Senin, 05 Januari 2026

Peluru Ekspansif atau Peluru Dum-dum yang menghasilkan luka sangat parah...

 𝐏𝐞𝐥𝐮𝐫𝐮 𝐞𝐤𝐬𝐩𝐚𝐧𝐬𝐢𝐟, yang lebih dikenal sebagai 𝐩𝐞𝐥𝐮𝐫𝐮 𝐝𝐮𝐦-𝐝𝐮𝐦, adalah jenis proyektil yang dirancang untuk mengembang (melebar) saat mengenai sasaran.

Berikut adalah poin-poin utama mengenai peluru ini:
𝐌𝐞𝐤𝐚𝐧𝐢𝐬𝐦𝐞 𝐊𝐞𝐫𝐣𝐚: Berbeda dengan peluru militer standar (jaket logam penuh/FMJ) yang cenderung menembus lurus, peluru ekspansif memiliki ujung yang berlubang (hollow point) atau lunak (soft point). Saat mengenai jaringan tubuh, hambatan membuat ujungnya merekah seperti bunga, meningkatkan diameter peluru dan menciptakan kerusakan jaringan yang jauh lebih luas.
𝐓𝐮𝐣𝐮𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐚𝐚𝐧: Desain ini bertujuan untuk mentransfer seluruh energi kinetik peluru ke sasaran guna memberikan daya henting (stopping power) yang maksimal dan mencegah peluru tembus ke belakang sasaran yang dapat membahayakan orang di sekitarnya.

𝐒𝐞𝐣𝐚𝐫𝐚𝐡 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 : peluru ekspansif atau dum-dum berakar pada kebutuhan militer Inggris di akhir abad ke-19 untuk memiliki daya henting (stopping power) yang lebih besar dalam pertempuran kolonial. Pasukan Inggris mulai menggunakan senapan Lee-Metford dengan kaliber .303 yang menggunakan peluru berjaket logam penuh (Full Metal Jacket/FMJ). Namun, dalam kampanye militer di Chitral (1895) dan perbatasan India, peluru ini dikritik karena "terlalu manusiawi"; peluru tersebut sering menembus tubuh lawan tanpa memberikan dampak luka yang cukup untuk segera menghentikan serangan musuh.

Kapten Neville Bertie-Clay, pengawas di Arsenal Dum Dum dekat Kalkuta, India, melakukan eksperimen untuk mengatasi masalah tersebut. Ia menciptakan peluru dengan ujung jaket tembaga yang dikupas atau dipotong, sehingga inti timah yang lunak di dalamnya terekspos. Peluru hasil modifikasi ini, yang secara resmi dikenal sebagai Mark II Special, dirancang untuk mengembang atau "mekar" saat mengenai jaringan lunak. Nama "Dum-dum" kemudian menjadi istilah populer berdasarkan lokasi tempat pengembangannya.
Peluru ini digunakan secara luas oleh Inggris dalam Pertempuran Omdurman di Sudan. Laporan medis saat itu mencatat bahwa peluru dum-dum menyebabkan luka yang sangat mengerikan, menghancurkan tulang, dan merusak jaringan tubuh jauh lebih parah dibandingkan peluru standar.
𝐒𝐭𝐚𝐭𝐮𝐬 𝐇𝐮𝐤𝐮𝐦: Penggunaan peluru ekspansif dalam peperangan internasional telah dilarang sejak Deklarasi Den Haag 1899 karena dianggap menyebabkan penderitaan yang tidak perlu. Pelarangan ini dapat meninjau detail hukum humaniter internasional ini di situs International Committee of the Red Cross (ICRC).

𝐏𝐞𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐚𝐚𝐧 𝐒𝐢𝐩𝐢𝐥: Meskipun dilarang dalam perang, peluru ini umum dan legal digunakan oleh aparat penegak hukum untuk meminimalkan risiko tembusan peluru di area publik, serta digunakan oleh warga sipil untuk berburu dan pertahanan diri di negara-negara yang mengizinkannya.


