š‘°š’š’Šš’š’‚š’‰ š’„š’Šš’Œš’‚š’ š’ƒš’‚š’Œš’‚š’ š’…š’‚š’“š’Š š‘Æš’†š’š’Šš’Œš’š’‘š’•š’†š’“ š’”š’†š’“š’‚š’š’ˆ š‘Øš‘·š‘Øš‘Ŗš‘Æš‘¬....

š‹šØšœš¤š”šžšžš š€š‡-šŸ“šŸ” š‚š”šžš²šžš§š§šž adalah helikopter serang eksperimental yang dikembangkan oleh Lockheed untuk Angkatan Darat Amerika Serikat pada akhir 1960-an. Pesawat ini dirancang sebagai helikopter tempur futuristik yang menggabungkan kecepatan pesawat jet dengan kemampuan manuver helikopter melalui sistem "compound helicopter".

š·š‘’š‘ š‘–š‘”š‘› : Memiliki sayap kecil (stub wings), rotor kaku (rigid rotor), dan baling-baling pendorong (pusher propeller) di bagian ekor yang memungkinkannya mencapai kecepatan sangat tinggi hingga lebih dari 400 km/jam.
š‘ƒš‘’š‘Ÿš‘ š‘’š‘›š‘—š‘Žš‘”š‘Žš‘Žš‘› : Dilengkapi dengan kanon 30mm di bawah hidung yang bisa berputar 360 derajat, peluncur granat 40mm atau senapan mesin 7,62mm, serta mampu membawa rudal anti-tank TOW.

š‘‡š‘’š‘˜š‘›š‘œš‘™š‘œš‘”š‘– š‘€š‘’š‘›š‘‘š‘Žā„Žš‘¢š‘™š‘¢š‘– š‘š‘Žš‘šš‘Žš‘›: Cheyenne sudah memiliki sistem kontrol tembakan digital, laser rangefinder, dan sensor termal, yang sangat inovatif untuk era 1960-an.
š‘ƒš‘’š‘šš‘š‘Žš‘”š‘Žš‘™š‘Žš‘› š‘ƒš‘Ÿš‘œš‘”š‘Ÿš‘Žš‘š: Meskipun teknologinya sangat maju, program ini dibatalkan pada tahun 1972 karena berbagai masalah teknis (termasuk kecelakaan fatal saat uji coba yang mengakibatkan tewasnya pilot uji Lockheed, David A. Beil,), biaya yang membengkak, dan politik anggaran antara Angkatan Darat dan Angkatan Udara AS.

Kegagalan Cheyenne membuka jalan bagi pengembangan AH-64 Apache, yang mengambil banyak pelajaran dari desain dan sistem senjata yang pernah diuji pada Cheyenne.
Baru-baru ini pada akhir 2025, AH-56 Cheyenne kembali mendapat perhatian karena ditambahkan sebagai kendaraan skuadron dalam permainan simulasi militer populer, War Thunder.


Komentar

Postingan Populer