Rabu, 24 Juni 2026

๐Š๐š๐ฉ๐š๐ฅ ๐ฌ๐ž๐ฅ๐š๐ฆ ๐ค๐ž๐ฅ๐š๐ฌ ๐’๐œ๐จ๐ซ๐ฉ๐ž̀๐ง๐ž - ๐๐ซ๐จ๐ฒ๐ž๐ค ๐ˆ๐ง๐๐จ๐ง๐ž๐ฌ๐ข๐š (๐’๐œ๐จ๐ซ๐ฉ๐ž̀๐ง๐ž ๐„๐ฏ๐จ๐ฅ๐ฏ๐ž๐)

 ๐Š๐š๐ฉ๐š๐ฅ ๐ฌ๐ž๐ฅ๐š๐ฆ ๐ค๐ž๐ฅ๐š๐ฌ ๐’๐œ๐จ๐ซ๐ฉ๐ž̀๐ง๐ž adalah kelas kapal selam serang bertenaga diesel-elektrik (diesel-electric attack submarine) modern yang dikembangkan bersama oleh Naval Group Prancis (sebelumnya DCNS) dan perusahaan galangan kapal Navantia Spanyol.Kapal selam siluman ini dirancang multi-peran untuk menjalankan berbagai misi, mulai dari peperangan anti-kapal permukaan, peperangan anti-kapal selam, operasi khusus, hingga pengumpulan intelijen.


๐๐ซ๐จ๐ฒ๐ž๐ค ๐ˆ๐ง๐๐จ๐ง๐ž๐ฌ๐ข๐š (๐’๐œ๐จ๐ซ๐ฉ๐ž̀๐ง๐ž ๐„๐ฏ๐จ๐ฅ๐ฏ๐ž๐)
Indonesia melalui Kementerian Pertahanan telah resmi mengaktifkan kontrak pengadaan dua unit kapal selam varian terbaru, yaitu Scorpรจne Evolved. Melalui sistem transfer of technology (ToT), kapal selam ini ๐‘‘๐‘–๐‘๐‘Ž๐‘›๐‘”๐‘ข๐‘› ๐‘ ๐‘’๐‘๐‘’๐‘›๐‘ขโ„Ž๐‘›๐‘ฆ๐‘Ž ๐‘‘๐‘– ๐‘‘๐‘Ž๐‘™๐‘Ž๐‘š ๐‘›๐‘’๐‘”๐‘’๐‘Ÿ๐‘– ๐‘œ๐‘™๐‘’โ„Ž ๐‘ƒ๐‘‡ ๐‘ƒ๐ด๐ฟ ๐ผ๐‘›๐‘‘๐‘œ๐‘›๐‘’๐‘ ๐‘–๐‘Ž di Surabaya yang bekerja sama dengan Naval Group.
Proyek ini telah memasuki fase awal kualifikasi pemotongan baja (steel cutting) dan ditargetkan memulai konstruksi fisik penuh pada pertengahan tahun ini.
๐’๐ฉ๐ž๐ฌ๐ข๐Ÿ๐ข๐ค๐š๐ฌ๐ข ๐”๐ญ๐š๐ฆ๐š & ๐Š๐ž๐ฎ๐ง๐ ๐ ๐ฎ๐ฅ๐š๐ง ๐’๐œ๐จ๐ซ๐ฉ๐ž̀๐ง๐ž ๐„๐ฏ๐จ๐ฅ๐ฏ๐ž๐
Dimensi & Bobot: Memiliki panjang sekitar 71 hingga 72 meter dengan bobot berkisar antara 1.600 hingga 2.000 ton.
Teknologi Baterai: Varian Scorpรจne Evolved Indonesia menggunakan teknologi Baterai Litium-Ion (LiB) mutakhir. Teknologi ini memberikan efisiensi daya tinggi dan memungkinkan operasional bawah air hingga 80 hari.



Kemampuan Selam & Kecepatan: Mampu menyelam hingga kedalaman lebih dari 300–350 meter dengan kecepatan maksimal mencapai lebih dari 20 knot saat menyelam.
Persenjataan: Dilengkapi dengan 6 tabung peluncur yang dapat membawa hingga 18 senjata berat, termasuk kombinasi torpedo, rudal anti-kapal, dan ranjau laut.
Sistem Manajemen Tempur: Mengintegrasikan sistem taktis otomatis SUBTICS yang memadukan data komando, kontrol senjata, dan sensor akustik, sehingga kapal hanya membutuhkan sekitar 31 hingga 32 awak kapal.

๐๐ž๐ง๐ ๐ ๐ฎ๐ง๐š ๐†๐ฅ๐จ๐›๐š๐ฅ
Selain Indonesia yang sedang memproses pembangunannya, kapal selam kelas Scorpรจne telah sukses beroperasi dan dibangun oleh beberapa negara maritim lain:
India: Membangun 6 unit kapal selam di bawah Proyek P-75 (unit terakhir, INS Vaghsheer, diserahkan pada awal tahun 2025).
Brasil: Mengoperasikan Scorpรจne kelas Riachuelo yang berukuran lebih besar.
Malaysia: Mengoperasikan 2 unit kapal selam kelas Scorpรจne yang diterima tahun 2009 dan 2010.
Cile: Menjadi negara pertama yang memesan dan mengoperasikan kelas ini.
#kapalselam #navy #angkatanlaut #tnial

Selasa, 23 Juni 2026

๐“๐ฎ-๐Ÿ๐Ÿ”๐ŸŽ๐Œ ๐‘๐ฎ๐ฌ๐ข๐š vs ๐-๐Ÿ๐ ๐‹๐š๐ง๐œ๐ž๐ซ ๐€๐ฆ๐ž๐ซ๐ข๐ค๐š ๐’๐ž๐ซ๐ข๐ค๐š๐ญ

 Meskipun memiliki desain visual yang sangat mirip dengan sayap sapuan variabel (swing-wing), ๐“๐ฎ-๐Ÿ๐Ÿ”๐ŸŽ๐Œ ๐‘๐ฎ๐ฌ๐ข๐š jauh lebih besar, lebih cepat, dan mempertahankan kemampuan nuklir strategis, sedangkan ๐-๐Ÿ๐ ๐‹๐š๐ง๐œ๐ž๐ซ ๐€๐ฆ๐ž๐ซ๐ข๐ค๐š ๐’๐ž๐ซ๐ข๐ค๐š๐ญ berukuran lebih kecil, lebih lambat, dan telah dimodifikasi sepenuhnya untuk misi konvensional non-nuklir.Tu-160 dirancang sebagai platform peluncur rudal jelajah jarak jauh berhulu ledak nuklir yang menembak dari jarak aman, sementara B-1B Lancer awalnya dibuat untuk penetrasi udara supersonik rendah, namun kini bertugas menjatuhkan bom pintar konvensional di area konflik.


Berikut adalah rincian perbedaan utama antara kedua pesawat pengebom berat supersonik tersebut:

๐๐ž๐ซ๐›๐š๐ง๐๐ข๐ง๐ ๐š๐ง ๐’๐ฉ๐ž๐ฌ๐ข๐Ÿ๐ข๐ค๐š๐ฌ๐ข ๐๐š๐ง ๐Š๐š๐ซ๐š๐ค๐ญ๐ž๐ซ๐ข๐ฌ๐ญ๐ข๐ค ๐”๐ญ๐š๐ฆ๐š
๐‘ผ๐’Œ๐’–๐’“๐’‚๐’ & ๐‘ฉ๐’๐’ƒ๐’๐’•
Tupolev Tu-160M : Jauh lebih besar; berat lepas landas maksimum mencapai lebih dari 275.000 kg.
Rockwell B-1B Lancer : Lebih kecil; berat lepas landas maksimum sekitar 216.000 kg.
๐‘ฒ๐’†๐’„๐’†๐’‘๐’‚๐’•๐’‚๐’ ๐‘ด๐’‚๐’Œ๐’”๐’Š๐’Ž๐’–๐’Ž
Tupolev Tu-160M : Mencapai Mach 2.05 (Sangat supersonik di ketinggian).
Rockwell B-1B Lancer :Dibatasi hingga Mach 1.25 (Dioptimalkan untuk kecepatan rendah dekat tanah).
Tu-160M


๐‘ฒ๐’†๐’Ž๐’‚๐’Ž๐’‘๐’–๐’‚๐’ ๐‘ต๐’–๐’Œ๐’๐’Š๐’“
Tupolev Tu-160M : Masih mempertahankan opsi nuklir (Membawa rudal jelajah nuklir Kh-102).
Rockwell B-1B Lancer : Sama sekali tidak memiliki kemampuan nuklir (Hanya senjata konvensional sejak traktat START).
๐‘ท๐’†๐’“๐’‚๐’ ๐‘ผ๐’•๐’‚๐’Ž๐’‚
Tupolev Tu-160M : Stand-off Missile Carrier (Meluncurkan rudal dari wilayah aman).
Rockwell B-1B Lancer : Tactical/Strategic Penetrator (Pengeboman presisi konvensional langsung).
๐‘ฑ๐’–๐’Ž๐’๐’‚๐’‰ ๐‘ฒ๐’“๐’– : semua pesawat 4 personel
B1B LANCER



๐‘ท๐’†๐’“๐’ƒ๐’†๐’…๐’‚๐’‚๐’ ๐‘ญ๐’Š๐’๐’๐’”๐’๐’‡๐’Š ๐‘ซ๐’†๐’”๐’‚๐’Š๐’ ๐’…๐’‚๐’ ๐‘ถ๐’‘๐’†๐’“๐’‚๐’”๐’Š๐’๐’๐’‚๐’๐‘ซ๐’Š๐’Ž๐’†๐’๐’”๐’Š ๐’…๐’‚๐’ ๐‘ฒ๐’†๐’„๐’†๐’‘๐’‚๐’•๐’‚๐’: Tu-160M (dijuluki White Swan) memiliki bodi 20% lebih besar daripada B-1B Lancer. Mesin Tu-160M jauh lebih bertenaga, memungkinkannya melesat dua kali kecepatan suara (Mach 2) untuk melarikan diri setelah meluncurkan rudal. Sebaliknya, B-1B Lancer mengorbankan kecepatan tinggi demi desain radar cross-section (RCS) yang lebih kecil agar lebih sulit dideteksi radar musuh.
๐‘ฑ๐’†๐’๐’Š๐’” ๐‘ท๐’†๐’“๐’”๐’†๐’๐’‹๐’‚๐’•๐’‚๐’‚๐’: Tu-160M mengandalkan peluncur berputar internal (rotary launcher) yang membawa rudal jelajah jarak jauh seperti Kh-101 (konvensional) dan Kh-102 (nuklir). B-1B Lancer memiliki kapasitas muatan internal yang lebih fleksibel untuk membawa hingga 24 bom pintar berpemandu satelit (JDAM), bom konvensional, atau rudal anti-kapal jarak jauh.
๐‘ด๐’๐’…๐’†๐’“๐’๐’Š๐’”๐’‚๐’”๐’Š: Varian Tu-160M merupakan versi peningkatan terbaru dari Rusia yang dilengkapi dengan mesin NK-32-02 baru, avionik digital penuh, dan sistem pertahanan radar modern. Sementara itu, armada B-1B Lancer milik Angkatan Udara AS (USAF) terus mengalami pembaruan sistem radar dan integrasi senjata konvensional mutakhir, meskipun direncanakan akan pensiun secara bertahap saat pembom siluman masa depan B-21 Raider mulai beroperasi penuh.
#pembom #bomber #airforce

Sabtu, 20 Juni 2026

๐’๐ข๐ฌ๐ญ๐ž๐ฆ ๐‘๐ฎ๐๐š๐ฅ ๐‚๐ก๐ž๐จ๐ง๐ ๐ฎ๐ง๐  ๐ˆ๐ˆ (๐Œ๐’๐€๐Œ-๐ˆ๐ˆ)

 ๐’๐ข๐ฌ๐ญ๐ž๐ฆ ๐‘๐ฎ๐๐š๐ฅ ๐‚๐ก๐ž๐จ๐ง๐ ๐ฎ๐ง๐  ๐ˆ๐ˆ (๐Œ๐’๐€๐Œ-๐ˆ๐ˆ) adalah sistem pertahanan udara permukaan-ke-udara (surface-to-air missile) jarak menengah semi-mobile yang dikembangkan oleh Korea Selatan. Sistem ini dirancang oleh Agency for Defense Development (ADD) dan diproduksi oleh perusahaan pertahanan LIG Nex1. Senjata canggih ini berfungsi untuk mencegat target udara seperti pesawat jet, helikopter, hingga peluru kendali balistik musuh.


