Senin, 23 Februari 2026

Alutsista TNI-AU pada awal ORDE BARU

 ๐๐š๐๐š ๐€๐ฐ๐š๐ฅ ๐Ž๐‘๐ƒ๐„ ๐๐š๐ซ๐ฎ, periode akhir 1960-an hingga akhir 1970-an, ๐‘ป๐‘ต๐‘ฐ ๐‘จ๐‘ผ mengalami transisi besar dari ketergantungan pada teknologi Uni Soviet ke pesawat buatan Barat (Amerika Serikat, Australia, dan Eropa). Hal ini disebabkan oleh embargo suku cadang dari Uni Soviet pasca-1965 yang melumpuhkan sebagian besar armada lama.

Berikut adalah alutsista utama yang dibeli atau diterima TNI AU pada periode tersebut:
1. ๐‘ท๐’†๐’”๐’‚๐’˜๐’‚๐’• ๐‘ป๐’†๐’Ž๐’‘๐’–๐’“ & ๐‘บ๐’†๐’“4๐’๐’ˆ
๐น-86 ๐ด๐‘ฃ๐‘œ๐‘› ๐‘†๐‘Ž๐‘๐‘Ÿ๐‘’: Diterima sebagai hibah dari Australia (RAAF) pada tahun 1973 sebanyak 16 unit untuk mengisi kekosongan pertahanan udara.

๐ด-4 ๐‘†๐‘˜๐‘ฆโ„Ž๐‘Ž๐‘ค๐‘˜: Pengadaan paling fenomenal melalui operasi rahasia bernama Operasi Alpha pada tahun 1979. Indonesia membeli total 32 unit pesawat A-4 Skyhawk dari Isr43l untuk memperkuat armada tempur taktis.

๐น-5๐ธ/๐น ๐‘‡๐‘–๐‘”๐‘’๐‘Ÿ ๐ผ๐ผ: Kontrak pembelian pesawat tempur supersonik modern ini dimulai pada akhir 1970-an (masuk secara fisik pada 1980) untuk menggantikan posisi pesawat-pesawat lama.


๐‘‚๐‘‰-10 ๐ต๐‘Ÿ๐‘œ๐‘›๐‘๐‘œ: Pesawat serang ringan kontra-insurjensi buatan AS yang dibeli di pertengahan 1970-an untuk mendukung operasi dalam negeri seperti di Timor Timur.


2. ๐‘ท๐’†๐’”๐’‚๐’˜๐’‚๐’• ๐‘ณ๐’‚๐’•๐’Š๐’‰ (๐‘ป๐’“๐’‚๐’Š๐’๐’†๐’“)

๐‘‡-33 ๐ต๐‘–๐‘Ÿ๐‘‘: Pesawat latih jet dari Amerika Serikat yang didatangkan pada awal 1970-an (sekitar 1973) untuk menjaga kualifikasi terbang para pilot TNI AU.


๐‘‡-34๐ถ ๐‘‡๐‘ข๐‘Ÿ๐‘๐‘œ ๐‘€๐‘’๐‘›๐‘ก๐‘œ๐‘Ÿ: Pesawat latih bermesin turboprop yang dibeli pada akhir 1970-an sebagai pengganti pesawat latih lama.


3. ๐‘ท๐’†๐’”๐’‚๐’˜๐’‚๐’• ๐‘จ๐’๐’ˆ๐’Œ๐’–๐’• & ๐‘ฏ๐’†๐’๐’Š๐’Œ๐’๐’‘๐’•๐’†๐’“

๐ถ-130 ๐ป๐‘’๐‘Ÿ๐‘๐‘ข๐‘™๐‘’๐‘ : Penambahan armada Lockheed C-130 Hercules tipe B dan H terus dilakukan untuk mendukung mobilitas pasukan.


๐น๐‘œ๐‘˜๐‘˜๐‘’๐‘Ÿ ๐น27 ๐น๐‘Ÿ๐‘–๐‘’๐‘›๐‘‘๐‘ โ„Ž๐‘–๐‘: Pesawat angkut sedang buatan Belanda yang dibeli untuk mendukung logistik dan transportasi VIP/VVIP.


๐‘†๐‘–๐‘˜๐‘œ๐‘Ÿ๐‘ ๐‘˜๐‘ฆ ๐‘†-58๐‘‡: Helikopter angkut yang mulai memperkuat skadron helikopter TNI AU pada pertengahan 1970-an.


๐ต๐‘‚-105: Mulai digunakan setelah PTDI (dahulu IPTN) didirikan pada 1976 dan memproduksi helikopter ini di bawah lisensi Jerman.


4. ๐‘†๐‘–๐‘ ๐‘ก๐‘’๐‘š ๐‘ƒ๐‘’๐‘Ÿ๐‘ก๐‘Žโ„Ž๐‘Ž๐‘›๐‘Ž๐‘› ๐‘ˆ๐‘‘๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘Ž

๐‘…๐‘ข๐‘‘๐‘Ž๐‘™ ๐‘…๐‘Ž๐‘๐‘–๐‘’๐‘Ÿ: Indonesia mulai memesan sistem rudal antipesawat jarak pendek dari Inggris pada akhir 1970-an untuk melindungi pangkalan udara utama.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar