Alutsista mutakhir yang digunakan oleh TNI AD untuk pertahanan udara terutama berfokus pada sistem pertahanan udara jarak pendek dan menengah, yang dioperasikan oleh Korps Artileri Pertahanan Udara (Arhanud). Alutsista ini dirancang untuk melindungi titik-titik vital dan pasukan darat dari ancaman udara.
Berikut adalah beberapa alutsista pertahanan udara mutakhir di jajaran TNI AD:
𝐒𝐢𝐬𝐭𝐞𝐦 𝐑𝐮𝐝𝐚𝐥 𝐏𝐞𝐫𝐦𝐮𝐤𝐚𝐚𝐧-𝐤𝐞-𝐔𝐝𝐚𝐫𝐚 (𝐒𝐀𝐌)
- 𝑅𝑢𝑑𝑎𝑙 𝑆𝑡𝑎𝑟𝑆𝑡𝑟𝑒𝑎𝑘 𝐻𝑉𝑀 (𝐻𝑖𝑔ℎ 𝑉𝑒𝑙𝑜𝑐𝑖𝑡𝑦 𝑀𝑖𝑠𝑠𝑖𝑙𝑒): Ini adalah salah satu sistem paling canggih TNI AD, berasal dari Inggris (Thales Air Defence).
Fitur Mutakhir: Rudal ini memiliki kecepatan sangat tinggi (lebih dari Mach 3.0), menjadikannya sulit dicegat. Keunggulan utamanya adalah sistem pemandu laser semi-otomatis (SACLOS) yang membuatnya sangat tahan terhadap gangguan (countermeasures) inframerah atau radar.
Platform: Rudal ini dapat diluncurkan dari berbagai platform, termasuk kendaraan dan MANPADS (Man-Portable Air-Defense System).
- 𝑅𝑢𝑑𝑎𝑙 𝑀𝑖𝑠𝑡𝑟𝑎𝑙 𝑎𝑡𝑙𝑎𝑠 : Rudal jarak pendek buatan Prancis (MBDA Missile Systems) ini juga menjadi tulang punggung Arhanud TNI AD dan telah digunakan secara luas.
Fitur Mutakhir: Dikenal karena kemudahan operasional dan efektivitasnya melawan berbagai ancaman udara konvensional seperti pesawat sayap tetap dan helikopter.
𝐒𝐢𝐬𝐭𝐞𝐦 𝐌𝐞𝐫𝐢𝐚𝐦 𝐀𝐧𝐭𝐢-𝐏𝐞𝐬𝐚𝐰𝐚𝐭
- 𝑀𝑒𝑟𝑖𝑎𝑚 𝐵𝑜𝑓𝑜𝑟𝑠 40 𝑚𝑚 𝐿/70 : Meskipun meriam bukanlah teknologi baru, TNI AD memodernisasi dan mengoperasikan varian yang sangat canggih.
Rencana pembelian Meriam bofors 𝑇𝑟𝑖𝑑𝑜𝑛 𝑀𝑘2/𝑆𝑢𝑝𝑒𝑟 𝑅𝑎𝑝𝑖𝑑
Fitur Mutakhir: Sistem Tridon Mk2 telah terintegrasi dengan sistem komputerisasi kendali tembak modern, menjadikannya efektif melawan berbagai target udara, termasuk pesawat tak berawak (drone).
Secara keseluruhan, alutsista mutakhir TNI AD difokuskan pada pertahanan jarak dekat yang responsif dan tahan terhadap peperangan elektronika, melengkapi peran TNI AU dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional.




Komentar
Posting Komentar