๐Š๐จ๐ฆ๐ฉ๐จ๐ง๐ž๐ง ๐”๐ญ๐š๐ฆ๐š ๐๐š๐ง ๐“๐ž๐ค๐ง๐ข๐ฌ
Setiap satu baterai sistem Cheongung II merupakan kesatuan unit tempur terintegrasi:
Kendaraan Peluncur: Menggunakan platform truk militer KIA 8×8 KM1500 yang membawa wadah rudal vertikal.
Radar Multifungsi: Dilengkapi teknologi radar pencari aktif (active homing radar) untuk mendeteksi sekaligus melacak banyak target sekaligus.
Pusat Kendali Tembakan: Unit komando bergerak untuk memantau situasi pertahanan dan mengeksekusi peluncuran.
Kendaraan Logistik: Terdiri dari truk pengangkut muatan (transloader) dan unit pembangkit listrik mandiri.

๐…๐ข๐ญ๐ฎ๐ซ ๐”๐ญ๐š๐ฆ๐š
Teknologi Canggih: Mengadopsi basis teknologi sistem pertahanan udara terkenal Rusia seperti S-350E dan S-400 hasil kerja sama dengan Almaz-Antey
Kemampuan Intersepsi: Mampu menghancurkan ancaman udara dengan metode hantam-untuk-bunuh (hit-to-kill) yang sangat akurat.
Mobilitas Tinggi: Seluruh komponen dipasang pada kendaraan roda ban berat sehingga mudah dipindahkan ke berbagai medan pertempuran.
Sistem ini telah terbukti efektif secara nyata di medan tempur dan menarik minat banyak negara:
Uni Emirat Arab & Arab Saudi: Telah sukses menggunakan sistem ini untuk mencegat ancaman serangan udara regional.
๐‘ฐ๐’๐’…๐’๐’๐’†๐’”๐’Š๐’‚: Berdasarkan laporan intelijen pertahanan Jane's, Kementerian Pertahanan Indonesia telah menerbitkan Letter of Intent (LOI) untuk menjajaki akuisisi sistem pertahanan ini demi memodernisasi alutsista nasional.


๐๐ž๐ง๐ ๐ž๐ฆ๐›๐š๐ง๐ ๐š๐ง ๐’๐ข๐ฌ๐ญ๐ž๐ฆ ๐‘๐ฎ๐๐š๐ฅ ๐‚๐ก๐ž๐จ๐ง๐ ๐ฎ๐ง๐  ๐ˆ๐ˆ (๐Œ๐’๐€๐Œ-๐ˆ๐ˆ)
1. Kolaborasi Awal dengan Rusia (Era Cheongung I)
Pengembangan fondasi sistem ini dimulai melalui kemitraan strategis antara Agency for Defense Development (ADD) Korea Selatan dengan manufaktur pertahanan legendaris Rusia, Almaz-Antey dan Fakel. Korea Selatan mengadopsi basis teknologi rudal 9M96 yang digunakan pada sistem pertahanan S-350E dan S-400 Rusia. Melalui kerja sama ini, Korea Selatan berhasil melokalisasi perangkat lunak (software) serta teknologi radar multifungsi. Hasil fase awal ini melahirkan Cheongung I (KM-SAM Block I) yang resmi bertugas pada tahun 2015/2016, namun kemampuannya saat itu masih terbatas untuk merontokkan pesawat tempur konvensional musuh pada ketinggian sekitar 20–40 km.
2. Lompatan Teknologi ke Cheongung II (Mulai 2012)
Proyek Cheongung II (KM-SAM Block II) diinisiasi sejak tahun 2012 untuk meningkatkan fungsinya dari sekadar anti-pesawat menjadi penangkis rudal balistik taktis.
Pada tahun 2016, prototipe rudal ini meraih angka kesuksesan intersept sebesar 100% dalam belasan kali uji tembak di pusat pengetesan Anheung.
Pada Juni 2017, militer Korea Selatan menyatakan sistem ini siap diproduksi massal. Angkatan Darat Korea Selatan menerima baterai operasional pertamanya pada akhir tahun 2020.
3. Fase Modernisasi Dua Tahap & Integrasi KAMD (2024–2027)
Defense Acquisition Program Administration (DAPA) membagi peta jalan (roadmap) modernisasi Cheongung II ke dalam dua bagian besar:
Fase Pertama (Selesai 2024): Merampungkan pengembangan inti unit peluncur mandiri dan produksi sistem interseptor utama.
Fase Kedua (Mulai Juli 2025 - Target 2027): Pemerintah Korea Selatan menggelontorkan anggaran senilai KRW 644 miliar untuk melakukan pemutakhiran massal (upgrade) armada Cheongung I lama langsung ke standar Cheongung II. Pembaruan difokuskan pada peningkatan stasiun kontrol pertempuran dan penyematan Radar AESA multifungsi canggih guna memperluas jangkauan deteksi terbang rendah sekaligus melacak target simultan secara presisi.
Sistem KAMD: Cheongung II diintegrasikan sebagai benteng lapisan bawah (low-altitude) dari ekosistem pertahanan udara berlapis nasional bernama Korea Air and Missile Defense (KAMD) bersama rudal L-SAM.
4. Pembuktian Medan Tempur Nyata (Maret 2026)
Pengembangan sistem ini mencapai validasi tertinggi ketika baterai Cheongung II milik Uni Emirat Arab (UEA) menghadapi pertempuran riil untuk pertama kalinya terhadap serangan rudal balistik dan pesawat tanpa awak (drone). Sistem ini mencatatkan tingkat keberhasilan intersepsi operasional sebesar 96%, menjadikannya berstatus combat-proven dan mendongkrak popularitasnya di pasar ekspor global.
#rudal #alutsista

