𝑲𝙚𝒌𝙪𝒂𝙩𝒂𝙣 𝙖𝒏𝙜𝒌𝙖𝒕𝙖𝒏 𝒍𝙖𝒖𝙩 𝙄𝒏𝙙𝒐𝙣𝒆𝙨𝒊𝙖 𝙩𝒆𝙧𝒌𝙪𝒂𝙩 𝙙𝒊 𝑲𝙖𝒘𝙖𝒔𝙖𝒏..
Pada masa Orde Lama (khususnya periode 1959–1965), kekuatan laut Indonesia (ALRI) mencapai puncaknya melalui pengadaan alutsista besar-besaran dari Uni Soviet untuk mendukung Operasi Trikora.Berikut adalah daftar kapal perang utama, perkiraan jumlahnya, dan masa operasinya:
1. 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑷𝒆𝒏𝒋𝒆𝒍𝒂𝒋𝒂𝒉 (𝑪𝒓𝒖𝒊𝒔𝒆𝒓)
• 𝐾𝑅𝐼 𝐼𝑟𝑖𝑎𝑛 (201): 1 Unit.
Tipe: Kapal penjelajah kelas Sverdlov.
Masa Operasi: Tiba di Indonesia pada tahun 1962 dan resmi diserahterimakan pada tahun 1963. Kapal ini menjadi kapal perang terbesar yang pernah dimiliki Indonesia.
2. 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑺𝒆𝒍𝒂𝒎
• 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑊ℎ𝑖𝑠𝑘𝑒𝑦: 12 Unit.
Tipe: Kapal selam kelas Whiskey (Proyek 613).
Masa Operasi: Mulai beroperasi secara bertahap sejak 1959–1962 untuk memperkuat armada dalam kampanye Irian Barat. Salah satunya adalah KRI Pasopati (410).
3. 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑷𝒆𝒓𝒖𝒔𝒂𝒌 (𝑫𝒆𝒔𝒕𝒓𝒐𝒚𝒆𝒓)
• 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑆𝑘𝑜𝑟𝑦𝑦: 8 Unit.
Daftar Kapal: KRI Siliwangi, KRI Singamangaradja, KRI Sandjaja, KRI Sawunggaling, KRI Sultan Iskandar Muda, KRI Diponegoro, KRI Brawidjaja, dan KRI Saradjuta.
Masa Operasi: Diakuisisi dari Uni Soviet sekitar tahun 1959–1962.
4. 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑭𝒓𝒆𝒈𝒂𝒕 (𝑭𝒓𝒊𝒈𝒂𝒕𝒆)
• 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑅𝑖𝑔𝑎: 8 Unit.
Daftar Kapal: Di antaranya KRI Jos Sudarso, KRI Slamet Rijadi, dan KRI Ngurah Rai.
Masa Operasi: Mulai memperkuat jajaran armada pada tahun 1962–1964.
5. 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑪𝒆𝒑𝒂𝒕 𝑹𝒖𝒅𝒂𝒍 𝒅𝒂𝒏 𝑻𝒐𝒓𝒑𝒆𝒅𝒐
• 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝐾𝑜𝑚𝑎𝑟 (𝐾𝐶𝑅): 12 Unit.
Masa Operasi: Mulai tahun 1961. Indonesia adalah pengguna pertama rudal anti-kapal (SS-N-2 Styx) di belahan bumi selatan.
• 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝐽𝑎𝑔𝑢𝑎𝑟 (𝐾𝐶𝑇): 8 Unit.
Masa Operasi: Mulai awal 1960-an untuk misi infiltrasi dan serangan cepat.
6. 𝑨𝒓𝒎𝒂𝒅𝒂 𝑷𝒆𝒏𝒅𝒖𝒌𝒖𝒏𝒈 𝑳𝒂𝒊𝒏𝒏𝒚𝒂
• 𝐾𝑎𝑝𝑎𝑙 𝑃𝑒𝑛𝑦𝑎𝑝𝑢 𝑅𝑎𝑛𝑗𝑎𝑢 (𝑃𝑒𝑛𝑦𝑎𝑝𝑢 𝑅𝑎𝑛𝑗𝑎𝑢): Terdiri dari kelas T-43 (6 unit) dan kelas Kondor (mulai dipesan pada masa itu).
• 𝐾𝑎𝑝𝑎𝑙 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑎𝑟𝑎𝑡 (𝐿𝑆𝑇): Kapal kelas Teluk Langsa yang diakuisisi dari Amerika Serikat serta kapal-kapal pendukung logistik dari Blok Timur.
Secara keseluruhan, pada tahun 1962, ALRI memiliki lebih dari 100 unit kapal perang yang menjadikannya angkatan laut terkuat di Asia Tenggara pada masa itu. Mayoritas kapal-kapal ini mulai dipensiunkan secara bertahap pada awal era Orde Baru (setelah 1966) karena kendala suku cadang dan perubahan arah politik luar negeri.




.jpg)
.jpg)

.jpg)
Komentar
Posting Komentar