑰 𝑨𝑼 𝒉𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂 𝒕𝒂𝒉𝒖𝒏 𝟐𝟎𝟐𝟔:
𝟏. 𝐒𝐢𝐬𝐭𝐞𝐦 𝐏𝐞𝐫𝐭𝐚𝐡𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐉𝐚𝐫𝐚𝐤 𝐌𝐞𝐧𝐞𝐧𝐠𝐚𝐡
𝑁𝐴𝑆𝐴𝑀𝑆 2 (National Advanced Surface to Air Missile System): Merupakan alutsista pertahanan udara paling canggih yang dimiliki Indonesia saat ini untuk melindungi Jakarta.
NASAMS 2


Produsen: Kerja sama Kongsberg (Norwegia) dan Raytheon (AS).
Amunisi: Menggunakan rudal AIM-120 AMRAAM.
Kemampuan: Jangkauan tembak standar sekitar 50 km, namun dapat ditingkatkan melalui integrasi data-link. Unit ini ditempatkan di lokasi strategis seperti Teluk Naga untuk memayungi ibu kota.
𝟐. 𝐒𝐢𝐬𝐭𝐞𝐦 𝐏𝐞𝐫𝐭𝐚𝐡𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐉𝐚𝐫𝐚𝐤 𝐏𝐞𝐧𝐝𝐞𝐤 (𝐒𝐇𝐎𝐑𝐀𝐃)
𝑂𝑒𝑟𝑙𝑖𝑘𝑜𝑛 𝑆𝑘𝑦𝑠ℎ𝑖𝑒𝑙𝑑: Sistem pertahanan udara titik yang menggabungkan meri4m otomatis 35mm dengan peluncur rudal untuk perlindungan pangkalan.
OERLIKON Skyshield


𝐶ℎ𝑖𝑟𝑜𝑛 (Korea Selatan): Rudal permukaan-ke-udara jarak pendek (VSHORAD) yang sering diintegrasikan dengan sistem Skyshield untuk efektivitas lebih tinggi.
chiron

chiron


𝑄𝑊-3 & 𝑄𝑊-19 (Tiongkok): Rudal panggul (MANPADS) yang digunakan oleh personel Kopasgat untuk menjatuhkan target udara rendah.
QW-3 dan QW-19


𝟑. 𝐑𝐮𝐝𝐚𝐥 𝐔𝐝𝐚𝐫𝐚-𝐤𝐞-𝐔𝐝𝐚𝐫𝐚 (𝐃𝐢𝐮𝐬𝐮𝐧𝐠 𝐏𝐞𝐬𝐚𝐰𝐚𝐭 𝐓𝐞𝐦𝐩𝐮𝐫)
TNI AU juga memiliki koleksi rudal yang diluncurkan dari pesawat tempur untuk misi intersepsi:
𝐽𝑎𝑟𝑎𝑘 𝐽𝑎𝑢ℎ/𝐵𝑉𝑅: 𝐴𝐼𝑀-120𝐶-7 𝐴𝑀𝑅𝐴𝐴𝑀 (𝐴𝑆) untuk F-16 dan R-77 (Rusia) untuk Sukhoi.
𝐽𝑎𝑟𝑎𝑘 𝐷𝑒𝑘𝑎𝑡: 𝐴𝐼𝑀-9 𝑆𝑖𝑑𝑒𝑤𝑖𝑛𝑑𝑒𝑟 (𝐴𝑆) dan 𝑅-73 (𝑅𝑢𝑠𝑖𝑎).
AMRAAM dan SIDEWINDER
RUDAL R-77 pada SU-30



Modernisasi Rafale: Dengan tibanya unit perdana pesawat Rafale pada Januari 2026, TNI AU juga akan mulai mengoperasikan rudal Meteor (jarak jauh) dan MICA (jarak pendek/menengah) buatan Prancis.
𝟒. 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐒𝐭𝐫𝐚𝐭𝐞𝐠𝐢𝐬 (𝟐𝟎𝟐𝟓–𝟐𝟎𝟐𝟔)
TNI AU tengah memperkuat konsep 𝐼𝑛𝑑𝑜𝑛𝑒𝑠𝑖𝑎𝑛 𝐴𝑟𝑐ℎ𝑖𝑝𝑒𝑙𝑎𝑔𝑖𝑐 𝐴𝑖𝑟 𝐷𝑒𝑓𝑒𝑛𝑠𝑒 𝑆𝑦𝑠𝑡𝑒𝑚 (𝐼𝐴𝐴𝐷𝑆) 𝑚𝑒𝑙𝑎𝑙𝑢𝑖 𝑠𝑖𝑠𝑡𝑒𝑚 𝐶𝑎𝑘𝑟𝑎 yang mengintegrasikan seluruh sensor radar dan peluncur rudal secara real-time.

Komentar