Saat ini istilah tersebut digunakan secara luas untuk menyebut semua jenis amunisi ekspansif, seperti hollow-point atau soft-point.


Jumat, 02 Januari 2026

Alat perang kekuatan darat Indonesia di masa Orde Lama

 Pada masa Orde Lama (1945–1966), alutsista TNI Angkatan Darat didominasi oleh peralatan tempur asal Blok Timur (Uni Soviet) dan sebagian sisa rampasan perang atau bantuan Barat. Puncak perkuatan ini terjadi menjelang Operasi Trikora pada awal 1960-an.

Berikut adalah daftar alutsista TNI-AD yang ikonik pada masa tersebut:
𝟏. 𝐊𝐞𝐧𝐝𝐚𝐫𝐚𝐚𝐧 𝐓𝐞𝐦𝐩𝐮𝐫 𝐝𝐚𝐧 𝐓𝐚𝐧𝐤
- 𝑷𝑻-76: Tank ringan amfibi buatan Uni Soviet yang menjadi andalan operasi pendaratan. Meskipun miilik Marinir tetapi bisa dijadikan kekuatan darat.

- 𝑨𝑴𝑿-13: Tank ringan buatan Prancis yang mulai memperkuat kavaleri TNI-AD sejak akhir 1950-an.

- 𝑩𝑻𝑹-40 & 𝑩𝑻𝑹-152: Kendaraan angkut personel lapis baja (APC) roda ban asal Uni Soviet untuk mobilitas infanteri.
BTR-40 RETROFIT

BTR-152

- 𝑩𝑻𝑹-50: Kendaraan angkut personel amfibi yang sering beroperasi bersama tank PT-76.

- 𝑺𝒂𝒍𝒂𝒅𝒊𝒏 & 𝑺𝒂𝒓𝒂𝒄𝒆𝒏: Pansir dan kendaraan angkut personel buatan Inggris yang juga digunakan oleh kavaleri TNI-AD.
Saracen

Saladin


𝟐. 𝐒𝐞𝐧𝐣𝐚𝐭𝐚 𝐏𝐞𝐫𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧
- 𝑨𝑲-47: Senapan serbu standar buatan Uni Soviet yang mulai digunakan secara masif oleh pasukan reguler dan elite (seperti RPKAD).
- 𝑺𝑲𝑺: Senapan semi-otomatis asal Uni Soviet yang juga banyak digunakan sebelum AK-47 mendominasi.

- 𝑨𝒓𝒊𝒔𝒂𝒌𝒂: Senapan peninggalan Jepang yang masih digunakan di awal masa kemerdekaan.
- 𝑴1 𝑮𝒂𝒓𝒂𝒏𝒅 & 𝑳𝒆𝒆-𝑬𝒏𝒇𝒊𝒆𝒍𝒅: Senapan peninggalan era Perang Dunia II yang diperoleh dari rampasan atau bantuan sebelum peralihan ke senjata Blok Timur.
𝟑. 𝐀𝐫𝐭𝐢𝐥𝐞𝐫𝐢 𝐝𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐭𝐚𝐡𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐔𝐝𝐚𝐫𝐚
- 𝑴𝒆𝒓𝒊𝒂𝒎 𝑺-60 (57𝒎𝒎): Senjata penangkis serangan udara (hanud) asal Uni Soviet yang sangat kuat pada zamannya.

- 𝑴-30 (122𝒎𝒎): Howitzer medan buatan Soviet untuk bantuan tembakan jarak jauh.

- 𝒁𝑺𝑼-57-2: Kendaraan pertahanan udara swagerak (self-propelled AA) dengan meriam ganda 57mm.


