Selasa, 26 Mei 2026

𝐒𝐡𝐞𝐧𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐉-𝟑𝟓 Dan Sejarah Pengembangaannya

𝐒𝐡𝐞𝐧𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐉-𝟑𝟓 adalah jet tempur siluman multiperan generasi kelima buatan Tiongkok yang diproduksi oleh Shenyang Aircraft Corporation (SAC). Pesawat bermesin ganda ini dirancang untuk menjalankan misi superioritas udara, serangan permukaan, serta operasi peperangan siber modern. Kehadiran J-35 menjadikan Tiongkok sebagai negara kedua di dunia setelah Amerika Serikat yang mengoperasikan dua jenis jet tempur siluman sekaligus (bersama Chengdu J-20).




Sejarah pengembangan Shenyang J-35 bermula dari proyek mandiri bernama S𝐡𝐞𝐧𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐅𝐂-𝟑𝟏 "𝐆𝐲𝐫𝐟𝐚𝐥𝐜𝐨𝐧" yang pertama kali mengudara pada tahun 2012. Berbeda dengan mayoritas alutsista Tiongkok yang didanai penuh oleh militer sejak awal, pesawat ini awalnya merupakan proyek investasi swasta dari Shenyang Aircraft Corporation (SAC). Langkah tersebut diambil setelah SAC kalah dari Chengdu Aircraft Industry Group dalam tender proyek J-XX (yang kemudian melahirkan jet tempur J-20).
Berikut fase pengembangannya :
1. Era Prototipe Awal FC-31 (2012–2016)
Prototipe pertama (No. 31001) sukses melakukan penerbangan perdana pada 31 Oktober 2012. Pada fase ini, media asing sering menyebutnya sebagai 𝑱-31.
FC-31

Karena belum diadopsi resmi oleh militer Tiongkok, proyek FC-31 awalnya ditargetkan sebagai jet tempur siluman ekonomis untuk pasar ekspor, menyasar negara-negara yang tidak memiliki akses membeli F-35 dari Amerika Serikat.
Pembaruan Desain (2016) - Prototipe versi kedua yang lebih aerodinamis diuji terbang pada Desember 2016, menampilkan perbaikan pada sektor sayap, sistem radar, dan pengurangan jejak radar (radar cross section).
2. Adopsi Angkatan Laut dan Transformasi Menjadi J-35 (2020–2021)
Angkatan Laut Tiongkok (PLAN) melihat potensi besar pada platform FC-31 untuk dijadikan jet tempur siluman berbasis kapal induk. Proyek ini pun resmi mendapatkan suntikan dana negara dan berubah kode nama menjadi J-35.
J-35 NAVAL

Pada 29 Oktober 2021, varian khusus laut (navalized variant) berhasil melakukan penerbangan perdananya. Versi ini membawa perubahan besar, seperti struktur roda pendaratan yang diperkuat untuk pendaratan ekstrem di dek kapal, kait penahan (arresting hook), serta sayap lipat agar hemat ruang di hanggar kapal induk.
3. Ekspansi Varian Darat dan Produksi Massal (2023–2025)
Setelah sukses dioptimalkan untuk Angkatan laut, militer Tiongkok memutuskan membuat varian berbasis darat untuk Angkatan Udara (PLAAF). Varian tanpa komponen maritim berat ini terbang pertama kali pada September 2023.
Pada November 2024, varian Angkatan Udara resmi diperkenalkan ke publik dengan nama J-35A di Zhuhai Airshow. Memasuki pertengahan 2025, lini perakitan SAC menunjukkan bahwa pesawat ini telah masuk tahap produksi massal. Pada September 2025, J-35 resmi melakukan debut parade militer bersanding dengan J-20.


4. Operasionalisasi Penuh dan Julukan Resmi (2025–2026)
J-35 mencatatkan sejarah baru sebagai jet tempur siluman pertama di dunia yang dioperasikan menggunakan sistem ketapel peluncur elektromagnetik (CATOBAR) di kapal induk Fujian.


Julukan "Blue Shark" (2026): Pada April 2026, Shenyang Aircraft Corporation secara resmi mengonfirmasi julukan operasional untuk varian kapal induk ini, yaitu "Blue Shark" (蓝鲨 - Lan Sha), menandakan kesiapan penuh jet ini dalam memperkuat armada laut jauh Tiongkok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar