Sabtu, 20 Juni 2026

𝐒𝐢𝐬𝐭𝐞𝐦 𝐑𝐮𝐝𝐚𝐥 𝐂𝐡𝐞𝐨𝐧𝐠𝐮𝐧𝐠 𝐈𝐈 (𝐌𝐒𝐀𝐌-𝐈𝐈)

 𝐒𝐢𝐬𝐭𝐞𝐦 𝐑𝐮𝐝𝐚𝐥 𝐂𝐡𝐞𝐨𝐧𝐠𝐮𝐧𝐠 𝐈𝐈 (𝐌𝐒𝐀𝐌-𝐈𝐈) adalah sistem pertahanan udara permukaan-ke-udara (surface-to-air missile) jarak menengah semi-mobile yang dikembangkan oleh Korea Selatan. Sistem ini dirancang oleh Agency for Defense Development (ADD) dan diproduksi oleh perusahaan pertahanan LIG Nex1. Senjata canggih ini berfungsi untuk mencegat target udara seperti pesawat jet, helikopter, hingga peluru kendali balistik musuh.


𝐊𝐨𝐦𝐩𝐨𝐧𝐞𝐧 𝐔𝐭𝐚𝐦𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐓𝐞𝐤𝐧𝐢𝐬
Setiap satu baterai sistem Cheongung II merupakan kesatuan unit tempur terintegrasi:
Kendaraan Peluncur: Menggunakan platform truk militer KIA 8×8 KM1500 yang membawa wadah rudal vertikal.
Radar Multifungsi: Dilengkapi teknologi radar pencari aktif (active homing radar) untuk mendeteksi sekaligus melacak banyak target sekaligus.
Pusat Kendali Tembakan: Unit komando bergerak untuk memantau situasi pertahanan dan mengeksekusi peluncuran.
Kendaraan Logistik: Terdiri dari truk pengangkut muatan (transloader) dan unit pembangkit listrik mandiri.

𝐅𝐢𝐭𝐮𝐫 𝐔𝐭𝐚𝐦𝐚
Teknologi Canggih: Mengadopsi basis teknologi sistem pertahanan udara terkenal Rusia seperti S-350E dan S-400 hasil kerja sama dengan Almaz-Antey
Kemampuan Intersepsi: Mampu menghancurkan ancaman udara dengan metode hantam-untuk-bunuh (hit-to-kill) yang sangat akurat.
Mobilitas Tinggi: Seluruh komponen dipasang pada kendaraan roda ban berat sehingga mudah dipindahkan ke berbagai medan pertempuran.
Sistem ini telah terbukti efektif secara nyata di medan tempur dan menarik minat banyak negara:
Uni Emirat Arab & Arab Saudi: Telah sukses menggunakan sistem ini untuk mencegat ancaman serangan udara regional.
𝑰𝒏𝒅𝒐𝒏𝒆𝒔𝒊𝒂: Berdasarkan laporan intelijen pertahanan Jane's, Kementerian Pertahanan Indonesia telah menerbitkan Letter of Intent (LOI) untuk menjajaki akuisisi sistem pertahanan ini demi memodernisasi alutsista nasional.


𝐏𝐞𝐧𝐠𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐒𝐢𝐬𝐭𝐞𝐦 𝐑𝐮𝐝𝐚𝐥 𝐂𝐡𝐞𝐨𝐧𝐠𝐮𝐧𝐠 𝐈𝐈 (𝐌𝐒𝐀𝐌-𝐈𝐈)
1. Kolaborasi Awal dengan Rusia (Era Cheongung I)
Pengembangan fondasi sistem ini dimulai melalui kemitraan strategis antara Agency for Defense Development (ADD) Korea Selatan dengan manufaktur pertahanan legendaris Rusia, Almaz-Antey dan Fakel. Korea Selatan mengadopsi basis teknologi rudal 9M96 yang digunakan pada sistem pertahanan S-350E dan S-400 Rusia. Melalui kerja sama ini, Korea Selatan berhasil melokalisasi perangkat lunak (software) serta teknologi radar multifungsi. Hasil fase awal ini melahirkan Cheongung I (KM-SAM Block I) yang resmi bertugas pada tahun 2015/2016, namun kemampuannya saat itu masih terbatas untuk merontokkan pesawat tempur konvensional musuh pada ketinggian sekitar 20–40 km.
2. Lompatan Teknologi ke Cheongung II (Mulai 2012)
Proyek Cheongung II (KM-SAM Block II) diinisiasi sejak tahun 2012 untuk meningkatkan fungsinya dari sekadar anti-pesawat menjadi penangkis rudal balistik taktis.
Pada tahun 2016, prototipe rudal ini meraih angka kesuksesan intersept sebesar 100% dalam belasan kali uji tembak di pusat pengetesan Anheung.
Pada Juni 2017, militer Korea Selatan menyatakan sistem ini siap diproduksi massal. Angkatan Darat Korea Selatan menerima baterai operasional pertamanya pada akhir tahun 2020.
3. Fase Modernisasi Dua Tahap & Integrasi KAMD (2024–2027)
Defense Acquisition Program Administration (DAPA) membagi peta jalan (roadmap) modernisasi Cheongung II ke dalam dua bagian besar:
Fase Pertama (Selesai 2024): Merampungkan pengembangan inti unit peluncur mandiri dan produksi sistem interseptor utama.
Fase Kedua (Mulai Juli 2025 - Target 2027): Pemerintah Korea Selatan menggelontorkan anggaran senilai KRW 644 miliar untuk melakukan pemutakhiran massal (upgrade) armada Cheongung I lama langsung ke standar Cheongung II. Pembaruan difokuskan pada peningkatan stasiun kontrol pertempuran dan penyematan Radar AESA multifungsi canggih guna memperluas jangkauan deteksi terbang rendah sekaligus melacak target simultan secara presisi.
Sistem KAMD: Cheongung II diintegrasikan sebagai benteng lapisan bawah (low-altitude) dari ekosistem pertahanan udara berlapis nasional bernama Korea Air and Missile Defense (KAMD) bersama rudal L-SAM.
4. Pembuktian Medan Tempur Nyata (Maret 2026)
Pengembangan sistem ini mencapai validasi tertinggi ketika baterai Cheongung II milik Uni Emirat Arab (UEA) menghadapi pertempuran riil untuk pertama kalinya terhadap serangan rudal balistik dan pesawat tanpa awak (drone). Sistem ini mencatatkan tingkat keberhasilan intersepsi operasional sebesar 96%, menjadikannya berstatus combat-proven dan mendongkrak popularitasnya di pasar ekspor global.
#rudal #alutsista

Tidak ada komentar:

Posting Komentar