𝟒. 𝐏𝐞𝐧𝐞𝐫𝐛𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐠𝐤𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐃𝐚𝐫𝐚𝐭 (𝐏𝐞𝐧𝐞𝐫𝐛𝐚𝐝)
- 𝑴𝒊𝒍 𝑴𝒊-4 "𝑯𝒐𝒖𝒏𝒅": Helikopter angkut serbaguna buatan Uni Soviet yang menjadi cikal bakal kekuatan udara TNI-AD.

- 𝑨𝒆𝒓𝒐 𝑪𝒐𝒎𝒎𝒂𝒏𝒅𝒆𝒓: Pesawat angkut ringan untuk keperluan komando dan koordinasi.

𝟓. 𝐏𝐞𝐥𝐮𝐫𝐮 𝐊𝐞𝐧𝐝𝐚𝐥𝐢 (𝐑𝐮𝐝𝐚𝐥)
- 𝑺𝑨-2 𝑮𝒖𝒊𝒅𝒆𝒍𝒊𝒏𝒆 (𝑺-75 𝑫𝒗𝒊𝒏𝒂): Meskipun lebih identik dengan TNI-AU, rudal pertahanan udara jarak jauh ini merupakan simbol kekuatan militer Indonesia di era Soekarno yang paling ditakuti.


Rabu, 24 Desember 2025

Penembak Jitu yang menembak tepat sasaran diatas perahu yang bergoyang

 Adelbert "Bert" Waldron III adalah seorang penembak Jitu (Marksman & sniper) Angkatan Darat Amerika Serikat yang legendaris selama Perang Vietnam. Ia memegang rekor sebagai penembak runduk dengan jumlah target terkonfirmasi terbanyak dalam sejarah militer AS untuk waktu yang lama, dengan 109 target yang dikonfirmasi hanya dalam 8 bulan. (hingga terpecahkan oleh Criss Kyle, 160 terkonfirmasi, 2011, perang Irak).

Adelbert Waldron

Waldron bertugas di Divisi Infanteri ke-9 Angkatan Darat AS. Waldron sering menggunakan senapan semi-otomatis M-21 (versi M-14 yang dimodifikasi dengan teleskop). Penggunaan senapan semi-otomatis ini memungkinkannya untuk melakukan tembakan susulan dengan lebih cepat jika diperlukan.
Dengan senapan M-21


Namun momen paling terkenal Adelbert Waldron sebagai penembak jitu terjadi pada 26 Februari 1969. Kemudian, saat berpatroli di Sungai Mekong dengan perahu Tango (Patrol Boat, River/PBR), Waldron dan rekan-rekan prajuritnya tiba-tiba menghadapi tembakan penembak jitu dari pantai. Sebagaimana yang diingat oleh komandannya, Mayor Jenderal Julian Ewell:
“Sementara semua orang di kapal berusaha keras untuk menemukan musuh, yang menembak dari garis pantai lebih dari 900 meter jauhnya, Sersan Waldron mengambil senapan runduknya dan menembak Viet Cong dari atas pohon kelapa dengan satu tembakan”
Meskipun kondisi perahu tidak stabil, Waldron berhasil mengenai targetnya dengan tembakan tunggal yang akurat. Akurasi ini sangat mencengangkan mengingat kondisi pertempuran yang sulit dan perahu yang bergoyang, menunjukkan tingkat penguasaan keterampilan menembak yang luar biasa.
Perahu Tango / Patrol Boat / PBR


Meskipun kehebatannya di medan perang, Waldron dikenal karena kerendahan hatinya dan tidak mencari ketenaran. Faktanya, rekornya baru diketahui publik bertahun-tahun setelah perang berakhir, sebagian karena sifat misi penembak runduk yang rahasia dan fakta bahwa dia tidak mempublikasikan prestasinya sendiri.
Waldron saat menjadi Instruktur


Skadron Tempur TNI-AU

 TNI AU memiliki berbagai skadron yang tersebar di beberapa Pangkalan Udara Utama (Lanud) di seluruh Indonesia, mengoperasikan beragam jenis pesawat untuk misi tempur, angkut, intai, drone, dan pelatihan.

