Selasa, 24 Februari 2026

Alutsista TNI AL pada awal ORDE Baru

 𝐏𝐚𝐝𝐚 𝐚𝐰𝐚𝐥 𝐎𝐑𝐃𝐄 𝐁𝐚𝐫𝐮, periode akhir 1960-an hingga akhir 1970-an, 𝐓𝐍𝐈 𝐀𝐋 melakukan pergeseran besar dengan mempensiunkan kapal-kapal besar buatan Uni Soviet (seperti Penjelajah KRI Irian) yang sulit dirawat karena hambatan suku cadang. Fokus pengadaan beralih ke kapal-kapal Barat yang lebih efisien dan modern.

Berikut adalah alutsista utama yang dibeli untuk TNI AL pada periode tersebut:
1. 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑭𝒓𝒆𝒈𝒂𝒕 & 𝑲𝒐𝒓𝒗𝒆𝒕 (Satuan Kapal Eskorta)
𝐹𝑟𝑒𝑔𝑎𝑡 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝐶𝑙𝑎𝑢𝑑 𝐽𝑜𝑛𝑒𝑠 (𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑆𝑎𝑚𝑎𝑑𝑖𝑘𝑢𝑛): Dibeli bekas dari Amerika Serikat pada tahun 1973-1974. Kapal-kapal ini menjadi tulang punggung baru setelah era Soviet berakhir. Contohnya: KRI Samadikun (341), KRI Martadinata (342), KRI Monginsidi (343), dan KRI Ngurah Rai (344).
KRI Martadinata 342

KRI Samadikun 341
𝐹𝑟𝑒𝑔𝑎𝑡 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑇𝑟𝑖𝑏𝑎𝑙: Dibeli dari Inggris pada akhir 1970-an (efektif masuk awal 80-an) untuk meningkatkan kemampuan tempur laut.
Tribal Class KRI Hasanudin 333


2. 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑺𝒆𝒍𝒂𝒎

𝐾𝑎𝑝𝑎𝑙 𝑆𝑒𝑙𝑎𝑚 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑇𝑦𝑝𝑒 209 (𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝐶𝑎𝑘𝑟𝑎): Kontrak pembelian dilakukan pada tahun 1977 dengan Jerman Barat untuk dua unit, yaitu KRI Cakra (401) dan KRI Nanggala (402). Ini adalah langkah modernisasi radikal untuk menggantikan armada kapal selam kelas Whiskey buatan Soviet yang sudah tua.
KRI Nanggala 402


3. 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑪𝒆𝒑𝒂𝒕 𝑹𝒖𝒅𝒂𝒍 (𝑲𝑪𝑹) & 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑷𝒂𝒕𝒓𝒐𝒍𝒊

𝐾𝐶𝑅 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑃𝑆𝑀𝑀 𝑀𝑘5 (𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑀𝑎𝑛𝑑𝑎𝑢): Dibeli dari Korea Selatan (lisensi Tacoma, AS) pada akhir 1970-an. Kapal ini dilengkapi dengan rudal Exocet MM38 buatan Prancis, yang menandai dimulainya era rudal modern di TNI AL.
KRI Mandau 621


𝐾𝑎𝑝𝑎𝑙 𝑃𝑎𝑡𝑟𝑜𝑙𝑖 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝐴𝑡𝑡𝑎𝑐𝑘: Merupakan hibah dari Australia pada tahun 1973-1974 untuk memperkuat pengawasan wilayah perairan dan pantai.
Attack Class KRI Siada 862


4. 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑨𝒎𝒇𝒊𝒃𝒊 & 𝑳𝒐𝒈𝒊𝒔𝒕𝒊𝒌 (𝑺𝒂𝒕𝒖𝒂𝒏 𝑲𝒂𝒑𝒂𝒍 𝑨𝒎𝒇𝒊𝒃𝒊)

𝐿𝑆𝑇 (𝐿𝑎𝑛𝑑𝑖𝑛𝑔 𝑆ℎ𝑖𝑝 𝑇𝑎𝑛𝑘) 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑇𝑒𝑙𝑢𝑘 𝑆𝑒𝑚𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎: Indonesia mulai memesan kapal angkut tank baru dari Korea Selatan pada akhir 1970-an untuk memperkuat mobilitas Marinir dan pasukan darat.
KRI Teluk Semangka 512