Kamis, 18 Juni 2026

๐ƒ๐Ž๐๐€๐‘ ๐Ÿ๐ŸŽ๐ฑ๐Ÿ๐ŸŽ ๐’”๐’Š๐’”๐’•๐’†๐’Ž ๐’‚๐’“๐’•๐’Š๐’๐’†๐’“๐’Š ๐’Ž๐’†๐’…๐’‚๐’ ๐’”๐’˜๐’‚๐’ˆ๐’†๐’“๐’‚๐’Œ MODERN

 ๐ƒ๐Ž๐๐€๐‘ ๐Ÿ๐ŸŽ๐ฑ๐Ÿ๐ŸŽ adalah ๐’”๐’Š๐’”๐’•๐’†๐’Ž ๐’‚๐’“๐’•๐’Š๐’๐’†๐’“๐’Š ๐’Ž๐’†๐’…๐’‚๐’ ๐’”๐’˜๐’‚๐’ˆ๐’†๐’“๐’‚๐’Œ (๐’”๐’†๐’๐’‡-๐’‘๐’“๐’๐’‘๐’†๐’๐’๐’†๐’… ๐’‰๐’๐’˜๐’Š๐’•๐’›๐’†๐’“ ๐’‚๐’•๐’‚๐’– ๐‘บ๐‘ท๐‘ฏ) beroda ban generasi terbaru berkaliber 155 mm. Sistem senjata ini merupakan hasil integrasi antara Artillery Gun Module (AGM) buatan produsen pertahanan Jerman KNDS dengan sasis kendaraan lapis baja Piranha IV 10x10 Heavy Mission Carrier buatan General Dynamics European Land Systems (GDELS).


Karakteristik & Fitur UtamaSistem artileri canggih ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan medan tempur modern dengan mengedepankan beberapa ๐ค๐ž๐ฎ๐ง๐ ๐ ๐ฎ๐ฅ๐š๐ง ๐›๐ž๐ซ๐ข๐ค๐ฎ๐ญ:
๐‘ถ๐’•๐’๐’Ž๐’‚๐’•๐’Š๐’”๐’‚๐’”๐’Š ๐‘ท๐’†๐’๐’–๐’‰: Turet AGM bekerja secara mandiri dan otomatis, mulai dari perhitungan sasaran hingga pengisian amunisi.
๐‘ฒ๐’“๐’– ๐‘ด๐’Š๐’๐’Š๐’Ž๐’‚๐’: Berkat teknologi otomatis, kendaraan tempur ini hanya membutuhkan dua orang kru saja untuk beroperasi.
๐‘ป๐’†๐’Ž๐’ƒ๐’‚๐’Œ๐’‚๐’ ๐‘บ๐’‚๐’Ž๐’ƒ๐’Š๐’ ๐‘ฉ๐’†๐’“๐’ˆ๐’†๐’“๐’‚๐’Œ: DONAR 10x10 merupakan salah satu dari sedikit sistem artileri di dunia yang mampu mengeksekusi misi tembakan saat kendaraan sedang berjalan (firing on the move).
๐‘ญ๐’Š๐’•๐’–๐’“ ๐‘ด๐‘น๐‘บ๐‘ฐ: Memiliki kemampuan Multiple Round Simultaneous Impact (MRSI), yaitu menembakkan beberapa proyektil dengan lintasan berbeda agar jatuh di target secara bersamaan.

