Pada masa Orde Lama (1945–1966), alutsista TNI Angkatan Darat didominasi oleh peralatan tempur asal Blok Timur (Uni Soviet) dan sebagian sisa rampasan perang atau bantuan Barat. Puncak perkuatan ini terjadi menjelang Operasi Trikora pada awal 1960-an.
Berikut adalah daftar alutsista TNI-AD yang ikonik pada masa tersebut:
𝟏. 𝐊𝐞𝐧𝐝𝐚𝐫𝐚𝐚𝐧 𝐓𝐞𝐦𝐩𝐮𝐫 𝐝𝐚𝐧 𝐓𝐚𝐧𝐤
- 𝑷𝑻-76: Tank ringan amfibi buatan Uni Soviet yang menjadi andalan operasi pendaratan. Meskipun miilik Marinir tetapi bisa dijadikan kekuatan darat.
- 𝑨𝑴𝑿-13: Tank ringan buatan Prancis yang mulai memperkuat kavaleri TNI-AD sejak akhir 1950-an.
- 𝑩𝑻𝑹-40 & 𝑩𝑻𝑹-152: Kendaraan angkut personel lapis baja (APC) roda ban asal Uni Soviet untuk mobilitas infanteri.
![]() |
| BTR-40 RETROFIT |
![]() |
| BTR-152 |
- 𝑩𝑻𝑹-50: Kendaraan angkut personel amfibi yang sering beroperasi bersama tank PT-76.
- 𝑺𝒂𝒍𝒂𝒅𝒊𝒏 & 𝑺𝒂𝒓𝒂𝒄𝒆𝒏: Pansir dan kendaraan angkut personel buatan Inggris yang juga digunakan oleh kavaleri TNI-AD.
![]() |
| Saracen |
![]() |
| Saladin |
𝟐. 𝐒𝐞𝐧𝐣𝐚𝐭𝐚 𝐏𝐞𝐫𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧
- 𝑨𝑲-47: Senapan serbu standar buatan Uni Soviet yang mulai digunakan secara masif oleh pasukan reguler dan elite (seperti RPKAD).
- 𝑺𝑲𝑺: Senapan semi-otomatis asal Uni Soviet yang juga banyak digunakan sebelum AK-47 mendominasi.
- 𝑨𝒓𝒊𝒔𝒂𝒌𝒂: Senapan peninggalan Jepang yang masih digunakan di awal masa kemerdekaan.
- 𝑴1 𝑮𝒂𝒓𝒂𝒏𝒅 & 𝑳𝒆𝒆-𝑬𝒏𝒇𝒊𝒆𝒍𝒅: Senapan peninggalan era Perang Dunia II yang diperoleh dari rampasan atau bantuan sebelum peralihan ke senjata Blok Timur.
𝟑. 𝐀𝐫𝐭𝐢𝐥𝐞𝐫𝐢 𝐝𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐭𝐚𝐡𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐔𝐝𝐚𝐫𝐚
- 𝑴𝒆𝒓𝒊𝒂𝒎 𝑺-60 (57𝒎𝒎): Senjata penangkis serangan udara (hanud) asal Uni Soviet yang sangat kuat pada zamannya.
- 𝑴-30 (122𝒎𝒎): Howitzer medan buatan Soviet untuk bantuan tembakan jarak jauh.
- 𝒁𝑺𝑼-57-2: Kendaraan pertahanan udara swagerak (self-propelled AA) dengan meriam ganda 57mm.
𝟒. 𝐏𝐞𝐧𝐞𝐫𝐛𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐠𝐤𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐃𝐚𝐫𝐚𝐭 (𝐏𝐞𝐧𝐞𝐫𝐛𝐚𝐝)
- 𝑴𝒊𝒍 𝑴𝒊-4 "𝑯𝒐𝒖𝒏𝒅": Helikopter angkut serbaguna buatan Uni Soviet yang menjadi cikal bakal kekuatan udara TNI-AD.
- 𝑨𝒆𝒓𝒐 𝑪𝒐𝒎𝒎𝒂𝒏𝒅𝒆𝒓: Pesawat angkut ringan untuk keperluan komando dan koordinasi.
𝟓. 𝐏𝐞𝐥𝐮𝐫𝐮 𝐊𝐞𝐧𝐝𝐚𝐥𝐢 (𝐑𝐮𝐝𝐚𝐥)
- 𝑺𝑨-2 𝑮𝒖𝒊𝒅𝒆𝒍𝒊𝒏𝒆 (𝑺-75 𝑫𝒗𝒊𝒏𝒂): Meskipun lebih identik dengan TNI-AU, rudal pertahanan udara jarak jauh ini merupakan simbol kekuatan militer Indonesia di era Soekarno yang paling ditakuti.









%20Howitzer.jpg)




Komentar
Posting Komentar