Berikut adalah daftar beberapa skadron TNI AU untuk misi TEMPUR beserta perkiraan lokasi dan jenis pesawat yang digunakan:
Skadron Udara 1 (Elang Khatulistiwa):
Lokasi: Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
Pesawat: Hawk 100/200 (pesawat tempur taktis/serang ringan).


Skadron Udara 3:
Lokasi: Lanud Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur.
Pesawat: F-16 Fighting Falcon (pesawat tempur buru sergap/multirole).


Skadron Udara 11:
Lokasi: Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.
Pesawat: Sukhoi Su-27/30 (pesawat tempur superioritas udara/multirole).


Skadron Udara 12:
Lokasi: Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
Pesawat: Hawk 100/200 (pesawat tempur taktis/serang ringan). Kemungkinan kedepan akan mengoprasikan RAFALE


Skadron udara 15
Lokasi : Lanud Iswahyudi magetan
Pesawat : T-50i golden eagle (Tempur ringan)


Skadron Udara 16:
Lokasi: Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
Pesawat: F-16 Fighting Falcon (pesawat tempur multirole). #tniau #tempur

Tank-Tank TNI

 Militer Indonesia, khususnya Angkatan Darat (TNI AD), saat ini mengoperasikan berbagai jenis tank, yang dapat dikategorikan menjadi tank tempur utama (MBT) dan tank medium/ringan.

Berikut adalah tank utama yang digunakan:
MBT (Main Battle Tank)
Leopard 2 (varian A4 dan RI) Tank tempur utama (MBT) asal Jerman ini merupakan yang tercanggih dan terkuat di inventaris TNI AD saat ini, dengan lebih dari 100 unit tersedia.
Leopard 2A4

Varian Leopard 2 RI (Republic of Indonesia) adalah versi yang ditingkatkan dengan kemampuan operasional yang lebih spesifik untuk kebutuhan dalam negeri.
MEDIUM TANK
Leopard 2RI


Harimau (Medium Tank) Dikenal juga sebagai Kaplan MT, tank medium hasil kerja sama industri pertahanan Indonesia (PT Pindad) dan Turki (FNSS) ini dirancang untuk pertempuran jarak dekat dan medan yang tidak dapat dijangkau MBT berat. Produksi massal sedang berlangsung, dengan beberapa unit telah beroperasi.
Pindad Harimau


AMX-13 Tank ringan tua asal Prancis ini telah lama digunakan oleh TNI AD. Meskipun sudah berumur, sekitar 275 unit AMX-13 masih dalam pelayanan aktif pada tahun 2024, tetapi dijadwalkan untuk digantikan secara bertahap oleh Medium Tank Harimau.
AMX-13


FV101 Scorpion Tank ringan asal Inggris ini juga termasuk dalam inventaris TNI AD.
FV101 Scorpion


Fregat TNI-AL saat ini....

 Indonesia TNI-AL saat ini memiliki beberapa fregat, yaitu KRI Brawijaya-320 (fregat terbesar di Asia Tenggara yang baru tiba) dan fregat kelas Martadinata (KRI Raden Eddy Martadinata-331 dan KRI I Gusti Ngurah Rai-332). Selain itu, ada juga KRI Ahmad Yani-351 (dan beberapa kapal lain di kelasnya), serta fregat "Merah Putih" yang sedang dibangun dan akan segera bergabung dengan armada pada tahun 2025

𝐅𝐫𝐞𝐠𝐚𝐭 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐝𝐚 𝐬𝐚𝐚𝐭 𝐢𝐧𝐢 :
𝑭𝒓𝒆𝒈𝒂𝒕 𝑲𝒆𝒍𝒂𝒔 𝑴𝒂𝒓𝒕𝒂𝒅𝒊𝒏𝒂𝒕𝒂: 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝒑𝒆𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒄𝒂𝒏𝒈𝒈𝒊𝒉 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒕𝒆𝒌𝒏𝒐𝒍𝒐𝒈𝒊 𝑺𝑰𝑮𝑴𝑨.
- KRI Raden Eddy Martadinata-331


