ðððŦðððĶðĐðŪðŦðð§ ððððŪ adalah pertempuran Perang Dunia II yang berlangsung pada 11–30 Mei 1943 di Pulau Attu, Alaska, ketika pasukan Amerika Serikat berhasil merebut kembali pulau tersebut dari pendudukan militer Kekaisaran Jepang. Pertempuran ini merupakan bagian penting dari Kampanye Kepulauan Aleutian. Peristiwa ini menjadi satu-satunya pertempuran darat di tanah Amerika Utara sepanjang Perang Dunia II. Yang sebelumnya Jepang menginvasi dan menduduki Pulau Attu serta Pulau Kiska yang merupakan wilayah Amerika Serikat pada Juni 1942 sebagai langkah strategis mengamankan Pasifik Utara.
Pertempuran Attu dapat dilukiskan sebagai salah satu ððððð ðððððð ðððððð ððððĶððð ð, ððððð, ððð ððð ðĄððð ð ðððððððð ðððððð ð·ðĒððð ðžðž. Konflik ini tidak hanya mempertemukan manusia melawan manusia, tetapi juga manusia melawan keganasan alam Alaska.
1. ðīðð ðð ðŧððð ðð ðððð ðĐðððððððð ð ðð ðīðððððð
Permukaan pulau dilapisi oleh muskeg, sejenis rawa tundra yang tampak kokoh namun langsung ambles seperti spons saat diinjak. Tank dan truk suplai Amerika Serikat terjebak di dalam lumpur dingin dan tidak bisa bergerak. Prajurit terpaksa menarik meriam dan menggendong perbekalan serta korban luka mendaki gunung es secara manual.
2. ðŠðððð ðĐðððð ð ðð ð·ððð ððððð ðĐððð
Jarak pandang sering kali hanya berkisar antara beberapa meter akibat kabut tebal Pasifik Utara. Prajurit bertempur dalam kebutaan, di mana musuh baru terlihat ketika jaraknya sudah sangat dekat.
Angin badai khas Alaska yang bertiup kencang secara tiba-tiba menghancurkan tenda-tenda medis dan membekukan persediaan makanan.
3. ð·ðððððð ðððð ðŧðð ðð ðīðððð ðð
Pihak militer AS awalnya salah mengira bahwa medan Attu mirip dengan musim dingin di Eropa.Mereka membekali tentara dengan sepatu bot kulit biasa. Akibatnya, air dingin merembes ke dalam sepatu, membeku, dan menyebabkan penyakit trench foot serta frostbite massal. Ribuan tentara kehilangan jari kaki mereka tanpa sempat menembakkan satu peluru pun. Korban luka dari pihak AS justru lebih banyak disebabkan oleh dingin ketimbang peluru musuh.
4. ðŧððððð ðŪðððððð ð ðð ðĐððððð ðĐðððð ðŧðððð
Pasukan Jepang, yang kalah jumlah (1 banding 5), memilih tidak bertahan di pantai saat AS mendarat.Mereka mundur ke puncak gunung berbatu yang diselimuti salju dan bersembunyi di dalam jaringan lubang laba-laba (foxholes) serta bunker bawah tanah. Dari atas ketinggian, penembak jitu Jepang dengan mudah membidik tentara AS yang terjebak di lembah berlumpur.
5. ð·ððððð ðððð ðīððððððð
Serangan Banzai TerakhirPada malam hari tanggal 29 Mei 1943, suasana mencapai titik paling mengerikan. Sisa-sisa pasukan Jepang yang terluka, kelaparan, dan kehabisan amunisi berkumpul di bawah pimpinan Kolonel Yasuyo Yamasaki.Mereka melakukan serangan bunuh diri massal dengan bayonet dan pisau yang diikat di bambu, menembus garis pertahanan AS hingga ke tenda medis, sebelum akhirnya seluruh pasukan Jepang gugur demi menjaga kehormatan militer mereka.
Dari sekitar 2.500 lebih tentara Jepang di pulau tersebut, hanya 28–29 orang yang selamat sebagai tawanan perang, sementara sisanya tewas bertempur atau bunuh diri. Di sisi lain, AS kehilangan sekitar 549 prajurit dengan ribuan lainnya terluka.



.jpg)


.jpg)

.jpg)


.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)