Rencana operasional Kapal Induk Giuseppe Garibaldi di Indonesia

Rencana operasional ITS Giuseppe Garibaldi di Indonesia akan berfokus pada transformasi kapal tersebut menjadi pangkalan drone tempur (UCAV) dan helikopter, mengingat terbatasnya opsi pesawat jet tempur Fixed Wing yang kompatibel saat ini. Berikut adalah rincian rencana persenjataan udara untuk kapal ini: Armada Pesawat Tanpa Awak (Drone) Fokus utama TNI AL adalah menjadikan Giuseppe Garibaldi sebagai kapal induk drone (drone carrier) untuk memperkuat pengawasan di wilayah strategis seperti Laut Natuna Utara. 



Bayraktar TB3: Indonesia dilaporkan berencana menempatkan drone Bayraktar TB3 asal Turki di kapal ini. Drone ini dipilih karena memiliki sayap lipat dan dirancang khusus untuk lepas landas serta mendarat di kapal dengan landasan pendek. 


Jumlah Armada: Terdapat rencana pengadaan sekitar 60 unit drone TB3 yang sebagian akan diproduksi secara lokal melalui kerja sama dengan Baykar. Misi: Drone ini akan digunakan untuk misi pengintaian (surveillance) dan serangan presisi dengan kemampuan terbang hingga 24-50 jam. 



Helikopter Operasional Kapal ini akan membawa kombinasi helikopter untuk berbagai kebutuhan misi: 
Helikopter Anti-Kapal Selam (ASW): Misalnya AS565 MBe Panther TNI-AL, Untuk mendeteksi ancaman bawah laut. 


Helikopter Angkut & Utilitas: Digunakan untuk mobilisasi logistik dan bantuan kemanusiaan dalam misi Operasi Militer Selain Perang (OMSP). 
Kapasitas: Dek kapal mampu menampung hingga 18 helikopter dalam konfigurasi penuh. 

Pesawat Tempur (Fixed Wing)
Penggunaan jet tempur di Giuseppe Garibaldi menghadapi tantangan teknis karena kapal ini memerlukan pesawat berkemampuan STOVL (Short Take-Off and Vertical Landing). 


AV-8B Harrier II: Secara teknis, kapal ini dirancang untuk pesawat Harrier. Namun, pengadaan pesawat ini sulit karena statusnya yang mulai usang di tingkat global. 
Rafale : Meskipun Indonesia mengakuisisi Dassault Rafale, jet ini membutuhkan landasan pacu yang jauh lebih panjang atau sistem ketapel (catapult) yang tidak dimiliki Garibaldi. 
F-35B : Saat ini, belum ada rencana resmi untuk menempatkan jet tempur siluman seperti F-35B di kapal ini. ๐Ÿฅฒ 
Langkah Selanjutnya: Pemerintah Indonesia sedang mematangkan proses retrofit di dalam negeri untuk menyesuaikan dek dan sistem kontrol kapal agar optimal mengoperasikan drone TB3 sebelum kedatangannya di akhir 2026. 

sumber : Tempo.co Indo Pacific Strategic Intelligence #tnial #navy #carrier #kapalinduk #angkatanlaut

Komentar