- KRI I Gusti Ngurah Rai-332


𝑲𝑹𝑰 𝑩𝒓𝒂𝒘𝒊𝒋𝒂𝒚𝒂-320: 𝑭𝒓𝒆𝒈𝒂𝒕 𝒕𝒆𝒓𝒃𝒆𝒔𝒂𝒓 𝒅𝒊 𝑨𝒔𝒊𝒂 𝑻𝒆𝒏𝒈𝒈𝒂𝒓𝒂, 𝒃𝒖𝒂𝒕𝒂𝒏 𝑰𝒕𝒂𝒍𝒊𝒂, 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒂𝒓𝒖 𝒕𝒊𝒃𝒂 𝒑𝒂𝒅𝒂 𝑺𝒆𝒑𝒕𝒆𝒎𝒃𝒆𝒓 2025.


𝑭𝒓𝒆𝒈𝒂𝒕 𝑲𝒆𝒍𝒂𝒔 𝑨𝒉𝒎𝒂𝒅 𝒀𝒂𝒏𝒊:
- KRI Ahmad Yani-351


- KRI Yos Sudarso-353


- KRI Oswald Siahaan-354
- KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355
- KRI Karel Satsuitubun-356
𝐅𝐫𝐞𝐠𝐚𝐭 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐝𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐛𝐚𝐧𝐠𝐮𝐧
- Fregat "Merah Putih": KRI Balaputradewa-322 Kapal fregat buatan dalam negeri yang barusaja diluncurkan (Desember 2025)


- KRI Prabu Siliwangi-321: Kapal jenis fregat serupa dengan KRI Brawijaya-320 yang akan bergabung pada Januari 2026. Yang berasal dari Italia. #navy #TNIAL

𝑲𝙚𝒌𝙪𝒂𝙩𝒂𝙣 𝙖𝒏𝙜𝒌𝙖𝒕𝙖𝒏 𝒍𝙖𝒖𝙩 𝙄𝒏𝙙𝒐𝙣𝒆𝙨𝒊𝙖 𝙩𝒆𝙧𝒌𝙪𝒂𝙩 𝙙𝒊 𝑲𝙖𝒘𝙖𝒔𝙖𝒏..

 𝑲𝙚𝒌𝙪𝒂𝙩𝒂𝙣 𝙖𝒏𝙜𝒌𝙖𝒕𝙖𝒏 𝒍𝙖𝒖𝙩 𝙄𝒏𝙙𝒐𝙣𝒆𝙨𝒊𝙖 𝙩𝒆𝙧𝒌𝙪𝒂𝙩 𝙙𝒊 𝑲𝙖𝒘𝙖𝒔𝙖𝒏..

Pada masa Orde Lama (khususnya periode 1959–1965), kekuatan laut Indonesia (ALRI) mencapai puncaknya melalui pengadaan alutsista besar-besaran dari Uni Soviet untuk mendukung Operasi Trikora.
Berikut adalah daftar kapal perang utama, perkiraan jumlahnya, dan masa operasinya:
1. 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑷𝒆𝒏𝒋𝒆𝒍𝒂𝒋𝒂𝒉 (𝑪𝒓𝒖𝒊𝒔𝒆𝒓)
𝐾𝑅𝐼 𝐼𝑟𝑖𝑎𝑛 (201): 1 Unit.
Tipe: Kapal penjelajah kelas Sverdlov.
Masa Operasi: Tiba di Indonesia pada tahun 1962 dan resmi diserahterimakan pada tahun 1963. Kapal ini menjadi kapal perang terbesar yang pernah dimiliki Indonesia.