5. 𝑷𝒆𝒔𝒂𝒘𝒂𝒕 𝑼𝒅𝒂𝒓𝒂 𝑨𝒏𝒈𝒌𝒂𝒕𝒂𝒏 𝑳𝒂𝒖𝒕 (𝑷𝒆𝒏𝒆𝒓𝒃𝒂𝒍)

𝑃𝑒𝑠𝑎𝑤𝑎𝑡 𝑁𝑜𝑚𝑎𝑑 𝑁22/𝑁24: Dibeli dari Australia mulai tahun 1975 untuk tugas pengintaian maritim dan patroli wilayah.
Nomad N22


𝐻𝑒𝑙𝑖𝑘𝑜𝑝𝑡𝑒𝑟 𝑊𝑒𝑠𝑡𝑙𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑎𝑠𝑝: Didatangkan dari Inggris untuk melengkapi fregat-fregat baru (seperti kelas Tribal) guna keperluan anti-kapal selam (AKS).
Westland Wasp Helicopter



6. 𝑲𝒆𝒏𝒅𝒂𝒓𝒂𝒂𝒏 𝑻𝒆𝒎𝒑𝒖𝒓 𝑴𝒂𝒓𝒊𝒏𝒊𝒓

AMX-10 pac 90 : Kendaraan pendarat amfibi dari Prancis yang mulai memperkuat Korps Marinir pada awal 1980-an.



AMX-10 PAC 90

Senin, 23 Februari 2026

Alutsista TNI-AU pada awal ORDE BARU

 𝐏𝐚𝐝𝐚 𝐀𝐰𝐚𝐥 𝐎𝐑𝐃𝐄 𝐁𝐚𝐫𝐮, periode akhir 1960-an hingga akhir 1970-an, 𝑻𝑵𝑰 𝑨𝑼 mengalami transisi besar dari ketergantungan pada teknologi Uni Soviet ke pesawat buatan Barat (Amerika Serikat, Australia, dan Eropa). Hal ini disebabkan oleh embargo suku cadang dari Uni Soviet pasca-1965 yang melumpuhkan sebagian besar armada lama.

Berikut adalah alutsista utama yang dibeli atau diterima TNI AU pada periode tersebut:
1. 𝑷𝒆𝒔𝒂𝒘𝒂𝒕 𝑻𝒆𝒎𝒑𝒖𝒓 & 𝑺𝒆𝒓4𝒏𝒈
𝐹-86 𝐴𝑣𝑜𝑛 𝑆𝑎𝑏𝑟𝑒: Diterima sebagai hibah dari Australia (RAAF) pada tahun 1973 sebanyak 16 unit untuk mengisi kekosongan pertahanan udara.

𝐴-4 𝑆𝑘𝑦ℎ𝑎𝑤𝑘: Pengadaan paling fenomenal melalui operasi rahasia bernama Operasi Alpha pada tahun 1979. Indonesia membeli total 32 unit pesawat A-4 Skyhawk dari Isr43l untuk memperkuat armada tempur taktis.

𝐹-5𝐸/𝐹 𝑇𝑖𝑔𝑒𝑟 𝐼𝐼: Kontrak pembelian pesawat tempur supersonik modern ini dimulai pada akhir 1970-an (masuk secara fisik pada 1980) untuk menggantikan posisi pesawat-pesawat lama.


𝑂𝑉-10 𝐵𝑟𝑜𝑛𝑐𝑜: Pesawat serang ringan kontra-insurjensi buatan AS yang dibeli di pertengahan 1970-an untuk mendukung operasi dalam negeri seperti di Timor Timur.


2. 𝑷𝒆𝒔𝒂𝒘𝒂𝒕 𝑳𝒂𝒕𝒊𝒉 (𝑻𝒓𝒂𝒊𝒏𝒆𝒓)

𝑇-33 𝐵𝑖𝑟𝑑: Pesawat latih jet dari Amerika Serikat yang didatangkan pada awal 1970-an (sekitar 1973) untuk menjaga kualifikasi terbang para pilot TNI AU.


𝑇-34𝐶 𝑇𝑢𝑟𝑏𝑜 𝑀𝑒𝑛𝑡𝑜𝑟: Pesawat latih bermesin turboprop yang dibeli pada akhir 1970-an sebagai pengganti pesawat latih lama.


3. 𝑷𝒆𝒔𝒂𝒘𝒂𝒕 𝑨𝒏𝒈𝒌𝒖𝒕 & 𝑯𝒆𝒍𝒊𝒌𝒐𝒑𝒕𝒆𝒓

𝐶-130 𝐻𝑒𝑟𝑐𝑢𝑙𝑒𝑠: Penambahan armada Lockheed C-130 Hercules tipe B dan H terus dilakukan untuk mendukung mobilitas pasukan.


𝐹𝑜𝑘𝑘𝑒𝑟 𝐹27 𝐹𝑟𝑖𝑒𝑛𝑑𝑠ℎ𝑖𝑝: Pesawat angkut sedang buatan Belanda yang dibeli untuk mendukung logistik dan transportasi VIP/VVIP.


𝑆𝑖𝑘𝑜𝑟𝑠𝑘𝑦 𝑆-58𝑇: Helikopter angkut yang mulai memperkuat skadron helikopter TNI AU pada pertengahan 1970-an.


𝐵𝑂-105: Mulai digunakan setelah PTDI (dahulu IPTN) didirikan pada 1976 dan memproduksi helikopter ini di bawah lisensi Jerman.


4. 𝑆𝑖𝑠𝑡𝑒𝑚 𝑃𝑒𝑟𝑡𝑎ℎ𝑎𝑛𝑎𝑛 𝑈𝑑𝑎𝑟𝑎

𝑅𝑢𝑑𝑎𝑙 𝑅𝑎𝑝𝑖𝑒𝑟: Indonesia mulai memesan sistem rudal antipesawat jarak pendek dari Inggris pada akhir 1970-an untuk melindungi pangkalan udara utama.


Jumat, 20 Februari 2026

Pesawat Tempur 𝐉𝐅-𝟏𝟕 𝐓𝐡𝐮𝐧𝐝𝐞𝐫

𝐉𝐅-𝟏𝟕 𝐓𝐡𝐮𝐧𝐝𝐞𝐫 (juga dikenal sebagai FC-1 Xiaolong di Tiongkok) adalah pesawat tempur multirole ringan bermesin tunggal yang dikembangkan bersama oleh Pakistan Aeronautical Complex (PAC) dan Chengdu Aircraft Corporation (CAC) dari Tiongkok.

Pesawat ini dirancang untuk menjadi solusi pertahanan udara yang efisien secara biaya, mampu menjalankan berbagai misi mulai dari pencegatan udara, ser4ng4n darat, hingga pengintaian.
𝑷𝒆𝒏𝒈𝒆𝒎𝒃𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 :
Pada Tahun 1999, Tiongkok dan Pakistan menandatangani perjanjian resmi untuk mengembangkan pesawat yang kemudian diberi kode FC-1 (Fighter China-1) oleh Tiongkok dan JF-17 (Joint Fighter-17) oleh Pakistan.
Purwarupa pertama (PT-01) berhasil melakukan penerbangan perdananya di Chengdu, Tiongkok pada 25 Agustus 2003.


Pesawat pertama tiba di Pakistan pada Maret 2007 sebagai hadiah Hari Pakistan. Produksi lokal di Pakistan Aeronautical Complex (PAC) dimulai, dan pesawat pertama hasil rakitan Pakistan diserahkan kepada Angkatan Udara Pakistan pada November 2009.
𝑲𝒂𝒓𝒂𝒌𝒕𝒆𝒓𝒊𝒔𝒕𝒊𝒌 𝑼𝒕𝒂𝒎𝒂 𝑱𝑭-17
𝑃𝑒𝑟𝑎𝑛 𝑀𝑢𝑙𝑡𝑖𝑟𝑜𝑙𝑒: Dirancang untuk pertempuran udara-ke-udara dan ser4ng4n udara-ke-permukaan dengan kemampuan beroperasi di berbagai kondisi cuaca.

𝑇𝑒𝑘𝑛𝑜𝑙𝑜𝑔𝑖 𝐺𝑒𝑛𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖 4.5: Varian terbaru, Block III, dilengkapi dengan radar Active Electronically Scanned Array (AESA), sistem peperangan elektronik canggih, dan kemampuan menemb4kk4n rudal jarak jauh (BVR).
𝑃𝑒𝑟𝑓𝑜𝑟𝑚𝑎 𝑀𝑒𝑠𝑖𝑛: Ditenagai oleh mesin turbofan tunggal (seperti Klimov RD-93), mampu mencapai kecepatan maksimum Mach 1,6.
𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑗4𝑡4𝑎𝑛: Memiliki tujuh titik angkut (hardpoints) untuk berbagai rudal (seperti PL-12 atau SD-10), b0m berpemandu laser, rudal anti-kapal, serta meriam internal 23mm.

𝐸𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛𝑠𝑖 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎: Dikenal sebagai "pengganggu pasar" karena harganya yang jauh lebih murah dibandingkan jet tempur Barat seperti F-16, namun tetap menawarkan kemampuan tempur yang kompetitif.
𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑡𝑜𝑟 𝑆𝑎𝑎𝑡 𝐼𝑛𝑖: Pakistan, Myanmar, Nigeria, dan Azerbaijan.
Potensi Pembeli: Per Februari 2026, Indonesia dikabarkan tengah mengevaluasi potensi akuisisi sekitar 40 unit JF-17 sebagai bagian dari modernisasi pertahanan udara. Negara lain seperti Bangladesh dan Libya juga menunjukkan ketertarikan serupa.

Rabu, 18 Februari 2026

𝐓𝐞𝐧𝐠𝐠𝐞𝐥𝐚𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐇𝐌𝐒 𝐒𝐡𝐞𝐟𝐟𝐢𝐞𝐥𝐝 (𝐃𝟖𝟎)

 𝐓𝐞𝐧𝐠𝐠𝐞𝐥𝐚𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐇𝐌𝐒 𝐒𝐡𝐞𝐟𝐟𝐢𝐞𝐥𝐝 (𝐃𝟖𝟎) pada 4 Mei 1982 adalah salah satu momen paling mengejutkan dalam 𝑷𝒆𝒓𝒂𝒏𝒈 𝑴𝒂𝒍𝒗𝒊𝒏𝒂𝒔, karena menandai pertama kalinya sebuah kapal perang Inggris tenggelam akibat serangan musuh sejak Perang Dunia II.


Pada pagi hari 4 Mei, dua jet tempur Super Étendard milik Argentina mendeteksi gugus tugas Inggris. Mereka terbang rendah untuk menghindari radar dan melepaskan dua rudal anti-kapal AM39 Exocet dari jarak sekitar 20 mil.


Salah satu rudal menghantam bagian tengah HMS Sheffield tepat di atas garis air. Ledakan rudal (atau sisa bahan bakarnya) menciptakan lubang besar dan memicu kebakaran hebat yang dengan cepat menyebar ke seluruh dek.

Pukulan tersebut merusak saluran utama air, membuat kru tidak bisa memadamkan api secara efektif. Asap hitam yang pekat menyelimuti kapal, memaksa kapten James "Sam" Salt memberikan perintah untuk meninggalkan kapal setelah empat jam berjuang melawan api.
Sebanyak 20 awak kapal tewas dalam serangan awal tersebut, sebagian besar berada di area dapur dan ruang komputer, sementara 26 lainnya mengalami luka-luka.
Rudal Exocet pada pesawat Super Étendard


Saat sedang menunggu dievakuasi oleh kapal HMS Arrow, para awak kapal yang selamat secara legendaris menyanyikan lagu "Always Look on the Bright Side of Life" dari film Monty Python untuk menjaga moral mereka.

Meskipun sempat bertahan selama beberapa hari, HMS Sheffield akhirnya tenggelam pada 10 Mei 1982 di tengah badai saat sedang ditarik oleh kapal HMS Yarmouth menuju Georgia Selatan.


Kehilangan ini memaksa Inggris untuk mengubah taktik pertahanan udaranya dan menyadari ancaman serius dari rudal Exocet buatan Prancis yang dimiliki Argentina.

Rudal ini juga telah menenggelamkan kapal Logistik Inggris Atlantic Conveyor 25 Mei 1982 pada perang malvinas.

Senin, 16 Februari 2026

𝐓𝐞𝐧𝐠𝐠𝐞𝐥𝐚𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐇𝐌𝐒 𝐂𝐨𝐯𝐞𝐧𝐭𝐫𝐲 (𝐃𝟏𝟏𝟖) dalam Perang Malvinas

𝐓𝐞𝐧𝐠𝐠𝐞𝐥𝐚𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐇𝐌𝐒 𝐂𝐨𝐯𝐞𝐧𝐭𝐫𝐲 (𝐃𝟏𝟏𝟖) pada 25 Mei 1982 merupakan salah satu peristiwa paling dramatis dalam Perang Malvinas. Kapal Destroyer/perusak tipe 42 ini karam hanya dalam waktu sekitar 20 menit setelah diserang oleh pesawat tempur A-4 Skyhawk Argentina.



𝐵𝑒𝑟𝑖𝑘𝑢𝑡 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑟𝑜𝑛𝑜𝑙𝑜𝑔𝑖 𝑑𝑎𝑛 𝑑𝑒𝑡𝑎𝑖𝑙 𝑘𝑒𝑗𝑎𝑑𝑖𝑎𝑛𝑛𝑦𝑎:

HMS Coventry ditempatkan di utara Falkland Sound bersama fregat HMS Broadsword untuk bertindak sebagai deteksi dini dan umpan guna menarik pesawat Argentina menjauh dari armada utama di Teluk San Carlos.
Pada sore hari tanggal 25 Mei—hari nasional Argentina—dua gelombang pesawat jet A-4 Skyhawk menyerang dari arah daratan.

A-4 Skyhawk Argentina


Karena terbang sangat rendah di atas tanah, radar kapal kesulitan mengunci target dengan rudal Sea Dart-nya.

ilustrasi


Pada gelombang pertama, A-4 Argentina berhasil menjatuhkan B0m, tetapi luput dari sasaran.

Saat gelombang kedua menyerang, HMS Broadsword sebenarnya sempat mengunci target dengan sistem Sea Wolf, namun HMS Coventry yang bermanuver tiba-tiba berada langsung di jalur tembak, sehingga sistem Broadsword kehilangan kunci target.



Tiga b0m seberat 1.000 pon menghantam sisi kiri (port side) kapal. Dua b0m meledak, menghancurkan ruang operasi dan ruang mesin depan, yang menyebabkan banjir besar yang tidak terkendali.

Akibat kerusakan fatal tersebut, kapal segera miring dan terbalik. Sebanyak 19 awak kapal t3was (beberapa sumber menyebut 20-21) dan 30 lainnya luka-luka.



Sekitar 280 awak berhasil diselamatkan oleh HMS Broadsword dan helikopter di tengah kondisi air Atlantik Selatan yang membeku.



Kehilangan HMS Coventry terjadi pada hari yang sama dengan hancurnya kapal angkut Atlantic Conveyor, yang dikenal sebagai "𝑩𝒍𝒂𝒄𝒌 𝑻𝒖𝒆𝒔𝒅𝒂𝒚" bagi Angkatan Laut Kerajaan Inggris.

Jumat, 13 Februari 2026

𝑷𝒆𝒔𝒂𝒘𝒂𝒕 𝒕𝒆𝒎𝒑𝒖𝒓 𝒖𝒕𝒂𝒎𝒂 𝑨𝒎𝒆𝒓𝒊𝒌𝒂 𝑺𝒆𝒓𝒊𝒌𝒂𝒕 𝒑𝒂𝒅𝒂 𝑷𝒆𝒓𝒂𝒏𝒈 𝑫𝒖𝒏𝒊𝒂 𝑰𝑰

 𝑷𝒆𝒔𝒂𝒘𝒂𝒕 𝒕𝒆𝒎𝒑𝒖𝒓 𝒖𝒕𝒂𝒎𝒂 𝑨𝒎𝒆𝒓𝒊𝒌𝒂 𝑺𝒆𝒓𝒊𝒌𝒂𝒕 𝒑𝒂𝒅𝒂 𝑷𝒆𝒓𝒂𝒏𝒈 𝑫𝒖𝒏𝒊𝒂 𝑰𝑰 meliputi P-51 Mustang, P-47 Thunderbolt, P-38 Lightning, P-40 Warhawk, P-39 Airacobra, dan pesawat berbasis kapal induk seperti F6F Hellcat serta F4F Wildcat. Pesawat-pesawat ini krusial dalam pertempuran udara di Eropa dan Pasifik melawan kekuatan Axis, dengan Mustang dikenal karena jangkauannya dan Hellcat dominan di Pasifik.

𝐏-𝟓𝟏 𝐌𝐮𝐬𝐭𝐚𝐧𝐠:
Dianggap sebagai salah satu pesawat tempur terbaik, terutama digunakan pada paruh kedua perang di Eropa untuk pengawalan pengebom jarak jauh.


𝐏-𝟒𝟕 𝐓𝐡𝐮𝐧𝐝𝐞𝐫𝐛𝐨𝐥𝐭:
Pesawat tempur terberat AS (mencapai 8 ton), dikenal kokoh dan efektif untuk serangan darat.

𝐏-𝟑𝟖 𝐋𝐢𝐠𝐡𝐭𝐧𝐢𝐧𝐠:
Pesawat bermesin ganda dengan desain unik, efektif untuk pertempuran jarak jauh, terutama di Pasifik.


𝐏-𝟒𝟎 𝐖𝐚𝐫𝐡𝐚𝐰𝐤: Pesawat tempur utama AS di awal perang, aktif digunakan oleh semua negara Sekutu.


𝐅𝟔𝐅 𝐇𝐞𝐥𝐥𝐜𝐚𝐭: Pesawat berbasis kapal induk utama Angkatan Laut AS yang menggantikan F4F Wildcat, sangat dominan dalam pertempuran udara di Pasifik.


𝐏-𝟑𝟗 𝐀𝐢𝐫𝐚𝐜𝐨𝐛𝐫𝐚: Pesawat tempur yang banyak digunakan di awal perang, terutama dikenal karena meriam 37 mm di hidungnya.


𝐅𝟒𝐅 𝐖𝐢𝐥𝐝𝐜𝐚𝐭: Pesawat tempur utama Angkatan Laut dan Marinir AS di awal perang Pasifik.


𝐅𝟒𝐔 𝐂𝐨𝐫𝐬𝐚𝐢𝐫 :


Pesawat tempur sayap rendah (inverted gull wing) legendaris, Diproduksi oleh Vought, pesawat ini terkenal karena kecepatannya, julukan "Whistling Death", dan peran krusialnya bagi angkatan laut/marinir Sekutu.

Kamis, 12 Februari 2026

Sen4p4n marksman (𝐃𝐞𝐬𝐢𝐠𝐧𝐚𝐭𝐞𝐝 𝐌𝐚𝐫𝐤𝐬𝐦𝐚𝐧 𝐑𝐢𝐟𝐥𝐞/DMR)

 Sen4p4n marksman (𝐃𝐞𝐬𝐢𝐠𝐧𝐚𝐭𝐞𝐝 𝐌𝐚𝐫𝐤𝐬𝐦𝐚𝐧 𝐑𝐢𝐟𝐥𝐞/DMR) dikenal karena keseimbangan antara akurasi tinggi, jangkauan jauh, dan rate of fire cepat, sering kali menutupi celah antara sen4p4n serbu dan sniper rifle. Beberapa pilihan utama meliputi SVD Dragunov, SKS, MK14, dan M14, yang sering diunggulkan dalam skenario permainan men3mb4k (game) untuk pertempuran jarak menengah-jauh.

Berikut beberapa contoh senapan marksman :
𝑺𝑽𝑫 𝑫𝒓𝒂𝒈𝒖𝒏𝒐𝒗: DMR andalan yang dikenal dengan kerusakan besar dan akurasi, sering ditemukan di airdrop game.


𝑺𝑲𝑺: Sangat populer karena recoil yang dapat dikendalikan dan kemampuan penggunaan berbagai attachment (scope, grip, compensator) untuk meningkatkan presisi.


𝑴𝑲14: Sering dianggap sebagai DMR terkuat di PUBG karena damage tinggi dan opsi mode otomatis untuk jarak menengah.


𝑴14: Sen4p4n serbaguna dengan damage cepat dan rate of fire tinggi.


𝑹𝒊𝒗𝒂𝒍 𝑬𝑩𝑹: Pilihan andal dengan muzzle velocity tinggi, memudahkan temb4k4n ke musuh bergerak.


𝑴𝒊𝒏𝒊 14: DMR yang sangat efektif untuk jarak jauh.


𝑾𝒐𝒐𝒅𝒑𝒆𝒄𝒌𝒆𝒓: Salah satu pilihan populer dalam kategori sen4p4n runduk semi-otomatis.


𝐏𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐀𝐫𝐚𝐛-𝐈𝐬𝐫ae𝐥 𝐏𝐞𝐫𝐭𝐚𝐦𝐚 - 15 Mei 1948

  Hari ini, 78 tahun lalu. Awal 𝐏𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐀𝐫𝐚𝐛-𝐈𝐬𝐫43𝐥 𝐏𝐞𝐫𝐭𝐚𝐦𝐚 meletus secara resmi pada tanggal 𝟏𝟓 𝐌𝐞𝐢 𝟏𝟗𝟒𝟖, tepa...