๐‘ด๐’†๐’•๐’๐’…๐’† ๐‘บ๐’‰๐’๐’๐’•-๐’‚๐’๐’…-๐‘บ๐’„๐’๐’๐’•: Mampu menggelar tembakan secara presisi, lalu langsung berpindah tempat dalam hitungan detik demi menghindari serangan balasan (counter-battery) musuh.
๐‘ซ๐’‚๐’š๐’‚ ๐‘ฑ๐’‚๐’๐’ˆ๐’Œ๐’‚๐’– ๐‘ณ๐’–๐’‚๐’”: Menggunakan meriam standar NATO L52 kaliber 155 mm yang mampu menjangkau target hingga lebih dari 40 kilometer tergantung jenis amunisi yang digunakan.
๐‘ด๐’๐’ƒ๐’Š๐’๐’Š๐’•๐’‚๐’” ๐‘ป๐’Š๐’๐’ˆ๐’ˆ๐’Š: Penggunaan sasis roda ban 10x10 memberikan stabilitas tinggi di medan berat serta kecepatan redeploi yang jauh lebih cepat dibanding artileri berbasis rantai (tracked).
Pengguna Pertama di DuniaSistem ini resmi menjadi sorotan global setelah Angkatan Darat Swiss mengumumkan pembelian 32 unit DONAR 10x10. Kontrak pengadaan tersebut ditandatangani untuk memodernisasi armada militer Swiss dan menggantikan tank artileri lawas mereka, M109, yang sudah berusia hampir 50 tahun.

๐’๐ž๐ฃ๐š๐ซ๐š๐ก ๐๐ž๐ง๐ ๐ž๐ฆ๐›๐š๐ง๐ ๐š๐ง
2004: Krauss-Maffei Wegmann (kini KNDS) mulai mengembangkan teknologi turet mandiri bernama Artillery Gun Module (AGM).
2008: Prototipe awal sistem DONAR pertama kali diperkenalkan ke publik, namun saat itu masih menggunakan sasis rantai tempur tank ASCOD.
2022: Pemerintah Swiss meluncurkan kompetisi formal untuk mencari pengganti tank artileri M109 mereka. KNDS kemudian bermitra dengan GDELS-Mowag untuk mengawinkan turet AGM dengan sasis roda ban Piranha IV 10x10 Heavy Mission Carrier.
November 2024: Setelah serangkaian uji coba mobilitas dan penembakan, desain integrasi Piranha IV + AGM (DONAR 10x10) resmi dipilih oleh Angkatan Darat Swiss.

๐๐ž๐ง๐š๐ง๐๐š๐ญ๐š๐ง๐ ๐š๐ง๐š๐ง ๐Š๐จ๐ง๐ญ๐ซ๐š๐ค & ๐…๐š๐ฌ๐ž ๐๐ซ๐จ๐๐ฎ๐ค๐ฌ๐ข (๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ” – ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ‘๐Ÿ+)
Juni 2026: Lembaga pengadaan pertahanan Swiss, armasuisse, resmi menandatangani kontrak pembelian penuh senilai jutaan Euro untuk 32 unit sistem DONAR 10x10.
2027: Pabrikan ditargetkan menyelesaikan satu unit prototipe dengan konfigurasi final sesuai spesifikasi militer Swiss.
2028: Prototipe tersebut akan memasuki fase uji kualifikasi penuh dan pelatihan intensif pasukan.
2031: Produksi massal dan pengiriman pertama sistem DONAR 10x10 dijadwalkan resmi dimulai untuk memperkuat lini pertahanan udara-ke-darat Swiss.
#alutsista #artileri #army