2. 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑺𝒆𝒍𝒂𝒎

𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑊ℎ𝑖𝑠𝑘𝑒𝑦: 12 Unit.
Tipe: Kapal selam kelas Whiskey (Proyek 613).
Masa Operasi: Mulai beroperasi secara bertahap sejak 1959–1962 untuk memperkuat armada dalam kampanye Irian Barat. Salah satunya adalah KRI Pasopati (410).

3. 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑷𝒆𝒓𝒖𝒔𝒂𝒌 (𝑫𝒆𝒔𝒕𝒓𝒐𝒚𝒆𝒓)

𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑆𝑘𝑜𝑟𝑦𝑦: 8 Unit.
Daftar Kapal: KRI Siliwangi, KRI Singamangaradja, KRI Sandjaja, KRI Sawunggaling, KRI Sultan Iskandar Muda, KRI Diponegoro, KRI Brawidjaja, dan KRI Saradjuta.
Masa Operasi: Diakuisisi dari Uni Soviet sekitar tahun 1959–1962.

4. 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑭𝒓𝒆𝒈𝒂𝒕 (𝑭𝒓𝒊𝒈𝒂𝒕𝒆)

𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑅𝑖𝑔𝑎: 8 Unit.
Daftar Kapal: Di antaranya KRI Jos Sudarso, KRI Slamet Rijadi, dan KRI Ngurah Rai.
Masa Operasi: Mulai memperkuat jajaran armada pada tahun 1962–1964.

5. 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑪𝒆𝒑𝒂𝒕 𝑹𝒖𝒅𝒂𝒍 𝒅𝒂𝒏 𝑻𝒐𝒓𝒑𝒆𝒅𝒐

𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝐾𝑜𝑚𝑎𝑟 (𝐾𝐶𝑅): 12 Unit.
Masa Operasi: Mulai tahun 1961. Indonesia adalah pengguna pertama rudal anti-kapal (SS-N-2 Styx) di belahan bumi selatan.

𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝐽𝑎𝑔𝑢𝑎𝑟 (𝐾𝐶𝑇): 8 Unit.
Masa Operasi: Mulai awal 1960-an untuk misi infiltrasi dan serangan cepat.

6. 𝑨𝒓𝒎𝒂𝒅𝒂 𝑷𝒆𝒏𝒅𝒖𝒌𝒖𝒏𝒈 𝑳𝒂𝒊𝒏𝒏𝒚𝒂

𝐾𝑎𝑝𝑎𝑙 𝑃𝑒𝑛𝑦𝑎𝑝𝑢 𝑅𝑎𝑛𝑗𝑎𝑢 (𝑃𝑒𝑛𝑦𝑎𝑝𝑢 𝑅𝑎𝑛𝑗𝑎𝑢): Terdiri dari kelas T-43 (6 unit) dan kelas Kondor (mulai dipesan pada masa itu).

𝐾𝑎𝑝𝑎𝑙 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑎𝑟𝑎𝑡 (𝐿𝑆𝑇): Kapal kelas Teluk Langsa yang diakuisisi dari Amerika Serikat serta kapal-kapal pendukung logistik dari Blok Timur.

Secara keseluruhan, pada tahun 1962, ALRI memiliki lebih dari 100 unit kapal perang yang menjadikannya angkatan laut terkuat di Asia Tenggara pada masa itu. Mayoritas kapal-kapal ini mulai dipensiunkan secara bertahap pada awal era Orde Baru (setelah 1966) karena kendala suku cadang dan perubahan arah politik luar negeri.

𝐏𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐀𝐫𝐚𝐛-𝐈𝐬𝐫ae𝐥 𝐏𝐞𝐫𝐭𝐚𝐦𝐚 - 15 Mei 1948

  Hari ini, 78 tahun lalu. Awal 𝐏𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐀𝐫𝐚𝐛-𝐈𝐬𝐫43𝐥 𝐏𝐞𝐫𝐭𝐚𝐦𝐚 meletus secara resmi pada tanggal 𝟏𝟓 𝐌𝐞𝐢 𝟏𝟗𝟒𝟖, tepa...